06/05/2019

Kapolres Lumajang Pantau Satgas Keamanan Desa di Suku Tengger



Lumajang, KaJe
(05/05/2019). Satgas keamanan desa (SKD) saat ini sudah terbentuk di 198 desa, dengan total 5.940 personel. Terbentuknya SKD ini merupakan inisiator dari kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban dimana hanya dalam 2 bulan dapat terbentuk diseluruh desa se Kab. Lumajang.

Peran pemerintah daerah juga sangat besar sehingga SKD bisa terbentuk disemua desa dengan kelengkapan seragam dan HT sebagai alat komunikasi. SKD merupakan model pencegahan kejahatan yang bersifat informal karena berasal dari masyarakat desa sendiri untuk mengamankan desanya, mereka tidak digaji akan tetapi kesadaran pribadi setiap anggota SKD.

Ada 4 tugas utama SKD yaitu 1. Menjaga dan memastikan keamanan desa masing-masing. 2. Mendesain sistem keamanan yang cocok untuk desanya. 3. Sebagai problem solver terhadap masalah keamanan dan ketertiban didesanya. 4. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan tentang keamanan dan ketertiban didesanya, seperti masalah penanggulangan bencana alam, ikut serta membantu dan mensukseskan pemilu.

Pada hari Jumat tanggal 3 Mei 2019, kapolres Lumajang mengecek langsung kesiap-siagaan anggota SKD yang berada di pucuk gunung yaitu di desa argosari. Karena melihat kesiap-siagaan anggota satgas diwilayah-wilayah terjauh bisa menjadi ukuran anggota satgas keamanan desa yang lain.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan, pihaknya sengaja mengecek langsung anggota SKD didesa argosari. " Saya cukup senang melihat mereka terus berpatroli sekitar desanya, terbukti saat saya dadak saya bisa bertemu dengan anggota Satgas Keamanan Desa argosari dengan pakaian lengkap seragam satgas dan menggunakan HT,” ujarnya

" SKD sangat efektif dalam menciptakan suasana aman di desa, karena mereka ada sampai lapis terbawah di tiap RW. Bahkan permasalahan yang terjadi ditingkat RW mereka pasti tahu dan seketika itu dapat diselesaikan saat masalah masih berupa bibit kecil sebelum sampai menjadi masalah besar yang sulit diselesaikan. 30 anggota SKD disetiap desa saya harapkan terus berkoordinasi dengan 1 orang bhabinkamtibmas yang saya tugaskan disetiap desa. Kolaborasi ini akan sangat efektif menekan angka kriminalitas," ungkap Arsal.

Perlu diketahui bahwa desa argosari kec. Senduro terletak di ketinggian 2200 Mdpl yang didiami oleh suku tengger. Suku tengger mendiami dataran tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur. Kawasan ini juga merupakan Taman Nasional Bromo, tengger, semeru yang biasa di sebut TN. BTS.

Adapun kabupaten - kabupaten yang wilayahnya termasuk kawasan TN. BTS yaitu Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang. Lumajang memiliki area yang paling luas didiami oleh suku tengger yaitu mencapai kurang lebih 55 persen. Total ada 5 desa di Lumajang yang di diami oleh suku tengger yaitu desa Ranupani, desa Argosari, desa Bedayu Talang, desa Cempoko ayu, dan desa Kandang Tepus. (Suatman)

Tip Puasa, Jaga Pola Makan Saat Buka dan Sahur


Lumajang, KaJe
(6 Mei 2019) -- Memasuki hari pertama Ramadhan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, mengingatkan, agar ASN yang menunaikan ibadah puasa (shiyam), menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang, saat berbuka dan sahur.

Hal itu disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera di halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (6/5/2019) pagi.

Dijelaskan dr. Bayu, Gizi yang seimbang, yaitu asupan Karbohidrat 60%, asupan lemak dan protein 20%. Pola makan itu, lanjutnya, lebih baik  diimbangi dengan makan buah dan sayur.

"Buah dan sayur itu, zat gizi penting, yang memberikan efek kenyang  lebih lama," ujarnya.

Menurut dr. Bayu, konsumsi gula dan garam harus juga diperhatikan, agar terhindar dari penyakit hipertensi, diabetes atau kencing manis.

Selama menjalani ibadah puasa (shiyam) ramadhan, katanya,  penting dilakukan olahraga rutin untuk menjaga stamina. Olahraga rutin dapat meningkatkan aktifitas positif dalam tubuh, sehingga tidak lemas dan tetap fit dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Pada kesempatan itu, dr. Bayu mengajak ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (suatman)

Kungker Bupati Lanjut Ke Puskesmas Ajung




Jember, KaJe
Setelah mengunjungi Puskesmas Jengawah, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melanjutkan peninjauan di lokasi kedua, yakni Puskesmas Ajung. Dalam kesempatan ini, bupati memberikan pengarahan kepada pegawai Puskemas Ajung terkait dengan revitalisasi dan layanan kesehatan.

"Salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati Faida dan Wabup Kiai Muqit, yakni merevitalisasi Puskesmas di Jember, "kata bupati, Minggu 5 Mei 2019.

Dari 50 Puskesmas di Jember, lanjutnya, tahun lalu yang sudah tuntas direvitalisasi sebanyak 27 Puskesmas, dan sisanya 23 akan dituntaskan tahun 2019. Untuk Puskesmas Ajung, menurut bupati, bangunan telah sepenuhnya digunakan.

"Namun karena luas tanahnya berbeda, sehingga kelengkapan fasilitas standarnya harus sama tapi ada ekstranya," ungkap bupati.

Fasilitas ekstra tersebut diantaranya,  pojok bermain untuk bermain pasien anak-anak. Fasilitas sudah berjalan baik, yang dibuktikan dengan ada dua petugas promosi kesehatan. Dua petugas promosi kesehatan ini yang mengajak bermain anak-anak. Permainannya diantaranya wayang.

Di puskesmas ini, juga ada akses khusus untuk poli typhi, akses difabel, kursi roda juga disiapkan. ruang rawat inap juga bersih. Pasien juga mengaku tidak ada tarikan lain-lain.  "Saya melihat puskesmas sudah sangat menyesuaikan keinginan masyarakat di masa sekarang," ujarnya. (mul/mul/hms)

9 Motor Terindikasi Bodong




Lumajang, KaJe
 (05/05/2019) - Pada Malam minggu selain melakukan penggerebeken terhadap rumah miras, Kapolres Lumajang juga memimpin langsung kegiatan operasi motor bodong diwilayah kota Lumajang. Total ada 9 motor yang diamankan karena tidak memiliki STNK dan juga tidak ada plat nomor kendaraan. Selain itu ada juga motor yang nomor rangka dan nomor mesinnya sengaja dirusak. Beberapa motor terindikasi motor bodong karena terlihat nomor rangka dan nomor mesinnya sengaja dirusak untuk menghilangkan jejak pemilik sebenarnya.

Tim cobra dibawah komanda Kapolres Lumajang awalnya bergerak kearah pusat jajanan rakyat (PJR) disana tim cobra melakukan operasi dan penggeledahan terhadap anak-anak muda, dari situ tim cobra mengamankan sekitar 4 motor yang diduga bodong. Selanjutnya tim cobra bergerak kearah taman toga yang, lokasi yang sering digunakan untuk pesta miras anak-anak muda. Dari taman kota disita 4 motor yang diduga Bodong. Setelah melakukan operasi di wilayah taman toga, tim cobra bergerak menyisir ke pinggiran kota. Disaat melewati jalan gatot subroto, ada 2 orang pemuda yang sempat melarikan diri setelah melihat tim cobra lewat, kemudian dilakukan pengejaran dan tertangkap di dalam gang. Pelaku tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraannya, sehingga kendaraan terpaksa diangkut oleh tim cobra menggunakan truck yang telah disiapkan. Selanjutnya tim cobra juga melakukan penyisiran ke wilayah timur yaitu jalan lintas timur (JLT) dan patroli ke pinggiran kota, namun disana tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menginginkan Lumajang bersih dari motor bodong " Saya ingin Lumajang bersih dari motor bodong, saya akan lakukan operasi terus menerus baik dijalanan, dikampung-kampung, maupun datang kerumah-rumah penduduk. Buat saya tidak ada kompromi untuk motor bodong. mau itu motor bagus ataupun motor jelek, mau itu dimiliki pejabat, atau pengusaha atau dimiliki petani, Bagi saya motor hasil kejahatan tidak dapat dibenarkan. Tidak ada alasan pembenar terhadap sebuah kejahatan” ungkap arsal

Arsal kemudian menyitir arti dari kitab suci Al-Qur’an “ di Al-Qur’an pun jelas menuliskan kalau yang salah tidak bisa dikatakan benar, pada surat Al-Baqarah dikatakan Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya" Terang Arsal.

Perlu di ketahui bahwa kegiatan Patroli malam minggu dibagi menjadi 2 tim. 1 tim yang di pimpin oleh kabag ops bergerak mulai jam 21.00 wib. Kegiatan patroli bersifat gabungan melibatkan Polri, TNI dan Satpol PP berjumlah 52 personil, sasaran patrolinya mengarah kewilayah Lumajang utara, dengan rute wilayah kota, sukodono, kedungjajang, dan wilayah klakah. Tujuannya fokus untuk menekan pergerakan para pelaku curanmor dan pencurian sapi yang saat ini marak terjadi diwilayah Lumajang utara.

kemudian Tim ke-2 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, bergerak mulai pukul 22.30 wib dengan kekuatan 40 Tim Cobra, dengan target penggerebekan miras dan operasi motor bodong di wilayah kota Lumajang.

