27/03/2020

Dituduh Senior Pondok, Yuniornya Dianiaya


Probolinggo, Kabareprobolingfo.com 
----- Dengan aksinya beberapa warga Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, mendatangi Mapolresta, Kamis (26/03) Siang.

dalam kedatangan mereka untuk melaporkan aksi kekerasan terhadap Riyan (12) seorang pelajar pondok, oleh seniornya.

Pelaku pemukulan menggunakan yang menggunakan kabel dan selang tersebut diungkap Hilmi (24), salah seorang dari 4 warga yang melaporkan peristiwa tersebut ke polresta. Karena aksi pemukulan itu, punggung dan tangannya Riyan mengalami luka lecet.

saudara Hilmi dan tiga warga lainnya melapor karena merasa iba terhadap korban penganiayaan. Terlebih lagi, korban tidak tinggal bersama kedua orang tuanya. Korban yang yatim piatu, selama ini tinggal bersama salah seorang warga setempat, tetapi kini berada di Papua.

Karena ditinggal keluarga angkatnya ke Papua, ia dititipkan ke Narko, yang masih memiliki hubungan atau Famili keluarga dengan ayah angkatnya. 
Menurut Hilmi, Narko masih menjadi pengurus pondok di mana korban juga menuntut ilmu.

namun sekarang, korban ada di rumah Narko. Dibawa dari rumah saya,” ujar Hilmi.

dari keterangan Hilmi, mulanya Riyan mondar-mandir di depan rumahnya dan duduk di pinggir sawah sambil menangis. Hilmi kemudian mendekatinya dan menanyakan kejadian yang membuat Riyan menangis.

pengakuan Riyan pada awak Media, ia telah dipukuli oleh 2 seniornya di pondok. Pemukulan itu berlangsung dari pukul 05.00 hingga pukul 07.00. Riyan dipukul lantaran dituduh mengambil uang di pondok sebesar Rp 500.000.

sebagai pengganti orang tua yang ngemung saat ini Hilmi yang iba, lalu mengajak Riyan pulang dan merawat lukanya. “Kami yang merawat dan mengobati lukanya,” ujarnya.

Dalam pengakuannya pengakuan Riyan kepada Hilmi, pemukulan diarahkan ke bagian kepala, punggung dan tangan, dengan menggunakan  kabel dan selang. Tak tahan dengan pukulan yang menyakitkan itu, Riyan akhirnya mengakui tuduhan seniornya soal mencuri uang. “Pengakuan korban ke saya seperti itu. Lalu korban dibawa ke rumah Narko,” jelas Hilmi.

Hilmi mengaku sempat konfirmasi kepada penghuni pondok yang memukul Riyan.  Keduanya mengaku melakukan hal itu berdasarkan kejadian sebelumnya. Di pondok itu sebelumnya juga pernah kehilangan uang Rp 80 ribu dan yang disebutkan diambil oleh korban. “Tetapi yang Rp 500 ribu itu tidak jelas uang siapa,” kata Hilmi.

sementara, petugas di SPKT Polres Probolinggo Kota Bripka Robbi mengatakan kepada 4 warga yang mengadu bahwa polresta belum bisa bersikap atas pengaduan tersebut. Polresta masih akan melakukan gelar terlebih dulu. “Tunggu di sini ya. Pengaduan bapak akan digelar dulu. Hasilnya nanti setelah digelar,” ujarnya.

Wartawan sempat mendatangi Narko di kediamannya di Jalan Progo, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. Istri Narko yang menemui, menyatakan tidak akan melaporkan pemukulan yang menimpa anak angkatnya. “Sudah ya, kami bisa menyelesaikan persoalan ini. Enggak perlu dibesar-besarkan. Kami juga kasihan,” katanya.

