Lumajang ,Merdekanews.id Suasana penuh semangat dan nuansa budaya mewarnai Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, saat masyarakat menggelar tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Budaya dalam rangka Ruwat Desa.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta mendapat pengamanan penuh dari aparat gabungan.
Sejak pagi, personel Polsek Pronojiwo telah bersiaga di sejumlah titik untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dilakukan bersama anggota Koramil Pronojiwo, Linmas Desa Pronojiwo, Banser, serta panitia penyelenggara.
Rangkaian acara diawali dengan persiapan di Balai Desa Pronojiwo sekitar pukul 08.00 WIB. Tak lama berselang, tepat pukul 08.50 WIB, iring-iringan kirab budaya diberangkatkan menuju Punden Umbulan Mbah Lanjar Walik di Dusun Mulyoarjo dengan jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer.
Di barisan terdepan, mobil patroli Polsek Pronojiwo memimpin pengawalan rombongan.
Di belakangnya menyusul kendaraan koordinasi, mobil publikasi, pembawa banner, pasukan pengibar bendera, hingga replika kepala sapi yang menjadi bagian dari prosesi adat.
Kirab semakin semarak dengan keikutsertaan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Pronojiwo beserta perangkat desa, anggota BPD, LPMD, RT/RW, pengurus BUMDes, kader Posyandu, Karang Taruna, paguyuban masyarakat, hingga tujuh gunungan hasil bumi yang diarak oleh warga dari masing-masing dusun.
Atraksi seni budaya seperti Baleganjur, Jaranan, hingga pertunjukan cemeti turut menghibur masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.
Warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan yang sarat makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan rezeki yang melimpah.
Sesampainya di kawasan Punden Umbulan Mbah Lanjar Walik sekitar pukul 10.30 WIB, prosesi adat dilanjutkan dengan penanaman kepala sapi sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur, dilanjutkan ziarah ke makam Mbah Lanjar Walik serta doa bersama yang diikuti tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga.
Setelah seluruh prosesi adat selesai, masyarakat kemudian mengikuti tradisi berebut hasil bumi yang telah disusun dalam bentuk gunungan.
Aneka hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil kebun lainnya menjadi rebutan warga yang meyakini tradisi tersebut membawa keberkahan. Kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan rakyat berupa pertunjukan tayub dan jaranan yang disambut antusias masyarakat.
Kapolsek Pronojiwo, AKP Soegeng Susanto, mengatakan pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawalan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung agar masyarakat dapat mengikuti tradisi dengan aman dan nyaman.
"Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar seluruh rangkaian Sedekah Bumi dan Kirab Budaya dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Kami juga bersinergi dengan Koramil, Linmas, Banser, serta panitia untuk mengatur jalannya kegiatan dan arus masyarakat selama prosesi berlangsung," ujar AKP Soegeng Susanto.
Menurutnya, Sedekah Bumi dan Kirab Budaya merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur karena menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
"Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan dan gotong royong masyarakat. Polri tentunya mendukung setiap kegiatan budaya yang positif dengan tetap mengedepankan aspek keamanan sehingga masyarakat dapat menikmati acara dengan nyaman," katanya.
AKP Soegeng juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menjaga keamanan, sehingga tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Budaya Desa Pronojiwo dapat terlaksana dengan baik," pungkasnya.

0 Comments