31/05/2020

TPP Guru Non PNS Kapan Cairnya ?


Jember,Kaberejember.com
-- Tunjangan Profesi Pendidik ( TPP )  guru PNS sudah sudah 90 persen cair,  sedangkan tunjangan yang sama untuk Non PNS kapan ya cairnya?
Sabar..sabar..Sabar Ya...

Sampai Minggu 31 Mei 2020 tunjangan sertifikasi guru triwulan pertama ( Januari - Pebruari- Maret ) untuk guru Non PNS  di Kabupaten Jember masih belum dicairkan,  sedangkan tunjangan sertifikasi guru PNS sekira 90 % sudah dicairkan .

Persiapan pembayaran tunjangan profesi guru dilakukan Disdik pasca Terbitnya Surat keputusan Penerima Tunjangan Profesi Pendidik ( SKTP ) oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI pada awal bulan Mei 2020.
" Sekarang sudah tanggal  31 Mei 2020, jauh sekali selisihnya dengan cairnya tunjangan guru PNS, biasanya selama ini tunjangan Non PNS selisih 3 sampai 4 hari dengan PNS sehingga bisa dimanfaatkan untik kebutuhan keluarga dan hari raya idul fitri.semoga pak Mendikbud, Nadiem Anwar Makrim mendengar akan keluh kesah kami," tandas salah seorang guru Non PNS yang enggan ditulis namanya.

Seharusnya, tidak dibeda-bedakan yang namanya tunjangan sertifikasi mau PNS atau Mo PNS sama saja punya anggaran dan satu kementrian Dikbud. Makanya kedepan sangat sangat diharapkan agar pak Nadiem memerintahkan  Jenderal GTK Guru Swasta untuk mencari tau penyebab lambatnya pencairan tunjangan profesi guru, karena guru di swasta ada yang sudah sertifikasi dan sudah inpassing yang setara dengan PNS/ASN.

Keluh kesah yang dialami Guru Non PNS khususnya Guru Tetap Yayasan ( GTY) yang menganggap sangat lambatnya pencairan  Tunjangan Serifikasi Pendidik bagi sekolah SMAS di Kabupaten Jember,
menurut Bupati Jember dr.Faida saat dikonfirmasi media ini melalui Whatsapnya menjelaskan, bahwa bahwa SMA itu kewenangan Provinsi, diminta kabupaten tidak diperbolehkan. " Besok hari Selasa tanggal 2 Mei 2020 kami panggil Kepala Cabang Dinasnnya, " ucap bupati Jember.

Segenap Guru Tetap Yayasan  ( GTY ) SMAS calon penerima Tunjangan Profesi Pendidik ( TPP ) di Kabupaten Jember pada mengharap agar pemerintah segera mencairkan tunjangan profesi." Sabar..sabar..sabar..
InsyaAllah dalam waktu dekat TPP akan cair 6 bulan, " ucap Kepala Sekolah SMA Argopuro Panti, Syaehul Al-Hamzah,ST,MM. kepada  wartawan media ini . ( A.Mulyono)

30/05/2020

TJL Beraksi, Jalan Berlubang Jadi Mulus, Sumbatan Drainase Lancar


Jember, kabarejember.com
---Tim Jalan Lubang  (TJL) yang dibentuk Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang bertugas merespon laporan warga itu mulai bergerak memperbaiki jalan, membersihkan sumbatan saluran air, hingga merapikan pohon tumbang.

"Tim siang ini menambal lubang di Jalan Mastrip, Jalan KH Shiddiq, dan di Jalan HOS Cokroaminoto," terang Gatot Triyono, Sabtu, 30 Mei 2020.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember ini mengatakan, penambalan jalan dikerjakan oleh tim 6 yang berada dalam TJL. Di Jalan KH Shiddiq, tim menambal 9 titik lubang.

Sedangkan di Jalan HOS Cokroaminoto, tim menambal dua lubang. “Tim berencana akan kembali melanjutkan penambalan pada Selasa, 02 Juni, pekan depan,” imbuh Gatot.

Tidak hanya menambal lubang jalan. Tim yang berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga  juga melakukan pembersihan saluran air.

Seperti dilakukan di Jalan Trunojoyo. Tampak tim 2 dan 3 mengeluarkan walet dari saluran air di bawah trotoar. Mereka juga membersihkan sampah yang menyumbat saluran di pinggir jalan.

Pembersihan itu berhasil mengangkut walet dan batu sebanyak satu mobil pikap. Juga satu pikap sampah yang banyak popok bayi dan plastik. Semua sampah kemudian dibuang di TPS Jalan Imam Bonjol.

“Saat pembersihan, tim menemukan adanya saluran yang ambrol sepanjang tiga meter,” terangnya.

Melihat sampah popok yang ditemukan tim, Gatot menilai masyarakat kurang tertib dalam membuang sampah.

Di tempat lain, ada tim 4 yang melakukan pemotongan pohon mati di ruas Jalan Kaliwining – Jubung. Tim kemudian melanjutkan pekerjaan memotong pohon tumbang yang berada di ruas Jalan Balung - Dam Karuk Kecamatan Balung. (Tim/red/hms)

Muspika Semboro Hadiri Simulasi Kampung Tangguh Semeru Covid 19 di Desa Pondok Dalem




Jember,kabarejember.com
--  Sekitar pukul 09.00 Wib, tepatnya di Dusun Krajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro melakukan Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 secara berlangsung yang di hadiri segenap Muspika bersama Polri - Tni, Dinkes dan Kades, Staf Desa Pondok Dalem.

Dengan terselenggaranya Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 dengan segala bentuk memberikan penanganan covid 19 dengan cara-cara langkah yang benar sesuai prosedur (Sop), yang telah di tentukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat kususnya Kabupaten Jember sendiri.