Dia juga menyatakan bakal menyelesaikan insiden pemukulan ini secara kekeluargaan dengan pondok. Soal perawatan medis untuk Riyan, perempuan berjilbab itu menyatakan masih menunggu suaminya yang masih ada di pondok. “Sebentar lagi. Suami saya masih di pondok. Koordinasi dengan pondok,” katanya.

senada dengan diungkap Kamat yang mengaku sebagai salah satu pengurus yayasan di pondok tersebut. “Kami akan selesaikan secara kekeluargaan. Kami ingin secepatnya selesai,” katanya.

di saat ditanya kronologi pemukulan itu, Kamat enggan berkomentar. “Kami belum tahu.  Waktu mau tanya kronologinya, sampeyan datang. Jadi belum sempat. Yang jelas, aturan (memukul, red) seperti itu tidak ada di pondok kami,” tuturnya. (M.H) 

Walikota Bersama Tiga Pilar Mayangan membagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-Dua pasar di wilayah Kecamatan Mayangan, yakni Pasar Mangunharjo dan Pasar Kronong menjadi sasaran Tiga Pilar Mayangan untuk bagi-bagi ratusan masker dan hand sanitizer, Jumat (27/3) pagi. 
Mengapresiasi itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun ikut turun ke pasar.

dengan logat bahasa Madura dalam penyampaiannya “Jek kelopaen a betcoh tangan, teros anggui maskerah. Teros mon tak sempat semprot agih cairan ruah gih.. (Jangan lupa cuci tangan, terus pakai maskernya. Terus kalau tidak sempat (cuci tangan) semprotkan cairan itu,” ujar Wali Kota Habib Hadi sambil memberikan masker dan hand sanitizer ke sejumlah pedagang buah di Pasar Mangunharjo atau yang dikenal dengan Pasar Babian oleh masyarakat setempat.

 Dengan kedatangan Wali Kota Habib Hadi bersama Camat Mayangan M Abas, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman dan Danramil Mayangan Kapten Eko Saputro disambut oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berkerumun meminta pembagian masker dan hand sanitizer hand made tersebut.

Selain bagi-bagi masker dan hand sanitizer, para lurah di wilayah Kecamatan Mayangan pun menyemprotkan cairan disinfektan ke area pasar yang juga menjual barang-barang bekas itu. Disana didapati tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya penggunaan masker dan cuci tangan. Untuk itu, tim kecamatan-polsek dan koramil pun memberikan edukasi serta membacakan imbauan dari Kapolri.

Disamping itu, Camat Mayangan M Abas menceritakan, upayanya selama ini mengumpulkan bahan untuk hand sanitizer tidak sia-sia. “Alhamdulillah, kami berusaha membuat sendiri mengikuti tutorial yang disarankan pihak kesehatan. bersama tiga pilar kami menyiapkan 200 botol hand sanitizer dan 300 masker kain,” katanya.

Selain itu, masker dan hand sanitizer menjadi benda yang paling dibutuhkan di tengah mewabahnya COVID 19 di Indonesia. Untuk itu, menjawab keresahan masyarakat, Tiga Pilar Kecamatan Mayangan membagikan kedua benda dengan sasaran pedagang dan pengunjung pasar.

  “ Saran Ini sesuai petunjuk Bapak Wali Kota Probolinggo, karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan bisa menjadi salah satu sarana penyebaran COVID 19. Paling tidak, dengan upaya ini kita bisa mengedukasi warga untuk pencegahan melalui tangan,” terang Abas yang selalu kompak dengan kapolsek dan danramil di wilayahnya.

Di samping  itu, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman mengungkapkan, sejak merebaknya Covid 19 pihaknya melakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat bahwa virus ini tidak boleh dianggap enteng.

"Kami tidak bosan bosannya memberi Edukasi mencegah virus ini tidak sampai di Kota Probolinggo. Alhamdulillah saat ini semua masyarakat sudah memahami. serta banyak tempat keramaian yang sudah di tutup, game online, warung lesehan memilih stay at home. Dan, kami tetap akan melakukan imbauan secara terus menerus,” jelas Kapolsek. (M.H) 

Umara dan Ulama Jember Bersatu Tangani Covid-19

Jember, Kabarejember.com 
----- Pandemi Virus Corona tidak hanya menjadi momok bagi kota-kota besar di Indonesia, Kabpaten Jember Jawa Timur,turut merasakan dampak dari merebaknya Covid- 19 ini. meningkatnya jumlah orang dalam ODR, ODP dan PDP membuat Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, menyatakan Kabupaten Jember Darurat Covid-19.

Hal tersebut dinyatakan bupati saat gelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan Tokoh Agama di Pendapa Wahyawibawagraha pada Kamis 26/03/2020.

