31/03/2020

Cegah Penyebaran Covid 19 Pemdes Wonosari Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan


Jember, Kabarejember.com 
---- Semenjak dibentuknya satgas pencegahan corona di kecamatan Puger pada Senin(23/03), pemdes Wonosari segera membentuk satgas tingkat desa dan secepatnya melakukan aksi penyemprotan disinfektan di wilayahnya.

Diawali penyemprotan di kantor desa, masjid-masjid, sekolah-sekolah hingga ke rumah-rumah warga. Kepala desa beserta perangkatnya, Babinkamtibmas, Babinsa, tim medis, RT/RW, dan masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam kegiatan penyemprotan.

Menurut informasi yang dihimpun oleh kabarejember.com, masyarakat Wonosari sangat berterima kasih dengan adanya penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitar mereka. Masyarakat tidak segan turut membantu kegiatan dan memberikan bantuan konsumsi ala kadarnya. "Saya selaku masyarakat mengucapkan terima kasih atas upaya pencegahan yang dilakukan pihak pemdes."ujar Mahfudz, warga dusun Penitik desa Wonosari. 

Kepala Desa Wonosari, H. Edi Purnomo menerangkan, bahwa Pemdes Wonosari rutin melakukan penyemprotan disinfektan sejak seminggu yang lalu. Secara bergantian setiap hari  dilakukan penyemprotan perRT/RW, dan hari ini Selasa(31/03) kegiatan penyemprotan disinfektan dilaksanakan di RW 15 dusun Penitik. "Pencegahan penyebaran covid 19 akan terus kita lakukan sampai kondisi kembali normal. Semoga pandemi ini segera berakhir di bumi Wonosari dan Indonesia." katanya. (heri)

Dampak Corona, Restribusi Pedagang Pasar Leces Ditiadakan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Retribusi yang dipungut dari  pedagang atas penggunaan fasilitas pasar dan pemberian ijin penempatan oleh pemerintah kabupaten berupa Restribusi pasar terdiri dari Restribusi penempatan, Restribusi los, Restribusi kios dan Restribusi dasaran.

Menanggapi tentang wabah Covid -19 kali ini Restribusi pasar Leces ditiadakan mulai 1 April sampai waktu tidak di tentukan. 

Kepala pasar Leces Joni Sukisworo menjelaskan, meniadakan retribusi tersebut sudah dikaji Disperindag Kabupaten Probolinggo , untuk pasar Leces Non Retribusi akan dimulai tanggal 1 April 2020 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan, bisa segera dan bisa jadi lama, tergantung pada wabah virus Corona yang sedang melanda Negara kita tercinta.

Ditiadakan retribusi pasar ini, untuk seluruh pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo, juga ada pengurangan jam operasional pasar tradisional oleh para pedagang. Untuk pasar Leces sendiri untuk pasar malam dibuka pukul  01:00 wib - 05:00 wib dan untuk pasar siang 06:00 wib - 13:00 wib dan untuk pasar hewan 10:00 wib - 14 : 00 wib , sesuai dengan putusan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Dinas  perindustrian dan perdagangan Kabupaten Probolinggo Drs.Dwijoko Nurjayadi, MM .

"Saya beserta staf pasar akan mengoptimalkan pelayanan sebagaimana mestinya. Meskipun retribusi pedagang libur kami tetap memantau keadaan pasar sampai wabah Covid -19 dengan pemerintah di katakan aman," jelas kepala pasar. 

Menurut H.Sugianto ketua paguyupan pasar rakyat Leces, Non Restribusi ini membuat para pedagang senang, semoga dengan pengurangan jam operasional ini dapat respon yang positif dari para pedagang.  Sebagai ketua paguyupan saya berharap semoga dengan adanya musibah ini, kita bersama sama memerangi penukaran virus Corona," jelasnya pada media Kabarejember.

Ahmad Zaini sebagai pedagang, dirinya sangat bersyukur karena non retribusi ini sangat membantu para pedagang dengan keadaan pasar yang mulai sepi. "Saya yang dagang polo ijo yang dominan untuk bahan Jamu lumayan laku dan sampai jual online juga,"  kata Ahmad.  (MH)

Satreskoba Polresta Probolinggo Amankan Pengedar Sabu dan Okerbaya


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Jajaran Satreskoba Polres Probolinggo Kota Berhasil Mengamankan Siti Ambar Wulandari (51), di rumahnya yang beralamatkan di Jalan Kyai Mugi No 44, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jum’at (27/03) Malam saat akan melakukan transaksi ke calon pembelinya.

“Tersangka ditangkap petugas Satresnarkoba dirumahnya saat akan melakukan transaksi kepada calon pembelinya. Selain sebagai pengedar, tersangka juga memakai sendiri,” terang Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh, kepada sejumlah wartawan di halaman Mapolres, Senin (30/03) sore.

Wakapolresta juga menyebutkan, barang bukti (BB) yang didapatkan petugas di rumah tersangka berupa 2 (dua) buah plastik klip yang berisi sabu dengan berat 0,46 gram dan 0,06 gram, 1 (satu) unit HP merk Samsung warna putih, 4 (empat) buah plastik klip kosong, dan 2 (dua) buah sedotan di amankan sebagai barang bukti.

“Karena perbuatannya kami jerat pasal pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukumannya paling singkat 5 (lima) tahun penjara, dan denda paling rendah Rp1 miliar," tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota AKP Harsono menjelaskan, tersangka adalah merupakan residivis. “Tersangka ini sudah seringkali kluar masuk hukuman dengan kasus yang sama,” jelas Harsono.

Saat diintrograsi petugas, tersangka mengaku bekerja di gaharu, dan memiliki satu orang anak yang saat ini kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Tersangka juga mengaku, barang haram tersebut didapatkan dari Lumajang.

“Saya dapatkan barang dari Lumajang. Dan saya terpaksa melakukan bisnis haram ini karena desakan ekonomi. Karena kerja di gaharu hasilnya kecil, tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari," kata tersangka kepada petugas.

Diwaktu yang sama, Jumat (27/03) malam, Satreskoba Polres Probolinggo Kota juga mengamankan 2 (dua) tersangka pengedar farmasi warga Kabupaten Lumajang yang mengedarkan obat keras berbahaya (Okerbaya) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Kedua tersangka bernama Bahrul Basofi Prasetyo (24) warga Dusun Krajan Rt.008/Rw.001 Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, dan Risfan Farit (25) warga Dusun Gunung Rt.029/Rw.004 Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Dari tersangka Bahrul Basofi Prasetyo polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa 100 butir pil Trihexipenidyl, 32 butir pil dextro, 1 unit HP merk OPPO, uang tunai Rp150.000,- hasil penjualan pil, dan 1 unit Honda Vario Merah nopol N-3466-YAA.

Sedang, dari tersangka Risfan Farit polisi mengamankan BB berupa 100 butir pil Trihexipenidyl, 1 unit HP merk Samsung warna hitam, dan 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau nopol D-5098-BS.

Kedua tersangka ini dijerat pasal 196 ayat (1) dan pasal 197 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (MH)

Dua Sekolah di Puger Kulon Disemprot Ulang Disinfektan


Jember, Kabarejember.com
- - Pemdes Puger Kulon kecamatan Puger lakukan penyemprotan ulang disinfektan dua sekolah yang berada diwilayahnya pada Senin(30/03). Kedua sekolah itu yaitu SDN Puger Kulon 04 dan TK Dewi Masyitoh.

Penyemprotan ulang disinfektan dilakukan karena kedua sekolah dalam keadaan terkunci saat dilakukan penyemprotan ke sekolah-sekolah beberapa hari yang lalu. Sehingga hanya bisa disemprot bagian luarnya saja.

Setelah melakukan koordinasi dengan  kepala sekolah supaya membuka kunci pintu sekolah, maka barulah pada Senin (30/03) pagi , kegiatan penyemprotan dilakukan. Perangkat desa, bidan desa dan beberapa guru turut dalam kegiatan tersebut. Semua lokal kelas disemprot secara merata bagian luar dan dalam. Bahkan meja kursi dan perabotan lain turut disemprot.

Kepala Desa Puger Kulon, Nur Hasan menerangkan, bahwa penyemprotan ulang dilakukan agar sekolah menjadi steril luar dan dalam. "Kami akan terus melakukan upaya pencegahan penyebaran covid 19. Selain dengan penyemprotan, Pemdes Puger Kulon juga aktif memberi arahan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melakukan social distancing," katanya.(heri)

30/03/2020

Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Jenggawah Turun Langsung Dalam Penyemprotan Perangi Virus Covid 19


Jember, Kabarejember.com 
---- Dengan semakin merebaknya virus covid 19 (corona), membuat  seluruh masyarakat dunia umumnya bahu membahu memerangi virus yang cukup berbahaya ini.

Khususnya di Dusun Babatan Talang Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Babinmas dan Babinsa turun langsung dalam rangka penyemprotan menggunakan desinfektan guna memutus penyebaran virus covid 19 atau corona. 
Penyemprotan yang dilakukan pada tanggal 30 maret 2020 ini dimulai pukul 12.00 wib hingga selesai.

Bripka Sunanto selaku Bhabinkamtipmas Desa Jenggawah mengatakan, penyemprotan ini dilakukan bersama sama antara Bhabikantibmas , Babinsa dan anggota FKPM serta relawan masyarakat peduli Babatan Talang yang beranggotakan sekitar 20 orang.

"Penyemprotan ini kami lakukan untuk memutus penyebaran virus covid 19 atau corona," paparnya. 

Ditambahkan dia, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Dusun Babatan Talang khususnya untuk tidak keluar rumah kalau memang tidak penting, dan juga menghindari kerumunan warga. Karena virus corona ini sangat berbahaya. 

Hal senada juga disampaikan Sahendra selaku Babinsa Desa Jenggawah, bahwa masyarakat diminta untuk selalu menjaga kesehatan serta selalu mencuci tangan dengan sabun sehabis beraktifitas. " Karena virus corona ini akan mati bila dibilas dengan sabun menggunakan air mengalir," pungkasnya. ( tim /*) 

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan APD dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar, Kabareprobolinggo.com 
 – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covid – 19) yang didatangkan oleh Kodam XIV/Hasanuddin yang telah disalurkan dan tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu (29/3/2020) melalui Bandara Lanud Halu Oleo, Harin ini Senin (30/3/2020) diserahkan secara simbolis oleh Komandan Korem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si., kepada Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, S,H bertempat di di Aula Sangia Ni Bandera, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“TNI telah mendatangkan total keseluruhan 40 koli APD bantuan dari gugus tugas nasional dan telah didistibusikan ke Provinsi Sultra melalui Kodam XIV/Hsn,” terang Danrem.