Dan selama kegiatan Simulasià Kampung Tangguh semeru covid 19, Muspika Semboro Djoko Prijono S. Sos, sangat berterima kasih kepada warga masyarakat Dusun Karajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem, yang mana dalam hal ini sangatlah beruntung sekali sudah terbentuknya Kampung Tangguh semeru artinya, masyarakat sangat peduli dengan adanya program pemerintah kususnya di Kabupaten Jember.

Dan oleh sebab itu kami sangat menggapresiasi sekali dengan baik dalam bertujuan memutus mata rantai virus covid 19 ini, dan harapan kami dengan adanya Kampung Tangguh semeru covid 19 di Dusun Krajan Desa Pondok Dalem ini terus di jalankan, dan jangan sampai bertahan beberapa hari saja, dan tetaplah terus berjalan sampai wabah virus covid 19 ini benar-benar habis dan bersih kususnya di Kabupaten Jember.

Dan Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 dilanjutkan menuju pemakaman umum secara bersamaan Muspika Semboro yang di dampingi oleh Kapolsek Iptu Fachur Rahman S.H, Danpos 0824/31Peltu Koko Sutaryo, Kades Sumaryono, serta linmas, dan sekaligus selaku Ketua Endang Srihartatik untuk ikut serta menyaksikan pemakaman orang yang meninggal terjangkit covid 19 tsb, dengan cara pemakaman yang betul-betul steril dan benar.

Dengan adanya Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19 ini, bertempat di Dusun Krajan RT. 01 RW. 08 Desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro, wartawan New Jember mengkomfermasi Kapolsek Semboro Iptu. Fachur Rahman S.H, untuk menjelaskan sejak terselenggara seluruh rangkaian dimulainya acara Simulasi Kampung Tangguh semeru covid 19.

"Jadi yang memterbelakangi pembuatan Kampung Tangguh semeru ini adalah, dengan adanya peningkatan ekskalase dari pada penyebaran virus corona yang ada di indonesia, maka kita buat Kampung Tangguh untuk mempelajari atau membimbing masyarakat untuk membentuk masyarakat yang mandiri," terangnya.

Dengan adanya penyebaran virus corona di tingkat RT, yang paling kecil, dan kalau mereka sudah tangguh menangani ini akibat dari pada, mungkin besok terjadi lockdown, dan kampung mereka mampu penyiapan sandang pangan dengan cara menghadapi yang mungkin ada yang terkena covid 19, dan apabila penuh.

Dan jadi latar belakang Kampung Tangguh adanya semeru ini adalah, dengan latar belakang dan
akibatnya bencana covid 19 yang kontisional meninggi, sehingga semua orang di daerah atau negara atau secara mandiri untuk melawan corona semua akan bencana yang sama semua terdampak covid 19 ini.

Maka asunsi adalah kelangkaan daya dukung dasar dari luar sistim sehingga kelompok kecil masyarakat mempunyai kemampuan, ada fase yang tinggi atau ada kemampuan tinggi untuk bertahan saat lockdown maupun di saat PSBB, maka kami bentuk Simulasi PSBB di tingkat kampung, dan sangatlah penting sekali untuk melengkapi satgas-satgas yang telah di buat pada level di atasnya.

Dan seperti satgas-satgas yang di buat oleh desa, maupun kelurahan sehingga nasional, jadi sebagai pendukung paling bawah di tingkat RT, maka masyarakat dengan mandiri membuat kampung tangguh di daerah masing-masing, dan mampu sandang pangan pada saat terjadi lockdown, baik dari tingkat desa mereka teroganisasi semua, ada ketuanya bagian divisi pangan, bagian divisi listrik dan air ini sangat penting sekali.

Maka semua dari dampak, dan ini adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dalam mampu memperangi adanya covid 19 ini. Dan sementara waktu ada 3 Kampung Tangguh yang melakukan di wilayah desa Sidomekar, Pondok Dalem dan Semboro sendiri, kami akan berkembang terus, dan kalau perlu semua desa ada Kampung Tangguh, Kampung Tangguh, Kampung Tangguh.., jadi kita betul-betul mandiri dalam mengahadapi musibah atau dari pada corona ini sendiri.

Dan kami sudah kita lihat Simulasi Kampung Tangguh semeru mulai dari pemandian jenasah covid 19 itu tujuannya untuk di sosialisasikan pada masyarakat, bahwa nanti apa bila medis nanti tidak mampu begitu banyaknya, maka masyarakat bisa melakukan  penanganan jenasah covid 19 sesuai prosesur (Sop), protokol kesehatan  yang ada.

"Jadi kami memang dari pihak Kepolisian memberikan sosialisasi
gunanya masyarakat biar tau, bahwa jenasah ini yang meninggal terjangkit covid, begitu steril betul sehingga masyarkat tau saat pemakaman tidak ada lagi penolakan pada saat penguburan. Dan kita saat tadi melihat simulasi lagi tentang karangtina isolasi oleh Kampung Tangguh semeru cukup bagus tentang penyekatan warga yang sedang mudik kedesanya yang harus dikarantina, dicek dulu suhu badannya itu sudah bagus tindakan dari Kampung Tangguh," bebernya.

Kampung Tangguh ini bukan di bentuk dari kepolisian, Kampung Tangguh ini dibentuk oleh masyarakat sendiri. Kita sangat berterima kasih kepada warga Pondok Dalem Krajan kususnya RT.01 RW. 08 yang begitu antusiasnya membentuk Kampung Tangguh semeru di wilayahnya sendiri, pihak kepolisian hanya mendukung dan memberikan arahan-arahan bagaimana terbaik di daerahnya menjadi lockdown sendiri.