Ditemui usai rapat dr. faida menyampaikan " hari ini Forkopimda mengundang MUI,Pengurus NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid, FKUB, Muslimat dan Fatayat untuk sama-sama merumuskan dan menyikapi kondisi darurat Virus Korona," tuturnya.

Pada hari ini status Jember mengikuti status nasional yaitu darurat Covid-19,dan status ini juga berlaku hingga tingkat Desa.

Hari ini adalah hari Kamis dimana biasanya di malam Jum'at ini banyak kegiatan keagamaan dan besok akan dilaksanakan sholat Jum'at agar tidak terjadi polemik di masyarakat,hari ini Umaroa dan Ulama duduk bersama agar masyarakat mendapat panduan yang jelas dan tidak bingung menghadapinya.

"Kondisi Jember saat ini adalah darurat Corona,manakala ada yang diperiksa positiv, yang berhak mengumumkan adalah juru bicara negara,jika Jember dinyatakan positiv, maka kita akan rubah statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB), kondisi kita hari ini belum KLB tetapi darurat Covid- 19," jlentrehnya.

Untuk itu,kami membuat rumusan-rumusan.  Yang jelas pada keadaan darurat " berkumpul akan menyebabkan resiku penularan yang luar biasa,maka berdiam diri di rumah yang paling baik untuk kita semua.

Untuk itu,kami menyikapi pada kondisi belum KLB,Masjid-masjid yang memenuhi standart prosedur masih diizinkan melaksanakan sholat Jum'at,untuk detailnya nanti akan dirumuskan bersama MUI menjadi panduan di setiap masjid.

Jarak 1 meter jama'ah itu menjadi standart, lantainya tidak lagi boleh pakai karpet untuk menghindari penularan dan diberi tanda 1 meter 1 meter. Manakala di Kabupaten Jember meningkat statusnya menjadi KLB maka kegiatan ini akan mengikuti status KLB tidak lagi sebebas hari ini.

"Terima kasih kepada masyarakat Jember yang telah membatalkan resepsi pernikahanya,sunatan dan pengajian sudah di tunda,karna saya ingin Kabupaten Jember ini lebih cepat teratasi agar perekonomian lebih cepat pulih," ungkapnya.

Sementara itu Prof Halim Subahar sangat mengapresiasi langkah-langkah yang di ambil oleh Pemkab Jember. Berkaitan dengan hasil kajian bersama antara Dewan Pimpinan MUI Jember,Ormas,dan Forkopimda yang turut serta memberikan bahasan sehingga ini merupakan hasil kajian yang paling komprehensif.

Dari hasil kajian ini,MUI sudah menyiapkan draf, Insya Allah sore ini akan di pablis ke Masyarakat,ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan,tetapi yang paling penting adalah pelaksanaan Ibadah dalam situasi darurat Covid-19,khususnya di Kabupaten Jember.

Yang menjadi pokok pikiran utama dalam draf MUI tersebut adalah "Masjid boleh menyelengarakan sholat Jum'at dengan mengikuti ketentuan protokol pencegahanCovid-19 yang meliputi masjid mengupayakan alat ukut suhu badan, menyiapkan cuci tangan dengan sabun anti septik,jama'ah memakai masker,tidak bersalaman dengan jarak 1 meter," jelas Prof Halim.

Yang ke 2. Masjid boleh tidak menyelenggarakan sholat Jum'at karna alasan darurat,namun Takmir harus menghimbau agar ummat Islam wajib menggantinya denga sholat dzuhur 4 rakaat, di rumah masing-masing sampai kondisi normal.

Yang ke 3, dalam status darurat Covid-19 ini, ummat islam berjama'ah bersama-sama keluarga di rumah masing-masing.

Yang ke 4, Ummad Islam wajib mendukung Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 dengan melakukan ikhtiar lahir batin,seperti hidup bersih dan sehat,tidak menghadiri kerumunan, memperbanyak istingfar,Sholawat dan membaca do'a-do'a yang di ajarkan oleh Rosulullah saw bersama keluarga di rumah masing-masing.

Yang ke 5. Tausiah ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan akan di tinjau kembali jika ada perkembangan status baru dari darurat Covid-19 menjadi KLB.

