04/11/2021

Polres Jombang dan Instansi Terkait Rutin Operasi Yustisi, Meskipun Sudah Masuk PPKM Level 2



 Jombang _ Merdekanews.id Polres Jombang dan Instansi Terkait Rutin Operasi Yustisi, Meskipun Sudah Masuk PPKM Level 2 Jombang, Meskipun Kabupaten Jombang sudah masuk PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 2, namun upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya adalah menggelar operasi yustisi di titik keramaian.


Hal itu untuk mengingatkan agar masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Masyarakat tetap diminta menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas). Salah satu titik keramaian yang dipantau petugas gabungan adalah Pasar Citra Niaga Jl. Ahmad Yani dan Bravo Swalayan yang ada di Jl. Yos sudarso Desa Tunggorono Jombang, Kamis (04/11/2021).


Razia ini melibatkan berbagai instansi Di antaranya, Polres Jombang, Kodim 0814 Jombang, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kabupaten Jombang. “Saat ini Jombang sudah level 1. Namun kami tetap menggelar operasi yustisi,” jelas Ps. Kasubbagfaskom Baglog Polres Jombang, Iptu Heru Widodo, saat melakukan operasi yustisi di Bravo Swalayan.



Operasi Yustisi terus digencarkan meski penyebaran COVID-19 di Jombang secara perlahan mulai melandai dan di PPKM turun level 2. Operasi Yustisi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.


Dengan razia tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan semakin meningkat. Dengan begitu, kasus penyebaran Covid-19 di Jombang tidak akan meningkat lagi seperti beberapa bulan sebelumnya. 


Iptu Heru Widodo menambahkan “Dengan adanya operasi yustisi yang dilakukan secara rutin dan humanis, masyarakat semakin sadar dan tertib akan pentinya menggunakan masker dan menjaga jarak,” pungkasnya.(Rina)

03/11/2021

Program Agroforestry Tebu Mandiri di Ngawi Libatkan Peran Pesanggem



NGAWI - Program Agroforestry Tebu Mandiri atau ATM di wilayah Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi yang dikelola oleh Perhutani KPH Ngawi merupakan program nasional dalam rangka Swasembada Gula Nasional. 


Tak hanya untuk penguatan swasembada gula, program tersebut juga melibatkan warga sekitar hutan atau pesanggem, untuk mengelola ATM tersebut. 

 

Demikian juga untuk lahan para pesanggem yang dimanfaatkan untuk tanaman tebu tersebut, oleh Perhutani telah disiapkan skema kompensasinya.


Hal ini disampaikan oleh Administratur / KKPH Ngawi Ir. Tulus Budyadi, M.M, beberapa waktu lalu saat menanggapi informasi yang berkembang di kalangan warga Pandean terkait adanya pengambilalihan beberapa petak lahan oleh Perhutani yang akan ditanami Tebu.


"Agroforestry Tebu Mandiri atau ATM merupakan program Perum Perhutani dalam rangka untuk mendukung program Swasembada Gula Nasional yang pengelolaannya nantinya akan tetap menggandeng warga masyarakat atau pesanggem terdampak," tegas Tulus.


Lebih lanjut, Tulus juga menyampaikan, program ATM telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui SK Menteri LHK Nomor: SK. 4623/MenLHK-PHPL/UHP/HPL-1/6/2021 tanggal 30 Juni 2021 tentang persetujuan Revisi RPKH Jangka Waktu 10 Tahun 2019-2028 Periode 2021-2028 atas nama KPH Ngawi Klas Perusahaan (KP) Jati Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur .


Masih menurut Tulus Budyadi, sebelum dilaksanakan kegiatan mekanisasi (land clearing dan land preparation) pihaknya juga telah mensosialisasikan pada masyarakat/pesanggem terdampak. Termasuk juga beberapa rencana pemberian kompensasi kepada pesanggem terdampak, seperti diberikan biaya kelola sosial untuk usaha produktif melalui koperasi LMDH sebesar Rp. 1.000.000,-/Ha, mendapatkan sharring produksi sebesar 10% dari laba bersih. (tim)

Penyegaran Organisasi dan Promosi Jabatan, Kapolres Jombang Lantik Kasat Kapolsek dan Kasi



Jombang .merdekanews.id, Sebanyak enam perwira dari jajaran Polres Jombang resmi beralih tugas usai mendapat promosi dan mutasi jabatan sesuai Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor ST/2331/IX/KEP/2021 tanggal 18 oktober 2021.


Adapun keenam perwira yang resmi beralih tugas yakni Kasatresnarkoba, Kapolsek Ploso, Kapolsek Megaluh, Kapolsek Ngusikan, Kapolsek Ngoro dan Kasihumas Polres Jombang.


Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid digantikan AKP Muhammad Riza Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatintelkam Polres Malang. AKP Moch Mukid diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit I Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim.


Kapolsek Ploso AKBP Paidi Sadiarto digantikan AKP Darmaji, sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Megaluh. AKBP Paidi Sadiato dipromosikan sebagai analisis kebijakan muda bidang politik Ditintelkan Polda Jatim.


Selanjutnya, jabatan Kapolsek Megaluh diisi AKP Soesila, sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Ngusikan. Kemudian, jabatan Kapolsek Ngusikan diduduki AKP Hariyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kasihumas Polres Jombang.


Berikutnya, Kapolsek Ngoro AKP Yanuar Tri Ratna Sanjaya digantikan oleh AKP Subatnas sebelumnya menjabata Kasubagstrajemen dan RB Bagren Polres Jombang.


AKP Yanuar diangkat dalam jabatan baru sebagai PS Wakasatsamapta Polrestabes Surabaya. Dan Wakapolsek Kabuh Iptu Qoyum Mahmudi diangkat dalam jabatan baru sebagai PS Kasihumas Polres Jombang.


Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang, Rabu (3/11/2021). Dihadiri para Kasat, Kabag, Kasi, Kapolsek Jajaran serta sejumlah personil Polres Jombang dan polsek jajaran.


Pelaksanaan serah terima jabatan Kasat, Kapolsek dan Kasi dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) guna menghindari penularan COVID-19.


Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengungkapkan mutasi ditubuh Polri adalah hal yang wajar selain penyegaran organisasi juga dalam rangka promosi jabatan yang lebih baik lagi.


"Kalau saat ini adalah rotasi seperti biasa. Rotasi yang ada di Jombang tidak ada evaluasi, semuanya promosi jabatan," kata Kapolres setelah memimpin Serah terima jabatan (Sertijab).


Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pejabat yang pindah tugas, atas dedikasi dalam menjaga kamtibmas dan menyukseskan penanganan COVID-19. Sementara bagi pejabat yang baru diharapkan segera beradaptasi dan menjaga kondusifitas di wilayah Kota Jombang.


Kapolres Jombang menekankan kepada Pejabat baru bahwa sebagai pimpinan Polri harus selalu mengarahkan anggotanya serta tetap melakukan pengawasan dan arahan pada saat anggota akan bertugas bertugas di lapangan.


"Bagi pejabat baru agar melakukan kegiatan pengawasan yang diperintahkan pimpinan atas terkait dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan anggota pada saat melaksanakan kegiatan di lapangan," pesan Kapolres.75..(Rina}

Akselerasi Vaksinasi di Aceh, Kapolri Minta TNI-Polri Sinergi dengan Tokoh Agama dan Adat



Aceh - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh, terkait dengan evaluasi penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (2/11/2021).


Dalam pengarahannya, Sigit menyoroti Provinsi Aceh yang masih tergolong rendah soal capaian vaksinasi. Tanah Rencong menempati rangking 33 untuk capaian vaksinasi di skala nasional. 


Sigit menekankan, untuk mempercepat akselerasi vaksinasi, seluruh elemen mulai dari TNI, Polri, Pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, di Nangroe Aceh Darussalam harus bersatu padu dan bergandengan tangan melakukan strategi percepatan vaksinasi.


"Kami bersama Panglima TNI datang langsung untuk lakukan dialog dengan seluruh Forkompinda, lembaga adat yang ada di Aceh, Forkopimda di tingkat daerah dan seluruh stakeholders yang ada. Baik dari para tokoh dari pemuka agama. Kami berdiskusi untuk mencari jalan terbaik bagaimana kita bisa meningkatkan akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Aceh," kata Sigit dalam arahannya. 


Menurut mantan Kapolda Banten ini, kunci untuk mengakselerasi vaksinasi adalah dengan terwujudnya sinergitas dan soliditas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat. 


Sigit pun memberikan masukan, untuk mempercepat vaksinasi, diantaranya adalah melakukan sistem target dan bekerjasama dengan wilayah-wilayah yang berdekatan atau aglomerasi.


"Lakukan vaksinasi dengan sistem targeting dan kerjasama antar daerah yang berdekatan atau aglomerasi. Sehingga mampu meningkatkan capaian vaksinasi dengan cepat. Forkopimda Kabupaten/Kota harus kompak dalam melaksanakan akselerasi vaksinasi," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.


Sigit memaparkan, khusus di Banda Aceh, capaian vaksin dosis pertama telah mencapai 80 persen. Hal itu terbilang bagus. Namun, Sigit menyebut, wilayah Aceh lainnya yang masih tergolong rendah. 