"Harapan kami Kampung Tangguh Semeru covid -19 di Desa Pondok Dalem menjadi contoh-contoh bagi RT, RT yang lainya, untuk segera membentuk Kampung Tangguh di wilayah masing-masing, jadi ada Kampung Tangguh ini bila terjadi lockdown. Maka mereka sudah tangguh atau sanggup mengatasi  segala kekurangan
dan permasalahan pada saat terjadi lockdown akibat dari pada covid 19 ini," pungkas  Iptu Fathur, Kapolsek Semboro. (Indra)

Ratusan Relawan, Pengurus dan Pegawai PMI Kabupaten Jember Jalani Rapid Test


Jember, kabarejember.com
 – Puluhan pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember menjalani rapid test di Unit Donor Darah (UDD) Jl Srikoyo Jember. Rapid test terhadap puluhan pengurus, relawan PMI lain dilanjutkan Sabtu hingga Senin mendatang. Rapid test dilakukan untuk mendeteksi sejak dini pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember terhadap Covid-19.
Jika hasilnya positif maka akan dikoordinasi dengan Gugus Tugas Pencegahan untuk dilakukan tindakan sesuai protokol pencegahan Covid-19.

“Hampir semua  pengurus, pegawai dan relawan PMI memang kami minta menjalani rapid test,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Menurut Zaenal, hingga hari ini pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember sejatinya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. “Saat mau menjalani rapid test, dilakukan pengukuran suhu dan diminta mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Kami lihat secara fisik kesehatan pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember dalam kondisi baik. Saat diukur suhunya juga normal semua,” sambungnya.

Namun, PMI ingin bahwa kesehatan pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember terjaga. Khususnya para pegawai yang banyak melayani masyarakat, termasuk 12 relawan pengangukut jenazah Covid-19. “Relawan pengantar jenazah terkait Covid-19 tentu dapat perhatian lebih, juga para petugas PMI yang aktif melakukan donor darah karena mereka bersiggungan dengan banyak orang saat donor darah,” ujarnya.

Satu persatu diambil darahnya oleh petugas PMI. Selanjutnya darah diberi reagen untuk mengetahui apakah masing-masing reaktif atau tidak, dan hasilnya belum diketahui. Dijadwalkan hasil rapid test puluhan pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember akan disampaikan hari ini.

Zaenal menjelaskan, bahwa PMI kabupaten Jember sangat proaktif terhadap upaya pencegahan Covid-19. Tim relawan PMI terus aktif melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, membagikan, sekaligus sosialisasi penggunaan masker kepada masyarakat.
Memberikan antiseptik di tempat-tempat umum seperti masjid, gereja, terminal, pasar dan tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi orang. “Kita terus berupaya keras untuk aktif melakukan pencegahan Covid-19. Yang terbaru melakukan rapid test terhadap pengurus, relawan dan pegawai PMI Kabupaten Jember,” ujarnya. (her/gee)

Pemkab Jember Telah Rehab 320 Ruang di SD


Jember,kabarejember.com
--Pemerintah Kabupaten Jember akan membangun sebanyak 320 ruang di 294 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar di Kabupaten Jember.

Rehab itu akan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp. 34.971.121.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dr. Edy Budi Susilo, M.Si., menjelaskan, bangunan ruang yang akan direhab itu telah masuk dalam data pokok pendidikan atau Dapodik Kabupaten Jember.

“Data itu ada di Dapodik yang dilaporkan pada tahun 2019, dan direncanakan eksekusinya pada tahun 2020 ini,” ungkap Edy melalui sambungan telepon.

Jika tidak ada halangan yang berarti, eksekusi anggaran DAK itu dilakukan pada bulan depan.

Rehab bangunan ruang melalui DAK itu, kata Edy, diharapkan bisa mengurangi jumlah ruang yang rusak berat maupun sedang. Serta bisa mengganti bangunan yang usianya sudah lama.

Salah satu lembaga yang mendapatkan program rehabilitasi bangunan ruang adalah SDN Klompangan 02 Ajung, yang oleh warga dilaporkan salah satu ruangnya telah roboh.

Sekolahan dengan bangunan lama ini melaporkan melalui Dapodik adanya satu ruang yang rusak berat dan sebelas ruang mengalami rusak sedang.

Data di Dapodik, kata Edy, akan dikroscek dengan kondisi di lapangan. Sebab, di DAK menyebutkan SDN Klompangan 02 Ajung ini mendapatkan kuota tiga ruang yang akan direhab berat.

Sementara laporan warga menyebut bangunan yang roboh adalah satu ruang guru, yang tidak dilaporkan mengalami rusak berat.

Karena itu, Edy memastikan akan merobohkan satu bangunan yang dilaporkan dalam Dapodik rusak berat apabila membahayakan. “Agar saat kegiatan berlajar mengajar ke depan, anak-anak sudah aman,” ungkapnya.


Terkait peristiwa bangunan ruang guru yang roboh, Edy menyayangkan tidak segera mendapatkan laporan dari kepala sekolah.

Bukan hanya pihaknya yang berada di pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan yang tidak mendapatkan laporan.

Pengawas SD di sekolah itu juga tidak segera mendapat laporan peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2020, pukul 08.30 itu.

“Kepala sekolah memang tidak melaporkan ke pengawas, camat, maupun ke Diknas,” jlentrehnya. Edy mengaku baru mendapatkan laporan dari warga pada Kamis, 28 Mei 2020, sekira pukul 19.00.

Begitu mendapatkan laporan, segera ia menghubungi pengawas sekolah untuk mengecek laporan itu. “Ini murni kepala sekolah yang tidak melapor,” tandasnya.

Karena itu, kepala sekolah bersangkutan akan dimintai keterangan. Pemanggilan itu juga terkait dengan rencana rehab tiga ruang melalui DAK.

