Langsung ke konten utama

Bupati dan Wabup Jember Doakan JCH Jember


Jember, Kabarejember.com ----Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief hadir pada kegiatan pelepasan dan doa bersama jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Jember yang berlangsung di Gedung Balai Serbaguna  Kaliwates Jember, Selasa, 16 Juli 2019.

Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan kepada calon jamaah haji di Jember untuk menjaga kesehatan, fokus pada persiapan. “Dan, saat di Tanah Suci dapat menjaga kekompakan, tolong menolong, menjaga nama baik Jember dan Indonesia," pesan bupati.

Bupati juga meminta jamaah mendoakan Kabupaten Jember agar lancar sebagai Embarkasi Umrah Haji seperti keputusan Presiden RI Jokowi Dodo.

Sesuai evaluasi yang dilakukan tahun ke tahun, lanjutnya, pemerintah memberi bantuan alat komunikasi untuk ketua kloter supaya dapat mengkoordinir anggotanya dengan mudah. Juga panduan tambahan berupa buku-buku doa sebelum berangkat dan sesudah haji.

Termasuk tambahan tenaga TPHD dari Kabupaten Jember, tenaga medis, dan bantuan umum. Juga panduan keagamaan untuk melengkapi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga jamaah bisa terlayani penuh.

Bupati berharap tidak ada jamaah yang membawa barang dagangan atau lainnya yang melanggar. "Diharapkan hal-hal tersebut ditindak dengan tegas, supaya tidak mengganggu jalannya ibadah haji," ucapnya.

Tentang menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi, menurut bupati, kuncinya adalah badan yang sehat. Jamaah perlu menjaga kesehatan, makan yang cukup, menggunakan waktu sebaik mungkin.  “Termasuk main sosial media dihentikan terlebih dahulu untuk istirahat," pesannya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember H. Muhammad melaporkan, jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 1.984 jamaah, termasuk TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) 10 orang. Berdasarkan jenis kelamin, ada 1003 laki-laki dan 981 perempuan.

Diantara calon jama'ah haji itu  terdapat calon haji tertua bernama Armo yang berusia 98 tahun. Sedang yang termuda adalah Muhammad Kafin berusia 18 tahun.

Muhammad Kafin menjelaskan ia berhaji dibiayai orang tua. Ia mendaftar di usia 9 tahun. Persiapan yang dilakukan selama ini menjaga kesehatan dengan berloahraga.

Muhammad Kafin berpesan kepada pemuda di Jember yang ingin berhaji. “Karena sekarang mendaftar haji dan berangkatnya masih lama, jadi segera mendaftar dari sekarang," imbuhnya. (mul/mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...