Perlu diketahui untuk 40 koli APD bantuan dari gugus tugas disalurkan ke Sulawesi Tenggara sejak tanggal 20 Maret 2020 sejumlah 4 koli, 27 Maret 2020 sejumlah 15 koli dan 29 Maret 2020 sejumlah 21 koli. Untuk pendistribusian ke wilayah disesuaikan dengan faktor kebutuhan dan kondisi masing – masing wilayah.

Pada kesempatan ini juga Gubernur Sultra menyampaikan beberapa hal tentang penanganan penyebaran virus Corona (Covid – 19) di Provinsi Sulawesi Tenggara,
a. Pemprov. Sultra telah menerima APD berjumlah 40 koli dengan masing masing koli berjumlah 50 jadi jumlah keseluruhan adalah 2000 pcs.

b. APD ini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Nasional yang di serahkan kepada Pangdam seluruh Indonesia kemudian dari Pangdam di distribusikan kepada Danrem di masing masing wilayah.

c. Semoga APD ini bisa bermanfaat bagi penanganan covid 19 di wilayah Sultra dan Insha Allah Sultra bisa terhindar dari Covid 19.

d. Dalam waktu dekat Pemprov. Sultra akan menerima 10 ribu APD (Masker) bantuan dari Pemerintah Pusat dan nanti akan langsung di distribusikan ke Kab/Kota yang ada di wilayah Sultra.

e. Pasokan pangan di wilayah Prov. Sultra masih stanby sampai 6 bulan ke depan. Untuk Sultra tidak terlalu berpengaruh untuk ketersediaan pangan karena banyak alternatif pangan pengganti beras seperti jagung singkong sagu dll 

f. Terkait penanganan Covid - 19 Pemprov. Sultra telah menunjuk Rumah Sakit di 6 Kabupaten untuk mencover pasien di seluruh wilayah Sultra

g. Pemprov Sultra telah menyiapkan ± 150 kamar tersebar di seluruh wilayah Kendari di siapkan apabila fasilitas RS rujukan yang ada di Kota Kendari tidak mencukupi untuk merawat pasien Covid -19.

h. Gugus tugas Sultra juga telah menerima Rapid tes sebanyak 2400 pcs pada tanggal 26 Maret dan sejak tanggal 27 Maret 2020 sebagian telah di distribusikan sebanyak 876 pcs untuk 17 Kab/Kota

i. Hingga saat ini ada sebagian daerah yang sudah melaksakan Rapid test tetapi laporan resminya belum di terima oleh gugus tugas Prov. Sultra


Kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan secara simbolis APD dari Danrem 143/HO kepada Gubernur Sultra dan dari Gubernur Sultra kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Prov. Sultra serta penandatanganan berita acara penyerahan APD.

Hadir dalam kegiatan ini Brigjen Pol. Drs. Merdisyam, M.Si (Kapolda Sultra), Drs. Laode Ahmad Pidana Balombo, M.Si (Pj. Sekda Sultra), Brigjen Pol Drs. Ghiri Prawijaya (Kepala BNNP Sultra), Kolonel Pnb Muzafar, S.Sos.,M.M, (Danlanud HLO), Kolonel Laut (P)  Baharudin Anwar ,S.T.,M.M (Danlanal Kendari), Kolonel Inf Drs. Alamsyah,M.Si (Dandim 1417/Kendari), Dian First Nalle (Asintel Kejati Sultr), Ibu Agista Ali Mazi (Ketua Tim Penggerak PKK Sultra), Syaifullah (Plt. Kadis Kominfo Sultra), Para Kasi Korem 143/HO, Boy Ikhwansyah (Ka BPBD Sultra/Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Prov. Sultra), dr. Rabhiul Awal (Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Darurat Covid-19 Prov. Sultra) dan  ±25 orang tamu undangan. 
(M.H / penrem143)

Lsm Paskal Kecewa Penyidik di Polres Probolinggo

Probolinggo, Kabareproboli nggo.com 
---- Warga Dusun Paras Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo berhasil ditangguhkan oleh jajaran Polres Probolinggo pada Minggu Malam 29 Maret 2020.

Kasus yang sempat ramai tersebut rupanya akan ada aksi turun kejalan. Pasalnya,  pihak pelopor  Eliyas warga Jangkang merasa keberatan atas putusan penegak hukum tersebut dan diduga ada kongkalikong antara tersangka yang didampingi oleh oknum markus dan pihak penegak hukum.

Kasat Reskrim Riski Santuso S.I.K menerangkan bahwa kasus tersebut tidak cukup bukti." Jadi kita bisa menangguhkan para tersangka tersebut," terang kepada Pak eliyas Dan Yon selaku pelopor serta masyarakat Desa Jangkang Kecamatan Tiris
Kabupaten Probolinggo.

"Saya merasa kecewa kepada Penegak Hukum Polres Probolinggo. Padahal surat keberatan kami sudah dikirim pada tanggal 28 Maret 2020 dan sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak polres. Namun P
para tersangka sudah dikeluarkan dengan alasan tidak cukup bukti padahal para tersangka sudah ditahan selama dua B
bulanan." ucap Yon selaku warga Tiris. 

Mendengar hal tersebut Suliman selaku Ketua Lsm Paskal merasa kecewa pada pihak P
Penegak hukum, alasan tidak C
cukup bukti tersebut membuat masyarakat semakin tidak yakin lagi kepada penegak hukum khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kami selaku kontrol akan tetap mendampingi apabila akan ada aksi turun kejalan agar masyarakat lebih puas, parah terkait OTT digading belum selesai  ditambah kasus baru lagi." tegasnya. (MH)

Pasien Positif Corona di Lumajang Bertambah Jadi 3 Orang

Lumajang, Kabarelumajang.com 
----Setelah kemarin (27/03/2020) Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar press release dinyatakan ada 1 warga Lumajang yang terjangkit virus corona, dan malam ini (29/03/2020) Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menggelar press release terkait perkembangan corona.
Dalam pernyataannya Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa pasien positif corona bertambah 2 orang dan saat ini menjadi 3 orang.
“Kabupaten Lumajang untuk yang positif corona malam hari ini tadi berdasarkan data dari Pemerintah Jawa Timur bertambah 2 orang, inisial AZ (26thn) dari Kecamatan Randuangung, yang bersangkutan riwayatnya pulang dari Jakarta 17 maret 2020 dan mengalami gelaja yang menyerupai indikasi virus corona dan masuk rumah sakit 19 maret 2020, dan dinyatakan sembuh secara klinis, artinya batuknya sembuh, demamnya sembuh, dinyatakan sembuh tanggal 21 maret 2020, dan yang bersangkutan saat ini dalam proses isolasi.” Terang Bupati Lumajang.
“Yang kedua berinisial MI (55thn) dari kecamatan Sukodono, beliau habis umroh dan dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang 20/03/2020, dinyatakan mulai membaik secara klinis dan diperkenankan melakukan isolasi 25/03/2020, yang bersangkutan melakukan umroh dari travel Banyuwangi dan merupakan 1 rombongan bersama pasien PDP inisial S yang sudah meninggal dunia, artinya dimungkinkan pasien inisial S sudah positif corona namun yang bersangkutan belum melakukan swab.”Imbuh Bupati.
Bupati menambahkan bahwa untuk melakukan pencegahan corona pihaknya akan melakukan beberapa langkah standarisasi pencegahan covid-19, diantaranya :
1. Semua harus di isolasi dan juga berserta orang yang berkaitan erat, isolasi akan dipantau langsung oleh gugus tugas covid 19.
2. 80 rombongan umroh SA kemarin isolasi dirumah dan puskesmas akan pantau pergerakannya.
3. Pemerintah melakukan langkah pencegahan untuk orang2 dekatnya baik ODP/PDP dengan pemantauan, dan yang dekat pasien POSITIF penangannya sama seperti/seakan2 positif untuk mengantisipasi.
4. Sosial distancing dan karantina wilayah untuk status positif corona.
5. Perbesok ada POS diterminal ketika ada pendatang langsung didata.
6. Ada rencana program penyegeraan zakat maal
“Siapa – siapa yang pernah ketemu, dekat, komunikasi dengan AS – AZ- MI , ayo segera melaporkan diri ke puskesmas jangan menunggu sakit baru kerumah sakit (harus sadar, bisa jadi sudah terinfeksi cuma tidak ada gejala dan masih keluyuran, ini bisa bawa virus ke orang lain).” Ujar Bupati Lumajang.
Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negera Siregar SIK, kembali menegaskan maklumat Kapolri agar warga tidak menggelar kegiatan yang mengundang masa. Warga juga diminta menghindari kerumunan (physical distancing) untuk mencegah penyebaaran Corona semakin cepat dan tidak terkendali.
“Kita akan lakukan tindakan tegas jika masyarakat membandel. Corona sudah ada di Lumajang,” Tegas Kapolres.
Data terkini tanggal 29 Maret 2020, 3 orang terkonfirmasi positif Corona, 8 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 104 orang dalam pantauan (OPD).
Reporter : Atman
 

29/03/2020

Putus Penularan Covid - 19 Warga Urunan Semprot Lingkungan Sekitar



Jember, Kabarejember.com 
---- Dengan semakin meluasnya wabah covid 19 ,warga dusun Talang Babatan rt 2 dan 3 desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah urunan mengumpulkan dana utuk membeli obat,kemudian melakukan penyemprotan secara gotong royong.

Solihin salah satu tokoh pemuda di Dusun Talang Babatan mengatakan, urunan terpaksa kami lakukan karena sewaktu kami minta bantuan ke pak kades,pak kades bilang suruh ke pak kasun. namun setelah kami datang ke pak kasun ternyata obat sudah diberikan kepada orang lain," jelasnya. 

" Kami tak mau berlama lama menunggu keputusan dari aparat desa yang belum jelas kepastiannya,makanya setelah kami bermusyawarah dengan beberapa warga ,setuju untuk melakukan urunan," ujar Lihin.