Karna sekarang statusnya masih darurat,ada beberapa pilihan,bisa melakukan Sholat Jum'at dengan syarat-syarat yang di tetapkan atau bisa tidak menyelenggarakan sholat Jum'at karna ini adalah darurat.

Ketika Jember berubah menjadi status KLB,maka semua kegiatan sholat berjama'ah, kerumunan itu dihentikan,demikian juga sholat Jum'at diharapkan untuk bisa diselenggarakan dan diganti dengan sholat dzuhur 4 rakaat.

Mudah-mudahan Jember segera terbebas dari wabah ini sehingga segala kegiatan keagamaan,segala kegiatan kemasyarakatan kembali normal Aamiin. (Lilik)

Desa Kelenang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Merebaknya Covid-19 ( Corona )
 Pemerintah Desa Kelenang Kidul  Kecamatan Banyuanyar Kab. Pribolinggo beserta perangkat , Bidan serta dihadiri Dani Andrianto selaku anggota  F-PDIP   yang ikut dalam kegiatan penyemprotan Disinfektan, Jumat (27/3/2020). 

Menurut Sariyanto selaku Kepala Desa Kelenang Kidul adanya wabah Covid -19, pihaknya sebagai kepala pemerintahan desa  lebih tanggap untuk melakukan pencegahan tersebut. "Sehingga kami beserta jajaran turun langsung ke 5 Dusun 17 Rt yang ada di Desa Kelenang Kidul untuk melakukan penyemprotan Disinfekta," paparnya. 

  Penyemrotan tidak hanya fokus pada 5 dusun dan 17 Rt saja melainkan di beberapa Mosolla, Masjid dan SD juga MI yang ada di desa. 
Dalam kegiatan tersebut di dukung pula oleh anggota DPRD Pribolinggo dari F-PDIP saudara Dani Andrianto yang juga menanggapi positif .
dirinya mengharap masyarakat tidak untuk keluar rumah kalau tidak begitu penting dalam tujuanya dan menghimbau agar menjaga kebersihan terutama mencuci tangan setiap mulai atau sesudah beraktifitas dengan tujuan mencegah adanya Covid-19 masuk pada  kita sendiri juga keluarga.
 dengan adanya penyemprotan Disinfektan warga masyarakat kelenang Kidul menyambut dengan gembira serta semangat bersenergi dengan petugas puskesmas  juga perangkat desa .

harapan kami dengan di semprotnya Disinfektan virus Corona tidak ada di kampung kami dan kami bisa beraktifitas seperti semula tidak kuwatir lagi tuturnya salah satu warga saat di tanya .(M.H) 

Kapolres Lumajang Gencar Lakukan Sosialisasi Bahayanya Virus Corona di Masyarakat

Lumajang, Kabarelumajang.com 
---- Polres Lumajang terus gencar memberikan sosialisasi maupun himbauan kepada masyarakat terakit dengan penyebaran virus corona (covid -19) Seperti yang terlihat sore ini, Kamis (26/03) sekira pukul 16.00 wib. 

Disepanjang toko di kawasan  JL.PB Sudirman, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar S.I.K M.Si didampingi para pejabat utama Polres Lumajang terus menerus memberikan penjelasan serta imbauan kepada pemilik toko maupun masyarakat yang sedang berbelanja akan bahaya nya virus tersebut.

Tak hanya itu, Kapolres dibantu dengan anggotanya juga membagikan selebaran dan sebagian ditempel di tempat yang mudah dibaca oleh semua warga, hal tersebut merupakan upaya dari polres agar petugas maupun masyarakat selamat dari virus mematikan tersebut. 

Pjs Kasubbaghumas IPDA Catur Budi Baskara menyampaikan bahwa warga tidak perlu panik menyikapi penularan dan penyebaran virus corona. 

"Biasakan pola hidup sehat dengan selalu rajin mencuci tangan sebelum maupun sesudah melaksanakan aktivitas, sebisa mungkin hindari kerumunan warga dan menunda aktivitas yang mengundang banyak orang, setidaknya hal tersebut dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran dan penularan virus corona di masyarakat,"  ujarnya. 

