Lumajang, KaJe
Jera kah, ternyata tidak. Dulu, Bripka Totok oknum anggota Polsek Pronojiwo ini hingga dipecat dari kepolisian. Kali ini, warga menggerebek rumah warga di Dusun Umbulan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Di dalam rumah tersebut warga mendapaykan seorang mantan polisi berada di rumah istri orang.
Penggerebekan ini lantaran curiga ada oknum polisi berinisial AL berada di rumah HT (36) tengah malam, padahal suami HT sedang pergi ke luar kota. Warga geram langsung membawa kedua orang tersebut yang diduga sedang menjalin cinta terlarang ini ke kantor Balai Desa Pronojiwo.
Beruntung tidak terjadi aksi main hakim sendiri pada keduanya. Saat itu, petugas kepolisian dan Koramil setempat mendatangi tempat kejadian. Dan keduanya pun diamankan. Berdasarkan data berhasil dihimpun, kejadian itu terjadi sekira pukul 21:00 WIB, mulanya AL datang di rumah HT.
Keduanya tidak menduga, jika dari kejauhan diperhatikan warga. Bahkan sekira pukul 22:00 WIB, sejumlah warga berkumpul di samping rumah HT. Saat itu sang suami HT yang keseharian berdagang salak sedang tidak di rumah. Waktu tengah malam, lampu rumah dipadamkan oleh HT.
Tak lama kemudian, warga berbondong-bondong mendatangi rumah HT dan menggiring keduanya ke balai desa setempat.
Sanksi adat masyarakat yang dijatuhkan pada oknum polisi AL. Ia diwajibkannya membayar semen sebanyak 300 sak, dan harus terbayar lunas. Hal ini sebagai bentuk penyelesaian kekeluargaan.
Sementara Kasi Propam Polres Lumajang, Ipda Wasono Budi saat dimintai keterangan, membernarkan jika AL oknum polisi berpangkat Bripka itu kini sudah diamankan.
“Mulai tadi malam yang bersangkutan sampai sekarang saya amankan, untuk di lakukan pemeriksaan,” kata dia, Jum’at (1/3/2019).
Menurut Ipda Wasono Budi, proses hukum tetap berjalan. Selanjutnya, pihaknya akan memanggil para saksi terkait permasalahan tersebut. (Woko)
02/03/2019
Show Off Pocil Polres Lumajang Gelar Jalan Sehat Kolosal dan Gowes Mileneal
Lumajang, KaJe
Kepolisian Resort (Polres) Lumajang mengadakan kegiatan Jalan Sehat Kolosal dalam rangka menyambut Millenial Road Safety Festival yg dilaksanakan di Alun Alun Kabupaten Lumajang. Dalam kesempatan ini Pocil bentukan Polres Lumajang unjuk kebolehan dengan tampil di depan masyarakat Lumajang melalui kegiatan jalan sehat tersebut.
Sejumlah 31 anak yang sudah terpilih dan telah dilatih oleh personil Polres Lumajang menampilkan formasi yang apik dalam penampilannya sebelum mereka di lombakan dalam ajang perlombaan se Jawatimur nantinya.
Warga Lumajang terkesima dengan kemampuan adik adik pocil yang sudah memiliki chemistry antar anak sehingga kolaborasi mereka sangat solid dan siap menjadi anak anak kebanggan Kabupate Lumajang dalam ajang perlombaan.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menuturkan,
momen seperti ini cukup bagus untuk menguji mental para adik adik pocil. "Saya kagum mereka dapat sekompak ini dalam waktu yang cukup singkat. Saya yakin dan percaya mereka dapat menjadi kebanggan orangtua mereka serta Kabupaten Lumajang.Yang dibentuk dari pocil ini adalah karakternya. Yaitu karakter kepemimpinannya, karakter moral dan karakter etikanya. Polisi Cilik yang terbentuk ini juga akan menjadi icon kota Lumajang," jelas Arsal.
Selain itu, mereka akan menjadi duta lalu lintas, duta wisata dan juga duta anti narkoba.
Seleksi Pocil diambil dari kelas 3 dan kelas 4 Sekolah Dasar dengan prestasi ranking 1-10 di sekolahnya masing-masing. Awalnya, proses seleksi di sekolah masing-masing, dari sana terkumpul 200 anak untuk maju ke tingkat Polres.
Di Polres Lumajang dilakukan lagi seleksi dengan sistem gugur selama 1 bulan prosesnya. Sehingga total saat ini diperoleh 1 pleton pocil yang berjumlah 31 orang. Tahapan seleksi Pocil Polres Lumajang.