Setelah dana terkumpul,warga lalu membeli obat berupa wipol dan deterjen pemutih serta super pel. Ketiga deterjen tersebut dicampur menggunakan air kemudian disemprotkan keseluruh area rt 2 dan 3 Dusun Talang Babatan Desa Jenggawah.Pelaksanaan penyemprotan secara swadaya tersebut dilakukan tanggal 29 Maret 2020 yang dimulai pukul 21.00 wib dan berahir 23.00 wib.

Penyemprotan memang dilakukan malam hari karena siang harinya warga ke sawah," kata Hermanto selaku tokoh masyarakat padukuan Talang. Hermanto juga menghimbau untuk seluruh masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan masing masing , tentunya dengan rajin mencuci tangan ,dan semoga wabah Covid 19 cepat berlalu," pungkasnya. ( tim )

Polsek Puger Bubarkan Kerumunan Pengunjung Pantai Pancer


Jember, kabarejember.com
---- Himbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid 19 dengan cara tetap tinggal di rumah dan menghindari kerumunan, nampaknya kurang dihiraukan oleh banyak muda-mudi. Terbukti pada hari Minggu (29/03) masih banyak pemuda-pemudi maupun masyarakat yang mengunjungi pantai Pancer Puger dan JLS (jalur lintas selatan) yang berlokasi di dusun Krajan 2 desa Puger Kulon kecamatan Puger. Para pengunjung berkumpul atau berkerumun untuk sekedar ngobrol, nongkrong maupun berswa foto. 

Sekitar pukul 11.00 wib, petugas dari Polsek Puger yang terdiri dari kaSPK.Aiptu Agus Darmono,  kasi Humas Bripka A.Wahid dan anggota Bripka Feto mendatangi lokasi wisata dan membubarkan kerumunan pengunjung. Selain membubarkan kerumunan, petugas juga memberikan arahan supaya pengunjung mematuhi himbauan pemerintah serta  Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid 19). Apabila pengunjung tidak mematuhi himbauan tersebut maka pihak Polsek Puger akan bertindak sesuai hukum yang berlaku. (Heri)

2 Spesialis Pencuri Sapi Berhasil Diamankan Polisi


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
----  Reskrim Polsek Tongas Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pencurian hewan ternak sapi milik warga Dusun Kedungbatang, Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pencuri hewan ternak sapi yang berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Tongas berinisial “E” (35), warga Dusun Bunot Rt 018/Rw 006 Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Berikutnya, J (39), warga Dusun Darungan Selatan Rt 11/Rw 02 Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Dengan ditangkapnya pelaku pencuri hewan ternak sapi tersebut, Kapolsek Tongas Iptu Gatot Santoso mengungkapkan, kronologis kejadian, pada hari Minggu, 08 September 2019 sekitar jam 02.00 Wib dinihari di Dusun Kedungbatang Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo telah terjadi tindak pidana pencurian 1 (satu) ekor hewan ternak sapi betina lokal umur 4 (empat) tahun, dengan ciri-ciri warna bulu putih, ekor hitam, milik pelapor yang dirawat oleh Tinoyo warga Dusun Kedungbatang, Desa Klampok.

Hewan ternak sapi tersebut hilang, dicuri oleh pelaku dengan cara membuka pintu kandang. Setelah dilakukan upaya pencarian oleh anggota Reskrim Polsek Tongas, hewan ternak sapi milik pelapor yang hilang tersebut berhasil ditemukan oleh petugas di Dusun Curahpondok, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas.

Setelah dilakukan intrograsi oleh petugas, kedua pelaku ini mengaku, mencuri hewan sapi tersebut dilakukan bersama 3 (tiga) orang. Yakni, tersangka “E” dan “J” yang sekarang sudah kita amankan

“Sedang satu tersangka yang lain berinisial ‘Y’ melarikan diri, hingga sekarang masih kita kejar dan sudah ditetapkan sebgai daftar pencarian orang (DPO),” ungkap Kapolsek Tongas, Iptu Gatot, Jumat (27/03) saat pres rillies kepada sejumlah wartawan.

Barang bukti (BB) berupa satu ekor hewan ternak sapi betina, dengan ciri-ciri warna bulu putih dan ekor hitam, serta jaket parasit warna merah-hitam yang dipakai tersangka Edi saat melakukan aksi pencurian hewan ternak sapi tersebut kita amankan sebagai alat bukti, tambah Iptu Gatot.

“Ke dua tersangka kami jerat Pasal 363 KUHPidana ayat (1) huruf 1e, 3e, 4e, 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” tandasnya.

Keluarga Besar Kodim 0820/Probolinggo Berduka


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Terbakarnya Pom Mini di Desa Sebaung, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo beberapa hari lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo. 

Salah satu prajurit terbaiknya, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar ( RSSA) Malang.
Kopral Satu (Koptu) Santosa meninggal dunia akibat luka bakar yang menimpa dirinya saat membantu memadamkan api di lokasi kejadian.
Minggu, (29-3-20)
Kabar meninggalnya Koptu Santoso ini, cepat tersebar di khalayak karena sikapnya yang melebihi panggilan tugas dalam mengemban dan membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya yang mengalami musibah kebakaran, tak diduga menjadi korban. 

Saat awak media mengkonfirmasi kabar duka tersebut kepada Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, melalui telepon selulernya membenarkan kabar tersebut.
Alm Koptu Santoso meninggal pada Sabtu, 28 Maret 2020 sekitar pukul 08.00 WIB, setelah menjalani perawatan selama 9 hari di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
"Kami keluarga besar Kodim 0820/Probolinggo, kehilangan atas meninggalnya anggota kami. Almarhum Koptu Santoso meninggal di rumah sakit setelah berjuang dengan luka bakar 45% di tubuhnya,” ujar Komandan berpangkat melati dua di pundaknya. 

Korban dikebumikan di Kediri sesuai permintaan keluarga, tempat kelahirannya, di Dusun Puncu, Desa Puncu, Kabupaten Kediri. Jenazah dimakamkan siang tadi," ucap Letkol Inf Imam Wibowo.

Disinggung mengenai sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak berwajib mengenai kronologi dan tersangkanya, Komandan Kodim 0820/Probolinggo enggan berkomentar.  Dengan diplomatis Letkol Inf Imam Wibowo mengatakan, biar polisi  bekerja dengan profesional tanpa ada tekanan dari pihak manapun juga.(MH)

Pemkab Jember Libatkan TNI-Polri Dalam Pemeriksaan di 5 Pintu Masuk Kabupaten Jember


Jember, Kabarejember.com 
---  Keputusan tegas diambil Bupati Jember dr. Hj Faida MMR,demi mencegah penularan Virus Corona semakin meluas, TNI-Polri dilibatkan dalam pemeriksaan (Skrining) yang dilakukan secara ketat di 5 pintu masuk ke Kabupaten Jember. 29/03/2020

Pernyataan tersebut disampaikan dr.Faida di tengah-tengah kegiatan bersama Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono di Jl.  Sultan Agung Jember yang turut dihadiri Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. Laude M Nurdin.

" Ya untuk mencegah meluasnya Covid-19, kami bekerja sama dengan TNI-Polri untuk melakukan skrining ketat untuk masyarakat yang masuk ke Kabupaten Jember dari 5 pintu masuk yang ada.," jelasnya.

Semuanya kita akan mulai sekrening ketat, untuk suhu yang meningkat atau masyarakat Jember yang berasal dari zona merah, kita akan melakukan karantina di tempat tertentu sampai terbukti sehat agar tidak masuk ke Jember ini tampa terditeksi dengan jelas.

" Kita akan segera mengumumkan secara prosedur,  ini agar tidak lengah, Jember bisa terkendali dan masyarakat bisa lebih tenang," terangnya. 

Karantina ini kata dia, menjadi kebaikan untuk kita semua, dipastikan lebih baik sehat dari pada sebelum ada kepastian sehat statusnya dan beresiko pada keluarga dan lingkunganya," pungkasnya. (Lilik)

Pedagang di Pasar Jember Turut Terdampak Covid-19


Jember, Kabarejember.com 
----- Dampak ditetapkanya Kabupaten Jember KLB Covid-19,kegiatan  ekonomi pedagang pasar akan terancam lumpuh,pasalnya mulai hari ini Minggu tanggal 29/03/2020 beberapa pasar akan di tutup oleh Pemkab Jember.

Kabar sedih tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, usai menyaksikan kegiatan launching Physical Distancing oleh Polres Jember di Jl. Sultan Agung depan pos jalan raya 9.0 Jember.

Dihadapan awak media bupati menyampaikan" mulai besok kita akan mengendalikan pasar-pasar tradisional baik pasar-pasar di kota maupun di Desa-Desa.," tuturnya.

Untuk seluruh pasar hewan kita intruksikan untuk di tutup dan untuk pasar tradisional yang menjual bahan-bahan kering kita intruksikan untuk di tutup. Khusus  untuk yang jual sayur,buah dan daging kita atur dengan jam terbatas, hanya 3 jam, sekitar jam 7 hingga 8 pagi sudah kita tutup, hanya beberapa jam saja.

Untuk itu pedagang harus menjaga jarak mengikuti prosedur kesehatan sampai ada perkembangan lebih lanjut.

Saya berharap tidak sampai berkepanjangan dan tidak sampai lockdown dan menutup segala aktifitas,untuk itu saya mintak kerjasama seluruh masyarakat lebih baik disiplin sehingga masalah ini dapat teratasi daripada berkepanjangan.

"Kalau kita setengah-setengah maka ini akan berkepanjangan,kalau kita disiplin,kompak bersama-sama Insya Allah masalah ini segera teratasi,tidak perlu panik tetapi kita perlu mengikuti prosedur-prosedurnya,," jelas bupati.

Kedepan masih ada pengaturan - pengaturan lebih lanjut,terima kasih kepada pengelola pariwisata yang telah kompak menutup kegiatan kunjungan pariwisata,namun demikian saya berharap ada kegiatan yang bisa dilakukan,di antaranya melalui pesanan online.

"Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah menunda kegiatan resepsi pernikahanya, pengajian,khitanan, karna ini demi kepentingan bersama," pungkasnya. (Lilik)

Cegah Covid 19, Dusun Krajan Barat Mlokorejo Lakukan Penyemprotan Mandiri


Jember, kabarejember.com 
---- Sejak hari Senin(23/03) sampai hari ini(29/03), Kasun maupun RT/RW   Dusun Krajan Barat Desa Mlokorejo Kecamatan Puger melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran covid 19. Kegiatan penyemprotan ini dipimpin oleh Kasun Krajan Barat, Ahmad Zaenuri bersama babinsa, babinkamtibmas, RT/RW maupun masyarakat.