Imbauan Polres Lumajang kepada pembeli
1.Pembeli wajib memakai masker, penutup mulut atau hidung
2.Dibungkus/Take away
3.Menjaga jarak 1Meter saat antri pesan bayar 

Imbauan kepada penjual yaitu
1.Wajib memakai masker dan menolak pembeli yang tidak memakai masker atau penutup mulut atau hidung
2.Pesanan harus dibungkus 
3.Memberi jarak antrian 1 meter
Apabila tidak mematuhi akan dikenakan sanksi. (Atman) 

Jember Darurat Covid-19

Jember, Kabarejember.com 
----- Menanggapi perkembangan  Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember, Bupati Faida menyatakan bahwa Kabupaten Jember Darurat Covid- 19.  

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, pada 26/03/2020 dalam rapat yang dihadiri Forkopimda dan tokoh agama.

Bahkan, dalam upaya mencegah berjangkitnya Virus Corona tersebut, SOP yang ketat diberlakukan oleh Bupati kepada seluruh undangan yang hadir, tak terkecuali para awak media.

Yaitu, mulai dari cuci tangan, pemeriksaan suhu badan, pemberian masker, penggunaan hand sanitizer hingga jarak tempat duduk antara satu dengan yang lain diberlakukan oleh Bupati.

"Kita yakin antara satu dengan yang lain sehat, tapi keyakinan itu tidak berdasar sampai terbukti bahwa kita benar-benar sehat," jelas Bupati saat memimpin rapat.

Selain itu, ada satu poin yang saya dan wakil bupati memerlukan bantuan bapak/ibu sekalian, prosedur - prosedur penanganan Covid ini telah kita sosialisasikan diberbagai lini, bagaimana perhotelan, tempat wisata, pertokoan, pengajian, dan di pasar.

Situasi kita saat ini adalah darurat Covid, untuk mengumumkan, apakah ada yang positif atau tidak itu adalah kewenangan pusat, ketika pusat mengumumkan, di Jember ada satu yang positif, maka status darurat Covid akan berubah menjadi kejadian luar biasa (KLB).

""Saya mengajak bapak/ibu untuk menjaga keseimbangan masyarakat tetap tentram, dengan pembatasan kegiatan, kehidupan masyarakat terselamatkan maka kita akan bergotong royong bagaimana masyarakat jangan sampai ada yang kelaparan bagi yang penghasilan harian," ungkapnya.

Yang ke 2 (Dua) bagaimana kegiatan peribadatan sesuai dengan tahapan-tahapan,tidak lebih tidak kurang. Poin yang paling krusial kita akan lakukan,besok itu adalah hari Jum'at, malam Jum'at biasa banyak pengajian hari Jum'at kita semua melaksanakan ibadah Sholat Jum'at, belum lagi kegiatan Jum'at bersih-bersih dan shodakoh.

"Oleh karenanya, saya Pak Dandim, dan Pak Kapolres memohon bagaimana Pak Kyai Muqit selaku Wakil Bupati bersama Forum ini merumuskan bagaimana masyarakat itu tidak tercerai berai, berada dalam satu panduan yang tidak lebih tidak kurang," tuturnya.

Kurang lebihnya begini, kalau kita tidak menertibkan masyarakat saya kawatir keadaan darurat ini akan berkepanjangan berbulan-bulan dan ekonomi kita akan lumpuh.

"Saya melihat trendnya, jumlah ODR, ODP dan PDP meningkat sangat tajam di hari-hari ini, kami ini sebagai orang yang ngerti, bukan karena sebagai bupati, punya rasa khawatir, karena saya tahu hal ini tidak dapat kita biarkan," terangnya.

"Kita akan selamat bersama-sama, masa ini akan menjadi pendek kalau kita tidak terlambat menertibkan masyarakat,dan kita memerlukan tokoh-tokoh agama dalam proses tersebut,inilah tujuan kita bertemu hari ini," ungkap Bupati.

Pemerintah telah menyiapkan tempat karantina,dan itu sudah di standartkan, di negara-negara yang maju dan orangnya bisa menertibkan dirinya sendiri maka karantina dua Minggu dengan pendisiplinan itu relatif efektif dan berhasil.