Ada 2 tahapan seleksi :
1. seleksi di sekolah
2. seleksi di tingkat polres
Seleksi di sekolah dilakukan oleh anggota Polres Lumajang dengan mendatangi sekolah-sekolah. Di sekolah ada 3 proses seleksi, yaitu :
1. seleksi prestasi : ranking 1-10
2. seleksi fisik: dengan melihat fisiknya apakah proporsional atau tidak
3. seleksi kompetensi : dengan melihat PBB dasarnya (peraturan baris-berbaris)
Dari proses seleksi di sekolah, terkumpul 200 siswa, yang kemudian dilakukan seleksi kembali di tingkat Polres.
Proses seleksi di tingkat polres :
1. seleksi fisik : disini dilihat kekuatan fisik dan powernya selama latihan, apakah ada peningkatan atau tetap tdk ada perubahan.
2. seleksi mental : selama pelatihan apakah mental mereka kuat menerima tekanan-tekanan. ada yang cepat menangis saat menerima tekanan dan ada yang kuat mentalnya walau mendapatkan tekanan.
3. seleksi kompetensi. dimana selama pelatihan berhari-hari, dilihat proses perkembangannya. apakah peserta didik cepat memahami instruksi dari pelatih atau harus berulangkali diajarkan. ( Suatman)
01/03/2019
Bupati Dan Wabup Berbaur di MILLENIAL ROAD SAFETY
Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., bersama Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., dan Kapolres Lumajang, AKBP. Dr. Arshal Sahban, S.IK., SH., M.M., M.H., memberangkatkan peserta gowes Millenial Road Safety Festival di Alun-alun Lumajang, Jum'at pagi (1/3/2019).
Acara yang diselenggarakan Mapolres itu, mengambil tema, "Mewujudkan Generasi Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang." Peserta gowes terdiri dari unsur Instansi Pemerintah Kab. Lumajang, Jajaran POLRI dan TNI, Club Gowes maupun masyarakat umum.
Tak hanya gowes, gebyar Millenial Road Safety Festival itu, juga diramaikan dengan Jalan sehat, senam kolosal, pertunjukan freestyle, penampilan band dan polisi cilik.
Pada kesempatan itu, Kapolres menyampaikan, bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberikan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan generasi millenial. "Kita wujudkan zero accident. Mari kita semua tertib berlalu lintas dengan mematuhi seluruh aturan yang ada, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas," ujarnya.
Pada kesempatan itu, dibacakan deklarasi millenial yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang dan ditirukan seluruh peserta Millenial Road Safety Festival. (Suatman)
Bupati Thoriq Pimpin Apel Pembukaan DTD
Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. (Cak Thoriq), bertindak sebagai Pembina Apel Pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Lumajang, di Lapangan PTPN XII Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, Jum'at (01/3/2019) pagi.
Dalam amanatnya, Bupati Lumajang, bangga melihat peserta diklat yang telah menunjukkan kesigapan dan kesiapan sebagai peserta Diklat Terpadu Dasar. Diklat kali ini diharapkan dapat menguatkan ideologi terhadap NU dan agama Islam yang ahli sunnah waljamaah, dan yang paling utama untuk menguatkan, bahwa NKRI adalah harga mati.
Bupati mengingatkan, bahwa NU yang berdiri ini, sudah dirongrong oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan NU dan Negara.
"Kita tidak harus diam karena kita adalah pasukan untuk mempertahankan NU, serta sebagai kader harus sama niatnya dalam mempertaruhkan dan semangat memperjuangkan Negara Indonesia," ungkapnya.
"Di sini kita dididik untuk mempertahankan umat dan negara, serta saya juga ingin para peserta menjadi kader-kader NU yang militan," tambahnya.
Diklat Terpadu Dasar (DTP) Pimpinan Cabang GP. Ansor Kabupaten Lumajang itu, dilaksanakan mulai Hari Jum'at, 1 Maret 2019 s/d Ahad 03 Maret 2019. Diklat itu diikuti 417 peserta. Sedangkan, teknis Diklat akan dilaksanakan dalam brntuk Indoor dan Outdoor.
Nantinya, Diklat akan ditutup dengan pembaiatan peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Kabupaten Lumajang. Penutupan direncanakan bertempat di Air Terjun Gucialit. (Suatman)
Lacak Pencuri Sapi, Kapolres Pimpin Langsung Penggrebekan Libatkan Anjing Pelacak
Lumajang, KaJe
Jajaran Polres Lumajang benar-benar menunjukan tajinya sebagai pengayom sekaligus pelindung masyarakat. Betapa tidak, hanya dalam waktu tak kurang dari 12 jam, Polres Lumajang berhasil menemukan 3 ekor sapi milik warga yang sempat bilangan. Bahkan, berhasil menangkap tersangka.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH turun langsung dalam pencarian sapi tersebut. Tak tanggung tanggung, kapolres juga melibatkan drone dan anjing pelacak.