Para penyemprot secara serentak melakukan penyemprotan sesuai dengan pembagian wilayah. Dengan  tangki penyemprot di punggung, dan memakai masker para petugas bekerja dengan penuh keceriaan. 

Semua bangunan di wilayah Dusun Krajan Barat tidak luput dari penyemprotan. Sekolah, masjid, mushola maupun rumah penduduk disemprot secara merata luar dan dalam. Bahkan jalan yang dilewati petugas tidak lupa juga disemprot.

Disela-sela kegiatan, Kasun Krajan Barat, Ahmad Zaenuri menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan sampai seluruh wilayah tercover. "Kegiatan ini kita lakukan secara mandiri, baik alat penyemprot maupun pengadaan disinfektan. Harapan kami semoga desa Mlokorejo khususnya dan negara Indonesia segera terbebas dari Virus Covid 19,"  ujarnya. (Heri)

Kapolres Adewira Kunjungi Perum Sadar Phisical Distancing


Lumajang, Kabarelumajang.com
---- Secara bertahap, kesadaran masyarakat tentang peduli penyebaran virus Corona (Covid 19) mulai ditunjukan. Salah satunya adalah, menjadikan lingkungan rumahnya sebagai Phisical Distancing.

Kondisi itulah, yang sekarang mulai dilakukan oleh warga yang tinggal di perumahan Amanda Regency yang beralamat di Jalan Slamet Wardoyo, Rowobujel, Lumajang. Secara sukarela, warga perumahan itu telah mengajukan diri sebagai area tertib phisical Distancing.

"Kami bangga atas kepedulian dan kesadaran masyarakat yang dengan sukarela mengajukan wilayah tempat tinggalnya menjadi area sosial Distancing. Dan ini patut mendapat apresiasi," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar saat mendatangi Perum Amanda Rigency, Sabtu (28/3) sore.

Berharap, apa yang telah dilakukan oleh warga Perum Amanda itu bisa dicontoh oleh warga yang lain. Bahkan, warga Perum Amanda Regency bersedia berdiam di rumah pada hari Jumat hingga Minggu dengan tidak melakukan aktifitas di luar rumah.

Sebagai langkah pencegahan peredaran virus Corona, warga dengan sukarela secara bergilir berjaga di pos pintu masuk perumahan untuk melakukan penyemprotan kepada pengendara roda 2 maupun roda 4 yang akan masuk area perumahan dengan cairan Disinfektan.

"Apa yang sudah dilakukan oleh warga yang tinggal di perumahan Amanda Rigency ini semoga bisa ditauladani oleh warga yang tinggal di perumahan lain," pungkas Edwira. (Atman)

Dusun Grogol Desa Kali Salam Bentuk Satuan Khusus Pencegahan Virus Corona

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Untuk mencegah Covid-19 Warga Dusun Grogol Desa Kali Salam Kecamatan Deringu membembentuk satuan khusus dalam menangani pencegahan Covid-19 atau Virus Corona.

Langkah tersebut yang paling baik yaitu penyemprotan distinfektan ke rumah rumah warga, Masjid, Mushola dan sekolah yang ada di Kali Salam.

Penyemprotan Distinfektan di mulai kemaren tgl 27 Maret 2020 , 
Menurut Muhammad Arman Kacung sebagai penggerak cepat tanggap dalam pencegahan Covid-19 di desanya ada lima dusun , sementara kegiatan kemarin hari Jum'at  masih terjangkau tiga titik atau  tiga dusun yaitu Dusun Semboyan, Kebonan dan Kebonan Oke .

Sedangkan kedua dusun, Al hamdulillah baru selesai hari ini yaitu Dusun Gerogol dan Gerogol Bisa.
Warga sangat gembira adanya penyemprotan untuk mencegah Covit-19 masuk dalam lingkungan warga.

Hadir pula Camat Deringu, Babinsa dan Bu Yuli dalam penyemprotan Disinfektan pada rumah rumah warga.

Harapan dari M.Arman Kacung,  kegiatan selama dua hari dalam pencegahan Covid-19, sehingga masyarakat bisa menjaga lebih baik kebersihan lingkungan dan tidak lupa mencuci ke dua tangan sebelum dan sesudah beraktifitas apapun. 

"Serta memakai masker bila ada di luar rumah tujuan agar kita terhindar dari virus yang lagi mewabah di mana mana," tutur lelaki paru baya yang berprofesi dalam bidang hukum dikesehariannya.(MH)

Bersama Forkopimda, Bupati Tetapkan Jember KLB Covid-19


Jember, Kabarejember.com
----- Pasca ditetapkannya 1 orang warga Jember terjangkit virus corona (covid 19) Bupati Jember dr. Hj Faidah MMR yang didampingi  Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf. Laode M Nurdin bersama Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menyatakan bahwa Kabupaten Jember berstatus" KLB Covid-19". Sabtu 28/03/2020.

Pernyataan tersebut disampaikan bupati saat mengikuti kegiatan Polres Jember dalam rangka launching "Kawasan Tertib Physical Distancing di Jl. Sultan Agung depan pos jalan raya 9.0 Jember".

Terlihat hadir sama dalam kegiatan tersebut Waka Polres Jember, Kasat Intel,Kasat Pol PP dan Kepala Dinas Perhubungan Kabuaten Jember

Kepada para awak media bupati menyampaikan, kami Forkopimda Kabupaten Jember  berterima kasih kepada seluruh Awak Media yang telah membantu kami mengimformasikan kepada masyarakat, karna kita perlu bersama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Jember ini," tuturnya.

Hari Jum'at kemarin (27/03) dari juru bicara pemerintah sudah menyatakan bahwa di Jember ini ada 1 pasien dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Dengan adanya 1 pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19,maka Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan "Status KLB untuk Kabupaten Jember".

" Kita tidak perlu panik atau resah, kita perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan serta mengikuti petunjuk Kabupaten melalui Dinas Kesehatan maupun dari TNI-Polri," himbau bupati.

Hari ini Jember lebih baik, dengan bantuan jajaran Polres Jember yang mengatur adanya zona-zona yang bukan hanya Social Distancing tapi Physical Distancing sehingga akan di tutup dalam waktu-waktu tertentu untuk mengurangi kerumunan masa.

Ini hari Sabtu, nanti malam Minggu, biasanya masyarakat berkumpul di daerah-daerah keramaian,dan dari Polres Jember sudah mengatur sedemikian rupa  menjadi wilayah Physical Distancing. (Lilik)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona Tiga Jalur Menuju Alun Alun Kota Jember Ditutup


Jember, Kabarejember.com
---- Dengan semakin merebaknya virus Corona saat ini perlu dilakukan pencegahan, Untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin mengkhawatirkan.Tiga ruas jalan menuju Alun-alun Jember ditutup.

Penutupan mulai dilaksanakan selama dua hari mulai  Sabtu 28 Maret 2020 dan Minggu 29 Maret 2020, masing-masing adalah JL  Raya Sultan Agung  menuju alun-alun (Kantor Pemkab Jember),  JL. PB Sudirman (Persimpangan SMPN 2 Jember) ke arah alun-alun dan JL A Yani dan JL. Kartini Bundaran Polres ke arah alun-alun.

"Untuk penutupan ruas jalan menuju alun - alun kota (kantor Pemkab Jember) pada Sabtu 28 Maret 2020 pukul 17.00 sampai dengan 00.00 WIB, Hari Minggu 05 sampai dengan 10.00 wib dan 15.00 hingga 21.00 wib (malam)," kata Wakapolres Kompol Windy Syafutra, Sabtu (28/3/2020) sore.

Pemberlakukan kawasan Distancing bebas dari segala aktivitas orang dan kendaraan untuk mempersempit ruang gerak masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah, kecuali yang punya kepentingan mendesak. Itu pun harus diperiksa sangat selektif," tegas Windy

Jalan dijaga ketat personel gabungan dari Satlantas Polres, TNI dan Dishub Jember. “Teknisnya, jalan diblokir dengan water barrier dan dijaga petugas, jika ada yang mau  melintas, diarahkan ke jalur lain, atau disuruh pulang, Pemerintah juga tidak mau mematikan pencarian masyarakat, makanya ada waktunya jalan dibuka, dan ditutup," pungkasnya. ( tim/* )

28/03/2020

Cegah Virus Corona, Relawan Blok Salakan Dusun Semboro Lor Lakukan Penyemprotan ke Rumah Warga


Jember, Kabarejember.com 
---- Solidaritas yang dilakukan relawan Dusun Semboro Lor Blok Salakan Desa/Kecamatan Semboro,  melakukan penyemprotan massal di rumah warga secara serentak untuk mencegah Virus Covid 19, yang dihadiri anggota Puskesmas Semboro, dan perangkat Desa Semboro.

Kami selaku kordinator relawan berkoordinasi bersama teman-teman untuk mensolisasikan dengan adanya wabah Virus Covid 19 yang sudah menyebar luas kemana-mama, dalam hal ini kami bersepakat bahwa rasa keperdulian relawan mampu untuk mengatasi adanya Virus Covid 19 tsb.

Dan alhamdulillah para relawan kompak dengan datang membawa alat tangki masing-masing dan sebagian menggunakan mobil pik up yang sudah siap untuk di operasikan dalam penyemprotan wabah Virus Covid 19 ke rumah warga. 

Namun sebelum di berangkatkan relawan berkumpul di halaman depan rumah kami dengan jumlah  50 personil, dan penyemprotan akan di arahkan kedua titik diantara RW. 25/26 dengan jumlah sekitar 225 Kepala Keluarga, dan selanjutnya kami memberikan penjelasan bahwa penyemprotan bersama swadaya masyarakat murni.

Begitu pula kami selalu mengikuti perkembangan berita nasional maupun di medsos, serta himbuan-himbuan pemerintah Virus Covid 19 sangat membahayakan bagi kita semua, oleh karena itu kami bersama relawan membasmi virus tsb dengan bahan cairan yang sangat simpel berupa, Baylin, Wipol dan So Klin Lantai dengan takaran yang sudah di sesuaikannya.

