30/01/2021

Polres Lumajang Gelar Operasi Yustisi Gabungan Protokes

Lumajang,Merdekanews.net ----Pa Siaga I Iptu Syamsul Arifin S.Pd yg menjadi pemimpin operasi yustisi kali ini yang diikuti oleh 34 personil gabungan yang terdiri dari 21 personil Polres Lumajang dan 12 personel Satpol PP Lumajang.


Iptu Syamsul mengatakan operasi yustisi ini terus dilaksanakan oleh Polres Lumajang beserta anggota Polres Lumajang dan instansi terkait guna menekan laju penambahan kasus covid 19 di kab Lumajang.

Untuk saat ini Kab Lumajang masuk zona sedang, jangan sampai masuk ke zona resiko tinggi atau zona merah seperti beberapa waktu yang lalu.Sudah ada 17 daerah dari sebelumnya 15 daerah yang masuk zona penerapan PPKM. Atas perintah Kapolres Lumajang agar Polres Lumajang beserta jajarannya dan instansi terkait melaksanakan operasi Yustisi secara masif sebagai salah satu upaya dalam penanganan covid 19, agar Lumajang tidak masuk dalam zona merah termasuk dalam penerapan PPKM”, ujar Syamsul.

“Sebisa mungkin kita tekan laju penambahan kasus covid 19 dan juga kita gencarkan terus gerakan pendonor Plasma konvalesen bagi yang pernah positif untuk yang positif.Sebagai upaya terapi pasif penyembuhan pasien covid 19”, tambahnya.

Iptu Syamsul juga menambahkan bahwa operasi yustisi ini tak hanya di gelar di wilayah kota, namun juga di seluruh kecamatan yang dipimpin Kapolsek dan Danramil setempat.
“Di akhir pekan seperti ini lebih kita tingkatkan lagi, tak hanya stasioner disatu titik tempat rawan terjadinya kerumunan seperti tempat wisata, cafe, rumah makan, tempat nongkrong, pasar, pertokoan," jelasnya. 


“Pagi ini tak sedikit yang terjaring operasi Yustisi, kesadaran masyarakat masih kurang dan harus ditingkatkan, puluhan orang tadi kita jumpai tidak memakai masker, saat beraktifitas di luar rumah, kita berikan sanksi teguran dan sosial agar lebih disiplin lagi," pungkasnya. (misdi)

KAPOLRI Kunjungi Ormas Berbasis Islam


JAKARTA,Merdekanews.net ---– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  melakukan kunjungan silaturahmi kepada organisasi-organisasi masyarakat (ormas) yang berbasis Islam.

Setelah berjunjung ke Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Kapolri dan jajaranya mengunjungi Rabithah Alawiyah. Rombongan Kapolri, diantaranya Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diterima langsung oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar Simth dan jajaranya. 

“Kegiatan yang kita laksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah kita laksanakan beberapa waktu yang lalu, kami berkunjung ormas-ormas besar NU dan muhammadiyah, hari ini ke Rabithah Alawiyah,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kantor pusat Rabithah Alawiyah, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (30/1).

Dalam pertemuan tersebut, Listyo Sigit mengaku membicarkan bagaimana ke depan antara Umara dan Ulama mampu bersinergi dalam melakukan banyak hal disamping juga tentunya menerima masukan bagaimana Polisi mampu memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat dalam kegiatan yang berbentuk Harkamtibmas (pemeliharaan ketertiban masyarakat).

Untuk itu, Sigit mengharapkan dukungan Rabithah Alawiyah, agar bisa menyampaika pesan-pesan Harkamtibmas kepada umat dengan bahasa-bahasa umat atau dengan arti lain melalui dakwah dan ceramah.

“Tadi kami sampaikan ke beliau-beliau. Pak titip, supaya pesan Kamtibmas kami bisa tersampaikan kepada umat dengan bahasa-bahasa dari bahasa umat dan tentunya itu akan sangat membantu untuk menjaga situasi yang lebih kondusif,” imbuh Sigit.

