Langsung ke konten utama

Lagi, Polres Lumajang Bekuk Polisi Gadungan di Sukodono



Lumajang, KaJe
Beberapa hari lalu Propam Polres Lumajang menangkap pemuda Kecamatan Kunir yang mengaku sebagai anggota Sabhara Polres Lumajang, kini giliran Polsek Sukodono yang menangkap pria tambun warga Kecamatan Padang yang mengaku sebagai anggota Buser Polsek Padang tepatnya pada hari selasa malam (25 Maret 2019)

  Adalah Nurhadi Wijaya (31) warga Dusun Mojo, Desa Darungan, Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang yang mengaku sebagai anggota buser tersebut.

  Awal mula penangkapan polisi gadungan ini sendiri adalah laporan dari masyarakat yang mana sering melihat pelaku sering mendatangi wilayah Dusun Krajan, Desa Dawuhan, Kecamatan Sukodono, tepatnya ke rumah salah satu warga yakni Sdri. Siti Mutmainah yang mana merupakan istri dari Arianto bin Sugiyono (dalam proses hukum dalam kasus penipuan). Saat di kroscek oleh petugas dari Polsek Sukodono, benar saja pelaku memang berada di tempat tersebut serta warga juga sudah berkumpul di lokasi rumah milik Siti Mutmainah. Petugas pun langsung mengamankan pelaku selanjutnya diserahkan ke Mapolres Lumajang.

  Berdasarkan pengakuan dari pelaku, awal mula ia mengenal Siti Mutmainah adalah pelaku menawarkan hendak membantu mengurus suami dari korban yang memang terjerat kasus penipuan. Selain itu, pelaku juga menjanjikan akan mempekerjakan korban sebagai PHL di Polsek Padang. Namun di perjalanan, si polisi gadungan tersebut malah ingin menikahi korban dan berusaha membujuk agar korban menceraikan suaminya yang sedang tersangkut masalah.

  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH dalam rilisnya sore tadi (27/3) mengatakan bahwa motif pelaku mengaku sebagai anggota buser adalah untuk mendekati korban serta ingin menikahi korban. “Senin siang Propam Polres Lumajang telah menangkap polisi gadungan di wilayah Tempeh, lalu sehari kemudian diamankan pula warga sipil yang mengaku anggota Polri di Kecamatan Sukodono. Sejauh ini setelah kami selidiki, motif pelaku mengaku sebagai anggota buser adalah agar pelaku dapat menikahi  korban. Si Nurhadi yang tertangkap di Sukodono ini, mempengaruhi korban agar meninggalkan sang suami serta menikah dengan nya,” ungkap Arsal.

  Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 tersebut mengatakan agar warga tak mudah percaya dengan orang yang mengaku-ngaku polisi “Banyak motif timbulnya polisi gadungan, bisa karena asmara atau untuk tujuan menipu korbannya. aKami himbau kepada masyarakat untuk hati-hati apabila ada orang yang berpakaian polisi melakukan penipuan. lebih baik tanya kesatuannya dan cek langsung ke Polres setempat, apakah benar yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota Polri Atau tidak,” tegasnya.

  AKP Hasran Cobra selaku Kasat Reskrim Polres Lumajang yang juga mendampingi Kapolres Lumajang dalam kegiatan rilis tersebut juga mengatakan agar masyarakat lebih teliti membedakaan antara polisi gadungan dengan polisi asli. “Pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak. Kedepan nya, agar masyarakat lebih berhati hati kepada mereka yang mengaku sebagai makelar kasus dan mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang berbau pelanggaran hukum,” ucap Katim Cobra Polres Lumajang tersebut. (Suatman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...