Perbaikan Dan Pembangunan Akses Jalan di Banyuwangi Capai 214, 781 Km

Banyuwangi,merdekanews.id bwi

Perbaikan dan pembangunan akses jalan di Kabupaten Banyuwangi hingga saat ini telah mencapai 214,781 Km. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus memantau pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan sesuai target.

“Alhamdulillah progress-nya sudah mencapai 96 persen. Ada yang sudah tuntas, ada yang yang masih pengerjaan, ada juga yang tinggal proses overlay hotmix. Kami pantau terus pengerjaannya sampai tuntas,” kata Bupati Ipuk, seperti dilansir di banyuwangikab.go.id, Jumat (29/09/2023).

Seperti disalah satu ruas jalan yang tuntas yakni Bomo-Kumendung panjang 15,8 km dengan lebar 6 meter. Adapun pengerjaannya meliputi pelebaran, betonisasi, serta overlay hotmix.
Ruas Bomo-Kumendung yang sempat ditinjau Bupati Ipuk pada Senin (25/09/2023), merupakan jalur lintas timur yang menghubungkan antara Kecamatan Blimbingsari dan Muncar.
“Jalannya sudah mulus, semoga bisa memudahkan mobilisasi warga serta mendorong perekonomian daerah. Mohon semuanya ikut menjaga agar awet, misalnya kendaraan berat yang lewat menyesuaikan dengan tonasenya. Kalau bisa desa melengkapinya dengan membangun drainase di sisinya agar air tidak menggenang di jalan sehingga aspalnya awet,” pesan Ipuk.

Ipuk menambahkan bahwa perbaikan akses jalan tetap akan menjadi prioritas pembangunan di tahun 2024 mendatang. Jalan-jalan yang belum tersentuh perbaikan dan menjadi prioritas, akan dikerjakan tahun depan.

“Mohon maaf memang belum semua jalan rusak kami perbaiki, namun satu persatu akan pemkab tangani sesuai prioritasnya. Ada yang dibeton, diaspal, ada juga yang paving. Menyesuaikan,” kata Ipuk.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PU CKPP Suyanto Waspo Tondo menambahkan, total tahun ini Pemkab menganggarkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 222,139 km. “Target ini merupakan kumulatif dari seluruh kegiatan pemeliharaan jalan. Mulai betonisasi, hotmix, cor, hingga pavingisasi,” ungkapnya.
Yayan menyebut, dari 222,139 km tersebut, sudah dilakukan pengerjaan sepanjang 214,781 km. Sementara sisanya masih dalam proses lelang. “Jika dirinci, dari 214,781 km yang sudah digarap tersebut, sepanjang 166,352 km telah tuntas 100 persen. Dan 48,429 km masih dalam proses pengerjaan,” katanya.
Sejumlah ruas Jalan yang tuntas antara lain Cluring-Cemethuk panjang 1.700 meter dengan lebar 4 meter, Licin-Pakel panjang 1.550 meter, Wringinrejo-Yosomulyo panjang 2.410 meter, dan Brak-Kelir panjang 1.250 meter, serta termasuk ruad Bomo-Kumendung panjang 15,8 meter dengan lebar 6 meter.

Sementara ruas jalan yang masih dalam pengerjaan, di antaranya ruas Lidah-Dasri panjang 925 meter dan lebar 5 meter. Juga ruas Gambiran-Tegalsari yang kini tinggal menunggu proses hotmix overlay. “Ini masih terus kami kerjakan. InsyaAllah akan tuntas pertengahan Oktober,” ucap Yayan.

Lebih lanjut Yayan menambahkan, selain infrastruktur jalan, Banyuwangi tahun ini juga menganggarkan pembangunan dan rehabilitasi 18 titik jembatan, dan sejumlah saluran drainase untuk menunjang sektor pertanian. (anw)

Post a Comment

0 Comments