Langsung ke konten utama

563 Warga Lansia Terima Jaslut dan BLU


Jember, Kabarejember.com
----- Sedikitnya 563 warga lanjut usia (lansia) dari enam kecamatan di Kabupaten Jember menerima bantuan berupa Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantuan Lanjut Usia (BLU). Penyerahan bantuan tersebut oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief di Balai Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Rabu, 02 Oktober 2019.

“Ini yang pertama. Akan ada empat tahap pencairan bantuan untuk para lansia,” terang Wabup kepada wartawan usai penyerahan bantuan.

Wabup mengungkapkan, bantuan yang diserahkan merupakan bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Bantuan yang berasal dari pemerintah pusat dan pemeritah provinsi berupa dana yang salurkan melalui rekening bank.

Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan berupa alat kesehatan, diantaranya kursi roda, alat bantu jalan, dan alat bantu dengar.

Dalam kesempatan tersebut, para lansia juga mendapatkan pelayanan pengurusan adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada para lansia,” kata Wabup.

Di Kabupaten Jember, lanjutnya, ada lebih 7.800 lansia. Kondisi mereka beragam. Mulai dari yang masih produktif secara ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya.

Namun, sebagian besar para lansia tersebut tidak lagi produktif. Mereka ini sering sakit. Bahkan mereka berada di tengah-tengah keluarga yang miskin.

Bahkan, ada di antara mereka yang tidak memiliki keluarga, sakit, serta tidak produktif. “Nah, negara dalam hal ini harus hadir. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan jatah makan tiga kali sehari,” ungkap Wabup.

Untuk saat ini ada sekitar 100 lansia di 12 kecamatan yang telah mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten Jember itu. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan data yang sedang diverifikasi dan validasi.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Wahyu Setyo Handayani, SKM, M.Si. menjelaskan, kreteria penerima Jaslut adalah lansia dengan usia minimal 70 tahun.

Mereka juga merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yang di dalam keluarganya terdapat komponen PKH, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah.

Sedangkan, Bantuan Lanjut Usia yang berasal dari pemerintah pusat memiliki sasaran lansia minimal 70 tahun. “Semakin tua, semakin diperhatikan. Mereka juga lansia yang sudah tidak potensial lagi atau tidak bisa mencari nafkah lagi,” terangnya.

Pada tahap pertama ini, lansia yang menerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Jelbuk, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Silo,  dan Mayang.

Setelah menerima bantuan, para lansia bisa mencairkan dana rekening tabungan. Petugas bank telah berada di lokasi penyerahan.

Untuk proses pencairan ini, para lansia dibantu oleh para pendamping dari Propgram Keluarga Harapan (PKH) masing-masing kecamatan. (mul/mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...