Disamping itu, Kapolri juga mengajak organisasi yang menghimpun keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW ini untuk saling mengisi bagaimana menghadapi pandemi Covid-19 yang jumlah penularannya hingga saat ini tembus 1 juta dan rasio penyebaran perhari mencapai 13 ribu.

Dengan membantu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan menegakan sekaligus mendisiplinkan protokol kesehatan kepada masyarakat hingga secara bersama-sama memberikan pemahaman kepada umat program vaksinasi nasional yang kini telah dijalankan oleh pemerintah untuk melindungi warga negara dari bahaya virus corona.

“Tadi kita sepakat bahwa ke depan nanti ada kegiatan bersama ke lapangan yang sifatnya edukasi, sosialisasi bagaimana aturan 5M. Termasuk kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan bersama kawan-kawan dari ulama, habib, dan lain-lain bagaimana kita bisa bersama menekan angka penularan Covid,” pungkas Sigit. (misdi) 


Mengenang 2 Tahun Kepemimpinannya, Wali Kota Probolinggo Ziarah ke Makam Wawali

 


Probolinggo,Merdekanews.net  -----Dalam rangka mengenang massa kepemimpinan Wawali Kota Probolinggo yang telah dua tahun meninggal, 

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, meluangkan waktu   ziarah ke makam Wawali M. Soufis Subri.  


 Dua tahun memimpin Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi Zainal Abidin punya kesan sendiri. Ia yang kini ‘ditinggal’ partnernya Wawali M. Soufis Subri, masih menunjukkan kesedihan ketika ziarah makam Wawali pada Jumat, 29 Januari 2021.


Ziarah makam Wawali tersebut, sebagai kegiatan awal refleksi 2 tahun kepemimpinan Handal Brillian. Sekitar pukul 06.00 WIB, Habib Hadi, sapaan akrab Wali Kota didampingi para pejabat dengan protokol kesehatan ketat, mendatangi makam yang berada di pemakaman keluarga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.



“Ziarah ke makam Wawali, merupakan rangkaian kegiatan refleksi (2 tahun kepemimpinan). Kenapa diawali ziarah? Karena Pak Wawali adalah Rekan saya selama 2 tahun ini berjalan,” jelasnya.


Sehingga, baginya wajar  jika almarhum Subri membekas di hati Wali Kota. Habib Hadi menilai sosok Subri bukan hanya ada di dua tahun kebersamaannya memimpin Kota Probolinggo. Namun, persahabatan itu telah terukir jauh sejak mereka masih anak-anak.



“Tentunya ini nuansa berbeda yang dihadapi Pemerintah Kota Probolinggo. Khususnya saya, yang pada hari ini seperti tanggal 29 sampai 30 Januari 2019, saya bersama almarhum (Subri) diberikan mandat dan amanah oleh warga Kota Probolinggo,” tambahnya.


Kendati harus berjalan sendiri, ia merasa tetap optimis. Komitmen bersama Almarhum, akan tetap ia pertahankan untuk merealisasikan program yang direncanakan. 


Pihaknya juga mengingatkan kepada para peziarah yang hadir untuk melakukan berbagai hal yang bermanfaat kepada sesamanya. Dikarenakan semua manusia tidak melihat jabatan, pangkat, miskin atau kaya, semuanya akan menghadap kepada Sang Khalik.



“Oleh karena itu selagi kita bisa melakukan suatu hal yang bermanfaat untuk warga Kota Probolinggo khususnya, manfaatkan waktu karena waktu dan kesempatan tidak akan terulang kembali. Selagi mengemban amanah ini, saya ingin mewujudkan semua yang bermanfaat untuk kemaslahatan warga Kota Probolinggo,” harapnya.


Seperti diketahui, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri meninggal dunia pada Rabu, 9 Desember 2020. Subri sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Soetomo Surabaya karena terinfeksi COVID-19.