Informasi menyebutkan, sekitar pukul 02.00 wib (28/02), tiga ekor sapi milik Sukir, warga Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang dinyatakan hilang. Namun, kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 04.00 wib, memberi pakan sapinya. Mengetahui sapinya tidak ada di kandang, korban langsung minta bantuan ke Satgas Keamanan Desa Bades
Dan saat itu menyisir wilayah sekitaran rumah korban dan selanjutnya menghubungi pihak Polsek Pasirian.
Akhirnya, mengikuti jejak sapi sekitar 3 km, petugas polsek dibantu Satgas Keamanan Desa dan warga berhasil menemukan seekor sapi terperosok dalam got, ditengarai milik Sukir. Setelah di cek oleh korban, ternyata benar sapi tersebut milik korban.
Petugas Polres Lumajang dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban ikut membaur mencari jejak para pelaku dengan menerjunkan anjing pelacak dan drone untuk melihat wilayah sekitar. Namun, setelah menyusuri sejauh kurang lebih 10 Km, anjing pelacak berhenti di Desa Selok Anyar dan berputar-putar di sekitar kampung tersebut.
Dengan berbagai pertimbangan dan insting seorang anggota Polri, Kapolres menginstruksikan kepada anggota dan warga untuk menggeledah seluruh rumahdan kandang sapi yang berada di desa tersebut.
Benar saja, begitu anggota disebar akhirnya mengarah pada satu rumah dan ditemukan sapi. Drone pun kembali diterbangkan untuk mangantisipasi pelaku kabur serta melewati kepungan anggota Polri. Setelah sekitar 30 menit akhirnya pelaku yang diketahui bernama Usman ini berhasil dibekuk petugas dengan dihadiahi timah panas dari anggota Polres Lumajang. Tindakan represif ini dilakukan karena sebelumnya telah dikeluarkan tembakan peringatan, ditambah pelaku juga berusaha melawan dari dalam persembunyian nya.
Dalam pernyataanya seusai penangkapan yang cukup dramatis ini, Kapolres Lumajang menyatakan sangat bangga dengan kinerja anggotanya. “Alhamdulillah hari ini kami berhasil mengungkap kasus pencurian sapi yang ditaksir dapat menyebabkan kerugian hingga 50 juta rupiah. Saya sendiri sebagai Kapolres Lumajang siap mati matian untuk memberantas kejahatan di wilayah Hukum Polres Lumajang," ujarnya.
Pengungkapan kasus ini juga berkat keberadaan Satgas keamanan desa yang telah terbentuk, serta anjing pelacak yang juga kami turunkan hari ini. Hari ini juga pihak dari Pekab Lumajang telah berpartisipasi dengan menurunkan drone yang mereka miliki.
Sementara itu, AKP Hasran Cobra yang juga Katim Cobra Polres Lumajang juga menambahkan bahwa kasus ini akan terus dikembangkan. “Saya yakin pelaku ini tak melakukan sendirian. Kami akan telusuri apakah si pelaku memiliki jaringan yang lain, serta ada kemungkinan merembet pada kasus yang lain. Saya berjanji akan menyelidiki kasus ini secara optimal," pungkas Kasat Reskrim.
Tiga ekor sapi yang sempat hilang tersebut 1 ekor jenis limosine dan 2 ekor jenis blasteran. Harga tiga ekor sapi ini diperkirakan sekitar Rp 70 juta rupiah. Beruntung ketiganya berhasil ditemukan. (suatman)
Bupati Jember Bentuk Tim Jalan Berlubang
Jember, KaJe
Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR secara resmi membentuk tim jalan lubang,
di depan pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (1/032019 ). Tim jalan lubang bentukan Bupati ini terbentuk atas kesigapan pemerintah Kabupaten Jember merespon laporanwarga bahwa jalan di daerah Kabupaten Jember banyak yang berlubang.
Sehingga, menimbulkan kaorban. Menurut Faida, tim jalan lubang ini dibentuk karena banyaknya laporan masyarakat terkait jalan yang berlubang yang sebagian besar sudah banyak memakan korban. "Memang selama ini di Jember sudah ada tim reaksi cepat,tapi itu cuma nama saja namanya reaksi cepat namun kerjanya lambat," terang bupati.