Dan setelah penyemprotan berlangsung salah satu kordinator relawan Blok Salakan Sdr. Mardi, di konfermasi oleh wartawan News Online menjelaskan, kita sebagai relawan dalam adanya wabah Virus Covid 19 ini, karena terketuk hatinya bagaimana agar Semboro Blok Salakan ini tepatnya Dusun Semboro Lor jangan sampai terjangkit atau terserang Virus tsb.

Untuk itu sebelum ada yang terserang kita antisipasi dulu, dengan harapan mudah-mudahan kita relawan ini terhindar dari Virus Covid 19, kususnya Dusun. Semboro Lor Blok. Salakan Desa Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Alhamdulillah program kita ini tidak berhenti di sini saja, karena penyemprotan sejak tadi pagi hingga saat ini dapet apresiasi yang baik dari masyarakat sangat mendukung.

Bahkan, kegiatan  ini akan diperluas ke dusun tetangga, karena masih ada stok. Selanjutnya, relawan menuju ke dusun tetangga dengan misi yang sama dan insyaallah agenda ini tidak sampai disini saja, akan tetapi masih ada agenda se minggu lagi. 

Kalim pemilik Resto Blombang Asri menanggapi positif, adanya relawan Salakan dengan swadaya, masyarakat Salakan sangat mendukung.

"Kami pribadi sangat mendukung karena untuk menghindari penularan Virus Covid 19, dengan cara memutus mata rantai penularan virus. Penyemprotan di rumah kami sampai di tempat resto secara merata sudah dilakukan relawan. Dan kami selalu mengikuti peraturan yang di tetapkan pemerintah, dan kali ini kami tutup sementara," paparnya. 

Kasun Semboro Lor  Sudarmaji mengucapkan terima kasih kepada relawan ini, karena telah membantu pemerintahan Desa Semboro pada umumnya Dusun Semboro Lor dan khususnya Blok Salakan. 

"Dan mudah-mudahan pelaksanaan ini tidak cukup disini, dan akan diadakan satu bulan sekali untuk membasmi Virus Corona. Alhamdulillah adanya relawan ini masyarakat Semboro cukup antusias sekali melakukan kegiatan ini," pungkasnya.  (Indra)

Perum Grand Kartika Jadi Wilayah Sosial Distancing


Lumajang, Kabarelumajang.com
----Usai melakukan rilis tentang satu orang warga Lumajang yang masuk dalam PDP dinyatakan positif Corona, malam itu Kapolres Lumajang langsung meluncur ke Perumahan Grand Kartika, di Jalan Sukarno - Hatta , Sukodono untuk menetapkan jika Perumahan tersebut masuk dalam wilayah sosial Distancing. Jumat (27/3).

Malam itu kepada para penghuni perumahan itu Kapolres menyampaikan maksudnya, yaitu mulai malam ini wilayah atau perumahan tersebut masuk dalam sosial Distancing (pembatasan) agar terbebas dari Covid-19. Itu artinya, tidak sembarang orang bisa keluar masuk ke perumahan tersebut dengan seenaknya.

Kapolres menambahkan, dalam suasa wabah Corona ini, para stekhokder terus berkreasi untuk mengurangi resiko penularan penyakit. Untuk itu,kepolisian meminta hal itu untuk bisa difahami, dan meminta kepada penghuni perumahan itu untuk menyadari dan memaklumi.

"Kesadaran masyarakat tentu sangat diperlukan dalam hal ini. Apabila semua masyarakat sadar akan jauh lebih efektif untuk penanganan virus Corona in," tuturnya.

Kapolres juga meminta agar ada pembatasan kegiatan yang sering dilakukan dengan cara keluar masuk perumahan. Jika memang pekerjaan itu bisa dilakukan di rumah, lebih baik dikerjakan di rumah saja tanpa harus keluar masuk portal.

 "Kami minta penjaganya harus tegas dan tidak boleh ada warga yang  keluar masuk perumahan dengan seenaknya,' jelas Adewira. (Atman)

Pengendara Di Perempatan Adipura Disemprot Disinfektan


Lumajang, Kabarelumajang.com
-----Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid 19) terus dilakukan oleh Polres Lumajang beserta anggotanya. Kali ini, sasarannya adalah pengendara yang melintas di perempatan Adipura Lumajang. Sabtu (28/3).

Pada kesempatan itu, Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, turut serta sambil menyemprotkan cairan Disinfektan kepada para pengendara yang melintas baik roda 2 maupun roda 4.

Selain melakukqn penyemprotan, Kapolres juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker ketika keluar ruangan atau keluar rumah.

Selain itu, juga dilakukan imbauan melalui banner dan sosialisasi
Maklumat Kapolri nomor : Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Putu Angga Feriyana, mendampingi Kapolres Lumajang menjelaskan, dipilihnya lokasi simpang 4 adipura karena disana merupakan jalur pusat bertemunya beberapa jalan dari arah utara, sehingga kami nilai cukup padat dan perlu dilakukan penyemprotan tersebut.

 "Ke depannya, polres Lumajang akan secara rutin mlaksanakan kgiatan sperti ini di simpang atau perempatan untuk mencegah pnyebaran virus corona," tegasnya. (Atman)

Pasca Ditetapkan Darurat Covid-19, Kini Satu Warga Positif Corona


Jember Kabarejember.com 
---- Baru saja Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, menetapkan Kabupaten Jember "Darurat Virus Corona", kini Jum'at 27/03/2020, seorang warga Jember telah dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

Berdasarkan data terkini dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember yang di umumkan setiap hari jelas terlihat ada satu warga yang positif terjangkit Covid-19.

Hal tersebut di pertegas oleh Kepala Dinas Infokom Kabupaten Jember, Gatot Triono yang menyatakan " sampai saat ini data jumlah PDP ada 9 orang, ODP 140 orang dan satu PDP dinyatakan Positif," ujarnya.

Pasien yang merupakan warga pendatang ini bekerja di Kabupaten Jember dan bertempat tinggal di Wilayah Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Untuk saat ini Pasien dalam perawatan intensif di ruang isolasi Rs. dr Soebandi. Tim Satgas berupaya melacak riwayat pasien guna mencegah penularan, belum bisa kita sampaikan secara detail saat ini," terangnya.

Kerisauan Bupati akan Wabak Virus Corona ini saat terlihat ketika memimpin Rakor antara Forkopimda, Ketua MUI,PCNU, Muhammadiyah,FKUB, Fatayat, Muslimat yang dengan jelas Bupati menegaskan betapa perlunya mengambil langkah-langka pencegahan terhadap penyebaran Virus Corona.

Dimana pada akhir Rakor tersebut, muncul kesepakatan bersama antara Umara dan Ulama untuk sama-sama berperan dalam upaya  pencegahan dan melakukan pembatasan di berbagai aktifitas masyarakat.

Bahkan untuk Sholat Jum'at, jika Masjid tersebut bisa mengikuti prosedur atau SOP protokol penanganan Covid-19 dengan kaeda yang cukup ketat di bolehkan melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at,jika tidak bisa maka lebih baik sholat Dzuhur di rumah.

Apa yang menjadi keputusan bersama antara Umara dan Ulama tersebut sudah banyak dilaksanakan oleh Masjid-masjid yang melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at pada hari ini.

Seperti halnya Masjid Jami' Al Baitul Amien yang menerapkan SOP yang ketat bagi masyarakat yang ingin melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at. Mereka harus antri panjang, di sempron menggunakan disinfektan,diperiksa suhu dan cuci tangan.

Tidak hanya itu, terlihat para jama'ah saling berjauhan antara satu dengan yang lainya,bahkan lebih extrim ada sebagian jama'ah yang menggunakan berbagai cara dan alat pelindung diri saat sholat.

Dan khutbah Jum'at yang dibaca oleh Prof Halim Subahan yang juga Ketua MUI Kabupaten Jember banyak menyentuh soal bagaimana masyarakat,khusunya Jama'ah Sholat Jum'at menghadapi Virus Corona.

Ajakan untuk sama-sama mendukung langkah Pemerintah dalam melakukan upaya-upaya penjegahan dengan mematuhi segala rambu rambu yang sudah di tetapkan turut menjadi penekanan Prof Halim dalam Khutbahnya.

"Apa yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini wajib kita dukung,banyakkan istingfar,sholawat kepada Nabi Muhammad saw dan mengamalkan do'a do'a," Seru Prof Halim.(Lilik)

Institusi Polri- TNI dan Pemkot Kompak Cegah Corona

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
----Upaya pemerintah kota Probolinggo bersama jajaran samping seperti Kodim 0820 dan Polres Probolinggo Kota dan Polres Kabupaten Probolinggo melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid 19 ini, Jum'at (27/3/2020). 

Hal ini seperti yang nampak  pada apel bersama Satgas Terpadu Covid 19 wilayah Probolinggo bertempat di Makodim 0820 Probolinggo. 
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meminta satgas terpadu di wilayah Probolinggo memiliki kesiapsiagaan diri untuk menghadapi perkembangan yang terjadi.

“Harus ada kerjasama masyarakat Kota dan Kabupaten Probolinggo harus membentuk satgas secara mandiri di lingkungannya untuk mengedukasi bahaya korona. Karena banyak masyarakat yang lengah dan meremehkan,” terang Walikota.

Terkait hal tersebut, Komando Distrik Militer (KODIM) 0820 Probolinggo yang merupakan salah satu 4 pilar yang dipercaya menjadi Satgas terpadu dalam menghadapi penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah kabupaten dan kota Probolinggo secara maksimal melakukan gerakan antisipasif adanya rantai penyebaran virus tersebut.

Menurut Letkol Inf Imam Wibowo S.H, Komandan Kodim 0820  bahwa, virus corona yang selama ini menjadi pendemik di wilayah teritorialnya membutuhkan satu gebrakan guna mengantisipasinya.

"Atas adanya Covid-19 ini, kami berupaya agar mata rantai penyebaran virus ini dapat diatasi. Selain melakukan sosialisasi atas keberadaan virus corona ini, kami juga melakukan kegiatan penyemprotan desifektan yang menggunakan unit mobil kebakaran atau Damkar selama tiga hari mulai 26 hingga 28 Maret 2020 ini." ujar Dandim 0820 Letkol Imam Wobowo.

Pernyataan Dandim ini disampaikan pada kegiatan apel Satgas yang berlangsung didepan Makodim 0820. Selain eksis melakukan penyemprotan pada titik tertentu, ternyata Dandim 0820 Probolinggo juga memberikan masker kepada para anggota prajurit TNI dibawah naungan Kodim 0820.

"Masker ini sengaja kami buat dengan cara memberdayakan UKM dalam pembuatannya. Masker ini di desain berkantong dengan tujuan menempatkan tisue dikantong tersebut dengan cara melipatnya.

Fungsi tisue ini sebagai penangkal virus dengan partikel yang sangat kecil dan tisue ini bisa diganti apabila dirasa cukup. Begitu dengan tali pengikatnya yang didesain sedemikian rupa, sehingga memberi kenyamanan pada pemakainya." ujar Imam Wibowo.

Lebih lanjut Dandim 0820 Probolinggo berharap masyarakat agar tidak panik menghadapi fenomena ini. "Taati aturan yang telah dibuat pemerintah dan upayakan untuk tidak melakukan aktifitas guna memutus rantai penyebaran Covid-19 ini." pungkas Letkol inf Imam Wibowo. (MH) 

Lagi, Satu Warga Lumajang Positif Corona


Lumajang, Kabarelumajang.com --- Setelah seseorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, kini satu lagi warga Lumajang dinyatakan positif terjangkit virus Covid – 19, Jumat (27/3/2020).
Bupati Lumajang Thoriqul Haq membenarkan satu warganya dinyatakan positif Corona adalah AS (55) warga Kecamatan Kedungjajang.

“Tindak lanjut yang akan kami lakukan adalah melakukan langkah- langkah mencari kontak terdekat , siapa saja yg berkunjung ke pasien tersebut dan setelah itu akan kami lakukan tes,” ungkap Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menggelar rilis dengan sejumlah awak media di Kantor Pemkab Lumajang, Jumat (26/3) pukul 19.00
Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq ini menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sekaligus hasil sweep tes yg dilakukan oleh balai besar penelitian dan pengembangan kesehatan dan telah di konfirmasihkan di Kementrian Kesehatan, bahwa Kabupaten Lumajnag dinyatakan telah positif corona 1 org yang seblumnya bersatus pasiean dalam pengawasan (PDP).
Thoriq menyebutkan, yang bersangkutan sebelumnya telah melaksanakan ibadah umroh dan kembali ke Lumajang pada tanggal 10 Maret, kemudian masuk RSUD pada tanggal 20 Maret sampai dengan saat ini berada di ruang isolasi. “Kondisi pasien positif hari ini adalah stabil dan sehat,” ujar Cak Thoriq.
Orang nomor satu di Pemkab Lumajang ini, menyampaikan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi dan perkembangan kesehatan pasien tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah provensi dan kami perlakukan perawatan sesuai dengan standart pasien positif corona provensi. “Kita tidak lock down namun pembatasan aktifitas,” tegas Cak Thoriq.
Sementara itu Dirut RSUD dr. Haryoto Lumajang Dr. Halimy Maksum menjelaskan, pasien yang positif corona sebelumnya status PDP dan saat ditempatkan di ruang isolasi khusus dalam penanganan dr. Special Paru.
Kondisi stabil dan dalam progres membaik.Kita perlakukan perawatan sesuai dengan standart yang di tetapkan oleh pemerintah Provensi. Kita lakukan rongsen serial tiap hari dan kondisinya semakin membaik. “Pembiayaan pasien normal sedangkan untuk pasien dengan status PDP ditanggung oleh pemerintah Propinsi,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Siregar mengaku prihatin prihatin karena ada warga Lumajang yang positif corona.
Menurutnya, saat ini pemerintah sudah mengeluarkan aturan ttg pelararangan kegiatan dalam bentuk apapun yqng melibatkan masa banyak.
Masih kata Adewira, masyarakat kita mash belum peduli terhadap kondisi ini. Kita akan membatasi gerak dari masyarakat bersama TNI baik dari Kodim maupun Yonif 527/BY.Semua masyarakat agar mentaati dan memberlakukan isolasi mandiri
“Kita akan melakukan tindakan keras mulai dari teguran sampai sanksi pidana, ” tegas Adewira. (Atman)

27/03/2020

Majelis Khoirun Da'wah Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Rumah warga

Probolinggo, Kabare Probolinggo.com 
---- Kegiatan positif dilakukan Majlis  Khoirun Da'wah Desa Kerpangan Kecamatan Leces Probolinggo dalam semangat solidaritas yang tinggi terhadap masyarakat Dusun Laok Lorong mendukung kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah warga.

Dalam kegiatan ini dipimpin Habib Zaqi Al Hasani beserta Majlis Khoirun Da'wah dan di dampingi oleh perangkat Desa Kerpangan .
kegiatan tersebut di lakukan tadi hari Juma'at 27 Maret 2020.

menurut Habib Zaqi penyemprotan tersebut adalah langkah awal untuk mencegah Covid-19 atau Virus Corona.
disamping itu kami menghimbau pada masyarakat agar mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas .
Selain memang sudah di paparkan dalam sebuah hadis yang berbunyi " 'Annadho Fatu minal Iman" dimana kebersihan itu adalah sebagian dari Iman, selanjutnya kegiatan ini dapat di lakukan oleh dusun yang lain bersama dengan pemerintah desa paparnya pada awakdia.

kegitan kami ini adalah bentuk tangagap cepat penangannan pencegahan atas merebahnya Covid-19 atau Virus Corona serta bentuk  keperdulian kami dari Majlis Khoirun Da'wah untuk Desa Kerpangan hususnya Dusun Laok Lorong.

menurut Misnanto sebagai Kepala Desa Kerpangan dirinya memberi respon posotif serta mendukung kegiatan tersebut.
 untuk Dusun warga yang masih belum tersentuh dalam penyemprotan dengan cairan Disinfekta akan segera kami jadwalkan di setiap Dusun , karna itu kami sebagai kepala pemerintahan Desa akan bergerak cepat pula atas pencegahan Covid-19 atau Virus Corona yang   menjadi ancaman bagi Dunia hususnya warga kami. tuturnya saat di Konfermasi melalui Fia Seluler oleh awak Media.
 
Harapan kami dari kegiatan penyemprotan di Dusun Laok Lorong menurut warga sekitar " kami ingin bisa beraktifitas seperti sedia kala karna perekonomian kami hanya tergantung pada pertanian dan berdagang sedangkan anak anak kami dengan adanya Covid-19 kebanyakan Fakum serta kurang aktif di karna kegiatan belajar serta kegiatan lainnya di liburkan". Tuturnya dengan penuh harap serta terbebas dari wabah Covid-19.(MH)

Dituduh Senior Pondok, Yuniornya Dianiaya


Probolinggo, Kabareprobolingfo.com 
----- Dengan aksinya beberapa warga Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, mendatangi Mapolresta, Kamis (26/03) Siang.

dalam kedatangan mereka untuk melaporkan aksi kekerasan terhadap Riyan (12) seorang pelajar pondok, oleh seniornya.

Pelaku pemukulan menggunakan yang menggunakan kabel dan selang tersebut diungkap Hilmi (24), salah seorang dari 4 warga yang melaporkan peristiwa tersebut ke polresta. Karena aksi pemukulan itu, punggung dan tangannya Riyan mengalami luka lecet.

saudara Hilmi dan tiga warga lainnya melapor karena merasa iba terhadap korban penganiayaan. Terlebih lagi, korban tidak tinggal bersama kedua orang tuanya. Korban yang yatim piatu, selama ini tinggal bersama salah seorang warga setempat, tetapi kini berada di Papua.

Karena ditinggal keluarga angkatnya ke Papua, ia dititipkan ke Narko, yang masih memiliki hubungan atau Famili keluarga dengan ayah angkatnya. 
Menurut Hilmi, Narko masih menjadi pengurus pondok di mana korban juga menuntut ilmu.

namun sekarang, korban ada di rumah Narko. Dibawa dari rumah saya,” ujar Hilmi.

dari keterangan Hilmi, mulanya Riyan mondar-mandir di depan rumahnya dan duduk di pinggir sawah sambil menangis. Hilmi kemudian mendekatinya dan menanyakan kejadian yang membuat Riyan menangis.

pengakuan Riyan pada awak Media, ia telah dipukuli oleh 2 seniornya di pondok. Pemukulan itu berlangsung dari pukul 05.00 hingga pukul 07.00. Riyan dipukul lantaran dituduh mengambil uang di pondok sebesar Rp 500.000.

sebagai pengganti orang tua yang ngemung saat ini Hilmi yang iba, lalu mengajak Riyan pulang dan merawat lukanya. “Kami yang merawat dan mengobati lukanya,” ujarnya.

Dalam pengakuannya pengakuan Riyan kepada Hilmi, pemukulan diarahkan ke bagian kepala, punggung dan tangan, dengan menggunakan  kabel dan selang. Tak tahan dengan pukulan yang menyakitkan itu, Riyan akhirnya mengakui tuduhan seniornya soal mencuri uang. “Pengakuan korban ke saya seperti itu. Lalu korban dibawa ke rumah Narko,” jelas Hilmi.

Hilmi mengaku sempat konfirmasi kepada penghuni pondok yang memukul Riyan.  Keduanya mengaku melakukan hal itu berdasarkan kejadian sebelumnya. Di pondok itu sebelumnya juga pernah kehilangan uang Rp 80 ribu dan yang disebutkan diambil oleh korban. “Tetapi yang Rp 500 ribu itu tidak jelas uang siapa,” kata Hilmi.

sementara, petugas di SPKT Polres Probolinggo Kota Bripka Robbi mengatakan kepada 4 warga yang mengadu bahwa polresta belum bisa bersikap atas pengaduan tersebut. Polresta masih akan melakukan gelar terlebih dulu. “Tunggu di sini ya. Pengaduan bapak akan digelar dulu. Hasilnya nanti setelah digelar,” ujarnya.

Wartawan sempat mendatangi Narko di kediamannya di Jalan Progo, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. Istri Narko yang menemui, menyatakan tidak akan melaporkan pemukulan yang menimpa anak angkatnya. “Sudah ya, kami bisa menyelesaikan persoalan ini. Enggak perlu dibesar-besarkan. Kami juga kasihan,” katanya.