Subri menjalani perawatan di RSUD dr Mohamad Saleh pada 22 November, dia dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya karena kondisinya menurun. Hingga kemudian kondisinya terus menurun dan meninggal dunia. (Misdi)

29/01/2021

POLTRADA BALI MASIH TERAPKAN KBM PJJ

 


Gianyar,  Merdekanews.net

Sejak Poltrada Bali (Politekhnik Transportasi Darat) memulangkan tarunanya sebanyak 242 siswa pada awal Desember 2020 silam, gegara terpapar Covid19 , sekolah kedinasan milik Kemenhub RI itu hingga kini masih melaksanakan KBM PJJ (Pendidikan Jarak Jauh).  Ini di maksud mengantisipasi penularan Covid19 di kampus Poltrada Bali yang berada kawasan Tabanan.  Berdasar konfirmasi yang di lakukan merdekanews.net terhadap Direktur Poltrada Bali,  Bambang Wijonarko bahwa membenarkan jika lembaga nya masih menggunakan KBM pendidikan jarak jauh (PJJ) . Adapun kepastian, kapan menggunakan pembelajaran tatap muka? menurut Bambang belum bisa memastikan pasal nya sangat beresiko tinggi jika langkah "Tatap Muka"  di berlakukan saat ini . terlebih kata dia seluruh Taruna nya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan kenyataan itu sangat rawan.  " kami tidak ingin masalah awal Desember tahun lalu itu muncul lagi"jelas nya . yang pasti  imbuh Bambang bahwa 311 Taruna Poltrada Bali hingga kini masih menerapkan PJJ atau Daring. 


Sebagaimana di ketahui publik bahwa pada awal Desember 2020 silam Poltrada Bali di nyatakan menjadi kluster baru paparan Covid 19 di lingkungan kampus Poltrada Bali di kawasan Sam Sam Kec Kerambitan Tabanan.  tak tanggung tanggung sebanyak 242 Taruna nya terpapar Covid19.  Akibat nya Poltrada Bali melakukan langkah mengkarantina seluruh Taruna dan hasil isolasi yang ketat itu dalam kurun waktu yang tidak lama, 242 Taruna nya negatif. Dari hasil Poltrada Bali yang memberlakukan karantina yang ketat itu membuat Taruna nya sembuh dari paparan Covid19,  dan pada 8 Desember 2020,  Taruna Poltrada Bali di pulangkan ke daerah asal Taruna . (Anw) 

Polresta Banyuwangi Ungkap Pilot Gadungan

 


Banyuwangi,  Merdekanews.net

Polresta Banyuwangi baru baru ini menggelar Konferensi Pers Kasus Dugaan Tindak Pidana Penipuan Pilot Gadungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP, pada Kamis (21/01/2021) pukul 09.30 wib lalu. 


Adapun kejadian dan TKP terjadi pada awal Nopember 2020, dijalan Hasanudin Dusun Krajan Desa genteng wetan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Pelapor ( korban) bernama Jumaroh Nur Kumalasari (21/P) Dusun Sawahan RT/RW 012/001 Desa Genteng kulon kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, dan tersangkanya bernama Thofan Nofiandi alias Thofan Purnama (24/L)  beralamatkan Jalan Gunung Mutis/ Erlangga RT/RW, 001/04 kelurahan Prailiu Kecamatan kambera kabupaten Sumba timur propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin pada saat Konferensi Pers mengatakan bahwa awalnya korban berkenalan dengan tersangka melalui medsos (Michat).