Kabag ops Polres Lumajang Kompol Eko Hari Suprapto menjelaskan, " Malam ini saya memimpin patroli skala besar bersama dengan rekan-rekan dari TNI dan satpol PP. Kegiatan patroli ini sesuai petunjuk Kapolres Lumajang untuk dilakukan secara menyebar supaya sasaran bisa lebih luas dan daya jangkau lebih jauh. Kami fokus berpatroli di desa-desa diwilayah utara khususnya kedungjajang dan klakah untuk mengantisipasi pencurian hewan dan pencurian kendaraan bermotor." Ujar Eko. (Suatman)

05/05/2019

Bupati Kungker di Tiga Puskemas





Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan kunjungan kerja di tiga puskesmas, Minggu 05 Mei 2019, yang menjadi sasaran perbaikan.
Perbaikan fasilitas kesehatan ini merupakan salah satu realisasi 22 Janji Kerja Bupati  Wakil Bupati yang telah dilaksanakan pada tahun 2018.
Realisasi revitalisasi itu untuk 27 puskesmas dari 50 puskesmas di Jember. Sementara sisanya sebanyak 23 puskesmas akan dituntaskan pada tahun ini.
Seperti di Puskesmas Jenggawah, yang menjadi lokasi pertama kunjungan kerja bupati. Bangunan yang lama dirombak total.
Ditata ulang, sehingga seluruh standar fasilitas puskesmas kecamatan sudah terealisasi," terangnya. Kamar rawat inap, alur emergency, dan UGD sudah sesuai standar.
Bupati menjelaskan, ada beberapa evaluasi pascahuni. Diantaranya ada di rem, belum ada relnya, belum ada paving, dan belum ada garasi untuk ambulans dan mobil jenazah.
Pada tahun 2018 dianggarkan Rp. 127 milyar untuk revitalisasi puskesmas, termasuk Pustu dan Polides. Tahun 2019 kembali diluncurkan kurang lebih Rp. 93 milyar untuk menyelesaikan fasilitas yang belum diperbaiki.
"Semua fasilitas umum bernuansa merah putih, karena memang fasilitas umum dan untuk semua kalangan, juga sebagai bentuk semangat nasionalisme," tuturnya.
Revitalisasi fasiltas kesehatan ini juga untuk memberikan pilihan kepada masyarakat. Bupati menginginkan fasilitas kesehatan pemerintah menjadi pilihan utama masyarakat Jember, utamanya di pelosok-pelosok.
Untuk hal itu perbaikan fasilitas kesehatan mendapat prioritas. Perbaikan ini diimbangi dengan perbaikan SDM, manajemen, serta fasilitas di dalamnya.
Upaya perbaikan itu juga terbukti dengan adanya 1 Desa 1 Ambulans, akses yang mudah ke Puskesmas, dan kereta jenazah.
Diungkapkan pula oleh bupati, pengelolaan Puskesmas juga melibatkan OPD lainnya. Seperti sinergi dengan Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember  untuk urusan kebersihan bangunan maupun evaluasi pasca huni.
"Karena urusan Puskesmas tidak hanya diurusi Dinas Kesehatan. Contohnya bangunan bertingkat, tidak mungkin orang puskesmas mengurusi pemeliharaannya  dan pembersihannya," bupati. (Mia/Mul/ded/hms)

Wabup Serahkan 43 Al Qur an Digital Braille



Lumajang, KaJe
( 05 Mei 2019 -)-- Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., (Bunda Indah) Menyerahkan  bantuan kepada penyandang disabilitas berupa 43 mushaf Alqur'an Digital Index Braille di Panti PKK Kab. Lumajang, Ahad (05/05/19) pagi.

Bunda Indah mengungkapkan, bahwa, bantuan tersebut, berasal dari Pemerintah Kuwait yang disalurkan melalui Yayasan Baitul Al Khairiyah Bandung.

Pada Alqur'an Digital Braille tersebut ada alat bantu untuk lebih memudahkan penggunaannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan para penyandang disabiltas Tunanetra, sehingga lebih sempurna daripada yang konvesional.

Bunda Indah mengatakan, bahwa, untuk menguasai pemembacaan digital braille,  penyandang disabilitas Tunanetra harus faham terlebih dahulu membaca huruf braille.

"Untuk bisa membaca melalui digital braille, saratnya harus bisa membaca huruf braille," jelasnya.