Sehingga, kata Sigit, jika dirata-ratakan di skala nasional, Aceh hanya berada di angka 31 persen. Sementara, beberapa provinsi sudah ada di angka 50 persen bahkan adapula yang sudah 100 persen, seperti DKI Jakarta, Bali, Kepri, dan DIY. 


"Tentunya gap ini harus dikejar terus. Karena di beberapa wilayah Indonesia untuk dosis pertama seperti DKI Jakarta, Yogya, Kepri dan Bali sudah 100 persen," ucap Sigit.


Adanya sinergitas dan soliditas seluruh stakeholders di Aceh, Sigit optimis bahwa kedepannya target Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), untuk mencapai vaksinasi sebesar 70 persen dapat segera terwujud. 


"Sehingga apa yang jadi target Pak Presiden di bulan November mencapai 60 persen dan akhir Desember bisa tercapai 70 persen," kata Sigit.


Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, kunci untuk menghadapi Pandemi Covid-19 adalah melakukan strategi kombinasi. Yakni, melaksanakan vaksinasi secara maksimal, menjaga dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan treatment terhadap masyarakat yang positif virus corona, sehingga bisa diselamatkan dengan baik. 


"Ini kombinasi yang harus terus dilaksanakan. Karena memang dengan kerja keras ini, Alhamdulillah Indonesia berada di rangking satu untuk kemampuan kita kendalikan laju Covid-19 se-Asia Tenggara. Jadi saya kira ini harus dipertahankan tentunya dengan akselerasi vaksinasi," tutur Sigit.


Disisi lain, Sigit juga merangkul para tokoh agama dan tokoh adat sama-sama melawan informasi palsu atau hoaks soal vaksin, yang menyebabkan sebagian masyarakat masih merasa takut untuk disuntik vaksin.


"Terhadap yang belum vaksin dan masih takut dengan hoaks. Tadi sudah disampaikan oleh para tokoh bahwa itu tentunya tidak benar. Sehingga bagaimana membangkitkan antusias masyarakat mau divaksin itu menjadi sangat penting. Dan ini perlu kerja keras, kerjasama dari seluruh rekan-rekan stakeholders, temasuk rekan media untuk bantu sosialisasikan," papar Sigit.


Lebih jauh, dengan adanya percepatan vaksinasi dan penerapan prokes, Sigit menyebut, Indonesia akan bisa mengantisipasi potensi lonjakan Covid-19 di akhir tahun nanti, yang dimana ada perayaan Natal 2021 dan Tahun 2022.


"Indonesia bisa pertahankan terkait pengendalian Covid-19 khususnya hadapi akhir tahun. Karena biasanya akan terjadi lonjakan. Ini harus kita jaga dengan prokes yang kuat dan vaksin yang lebih cepat. Dengan demikian laju Covid-19 bisa dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa semakin meningkat," ujar Sigit.


Selain memimpin rapat Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau secara langsung serbuan vaksinasi yang diselenggarakan di Banda Aceh Convention Hall (BACH), serta diikuti serentak di 23 kab/kota se-Provinsi Aceh.

Empat Perwira Duduki Jabatan Baru dan Dua Polisi Mendapat Penghargaan dari Kapolres Lumajang



Lumajang,- Setelah sebelumnya mengemban tugas dan jabatan di lingkungan Polres Lumajang, empat Perwira kini mulai menduduki jabatan baru, hal itu ditandai pada upacara serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K, M.Si Selasa, 2 November 2021 siang.


Para Perwira itu ialah, Kompol Suhartono, S.E., M.M. yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ren Polres, kini menduduki jabatan sebagai Gadik Madya di SPN Polda Jatim. Sedangkan, AKP Noer Andhi Setyawan, S.S. yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres, secara resmi menggantikan posisi Kompol Suhartono, S.E., M.M..

Tak hanya itu saja, AKP Ahmad Sutiyo, S.H. yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kapolsek Rowokangkung, kini mengemban tugas sebagai Kabag Log Polres. Untuk AKP Agus Mulyono, S.H., M.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubbagrenprogra, secara resmi menggantikan posisi AKP Ahmad Sutiyo, S.H. sebagai Kapolsek Rowokangkung. 


Dalam amanatnya, Ucapan selamat diberikan oleh Kapolres bagi personel yang saat ini mengemban tugas baru, terutama bagi AKP Noer Andhi Setyawan, S.S dan AKP Ahmad Sutiyo, S.H. yang saat ini mendapat promosi jabatan Komisaris Polisi atau Kompol. 


“Selamat atas promosi Kompol, sekaligus jabatan yang baru,” tandas Kapolres.


Menurut Kapolres, alih tugas atau serah terima jabatan di lingkungan Kepolisian, sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Namun harapannya adalah kepada pejabat yang baru agar segera menyesuaikan diri, dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.