Dia juga menyatakan bakal menyelesaikan insiden pemukulan ini secara kekeluargaan dengan pondok. Soal perawatan medis untuk Riyan, perempuan berjilbab itu menyatakan masih menunggu suaminya yang masih ada di pondok. “Sebentar lagi. Suami saya masih di pondok. Koordinasi dengan pondok,” katanya.

senada dengan diungkap Kamat yang mengaku sebagai salah satu pengurus yayasan di pondok tersebut. “Kami akan selesaikan secara kekeluargaan. Kami ingin secepatnya selesai,” katanya.

di saat ditanya kronologi pemukulan itu, Kamat enggan berkomentar. “Kami belum tahu.  Waktu mau tanya kronologinya, sampeyan datang. Jadi belum sempat. Yang jelas, aturan (memukul, red) seperti itu tidak ada di pondok kami,” tuturnya. (M.H) 

Walikota Bersama Tiga Pilar Mayangan membagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-Dua pasar di wilayah Kecamatan Mayangan, yakni Pasar Mangunharjo dan Pasar Kronong menjadi sasaran Tiga Pilar Mayangan untuk bagi-bagi ratusan masker dan hand sanitizer, Jumat (27/3) pagi. 
Mengapresiasi itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun ikut turun ke pasar.

dengan logat bahasa Madura dalam penyampaiannya “Jek kelopaen a betcoh tangan, teros anggui maskerah. Teros mon tak sempat semprot agih cairan ruah gih.. (Jangan lupa cuci tangan, terus pakai maskernya. Terus kalau tidak sempat (cuci tangan) semprotkan cairan itu,” ujar Wali Kota Habib Hadi sambil memberikan masker dan hand sanitizer ke sejumlah pedagang buah di Pasar Mangunharjo atau yang dikenal dengan Pasar Babian oleh masyarakat setempat.

 Dengan kedatangan Wali Kota Habib Hadi bersama Camat Mayangan M Abas, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman dan Danramil Mayangan Kapten Eko Saputro disambut oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berkerumun meminta pembagian masker dan hand sanitizer hand made tersebut.

Selain bagi-bagi masker dan hand sanitizer, para lurah di wilayah Kecamatan Mayangan pun menyemprotkan cairan disinfektan ke area pasar yang juga menjual barang-barang bekas itu. Disana didapati tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya penggunaan masker dan cuci tangan. Untuk itu, tim kecamatan-polsek dan koramil pun memberikan edukasi serta membacakan imbauan dari Kapolri.

Disamping itu, Camat Mayangan M Abas menceritakan, upayanya selama ini mengumpulkan bahan untuk hand sanitizer tidak sia-sia. “Alhamdulillah, kami berusaha membuat sendiri mengikuti tutorial yang disarankan pihak kesehatan. bersama tiga pilar kami menyiapkan 200 botol hand sanitizer dan 300 masker kain,” katanya.

Selain itu, masker dan hand sanitizer menjadi benda yang paling dibutuhkan di tengah mewabahnya COVID 19 di Indonesia. Untuk itu, menjawab keresahan masyarakat, Tiga Pilar Kecamatan Mayangan membagikan kedua benda dengan sasaran pedagang dan pengunjung pasar.

  “ Saran Ini sesuai petunjuk Bapak Wali Kota Probolinggo, karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan bisa menjadi salah satu sarana penyebaran COVID 19. Paling tidak, dengan upaya ini kita bisa mengedukasi warga untuk pencegahan melalui tangan,” terang Abas yang selalu kompak dengan kapolsek dan danramil di wilayahnya.

Di samping  itu, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman mengungkapkan, sejak merebaknya Covid 19 pihaknya melakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat bahwa virus ini tidak boleh dianggap enteng.

"Kami tidak bosan bosannya memberi Edukasi mencegah virus ini tidak sampai di Kota Probolinggo. Alhamdulillah saat ini semua masyarakat sudah memahami. serta banyak tempat keramaian yang sudah di tutup, game online, warung lesehan memilih stay at home. Dan, kami tetap akan melakukan imbauan secara terus menerus,” jelas Kapolsek. (M.H) 

Umara dan Ulama Jember Bersatu Tangani Covid-19

Jember, Kabarejember.com 
----- Pandemi Virus Corona tidak hanya menjadi momok bagi kota-kota besar di Indonesia, Kabpaten Jember Jawa Timur,turut merasakan dampak dari merebaknya Covid- 19 ini. meningkatnya jumlah orang dalam ODR, ODP dan PDP membuat Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, menyatakan Kabupaten Jember Darurat Covid-19.

Hal tersebut dinyatakan bupati saat gelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan Tokoh Agama di Pendapa Wahyawibawagraha pada Kamis 26/03/2020.

Ditemui usai rapat dr. faida menyampaikan " hari ini Forkopimda mengundang MUI,Pengurus NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid, FKUB, Muslimat dan Fatayat untuk sama-sama merumuskan dan menyikapi kondisi darurat Virus Korona," tuturnya.

Pada hari ini status Jember mengikuti status nasional yaitu darurat Covid-19,dan status ini juga berlaku hingga tingkat Desa.

Hari ini adalah hari Kamis dimana biasanya di malam Jum'at ini banyak kegiatan keagamaan dan besok akan dilaksanakan sholat Jum'at agar tidak terjadi polemik di masyarakat,hari ini Umaroa dan Ulama duduk bersama agar masyarakat mendapat panduan yang jelas dan tidak bingung menghadapinya.

"Kondisi Jember saat ini adalah darurat Corona,manakala ada yang diperiksa positiv, yang berhak mengumumkan adalah juru bicara negara,jika Jember dinyatakan positiv, maka kita akan rubah statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB), kondisi kita hari ini belum KLB tetapi darurat Covid- 19," jlentrehnya.

Untuk itu,kami membuat rumusan-rumusan.  Yang jelas pada keadaan darurat " berkumpul akan menyebabkan resiku penularan yang luar biasa,maka berdiam diri di rumah yang paling baik untuk kita semua.

Untuk itu,kami menyikapi pada kondisi belum KLB,Masjid-masjid yang memenuhi standart prosedur masih diizinkan melaksanakan sholat Jum'at,untuk detailnya nanti akan dirumuskan bersama MUI menjadi panduan di setiap masjid.

Jarak 1 meter jama'ah itu menjadi standart, lantainya tidak lagi boleh pakai karpet untuk menghindari penularan dan diberi tanda 1 meter 1 meter. Manakala di Kabupaten Jember meningkat statusnya menjadi KLB maka kegiatan ini akan mengikuti status KLB tidak lagi sebebas hari ini.

"Terima kasih kepada masyarakat Jember yang telah membatalkan resepsi pernikahanya,sunatan dan pengajian sudah di tunda,karna saya ingin Kabupaten Jember ini lebih cepat teratasi agar perekonomian lebih cepat pulih," ungkapnya.

Sementara itu Prof Halim Subahar sangat mengapresiasi langkah-langkah yang di ambil oleh Pemkab Jember. Berkaitan dengan hasil kajian bersama antara Dewan Pimpinan MUI Jember,Ormas,dan Forkopimda yang turut serta memberikan bahasan sehingga ini merupakan hasil kajian yang paling komprehensif.

Dari hasil kajian ini,MUI sudah menyiapkan draf, Insya Allah sore ini akan di pablis ke Masyarakat,ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan,tetapi yang paling penting adalah pelaksanaan Ibadah dalam situasi darurat Covid-19,khususnya di Kabupaten Jember.

Yang menjadi pokok pikiran utama dalam draf MUI tersebut adalah "Masjid boleh menyelengarakan sholat Jum'at dengan mengikuti ketentuan protokol pencegahanCovid-19 yang meliputi masjid mengupayakan alat ukut suhu badan, menyiapkan cuci tangan dengan sabun anti septik,jama'ah memakai masker,tidak bersalaman dengan jarak 1 meter," jelas Prof Halim.

Yang ke 2. Masjid boleh tidak menyelenggarakan sholat Jum'at karna alasan darurat,namun Takmir harus menghimbau agar ummat Islam wajib menggantinya denga sholat dzuhur 4 rakaat, di rumah masing-masing sampai kondisi normal.

Yang ke 3, dalam status darurat Covid-19 ini, ummat islam berjama'ah bersama-sama keluarga di rumah masing-masing.

Yang ke 4, Ummad Islam wajib mendukung Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 dengan melakukan ikhtiar lahir batin,seperti hidup bersih dan sehat,tidak menghadiri kerumunan, memperbanyak istingfar,Sholawat dan membaca do'a-do'a yang di ajarkan oleh Rosulullah saw bersama keluarga di rumah masing-masing.

Yang ke 5. Tausiah ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan akan di tinjau kembali jika ada perkembangan status baru dari darurat Covid-19 menjadi KLB.

Karna sekarang statusnya masih darurat,ada beberapa pilihan,bisa melakukan Sholat Jum'at dengan syarat-syarat yang di tetapkan atau bisa tidak menyelenggarakan sholat Jum'at karna ini adalah darurat.

Ketika Jember berubah menjadi status KLB,maka semua kegiatan sholat berjama'ah, kerumunan itu dihentikan,demikian juga sholat Jum'at diharapkan untuk bisa diselenggarakan dan diganti dengan sholat dzuhur 4 rakaat.

Mudah-mudahan Jember segera terbebas dari wabah ini sehingga segala kegiatan keagamaan,segala kegiatan kemasyarakatan kembali normal Aamiin. (Lilik)

Desa Kelenang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Merebaknya Covid-19 ( Corona )
 Pemerintah Desa Kelenang Kidul  Kecamatan Banyuanyar Kab. Pribolinggo beserta perangkat , Bidan serta dihadiri Dani Andrianto selaku anggota  F-PDIP   yang ikut dalam kegiatan penyemprotan Disinfektan, Jumat (27/3/2020). 

Menurut Sariyanto selaku Kepala Desa Kelenang Kidul adanya wabah Covid -19, pihaknya sebagai kepala pemerintahan desa  lebih tanggap untuk melakukan pencegahan tersebut. "Sehingga kami beserta jajaran turun langsung ke 5 Dusun 17 Rt yang ada di Desa Kelenang Kidul untuk melakukan penyemprotan Disinfekta," paparnya. 