“Kita bisa mendesain ulang rencana rehab. Kami upayakan bagaimana juga bisa untuk membangun bangunan ruang yang roboh itu. Apalagi anggaran DAK sangat memungkinkan untuk itu,” pungkasnya. (tim/red/hms)

29/05/2020

Rutin Bayar Iuran, Sampah Berserakan Dibiarkan


Jember, kabarejember.com
 - Tumpukan sampah yang tidak enak dipandang mata tampak menggunung di depan  beberapa rumah sepanjang jalan desa Puger Kulon Kecamatan Puger, Jumat (29/05). Penumpukan sampah yang mulai menimbulkan bau tidak sedap ini disebabkan sudah beberapa hari petugas kebersihan tidak mengangkutnya.

Pantauan kabarejember.com dilapangan, di depan rumah beberapa warga, sampah mulai menumpuk. Sampah sebagian besar adalah sampah organik bekas sisa rumah tangga. Bahkan di pojok jalan menuju pasar Puger Kulon sampah yang terbungkus tas plastik menggunung. Beberapa tempat di sekitar alun-alun Puger, tumpukan sampah yang terbungkus plastik juga masih dibiarkan berserakan.

Beberapa warga yang berhasil ditemui kabarejember.com mengatakan bahwa sampah yang berada didepan rumah mereka adalah sampah berbayar, yang artinya sampah ini diangkut oleh petugas kebersihan dengan membayar Rp.20.000,- perbulan.

Menurut seorang warga, Asih mengatakan kalau sampah sudah beberapa tidak diangkut petugas kebersihan dari dinas kebersihan Jember. Hal ini mungkin karena saat ini masih dalam suasana lebaran, jadi petugas menjadi teledor. "Kami sangat kecewa dengan kinerja petugas kebersihan, padahal kita sudah membayar setiap bulan. Kalau masyarakat telat bayar pasti diomeli, tapi nyatanya kerja petugas kebersihan teledor, tidak sebaik saat mereka menagih bulanan"ujarnya. (heri)

28/05/2020

Muspika Puger Bertindak Cepat Mengirim Pemudik ke JSG


Jember, Kabarejember.com
 - Tindakan cepat dan tepat dilakukan oleh Muspika Puger dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 setelah melihat kondisi kesehatan seorang pemudik dari Bali.

Dengan berdasar pertimbangan  tim medis satgas covid-19 Kabupaten Jember, muspika Puger mengirim seorang janda bernama Aryati (52), warga Dusun Pakem Rt.03 Rw.09 Desa Wringintelu, ke Jember Sport Garden( JSG) Jember, Rabu (27/05).

Sekitar pukul 10.00 muspika Puger didampingi kepala desa Wringintelu, bhabinkamtibmas, babinsa, tim medis PKM Puger dengan  APD lengkap dan bidan desa, mengunjungi dan memantau kondisi kesehatan Aryati di rumahnya. Sesampai di lokasi petugas medis segera melakukan pengecekan suhu tubuh, dan hasilnya 36°C.

Kepada tim medis Aryati mengaku sedang sakit types sejak dari Bali, dan saat ini dia sakit batuk, pilek, susah makan dan badannya semakin lemas.

Kemudian Aryati yang didampingi sepupunya, Rina menunjukkan surat hasil pemeriksaan rapid test dari sebuah klinik di Bali tertanggal Jumat, 22-05-2020 dengan hasil test non reaktif covid-19.

Dari informasi yang dihimpun kabarejember.com di lokasi, Aryati bersama anaknya yang masih  SD, sampai di Wringitelu pada hari Sabtu (23/05) sekitar jam 08.00 wib dengan diantar mobil ambulans IWJ korwil Bali.

Selanjutnya, Aryati memeriksakan kesehatan ke PKM Kasiyan dan dirujuk ke RS Balung. Sesampai di RS Balung dirinya diperiksa, diberi obat, dan dianjurkan berobat jalan.

Sekarang Aryati hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih sekolah kelas 6 SD. Kondisi rumahnya sangat memprihatikan, tanpa penerangan listrik yang sudah diputus PLN karena tidak bisa membayar selama kerja di Bali.

Ketika diwawancara kabarejember.com, Aryati menceritakan selama di Bali dirinya bekerja sebagai buruh harian lepas di perusahaan genting. Sejak dari Bali dirinya sudah sakit types, dan  sekarang masih belum sembuh. "Sekarang saya tidak dapat berobat karena tidak mempunyai biaya."katanya pelan.

Prihatin dan khawatir dengan kondisi kesehatan Aryati yang semakin memburuk, Muspika Puger segera melakukan koordinasi  dengan tim medis PKM Puger dan bidan desa. Selanjutnya, kepala Puskesmas Puger berkonsultasi dan konsultasi dengan tim medis satgas covid-19 Jember. Hasilnya Aryati dirujuk ke JSG untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bidan Desa Wringintelu, Urfiah Hanin ketika kepada kabarejember.com menyatakan, setelah tim medis melakukan koordinasi dan konsultasi dengan tim satgas covid-19 Kabupaten Jember, akhirnya atas perintah dari Kabupaten, pasien dirujuk ke JSG untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut."Untuk menentukan apakah nantinya pasien dirujuk ke RS dr.Soebandi atau tidaknya adalah wewenang tim medis satgas covid-19 Kabupaten Jember," katanya.

Sementara Camat Puger, Drs. Mohammad Winardi, S.H. M.Si mengatakan sangat prihatin dengan kondisi kesehatan dan ekonomi Aryati. "Muspika Puger  mengambil langkah ini sebagai upaya pencegahan covid-19 sedini mungkin. Setelah berkonsultasi dengan tim medis  satgas covid-19 Kabupaten Jember, dan atas dasar petunjuk satgas covid-19 kabupaten, maka pasien dirujuk ke JSG untuk dikarantina dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," katanya. (heri)

27/05/2020

Kapolres, Bupati, Dandim 0821 dan Danyon 527 Resmikan Kampung Tangguh Kabupaten Lumajang


Lumajang, Kabarejember.com      -- Forkopimda Plus Kabupaten Lumajang yang terdiri dari Bupati Lumajang, Dandim 0821, Kapolres dan Danyon 527  meresmikan kampung tangguh yang diwakili oleh Desa Banjarwaru Kecamatan/Kabupaten  Lumajang sebagai Pilot Project percontohan yang dilangsungkan di Balai Desa Banjarwaru, Rabu (27/06) sekira pukul 10.00 wib

Hadir pada kegiatan ini, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M. ML, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar S.I.K., M. Si. Dandim 0821 Letkol Inf. Ahmad Fauzi, SE, Danyon 527/BY Lumajang Letkol Inf. Totok Priyo Kismanto SE, Kasatpol PP Pemkab Lumajang Drs. Matali Bilogo, Para Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polres Lumajang, Jajaran Camat se Kab. Lumajang. Perwakilan Danramil Kodim 0821 Lumajang. Jajaran Kepala desa dan Kepala Kelurahan dari wilayah Kec. Lumajang. Kepala Desa Banjarwaru Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Perangkat desa, Bidan dan Perawat Desa Banjarwaru

Dalam sambutannya setelah melaksanakan peresmian kampung tangguh, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar S.I.K., M. Si menyampaikan Puji syukur diawal bulan syawal ini kita diberi kesempatan untuk hadir dalam peresmian pilot project Kampung Tangguh Covid 19, dengan harapan nantinya sleuruh desa se Kab. Lumajang juga melaksanakan kegiatan yang sama sebagai upaya melawan virus Corona.

Kegiatan ini merupakan inisiasi Forkopimda Pemprov Jatim yang bertujuan untuk mencegah pandemi Covid 19 yang sampai hari ini belum ada antivirusnya dengan harapan dengan adanya Kampung Tangguh, di wilayah Jawa Timur segera terbebas dari pandemi Virus Corona,  karena kondisi saat ini angka ODP,  PDP dan Confirm masih tinggi.

Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kapolres Lumajang, AKBP Adewira mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang hadir pada acara ini. " Pada kesempatan ini saya juga mau pamit, karena saya mendapat perintah untuk pindah tugas, di waktu yang singkat ini sudah menggoreskan tinta emas di hati saya," katanya.

Dalam kegiatan peresmian kampung tangguh ini juga dilaksanakan Penyerahan BLT-DD tahap ke 2 secara simbolis oleh Bupati Lumajang,  Kapolres Lumajang, kepada 5 warga Ds. Banjarwaru.

 Dilanjutkan pengecekan sarana dan prasarana Kampung Tangguh oleh jajaran Forkopimda dan terakhir menyaksikan Simulasi pemulasaraan jenazah Covid - 19 oleh relawan Covid 19 Desa Banjarwaru yang dilakukan oleh petugas kesehatan.
Reporter : Suatman

26/05/2020

Gus Fikri : Universitas Ramadhan Mencetak Sarjana Taqwa



Jember, kabarejember.com
--Bulan Ramadhan pada hakikatnya mendidik manusia yang bertaqwa, ibarat sebuah perguruan tinggi maka Universitas Ramadhan bertujuan mencetak sarjana taqwa. Oleh karena itu, sebagai alumnus Universitas Ramadhan, kita semua diharapkan tetap membawa spirit ibadah Ramadhan di bulan-bulan selanjutnya.

 Tidak hanya ibadah yang bersifat ritual semata, namun juga ibadah yang berdimensi sosial. Pesan ini disampaikan oleh KH. Mushoddiq Fikri kala tampil sebagai pembicara dalam kegiatan “Halal Bi Halal Keluarga Besar Universitas Jember 1441 Hijriah”.

“Banyak ajaran dan spirit Ramadhan yang harus kita lestarikan di bulan-bulan berikutnya. Puasa mengajarkan kepada kita untuk tidak hidup menumpuk harta, seperti orang yang seharian berpuasa namun begitu bedug magrib berkumandang maka seteguk air pun sudah cukup. Puasa juga mengajarkan kepada kita untuk berbagi kepada sesama, terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Solihin yang akrab dipanggil Gus Fikri ini.

 Kegiatan halal bi halal digelar di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember (26/5). Mengingat kondisi saat ini, kegiatan ini hanya dihadiri oleh audiens terbatas dan disiarkan secara daring sehingga bisa diikuti oleh seluruh anggota keluarga besar Universitas Jember, baik dari tiap unit kerja maupun yang mengikuti jalannya acara dari kediaman masing-masing.

Kyai yang juga alumnus Program Studi Administrasi Niaga FISIP Universitas Jember ini lantas menambahkan, hakikat halal bi halal adalah saling memaafkan dan menjalin silaturahmi.

“Taqwa itu dibangun atas dasar silaturahmi, sebab tidak ada orang yang bisa hidup tanpa bekerjasama dengan orang lain. Dan dalam bekerjasama dengan orang lain selalu ada potensi kesalahan yang hanya bisa diselesaikan dengan cara meminta maaf. Nah, halal bi halal ini adalah contoh kearifan lokal yang diciptakan oleh para ulama dan leluhur kita untuk terus menjalin tali silaturahmi,” ucap alumnus Universitas Jember angkatan tahun 1989 yang berharap almamaternya terus menghasilkan sarjana yang bertaqwa sekaligus mampu mengemban misi kemanusiaan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor mengajak keluarga besar Universitas Jember untuk selalu bersyukur di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mari dengan semangat Ramadhan kita hadapi era baru dengan cara beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. Jangan berputus asa sebab kita yakin dengan ikhtiar Ilahiah dan ikhtiar Insaniyah serta kerjasama, maka insyaallah kita bisa mengatasi Covid-19,” tutur Iwan Taruna
 di aula lantai 3 ini pada wakil rektor beserta pimpinan di lingkungan Kantor Pusat Universitas Jember. (Mia/iim/hms)

25/05/2020

Bupati Faida Salurkan Bantuan ke Difabel dan Lansia


Jember,kabarejember.com
---Upaya mengurangi beban terhadap warganya terusBterus dilakukan Jember, dr. Faida,MMR.  Yaitu pada Sabtu  23 Mei 2020, menyerahkan secara langsung bantuan kepada anak difabel dengan kondisi cacat berat dan lansia kondisi lumpuh.