Faida dalam pidatonya mengatakan, tim jalan lubang yang dibentuk ini langsung harus bekerja. Karena semua yang dibutuhkan untuk menutup jalan yang berlubang sudah disiapkan dari anggaran maupun material,saya bukan hanya memerintah tapi akan langsung turun kelapangan untuk memimpin dengan memberikan tanda diarea jalan berlubang yang harus ditutup," paparnya.
Sedangkan untuk jalan berlubang yang ditanami pohon pisang dan sejenisnya akan ditangani oleh tim lain,karena tim jalan lubang ini hanya khusus untuk menutup jalan berlubang yang kondusif
Tim jalan lubang bentukan Bupati Jember saat ini ada 5 tim,masing masing tim beranggotakan 11 orang dan keseluruhan tim dari PU Bina marga kabupaten Jember. (Mul)
28/02/2019
Bupati Thoriq Tandatangani Komitmen Anti Korupsi
Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML, menandatanganani Komitmen Bersama Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegritas di Provinsi Jawa Timur Bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam acara Rapat Koordinasi Dan Evaluasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kamis (28/2/2019) pagi. Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang mengikutsertakan Pj. Sekda Kab. Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., dan Inspektur Lumajang, Isnugroho, S. Sos.
Penandatanganan komitmen itu, diikuti Bupati/ Walikota se- Jawa Timur dan disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, DR. Emil Elestianto Dardak serta Pimpinan KPK RI.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa pihaknya bertekad melakukan pencegahan terhadap potensi korupsi di segala bidang, melalui pengawalan, monitoring dan supervisi kasubag KPK. "Kami ingin mendapatkan pengawalan dan monitoring, supervisi yang lebih detail untuk pencegahan kemungkinan terjadinya potensi korupsi di segala lini agar bisa dicegah," ungkapnya.
Gubernur yang baru menjabat itu juga menjelaskan, ada 9 catatan yang harus menjadi perhatiaan masing-masing kepala daerah, yaitu Penyusunan dan Perencanaan APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manjemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi Penghasilan Daerah dan Manajemen Aset Daerah.
Gubernur sudah menyiapkan sistem audit di OPD dengan Audit CETAR (cepat, efesien, transparan, akuntabilitas dan responsif).
Sementara itu, Pimpinan KPK RI, Alexander Marwata menyampaikan, rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen itu merupakan salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dalam melakukan upaya pencegahan korupsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Bagaimana secara bersama-sama bisa mencegah korupsi dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat," ungkapnya.
Pimpinan KPK itu juga menyampaikan mengenai penangkapan dan OTT bukan merupakan prestasi bagi KPK, melainkan merupakan sebuah tragedi yang menyedihkan. Ia mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa timur dan seluruh kepala daerah yang melakukan pencegahan korupsi di wiliyahnya. (Suatman)
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML, menandatanganani Komitmen Bersama Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegritas di Provinsi Jawa Timur Bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam acara Rapat Koordinasi Dan Evaluasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kamis (28/2/2019) pagi. Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang mengikutsertakan Pj. Sekda Kab. Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., dan Inspektur Lumajang, Isnugroho, S. Sos.
Penandatanganan komitmen itu, diikuti Bupati/ Walikota se- Jawa Timur dan disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, DR. Emil Elestianto Dardak serta Pimpinan KPK RI.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa pihaknya bertekad melakukan pencegahan terhadap potensi korupsi di segala bidang, melalui pengawalan, monitoring dan supervisi kasubag KPK. "Kami ingin mendapatkan pengawalan dan monitoring, supervisi yang lebih detail untuk pencegahan kemungkinan terjadinya potensi korupsi di segala lini agar bisa dicegah," ungkapnya.
Gubernur yang baru menjabat itu juga menjelaskan, ada 9 catatan yang harus menjadi perhatiaan masing-masing kepala daerah, yaitu Penyusunan dan Perencanaan APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manjemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi Penghasilan Daerah dan Manajemen Aset Daerah.
Gubernur sudah menyiapkan sistem audit di OPD dengan Audit CETAR (cepat, efesien, transparan, akuntabilitas dan responsif).
Sementara itu, Pimpinan KPK RI, Alexander Marwata menyampaikan, rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen itu merupakan salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dalam melakukan upaya pencegahan korupsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Bagaimana secara bersama-sama bisa mencegah korupsi dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat," ungkapnya.
Pimpinan KPK itu juga menyampaikan mengenai penangkapan dan OTT bukan merupakan prestasi bagi KPK, melainkan merupakan sebuah tragedi yang menyedihkan. Ia mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa timur dan seluruh kepala daerah yang melakukan pencegahan korupsi di wiliyahnya. (Suatman)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...





