Langsung ke konten utama

Wabup : Kebersamaan Itu Tidak Semudah Membalikan Telapak Tangan



Jember, Kabarejember.com
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief memberikan ceramah umum keagamaan dalam acara khotmil Qur'an dan pengajian memperingati malam Nuzulul Qur'an pada Ramadhan  1440 H.

Kegiatan yang digelar Ma'had Al-Jami'ah IAIN Jember ini berlangsung di Masjid Sunan Kalijogo Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Selasa malam, 21 Mei 2019. Pada kesempatan ini Wabup mengatakan penyelenggaraan kegiatan Nuzulul Qur'an dengan tema Kebersamaan dalam keragaman adalah kegiatan pembekalan yang sangat penting untuk generasi muda, khususnya di lingkungan IAIN Jember.

"Karena tidak semua orang itu bisa hidup nyaman, hidup bersama dalam keberagaman," ungkapnya.

Seperti kondisi yang terjadi saat ini yang menjadi perhatian banyak pihak yakni people power. Kondisi politik ini menunjukkan ketidaksiapan untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Oleh karenanya, Wabup mengajak untuk betul-betul memahami pesan moral yang tertuang dalam Al-Qur'an. "Kebersamaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu sikap arif, sikap bijaksana, toleransi, keterbukaan diantara kehidupan horizontal itu menjadi sangat penting sekali," terang wabup.
Sementara people power ala santri dengan mengadakan peringatan kegiatan peringatan nuzulul Quran ini, menurut wabup, sangat positif.
Sebelumnya, Direktur Ma'had Ustadz Fathur Rahman, M. Syu menyebut berkumpulnya santri mahad dan pengurus yang berjumlah 717 dalam peringatan nuzulul Quran ini sebagai people power ala santri.
"Kegiatan ini bisa disebut people power ala santri, karena besok selain pengurus, santri akan mulai boyong pulang ke kampung halaman sampai tanggal 26," terangnya.
Fathur Rahman berpesan, "Jangan berhenti mondok meskipun harus keluar dari ma'had, karena di pondok adalah belajar tanpa ada jeda."
Rektor IAIN diwakili Dr. KH. Hefni Zein menyampaikan terimakasih atas dukungan penuh Wakil Bupati Jember kepada IAIN Jember.
"Mulai masa perintisan, pengembangan hingga saat ini. Mudah-mudahan  kerjasama dan persaudaraan ini tetap berlanjut hingga akhir zaman," ujarnya.
Hefni Zein dalam kesempatan itu menjelaskan tentang visi dan misi pengembangan IAIN Jember sebagai pusat kajian Islam Nusantara yang berbasis pesantren.
Perguruan tinggi saat ini, melirik model pesantren sebagai pola pembinaannya. "Karena ada yang unik dan khas. Di pesantren punya asasul khomsah yang menjadi keunggulan pesantren dan akan diterapkan pada mahasiswa," ungkapnya.
Asasul khomsah yang pertama adalah keikhlasan dalam menghilangkan kebodohan, kedua kesederhanaan, ketiga kemandirian, keempat persaudaraan, terakhir adalah kebebasan. (Mia/mul/hms )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...