Polres Lumajang Tegaskan Transparansi Rekrutmen, Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri 2026


Lumajang , Merdekanews.id Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih dan transparan melalui kegiatan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Mapolres Lumajang,  dengan dihadiri panitia seleksi Panbanrim Polres Lumajang, para peserta seleksi, serta orang tua atau wali peserta.

Dalam prosesi tersebut dilakukan pembacaan sekaligus penandatanganan pakta integritas serta pengambilan sumpah oleh panitia seleksi, perwakilan orang tua/wali, dan peserta seleksi.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kabag SDM Polres Lumajang AKP Diding Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas serta transparansi proses seleksi sejak tahap awal.

“Penandatanganan pakta integritas ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Diding.

Ia menegaskan, Polri mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam setiap proses penerimaan anggota.

“Oleh sebab itu, saya minta keseriusan semua pihak untuk menjaga integritas dan komitmen bersama. Jangan ada yang mencoba bermain-main dalam proses ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Diding mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk mendaftar sebagai anggota Polri tahun ini tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data Panbanrim, tercatat sebanyak 119 orang mendaftar dari berbagai jalur, baik Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama.

“Dari total 119 pendaftar, sebanyak 89 orang telah terverifikasi, sedangkan 30 lainnya tidak memenuhi syarat verifikasi,” jelasnya.

Rinciannya, tiga orang memilih jalur Akpol. Sementara untuk Bintara PTU dengan kompetensi SPKT tercatat sebanyak 76 orang, terdiri dari 58 pria dan 18 wanita. 

Selain itu, Bintara Intel diikuti tiga orang (dua pria dan satu wanita), Polair tiga orang, Bakomsus Humas satu wanita, serta Tamtama Brimob diikuti tiga orang.

“Untuk kuota Polwan, ada 20 orang yang telah mendaftarkan diri,” imbuhnya.

Dalam pakta integritas tersebut, seluruh pihak berkomitmen menjaga integritas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap tahapan seleksi. 

Panitia juga ditegaskan tidak akan menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, serta wajib menjalankan proses seleksi secara jujur, objektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sementara itu, peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur sesuai kemampuan masing-masing, serta tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Peserta juga diminta aktif melaporkan kepada panitia atau pengawas apabila menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam proses seleksi.

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, peserta siap menerima sanksi, baik secara moral, administrasi, hingga dinyatakan tidak memenuhi syarat, serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments