Lumajang , Merdekanews.id Pasca terjadinya banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, tanggul penahan banjir di aliran Sungai Glidik mengalami kerusakan cukup parah. Tanggul Buto Terong yang berada di Dusun Pasirejo RT 02 RW 07, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, dilaporkan terkikis akibat tingginya debit air.
Kerusakan tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah hulu sungai pada 1 hingga 2 April 2026.
Kondisi ini menyebabkan aliran air membawa material lahar dingin dari Gunung Semeru ke daerah aliran sungai (DAS) Glidik hingga menggerus tanggul sepanjang kurang lebih 40 meter dengan tinggi sekitar 8 meter.
Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, mengatakan bahwa pihaknya bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi di lapangan.
“Dari hasil pengecekan, tanggul Buto Terong yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan luapan air sungai kini sudah terkikis dan kondisinya rata dengan jalan di pemukiman warga. Ini tentu sangat berisiko apabila terjadi peningkatan debit air kembali,” ujarnya.
Selama ini, tanggul tersebut menjadi pelindung utama bagi permukiman warga yang berada di belakangnya dari ancaman luapan Sungai Glidik.
Namun dengan kondisi tanggul yang telah jebol, potensi air masuk ke kawasan permukiman menjadi semakin besar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah lereng Gunung Semeru.
Selain itu, kerusakan tanggul juga berpotensi memicu longsoran tanah di sekitar lokasi. Jika hal tersebut terjadi, dikhawatirkan kerusakan tanggul akan semakin meluas dan memperparah kondisi di sepanjang bantaran sungai.
“Apabila curah hujan kembali tinggi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar DAS Glidik. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap perkembangan situasi,” tambah Iptu Sukirno.
Pihak kepolisian juga mengingatkan warga agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan lebih tinggi apabila terjadi luapan air sungai.
“Kami minta warga untuk terus memantau kondisi debit air sungai. Jika terjadi peningkatan signifikan atau tanda-tanda banjir, segera evakuasi diri ke tempat yang aman. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Saat ini, aparat bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan, sekaligus berkoordinasi untuk langkah penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan tanggul tersebut.

0 Comments