Bantuan diserahkan ke keluarga yang merawat.

“Mereka memerlukan ekstra dukungan, karena keluarga sudah mandiri merawat,” kata bupati di sela-sela penyaluran bantuan.

Kepada wartawan, bupati menyebut bantuan itu berasal dari belanja tidak terduga atau BTT di APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2020.

Seperti diketahui, BTT untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 479,4 miliar. Anggaran ini digunakan dalam beberapa program. Salah satunya bantuan untuk lansia dan difabel ini.

“Hampir sekitar 200 keluarga yang merawat lansia dan anak-anak cacat berat. Hari ini kami antarkan ke rumah, sambil melihat kondisi dan mencocokkan apa yang mereka butuhkan,” ungkap bupati.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, diapers, dan uang tunai sejumlah total Rp. 2,4 juta untuk keperluan bulanan bagi masing-masing anak cacat berat dan lansia lumpuh.

Di samping itu, mereka mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan gratis. Keluarga mereka juga ikut terdukung oleh BPJS Kesehatan.

“Dari sebagian yang saya cek, sudah dapat alat bantu jalan, tongkat, kursi roda,” ujar bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah mendistribusikan bantuan serupa melalui kecamatan,  kelurahan, dan desa untuk 3 kelompok, yaitu keluarga lansia, difabel, dan duafa yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS. (Tim/red/hms)

Rumah Ditempeli Stiker Label Status Miskin, Tapi Tak Diberi Bansos


Jember,kabarejember.com
--Miris dan memprihatinkan fakta yang menimpa Duda usia 67 tahun bernama Suwasis, warga Dusun Krajan Tengah Rt.02 Rw.09 Desa Balung Kulon Kecamatan Balung ini. Kakek renta ini diduga menjadi korban penyalahgunaan penyaluran program BLT-DD  Desa Balung Kulon,Kecamatan Balung.

Suawasis mengaku kecewa berat karena rumah tempat tinggal hanya ditempeli stiker label bertuliskan 'Keluarga Miskin penerima BLT-DD tahun anggaran 2020, tapi tidak menerima uang sepeserpun.

Kekecewaan Suwasis dilampiaskan dengan mencopot stiker 'keluarga miskin' yang tertempel di daun jendela tempatnya tinggal, dan menempelkannya di sandaran kursi kayu rumahnya.

Ketika ditemui kabarejember.com pada Sabtu (23/05) dirumahnya, Suwasis mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Desa Balung Kulon yang hanya memberikan iming-iming mendapat bantuan BLT-DD, tapi pada tidak ada kenyataannya. "Saya malu dan kecewa mas. Kan aneh sudah di stiker dan foto kok dapat bantuan, ya saya copot saja," ujarnya seraya menunjukkan stiker yang tertempel di kursi.

Suwasis menceritakan kalau dirinya dahulu bekerja sebagai sopir, saat ini  menderita sroke sejak beberapa tahun yang lalu. Sekarang dirinya menumpang tinggal di rumah kakak perempuannya. Selama lima belas tahunan dirinya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Sekitar seminggu yang lalu beberapa perangkat desa dan BPD datang mencari dirinya. Kadatangan mereka untuk memasang stiker dan melakukan foto bersama dirinya sebagai penerima bantuan BLT-DD. "Tetapi sampai hari ini belum mendapat bantuan apapun juga padahal rumah sudah di tempeli stiker dan foto bersama."ujarnya.

Masih menurut Suwasis, pada hari Rabu (20/05) petugas berkeliling membagikan BLT-DD kepada masyarakat, tetapi dirinya tidak  menerima. Saat ditanyakan kepada petugas, Suwasis mendapat jawaban kalau dirinya tidak tercatat sebagai penerima. Kecewa dengan jawaban tersebut, Suwasis mengelupas/melepas stiker yang tertempel di daun jendela tempat tinggalnya, dan menempelkan stiker tersebut di sandaran kursi. "Saya kecewa dan malu kepada masyarakat, karena sudah ditempeli stiker miskin dan difoto bersama petugas, tapi tidak menerima BLT-DD. Harapan saya ada  mendapat bantuan karena saya tidak bisa bekerja karena stroke."katanya.

Kepala Desa Balung Kulon, Syamsul Hadi, sampai berita ini ditayangkan, belum berhasil dikonfirmasi, beberapa kali, bahkan kabarejember.com juga menghubungi hand phone selulernya tidak aktif. (heri)

24/05/2020

Bupati Faida Beri Bantuan Santri yang Tidak Pulang Kampung




Jember,kabarejember.com
--Sedikitnya, 962 santri yang berada di Kabupaten Jember memilih tidak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran tahun ini. Mereka mematuhi imbauan pemerintah agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Pilihan itu mendapat perhatian dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR. Bupati pilihan rakyat ini memberikan bantuan paket sembako dan uang.

“Kami antar bantuan untuk para santri pondok pesantren yang tidak mudik,” kata bupati kepada wartawan, Sabtu, 23 Mei 2020.

Semua santri yang mematuhi anjuran pemerintah itu mendapatkan bantuan. Baik anak-anak asal Jember maupun anak luar kota Jawa Timur yang tidak ber-KTP Jember.

Para santri itu mengikuti anjuran pemerintah agar memutus penyebaran Covid-19.

Bupati menyebut mereka diantaranya berasal dari Banjarnegara, Kebumen, Brebes.  Mereka ini turun temurun mondok di Jember.

Jumlah terbanyak yaitu berasal dari Kabupaten Kebumen dengan jumlah santri mencapai 139 orang.