“Ini sudah menjadi hal biasa. Semua yang ada pasti akan silih berganti mengisi jabatan, sesuai kebutuhan organisasi. Terimakasih kepada pejabat lama yang telah menunjukkan kinerja luar biasa, sedangkan kepada pejabat baru saya berharap tingkatkan kinerja, lanjutkan yang sudah ada, perbaiki yang kurang baik, kenali geografis wilayahnya, demografinya, kenali karakteristik, antropologi, sosiologi dan budaya, sumberdaya alamnya dan segera adaptasi, kenali forkopimca, tokoh agama dan tokoh masyarakatnya,” ujar Kapolres Lumajang dalam upacara sertijab yang berlangsung di Lobby Mapolres tersebut.


Selain pergeseran keempat Perwira, acara sertijab tersebut juga diwarnai dengan adanya pemberian penghargaan pada dua anggota Polsek Pasirian, adalah Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiharto, S.H., M.H. dan Kanit Intelkam Polsek Pasirian, Aipda Yohan Novianto Nugroho.


“Sengaja, dalam kesempatan serah terima jabatan hari ini, sekaligus saya memberikan penghargaan kepada Kapolsek Polsek Pasirian dan anggotanya yang telah berhasil mengungkap Illegal Logging di wilayahnya, ini bentuk apresiasi terhadap anggota yang berdedikasi tinggi dan berprestasi dalam tugasnya, semoga dengan reward ini, dapat meningkatkan semangat dalam bertugas melayani masyarakat,”pungkas Kapolres. (Humas Polres Lumajang)

PEMERINTAH DESA , KARANGDIYENG SIAPKAN SEMBAKO GRATIS UNTUK WARGA LANSIA KHUSUSNYA YANG BERSEDIA VAKSIN COVID19 !!

 



Merdeka News Mojokerto Rabu 3/11/2021

Berbagai upaya pemerintah desa untuk membuat warganya mau divaksin covid 19, terutama para lansia, dilakukan dengan segala cara.


Salah satunya yang dilakukan pemerintah Desa Karang diyeng kecamatan Kutorejo kabupaten mojokerto, yakni dengan menyiapkan sejumlah bahan pokok.


Bahan pokok baru akan diberikan kepada warga yang datang usai divaksin covid-19.


Setelah melalui proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan, warga kemudian disuntik vaksin covid-19 dan pulang dengan membawa bingkisan bahan pokok 


Paket bahan pokok, berisi mie, beras,minyak goreng ,

Sangat bermanfaat sekali bagi warga yang tadi nya merasa takut di vaksin , menyadi seyum setelah mereka dapat bingisan , sungguh luar biasa kepala desa ,KARANGDIYENG , untuk memberi semangat ,mau di vaksin 




Lanjut usia (LANSIA) yang datang untuk vaksin covid-19 menyebut, ia terlambat datang untuk vaksinasi lantaran sempat merasa takut dengan jarum suntik, tetapi ternyata tidak menyeramkan seperti yang ia bayangkan.


Selain itu, dengan adanya paket bahan pokok gratis,ternyata minat warga, untuk datang ke sentra vaksinasi covid-19 ternyata meningkat.


Warga khususnya lanjut usia (LANSIA)diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan, untuk segera dilindungi dengan vaksin covid-19.


Apalagi lansia masuk ke dalam kelompok rentan yang harus segera mendapatkan vaksinasi covid-19.( Red Sri.H)

02/11/2021

Tak Ragu 'Potong Kepala', Kapolri Copot 7 Pejabat Polisi

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri untuk jauh lebih baik. Salah satunya adalah berkomitmen untuk 'potong kepala' agar Polri semakin dicintai dan menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat.


Komitmen itu ditunjukan Kapolri dengan mencopot tujuh pejabat kepolisian di beberapa wilayah jajarannya. Yakni;


1. Kombes Pol Franciscus X. Tarigan, Dirpolairud Polda Sulbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


2. AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


3. AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Pasaman Polda Sumbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


4. AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


5. AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nganjuk Polda Jatim ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


6. AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


7. AKBP Irwan Sunuddin, Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).


Pencopotan satu Kombes tersebut tertuang dalam surat telegram nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021. Sedangkan, enam AKBP dicopot dalam telegram nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri. 


"Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan pak Kapolri, soal 'ikan busuk mulai dari kepala', kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi. Komitmen ini jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (1/11/2021).


Dengan adanya keputusan tersebut, Argo menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas. 


Tak hanya itu, Argo juga berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan. 


"Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri kedepannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat," ujar Argo.


Sebelumnya, terkait kepemimpinan, Kapolri Jenderal Sigit mengutip peribahasa, 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala'. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya. 


"Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," papar Sigit.


Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.


"Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan." ucap Sigit.


Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada. 


Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya. 


"Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai," tutup Sigit.