“Sekitar bulan Nopember 2020 Korban berkenalan dengan tersangka lewat medsos (Michat). Dan tersangka mengaku sebagai Polisi dan bertemu langsung didepan toko swalayan Daipong Genteng. Selanjutnya tersangka mengajak korban ke tempat Kost tersangka. Disitulah kemudian Saksi(korban) melihat ada baju seragam pilot di kamar tersangka. Korban bertanya kepada tersangka “kamu bukan Polisi, kamu Pilot”..Ya jawab Tersangka, saya Pilot,” Jelas Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin. “Tersangka meyakinkan saksi(korban) dan kemudian tersangka meminta uang kepada Saksi(Korban) secara bertahap. Bahkan Saksi dijanjikan akan dipertemukan dengan orangtuanya tersangka di Jakarta untuk ditunjukkan keseriusannya,” ungkapnya.


Lebih lanjut dijelaskan oleh Kapolresta Kombespol Arman, “Akan tetapi setelah tersangka diberi uang oleh saksi agar membeli tiket namun setelah di cek tiket tersebut oleh saksi (korban) ternyata tidak ada jadwal penerbangan atas nama saksi (korban). Dan ternyata tiket tersebut hanya Scan. Kemudian dicek ke Bandara Blimbingsari tidak ada Pilot bernama Thofan Purnama yang bekerja sebagai Pilot,” sambung Kapolresta Kombespol Arman.


Setelah di usut tersangka mengaku bahwa atribut pilot tersebut didapatkan dari hasil membeli di pasar Turi Surabaya.


BB berhasil diamankan dari tangan tersangka antara lain : 1 baju warna putih, 1 celana panjang warna hitam, 1 Jaz hitam dengan dipergelangan garis kuning empat, 1 lencana wing terbang, 1 papan nama dengan nama Thofan Purnama ST, 1 ID Cards Garuda Indonesia Airways bertuliskan Pilot Capt Thofan Purnama, 1 pasang pangkat pilot dengan lis empat warna kuning emas, 1 sabuk warna putih berlambang akademi pelayaran, 1 lembar tiket pesawat Scan nomor 126 246 186 6695 atas nama penumpang Jumaroh Nur Kumalasari.


Dari perbuatan tersangka tersebut, korban mengalami kerugian material senilai Rp. 4.120.000,-  (BRBW)

Muhamad AA Telah Jalani operasi Tumor Ganas di Otak dan Kanker di Leher

 


Jember, Merdekanews.net -----Muhamad Aprilio Ardani atau biasa disapa Dani yang baru berusia 9 bulan saat ini sedang berjuang begitu keras untuk melawan sakit yang dideritanya sejak dilahirkan.


Dani menderita tumor ganas diotaknya dan selama sekitar 7 bulan hanya terbaring lemah dengan pengobatan seadanya di rumahnya.


Dani awalnya tinggal di Desa Serut Kecamatan Panti bersama orang tuanya ( rumah asal ibunya) dan sekarang tinggal di rumah bapaknya di Dusun Krajan Selatan Desa Panti, Kabupaten Jember.


Tidak sedikit biaya yang harus dipersiapkan oleh orang tuanya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Sedangkan penghasilan keduan orang tua dari Dani tidak seberapa mengingat bapaknya hanya sebagai  pekerja serabutan yakni sebagai buruh tani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.


Beberapa aset dan tabungan sudah dipakai untuk keperluan perawatan dan pengobatan Dani dan kebutuhan  hidup sekeluarga termasuk dua  orang saudara kandung dari Dani.


Namun meski demikian derita dan kesedihan yang dihadapi oleh Orang tua Dani yakni Suliman  dan Wiwit Dahyani  keduanya selaku orang tuanya tidak putus asa dan terus berusaha demi kesembuhan putranya yang ketiga ( Dani )

" Karena penghasilan kami sangat minim untuk kebutuhan hidup sekeluarga dan perawatan Dani, ya kami hanya bisa berusaha dan memohon pada Allah SWT agar penyakit yang diderita  anak kami segera disembuhkan dan diberi keberkahan umur, " ucap Suliman bapaknya Dani.


