Langsung ke konten utama

Pemdes di Jember Wajib Jamin Penangganan Stunting Oleh RDS dan KPM Masuk APBdes


Jember, Kabarejember.com
---- Pemerintah Desa ( Pemdes)Wajib menjamin terlaksananya penanganan Stunting yang digagas oleh Rumah Desa Sehat (RDS) dan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM). Sehingga, program tersebut harus masuk dalam dokumen APBDES.
    Demikian ditegaskan Adi Wijaya, staf Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Pemkab Jember, Dalam pelatihan Peningkatan Sumber daya manusia (PSDM) Program Inovasi Desa 2019, dihadapan 226  Skretaris Desa(Sekdes), di kantor Universitas Islam Jember (UIJ), Minggu siang (29/9/2019).
     Dia menjelaskan, sesuai regulasi, yang melaksanakan kegiatan penanganan stunting, adalah RDS yang salah satu unsur di dalamnya adalah KPM. Namun untuk menjamin terlaksananya program tersebut, perlu adanya jaminan tersedianya anggaran yang memadai.
"Karena itu yang saya harapkan sekdes, bisa memahami arti penting RDS. Karena usulan program penangan Konvergensi pencegahan Stunting desa akan dibahas di RDS. Sehingga Program ini, harus didukung oleh Dokumen perencanaan Desa, RKPDes dan RAPBDesa,"tutur Adi.
      Karena itu, Pemerintah Desa Wajib membuat laporan pencegahan  stunting desa, yang diinput dari kegiatan RDS dan KPM.
 
 Hal senada disampaikan Tim Ahli Dispemasdes Kabupaten Jember, Ahmad Faourzan, usai menyampaikan Simulasi Pelaporan Konvergensi Pencegahan Stunting Desa.
     Dia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 193/07.PMK/2018 tentang Pengelolaan Dana Desa, bahwa pengajuan Dana Desa Tahap 3 tahun 2020 nanti harus menyertaikan Laporan Konvergensi Pencegahan Tingkat Desa.
"Setelah kegiatan ini, kami harapkan,  agar Sekretaris Desa memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam membuat laporan tersebut,"ujar pria yang biasa disapa Itok dalam pelatihan dengan Thema pokok Zero Tolerance Stunting ini.
     Itok juga menegaskan, Perlu diketahui bersama bahwa Laporan Konvergensi Pencegahan Stunting disusun dengan menggunakan data yang berasal dari Rumah Desa Sehat (RDS). Data ini meliputi:
1. Jumlah Sasaran 1.000 HOW (Ibu Hamil dan Anak Usia 0 - 23 Bulan),
2. Hasil Pengukuran Tikar Pertumbuhan (Deteksi Dini Stunting),
3. Kelengkapan Konvergensi Paket Layanan Pencegahan Stunting Bagi 1.000 HPK (Ibu Hamil, Anak Usia 0 - 23 Bulan, dan Anak Usia 2 - 6 Tahun)
4. Tingkat Konvergensi Desa
5. Penggunaan Dana Desa Dalam Pencegahan Stunting.
       Sedangkan ketua Cluster 2, Mohamad Hafit, bahwa kegiatan ini dilakukan 3 panitia  Cluster, yakni Cluster 1, Cluster 2 dan Cluster 3. Kegiatan selama 2 hari berturut dengan peserta Sekdes dan KPM se Kabupaten Jember, yang terdiri 226 Sekdes dan 226 KPM.
"Salah Tujuan kegiatan pelatihan ini, yakni  Memberikan transformasi pengetahuan kepada Pemerintah Desa dan KPM  tentang stunting. Merubah Perilaku Pengambil Keputusan di Desa bahwa membangun SDM (Kesehatan dan Pendidikan) itu lebih penting. Selain itu Pemerintah Desa, diharapkan memiliki ketrampilan untuk mengelola Dana Desa berbasis data masalah dan data potensi,"ujar pria yang juga ketua TPID Mayang.
    Kegiatan pelatihan PSDM Program Inovasi Desa ini, mendapatkan apresiasi dari Tim Ahli Infrastruktur Desa (TA.ID) Despemasdes, Ennik Yudhayanti,  yang menjadi pengarah kegiatan ini. Sebab, kegiatan yang digelar sejak tanggal 17, 28 dan 29 September 2019, berjalan lancar dan sukses. Hampir 100 persen peserta hadir memenuhi undangan panitia, sudah berkomitmen untuk merealisasikan hasil dari pelatihan Program Inovasi Desa 2019.
" Diucapkan banyak Terima Kasih kepada Seluruh Panitia Pelatihan PSDM yg telah sukses menyelenggarakan Pelatihan PSDM dengan baik, Selamat beristirahat dan jangan lupa bahagia,"tutur ibu ennik dalam pesan WhatsAppnya. (iza/tok/ulu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...