Mushaf alquran digital Braille juga memiliki sebuah alat menyerupai pena. Saat disentuhkan ke pada mishaf Alquran Braille sesuai dengan ke inginan pengguna, Alquran itu dengan cepat akan menyajikan apa yang diinginkan oleh penggunanya. Contohnya, jika dia hendak mendengarkan ayat di surah tertentu, dia cukup menyentuhkan pulpen itu kepada bagian ayat Alquran.

Untuk itu, Pemerintah Kab. Lumjang akan memfasilitasi  tempat belajar terhadap penyandang disabilitas. Hal ini bertujuan agar penyandang disabilitas cepat menghafal Alqur'an digital braille.

"Dinas sosial akan menyiapkan tempat pembelajaran, nanti," ujarnya.

"Pemerintah akan terus suport, mudah - mudahan teman - teman bisa menggunakan mushaf Alqur'an Digital Brailler," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Bunda Indah  memberikan semangat kepada Penyandang disabilitas. Dikatakan, bahwa,  sejatinya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ia berharap kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang untuk tidak berkecil hati dan tetap bersemangat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Kita semua  belajar dari kelemahan kita masing - masing, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah,” pungkasnya. (Suatman)

Kapolres Lumajang Pimpin Razia Miras


Lumajang, KaJe
(05/05/2019) --- Malam itu, tepatnya pada malam minggu tanggal 04 Mei 2019 Kapolres Lumajang memimpin langsung patroli bersama 40 anggota tim cobra Polres Lumajang, melakukan patroli dan mendapat informasi penjualan miras di sebuah toko " WAHYU "  di jalan Diponegoro. Tim Cobra kemudian bergerak ke rumah toko miras, lalu di lokasi personel cobra dibagi menjadi 2 kelompok, 1 kelompok untuk mengecek toko dan 1 kelompok lainnya mengecek ke kebon atau halaman belakang toko.

Didalam toko ditemukan sekitar 30 botol miras dengan berbagai jenis antara lain anggur kolesom, anggur merah, arak singaraja dengan kadar alkohol bervariasi dari 14 - 17 %. Kemudian kelompok yang bergerak ke kebun belakang rumah menemukan satu dos miras jenis vodka yang disembunyikan di tong sampah. Kadar Alkohol Vodka 40 %, lebih tinggi dibanding kadar alkohol miras lainnya yang di sita. di Toko wahyu ada 74 botol miras yang diamankan. Kemudian tim cobra bergerak ke gudang penyimpanan miras yang berada di daerah jagalan dan disana menemukan 2 dos anggur kolesom dengan jumlah 24 botol yang belum sempat didistribusikan, ditempat ini juga diamankan 1 unit sepeda motor yamaha FIZ R mengingat sepeda motor tersebut sangat mencurigakan. Dari plat nomor yang terpasang tidak sesuai dengan yang tertera di STNK dan juga tidak sama dengan yang tertera di BPKB semua berbeda. Adapun plat nomor yang melekat di motor tertera N 3926 ZF, di STNK tertera W 4754 PQ, dan di BPKB tertera W 4331 GO. Kemudian kendaraan tersebut diangkut ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH  mengatakan akan meningkatkan operasi miras" Menjelang bulan suci ramadhan saya akan tingkatkan operasi miras di wilayah Lumajang. Saya ingin suasana bulan ramadhan tidak dinodai oleh pesta miras. Jajaran polsek juga saya perintahkan untuk melakukan hal serupa. Kapolres sudah memberikan contoh dengan memimpin langsung operasi miras. Jajaran polsek harus melakukan hal yang sama dan dipimpin langsung oleh para Kapolsek” ungkap Arsal

“Saya himbau kepada masyarakat Lumajang untuk menghindari pesta miras karena miras merupakan pemicu terjadinya kejahatan. Hal ini dikarenakan miras dapat menghilangkan rasionalitas kita sehingga dengan mudah berbuat kejahatan, karena perbuatannya sudah diluar kontrol dirinya sendiri” ujarnya kembali.

“Saya himbau juga kepada para kepala desa diwilayah Lumajang untuk menugaskan satgas keamanan desa ( SKD ) agar membubarkan bila mengetahui adanya pesta miras yang  terjadi diwilayahnya dan laporkan kepada kami bila melihat kelompok - kelompok yang melakukan pesta miras." Ujar Arsal.

Kasat sabhara AKP Jauhar Maarif S,Sos selaku ka Tim Cobra preventif mengatakan, " saya diperintah kapolres Lumajang untuk menggalakkan patroli miras, akan kami lakukan terus menerus kegiatan operasi miras dan akan saya lakukan setiap hari. Saya beserta jajaran Cobra preventif akan selalu siap melaksanakan kebijakan Kapolres Lumajang." Tegas Jauhar Maarif. (Suatman)