Menurut penjelasan orang tua Dani saat didatangi di rumahnya oleh  media ini,  "Dani sejak dilahirkan sudah ada benjolan kecil di kepalanya, namun beberapa kali dibawa ke petugas medis untuk menanyakan benjolan di kepala Dani, pihak medis selalu bilang tidak apa-apa dan tidak berisiko. Namun benjolan itu semakin lama semakin membesar dan ternyata menurut pihak medis itu tumor ganas di otaknya," papar Sulimanan


Dengan penuh kesedihan orang tua Dani setelah mendengar penjelasan pihak medis kalau yang diderita putranya adalah Tumor ganas diotaknya, akhirnya  orang tua Dani yang hanya berpenghasilan pas pasan hanya bisa berdo'a dengan penuh harapan agar diberi rezeki dan jalan keluar oleh Sang Pencipta untuk pengobatan putranya.


Perjuangan dan Do'a dari orang tua Dani akhirnya terjawab , yakni mendapat bantuan dana dari para simpatisan untuk biaya operasi putranya ( Muhamad Aprilio Ardani ) " Alhamdulillah ada bantuan dana dari para simpatisan akhirnya anak kami bisa dioperasi tumor otaknya, " tandas Suliman .


Tidak hanya itu penyakit yang diderita putra yang ke tiga dari pasangan Suliman dan Wiwit Dayani, namun Dani setelah dioperasi tumor ganas di otaknya pada usia 7 bulan ternyata keluar benjolan lain tepatnya dileher sebelah kiri.


Benjolan  kecil di lehernya hanya dalam dua bulan sudah cukup besar dan ternyata hasil cek Lab Rumah Sakit dr Soebandi Jember bahwa benjolan yang sangat besar dileher Dani tidak lain adalah  kanker.


Untuk keperluan biaya operasi Dani yang kedua yaitu operasi kangker di lehernya,  keluarga Dani mendapat bantuan lagi dari para simpatisan  seperti sumbangan atau donasi dari  Open Donation Komunitas Panti Jember ( KPJ ) untuk biaya operasi dan perawatan Dani yang ada di lehernya.


Saat wartawan media ini konfirmasi ke salah seorang bendahara komunitas Panti Jember ( KPJ ) Bakiyatus Soleha Siswi SMA Argopuro Panti Jember sosial ( 28/1/2021 )


" Harapan saya dan teman - teman,  dengan donasi itu bisa membantu pengobatannya,dan meringankan beban keluarga adik Dani untuk pengobatannya meskipun tidak sepenuhnya kita bisa bantu,semoga saja donasi yang tidak seberapa itu bisa bermanfaat untuk keluarga mereka, donasi yang diberikan kemarin itu yang pertama dan donasi kedua masih dalam proses,"  jelasnya.( A.Mulyono/to2k )

28/01/2021

Vaksinasi Tahap Pertama Mulai Digelar



 


MOJOKERTO, Merdekanrws.net ---– Vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Kota Mojokerto digelar hari ini, Kamis (28/1/2021) siang.


Sebanyak 23 tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik disuntik Vaksin COVID-19 tahap pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.


Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac COVID-19 di Kota Mojokerto.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di kota Mojokerto memiliki kuota sebanyak 3.354, yang sudah diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto sebanyak 1000 vial vaksin COVID-19 yang dikirim dari Dinkes Provinsi Jawa timur.


“Hari ini pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan pada 23 nakes terdiri dari Rumah sakit, Puskesmas, Klinik dan praktek dokter pribadi,” kata Ning Ita panggilan akrab Wali Kota Mojokerto, Kamis (28/1/2021).


Vaksinasi ini akan diselesaikan selama 7 hari kerja. Setelah 1000 vial vaksin COVID-19 ini terselesaikan, akan dikirim kembali sisa dari kuota tahap pertama dari Dinkes Provinsi Jawa timur.


“Kuota dikhususkan tenaga kesehatan jajaran forkopimda yang mewakili 10 orang. Setelah vaksinasi ini selesai, akan dikirim kembali sisany sampai jumlah kuota tahap pertama terselesaikan,” tandasnya.(zJekyridwan)