Di tempat kita, kita tugasi karantina selama dua Minggu, eh malah rewang di rumah tetangga, akhirnya  satu Kampung dikarantina.  

 "Kalau dalam dua Minggu itu kita tidak berhasil, maka akan banyak lagi orang yang akan dikarantina dan lebih banyak lagi orang yang akan beresiko positif," keluhnya.

Pada kondisi hari ini, TNI-Polri sudah mengambil komando yang luar biasa, dan satu dua hari ini bergerak sangat efektif, kerumunan masa, berupa kawinan, sunatan, dan selametan relatif tidak ada, kalau ada masyarakat langsung menghubungi TNI-Polri.

Namun demikian, ada yang masih harus dijaga, pasar masih harus jalan, restoran bisa pesan online, itu bisa kita atur dengan jalur-jalur yang lain, tapi urusan keagamaan itu urusan yang serius, perlu ahlinya yang bicara.

"Pada kondisi darurat saat ini, saya merasa sholat Jum'at itu, kalau kita bisa mengatur dan menertibkan, masih memungkinkan untuk dijalankan, namun apabila kita tidak menertibkan, maka kita telah menyiapkan celaka bersama-sama," terangnya.

"Mumpung kondisi kita ini tidak dalam status KLB, maka saya mohon kepada tokoh agama yang hadir, bagaimana masyarakat beribadah dengan tenang. Disiplin itu bukan pilihan, tapi disiplin dan kondisi gawat darurat ini adalah mutlak, bukan sesuatu yang boleh ditawar," ujarnya.

Untuk itu, kita akan membuat dua kreteria, medis dalam kendali Dinas Kesehatan, kriteria peribadatan dalam kendali MUI, yang dalam arti, standart cuci tangan dan prosedurnya akan dikendalikan Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan.

Sementara kreteria peribadatan yang aman ini ada hal-hal yang menurut masyarakat ini bertentangan dengan syariat, diantaranya ada kalanya nanti tidak boleh sholat Jum'at, pada saat ini sholat Jum'at dengan pengaturan, saya perlu ada kebijakan bersama, fatwa bersama mengambil turunan dari pusat, tapi dikeluarkan MUI Jember dan kita dukung sama-sama.

Penyampaian bupati yang panjang lebar tersebut mendapat tanggapan dan perhatian yang serius dari tokoh agama yang hadir, bagaimana Ketua MUI, Ketua PCNU Jember, Ketua  Muhammadiyah, Kepala Kemenag Jember dan Ketua FKUB Kabupaten Jember memberi tanggapan yang positiv atas langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Jember sekaligus kompak mendukung.(Lilik)

3 Pilar Kabupaten Lumajang Semprot Desinfektan Gedung Perkantoran dan Sekolah


Lumajang, Kabarelumajang.com 
---- Polres Lumajang - 3 Pilar Kabupaten Lumajang( Bupati, Dandim dan Kapolres) melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum  perkantoran serta sekolah di wilayah Kecamatan Lumajang, Kamis pagi (26/03) 

Dandim 0821 Lumajang Letkol.H.Ahmad Fauzi SE menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan ekgiatan untuk pencegahan terhadap penyebaran virus corona, upaya penyemprotan dilaksanakan serentak dari komando atas selama 3 hari dimulai hari ini sampai dengan sabtu 28 Maret 2020

" Mari kita laksanakan kegiatan penyemprotan ini dengan rasa tulus dan ikhlas semoga kegiatan kita hari ini dapat dinilai sebagai ladang amal ibadah oleh Allah swt " ujar Dandim

Kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang dibantu oleh seluruh stake holder yang ada, diantaranya Pemkab Lumajang, Kodim 0821, Polres Lumajang,DPRD, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dinkes, BPBD, BNN, Satpol PP, Babinsa serta Bhabinkamtibmas 

Ps Kasubbaghumas Polres Lumajang IPDA Catur Budi menambahkan bahwa beberapa tempat yang disemprot disinfektan yaitu Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Lumajang, SDN Ditotrunan 1, Kantor Inspektorat dan Kesbangpol, TK Kartika, serta Pendopo Lumajang 

Penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum ini sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah kota Lumajang. Meskipun sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, masyarakat diminta tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan setiap saat mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, harap. (Atman)