Bupati pun berkesempatan melakukan panggilan video dengan Bupati Kebumen, KH. Yazid Mahfudz. Kedua pemimpin ini pun saling menitipkan warganya.

“Tadi juga video call dengan Bupati Kebumen dan menyampaikan bahwa anak-anak dari luar kota yang ada di Jember kondisinya baik-baik saja, dan sudah terdata di Pemkab Jember,” kata bupati.

Bupati juga menitipkan anak-anak Jember pada Bupati Kebumen. “Kita semua gotong royong bersama-sama agar Covid-19 ini cepat berakhir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen juga berkesempatan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember telah memberikan bantuan. “Terima kasih ibu. Saya juga punya saudara di pesantren Jember,” ujarnya.

Sementara itu, Rohim Junaidi menyatakan dirinya tidak pulang demi kepentingan bersama untuk memutus penularan.

“Memutus penularan yang dapat terjadi di perjalanan. Saya memilih kepentingan bersama, supaya tidak terjadi buntut penularan lagi,” kata santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Raden Rahmat, Talangsari, Kaliwates ini.

Pemuda asal Donggala, Palu, ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember Faida atas bantuan yang diberikan. Ia juga menitip salam untuk keluarganya di rumah.

“Terima kasih kepada Bupati Jember dan semua jajarannya, dan salam untuk keluarga saya. Maaf belum bisa mudik di rumah karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan Bupati Faida berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, dan gula 1 kg. Serta uang sebesar Rp. 100 ribu. (tim/red)

23/05/2020

2.873 Warga Rambipuji Terima Bantuan Pemkab Jember


Jember,kabarejember.com
--Warga Kecamatan Rambipuji mulai mendapatkan giliran penyaluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

“Sebanyak 2.873 paket sembako dan uang tunai sudah diterima oleh Camat Rambipuji Sukowinarno,” terang Gatot Triyono, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember, Jum’at, 22 Mei 2020.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jember itu untuk warga yang selama ini belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten.

Paket bantuan sembako dan uang tunai itu dikirim langsung dari Pendapa Wahyawibawagraha. Selanjutnya, tim yang terdiri dari staf kecamatan, perangkat desa, dan satgas bersama-sama mengawal pengiriman ke beberapa desa sesuai kuota.

Dari desa kemudian disalurkan ke warga sasaran. “Kami serahkan satu per satu, dari pintu ke pintu rumah keluarga penerima manfaat,” tambah Sukowinarno, S.H, S.Pd, M.Si.

"Kami berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan masyarakat di tengah pandemi Covid-19," harap pria yang menjabat sebagai Camat Rambipuji ini.

Sementara itu, Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, menambahkan, sebanyak 427 warganya mendapatkan bantuan tersebut.

Bantuan itu langsung disalurkan dengan didampingi muspika. “Tujuan pertama penyaluran adalah Dusun Gudang Karang,” terangnya.

Dalam penyaluran itu, menurut Dwi, pihaknya berkoordinasi dengan RW untuk pendampingan penyaluran.

"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Rambipuji, karena semua masyarakat pada saat ini sedang terdampak Covid-19,” katanya.

Sebagai pimpinan Pemerintah Desa Rambipuji, Dwi menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang telah memberikan bantuan kebencanaan tersebut. (tim/red)

Rapid Test di Mastrip Ditemukan 24 Orang Reaktif


Jember,kabarejember.com
 --Rapid Test massal digelar di Perumahan Mastrip, Sumbersari, Jumat (22/5/2020). Ini dilakukan menyusul ditemukan 1 orang positif yang berdomisili di lingkungan tersebut.

"Ini upaya tracing kontak kluster Gowa,” ujar Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Hasil dari Rapid Test itu diperoleh 24 orang reaktif dari 46 orang yang menjalani Rapid Test. "Tapi ini baru hasil rapid, belum bisa dikatakan yang bersangkutan positif COVID-19 lho ya," tegas Gatot yang juga juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit bagi yang hasil rapis tesnya reaktif. Dilakukan cek darah lengkap, foto thorax. Dan tidak lupa dilakukan swab untuk memastikan apakah positif COVID atau tidak. "Selanjutnya swab," kata Gatot.

Namun dari 24 orang yang hasilnya reaktif, ada 6 orang yang menolak dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan tidak semua mau dilakukan rapid test.  Untuk itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 meminta kepada masyarakat untuk kooperatif. "Tidak ada yang perlu ditakuti. Ini upaya menjaga kesehatan bersama," pesan Gatot.

Pemerintah bersama TNI dan Polri akan melakukan langkah persuasi kepada masyarakat. "Kami lakukan pendekatan persuasif agar semua yang kontak erat bersedia dites", ujar Gatot. Hari ini akan dilanjutkan pendataan kepada keluarga dari 24 orang yang dinyatakan reaktif. "Ini bagian dari upaya tracing," ucap Gatot. (tim/red)

20 Mei 2020, Ketua Ketua MGMPG Kabupaten Jember Menutup Kegiatan MGMP Semester Genap


Jember, kabarejember.com
-- Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) Geografi merupakan salah satu model peningkatan kompetensi pembelajaran para guru dan merupakan forum atau wadah kegiatan profesionalisme guru mata pelajaran.

Melalui MGMP Geografi diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana saling berkomunikasi , belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan knerja guru sebagai praktisi atau pelakuapelaku perubahan reorientasi pembelajaran kelas.
"MGMP  Geografi  kita redesain yang akhir-akhir ini banyak elemen yang menafsirkan kalau MGMP hanya pertemuan guyonan, makan, minum,
pulang,  Namun MGMP Geografi tidaklah demikian.

" MGMP Geografi yang selama ini bukan hanya makan dan minum terus pulang, tapi MGMP Geografi benar benar mendiskusikan berdasarkan apa yang jadi masalah dalam kegiatan pembelajaran," tutur Umi Fauziah yang didampingi sekretarisnya Abdullah Muizuddin H M.Pd saat dikonfirmasi media ini melalui telpon.