  Penyemrotan tidak hanya fokus pada 5 dusun dan 17 Rt saja melainkan di beberapa Mosolla, Masjid dan SD juga MI yang ada di desa. 
Dalam kegiatan tersebut di dukung pula oleh anggota DPRD Pribolinggo dari F-PDIP saudara Dani Andrianto yang juga menanggapi positif .
dirinya mengharap masyarakat tidak untuk keluar rumah kalau tidak begitu penting dalam tujuanya dan menghimbau agar menjaga kebersihan terutama mencuci tangan setiap mulai atau sesudah beraktifitas dengan tujuan mencegah adanya Covid-19 masuk pada  kita sendiri juga keluarga.
 dengan adanya penyemprotan Disinfektan warga masyarakat kelenang Kidul menyambut dengan gembira serta semangat bersenergi dengan petugas puskesmas  juga perangkat desa .

harapan kami dengan di semprotnya Disinfektan virus Corona tidak ada di kampung kami dan kami bisa beraktifitas seperti semula tidak kuwatir lagi tuturnya salah satu warga saat di tanya .(M.H) 

Kapolres Lumajang Gencar Lakukan Sosialisasi Bahayanya Virus Corona di Masyarakat

Lumajang, Kabarelumajang.com 
---- Polres Lumajang terus gencar memberikan sosialisasi maupun himbauan kepada masyarakat terakit dengan penyebaran virus corona (covid -19) Seperti yang terlihat sore ini, Kamis (26/03) sekira pukul 16.00 wib. 

Disepanjang toko di kawasan  JL.PB Sudirman, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar S.I.K M.Si didampingi para pejabat utama Polres Lumajang terus menerus memberikan penjelasan serta imbauan kepada pemilik toko maupun masyarakat yang sedang berbelanja akan bahaya nya virus tersebut.

Tak hanya itu, Kapolres dibantu dengan anggotanya juga membagikan selebaran dan sebagian ditempel di tempat yang mudah dibaca oleh semua warga, hal tersebut merupakan upaya dari polres agar petugas maupun masyarakat selamat dari virus mematikan tersebut. 

Pjs Kasubbaghumas IPDA Catur Budi Baskara menyampaikan bahwa warga tidak perlu panik menyikapi penularan dan penyebaran virus corona. 

"Biasakan pola hidup sehat dengan selalu rajin mencuci tangan sebelum maupun sesudah melaksanakan aktivitas, sebisa mungkin hindari kerumunan warga dan menunda aktivitas yang mengundang banyak orang, setidaknya hal tersebut dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran dan penularan virus corona di masyarakat,"  ujarnya. 

Imbauan Polres Lumajang kepada pembeli
1.Pembeli wajib memakai masker, penutup mulut atau hidung
2.Dibungkus/Take away
3.Menjaga jarak 1Meter saat antri pesan bayar 

Imbauan kepada penjual yaitu
1.Wajib memakai masker dan menolak pembeli yang tidak memakai masker atau penutup mulut atau hidung
2.Pesanan harus dibungkus 
3.Memberi jarak antrian 1 meter
Apabila tidak mematuhi akan dikenakan sanksi. (Atman) 

Jember Darurat Covid-19

Jember, Kabarejember.com 
----- Menanggapi perkembangan  Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember, Bupati Faida menyatakan bahwa Kabupaten Jember Darurat Covid- 19.  

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, pada 26/03/2020 dalam rapat yang dihadiri Forkopimda dan tokoh agama.

Bahkan, dalam upaya mencegah berjangkitnya Virus Corona tersebut, SOP yang ketat diberlakukan oleh Bupati kepada seluruh undangan yang hadir, tak terkecuali para awak media.

Yaitu, mulai dari cuci tangan, pemeriksaan suhu badan, pemberian masker, penggunaan hand sanitizer hingga jarak tempat duduk antara satu dengan yang lain diberlakukan oleh Bupati.

"Kita yakin antara satu dengan yang lain sehat, tapi keyakinan itu tidak berdasar sampai terbukti bahwa kita benar-benar sehat," jelas Bupati saat memimpin rapat.

Selain itu, ada satu poin yang saya dan wakil bupati memerlukan bantuan bapak/ibu sekalian, prosedur - prosedur penanganan Covid ini telah kita sosialisasikan diberbagai lini, bagaimana perhotelan, tempat wisata, pertokoan, pengajian, dan di pasar.

Situasi kita saat ini adalah darurat Covid, untuk mengumumkan, apakah ada yang positif atau tidak itu adalah kewenangan pusat, ketika pusat mengumumkan, di Jember ada satu yang positif, maka status darurat Covid akan berubah menjadi kejadian luar biasa (KLB).

""Saya mengajak bapak/ibu untuk menjaga keseimbangan masyarakat tetap tentram, dengan pembatasan kegiatan, kehidupan masyarakat terselamatkan maka kita akan bergotong royong bagaimana masyarakat jangan sampai ada yang kelaparan bagi yang penghasilan harian," ungkapnya.

Yang ke 2 (Dua) bagaimana kegiatan peribadatan sesuai dengan tahapan-tahapan,tidak lebih tidak kurang. Poin yang paling krusial kita akan lakukan,besok itu adalah hari Jum'at, malam Jum'at biasa banyak pengajian hari Jum'at kita semua melaksanakan ibadah Sholat Jum'at, belum lagi kegiatan Jum'at bersih-bersih dan shodakoh.

"Oleh karenanya, saya Pak Dandim, dan Pak Kapolres memohon bagaimana Pak Kyai Muqit selaku Wakil Bupati bersama Forum ini merumuskan bagaimana masyarakat itu tidak tercerai berai, berada dalam satu panduan yang tidak lebih tidak kurang," tuturnya.

Kurang lebihnya begini, kalau kita tidak menertibkan masyarakat saya kawatir keadaan darurat ini akan berkepanjangan berbulan-bulan dan ekonomi kita akan lumpuh.

"Saya melihat trendnya, jumlah ODR, ODP dan PDP meningkat sangat tajam di hari-hari ini, kami ini sebagai orang yang ngerti, bukan karena sebagai bupati, punya rasa khawatir, karena saya tahu hal ini tidak dapat kita biarkan," terangnya.

"Kita akan selamat bersama-sama, masa ini akan menjadi pendek kalau kita tidak terlambat menertibkan masyarakat,dan kita memerlukan tokoh-tokoh agama dalam proses tersebut,inilah tujuan kita bertemu hari ini," ungkap Bupati.

Pemerintah telah menyiapkan tempat karantina,dan itu sudah di standartkan, di negara-negara yang maju dan orangnya bisa menertibkan dirinya sendiri maka karantina dua Minggu dengan pendisiplinan itu relatif efektif dan berhasil.

Di tempat kita, kita tugasi karantina selama dua Minggu, eh malah rewang di rumah tetangga, akhirnya  satu Kampung dikarantina.  

 "Kalau dalam dua Minggu itu kita tidak berhasil, maka akan banyak lagi orang yang akan dikarantina dan lebih banyak lagi orang yang akan beresiko positif," keluhnya.

Pada kondisi hari ini, TNI-Polri sudah mengambil komando yang luar biasa, dan satu dua hari ini bergerak sangat efektif, kerumunan masa, berupa kawinan, sunatan, dan selametan relatif tidak ada, kalau ada masyarakat langsung menghubungi TNI-Polri.

Namun demikian, ada yang masih harus dijaga, pasar masih harus jalan, restoran bisa pesan online, itu bisa kita atur dengan jalur-jalur yang lain, tapi urusan keagamaan itu urusan yang serius, perlu ahlinya yang bicara.

"Pada kondisi darurat saat ini, saya merasa sholat Jum'at itu, kalau kita bisa mengatur dan menertibkan, masih memungkinkan untuk dijalankan, namun apabila kita tidak menertibkan, maka kita telah menyiapkan celaka bersama-sama," terangnya.

"Mumpung kondisi kita ini tidak dalam status KLB, maka saya mohon kepada tokoh agama yang hadir, bagaimana masyarakat beribadah dengan tenang. Disiplin itu bukan pilihan, tapi disiplin dan kondisi gawat darurat ini adalah mutlak, bukan sesuatu yang boleh ditawar," ujarnya.

Untuk itu, kita akan membuat dua kreteria, medis dalam kendali Dinas Kesehatan, kriteria peribadatan dalam kendali MUI, yang dalam arti, standart cuci tangan dan prosedurnya akan dikendalikan Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan.

Sementara kreteria peribadatan yang aman ini ada hal-hal yang menurut masyarakat ini bertentangan dengan syariat, diantaranya ada kalanya nanti tidak boleh sholat Jum'at, pada saat ini sholat Jum'at dengan pengaturan, saya perlu ada kebijakan bersama, fatwa bersama mengambil turunan dari pusat, tapi dikeluarkan MUI Jember dan kita dukung sama-sama.

Penyampaian bupati yang panjang lebar tersebut mendapat tanggapan dan perhatian yang serius dari tokoh agama yang hadir, bagaimana Ketua MUI, Ketua PCNU Jember, Ketua  Muhammadiyah, Kepala Kemenag Jember dan Ketua FKUB Kabupaten Jember memberi tanggapan yang positiv atas langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Jember sekaligus kompak mendukung.(Lilik)

3 Pilar Kabupaten Lumajang Semprot Desinfektan Gedung Perkantoran dan Sekolah


Lumajang, Kabarelumajang.com 
---- Polres Lumajang - 3 Pilar Kabupaten Lumajang( Bupati, Dandim dan Kapolres) melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum  perkantoran serta sekolah di wilayah Kecamatan Lumajang, Kamis pagi (26/03) 

Dandim 0821 Lumajang Letkol.H.Ahmad Fauzi SE menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan ekgiatan untuk pencegahan terhadap penyebaran virus corona, upaya penyemprotan dilaksanakan serentak dari komando atas selama 3 hari dimulai hari ini sampai dengan sabtu 28 Maret 2020

" Mari kita laksanakan kegiatan penyemprotan ini dengan rasa tulus dan ikhlas semoga kegiatan kita hari ini dapat dinilai sebagai ladang amal ibadah oleh Allah swt " ujar Dandim

Kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang dibantu oleh seluruh stake holder yang ada, diantaranya Pemkab Lumajang, Kodim 0821, Polres Lumajang,DPRD, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dinkes, BPBD, BNN, Satpol PP, Babinsa serta Bhabinkamtibmas 

Ps Kasubbaghumas Polres Lumajang IPDA Catur Budi menambahkan bahwa beberapa tempat yang disemprot disinfektan yaitu Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Lumajang, SDN Ditotrunan 1, Kantor Inspektorat dan Kesbangpol, TK Kartika, serta Pendopo Lumajang 

Penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas umum ini sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah kota Lumajang. Meskipun sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, masyarakat diminta tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan setiap saat mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, harap. (Atman)