Saat media ini menanyakan ke Sekretaris MGMP Geografi, Abdullah Muizuddin Via Whashap, menuturkan kegiatan  MGMP Geografi  semester genap Bulan Januari dan Pebruari ini kegiatan MGMP Geografi seperti biasa yaitu musyawarah dengan tatap muka, namun pada bulan Maret sampai Mei karena masa pandemi Covid-19.

" Ya kami mengadakan kegiatan dengan model teleconperence saja, sehingga ada agenda seperti Study Lapangan yang sudah diangendakan sebelum pandemi Covid-19," ucap Abdullah Muizuddin Ketua MGMP Geografi Kabupaten Jember, Umi Fauziah, Spd setelah berkoordinasi dengan PJP Geografi Dora Indriana, Spd, MPd, pada hari Rabu 20 Mei 2020 saat menutup kegiatan MGMP semester genap.

Acara penutupan kegiatan MGMP Geografi dengan model Zoom Cloud Meeting yang diikuti 30 anggota guru Mapel Geografi dari sekokah Negeri dan Swasta.

Dalam acara penutupan kegiatan tersebut, Ketua MGMP Geografi Kabupaten Jember Umi Fauziah,Spd memaparkan, ada beberapa agenda MGMP selama semester genap seperti membahas hal pembuatan soal Hots.

 " Persiapan ujian dan lain lainnya sudah di musyawarahkan bersama anggota MGMP terkecuali agenda education lapangan tidak bisa direalisasikan karena terkendala oleh pandemi Covid-19," papar Umi Fauziah pada media ini.

Saat media ini konfirmasi ke Sekretaris MGMP Geografi, Abdullah Muiz H MPd Via Wa,  menuturkan, kegiatan MGMP Geografi  untuk semester genap , bulan Januari dan Pebruari 2020  diadakan seperti biasa yaitu musyawarah tatap muka, namun semenjak bulan April sampai Mei 2020 karena masa pandemi Covid-19.

Pihaknya dan anggota mengadakan kegiatan MGMP dengan model  teleconvence saja.

"Sehingga ada agenda seperti Study Lapangan tidak bisa dilakukan karena kendala Covid-19," pungkas Abdullah Muizuddin.
( A.Mulyono )

22/05/2020

Kabupaten Jember Punya Fasilitas Tes Covid-19


Jember,Kabarejember.com
---  Kabar baik
datang dari Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember. Kini, rumah sakit kebanggaan warga Jember ini sudah memiliki alat pemeriksaan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gatot Triyono, pada Jum’at, 22 Mei 2020, mengonfirmasi adanya alat pemeriksaan ini.

"Sebetulnya RSD. Soebandi sudah memiliki alat tes cepat molekuler atau TCM. Cuma, hanya membutuhkan alat konversi yakni cartridge. Alhamdulillah, mulai senin lalu sudah mendapat kiriman cartridge dari Kementerian Kesehatan Jakarta," ujarnya.

Untuk mengoperasionalkannya, petugas medis mendapatkan pelatihan secara daring oleh Kemenkes. “Sampai akhirnya bisa melakukan pemeriksaan Covid-19 ini," tuturnya bangga.

Gatot menjelaskan, alat ini berada di ruang Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSD Soebandi, yang telah memenuhi standar bio safety level 2.

Sejak siap dioperasikan, sudah ada ODP dan PDP yang melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini.

Bahkan RS Soebandi akhirnya ditunjuk sebagai laboratorium rujukan untuk wilayah eks Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Jadi, rumah sakit di enam kabupaten/kota itu bisa langsung merujuk pemeriksaan covid-19 di RS Soebandi Jember.

“Tidak perlu ke Jakarta, dan hasil final pemeriksaan sudah dapat diketahui dari pemeriksaan tersebut," terangnya.

Saat ini, Kemenkes menginstruksikan agar alat ini hanya untuk memeriksa orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)

Hal itu karena keterbatasan cartridge dari Kemenkes. “Sementara ini hanya untuk memeriksa ODP dan PDP saja, karena sudah cukup banyak,” jelasnya. Sedang jika hanya untuk penapisan atau screening, cukup menggunakan rapid test.

Pemeriksaan dengan alat ini, lanjutnya, sudah bisa mendapatkan hasil final. Hasilnya akan dikirimkan ke rumah sakit yang merujuk, dan bisa segera untuk melakukan penanganan kepada pasien.

Tahapan pemeriksaan menggunakan alat TCM hampir sama dengan test PCR atau polymerase chain reaction.

"Jadi diambil swabnya dua kali, di hari pertama dan kedua. Kemudian dimasukkan ke dalam viral tansport medium (VTM), dan VTM disimpan dalam ice box  dan bisa dikirimkan ke Soebandi untuk dilakukan pemeriksaan," jlentrehnya.

Gatot mengatakan, rumah sakit dr Soebandi senantiasa memberikan pelayanan yang paripurna. Karena itu, hasil diagnosis Covid-19 dari alat tes ini tidak terlalu lama dapat diketahui.

Selama ini, untuk mengetahui hasilnya cukup lama. Bisa tiga minggu kedepan. “Tetapi, saat ini bisa menetapkan diagnosis melalui pemeriksaan ini cukup dengan 60 menit," jelasnya.

Hasil pemeriksaan yang cepat keluar itu diharapkan bisa langsung untuk mempercepat penanganan kepada pasien.

"Penanganannya lebih cepat, sembuh lebih cepat, dan penularan serta penyebarannya segera berakhir," harapnya.

Meski memiliki alat pemeriksaan ini, Gatot mendorong masyarakat agar tetap mematuhi anjuran kesehatan, seperti social distancing, phsycal distancing, memakai masker, cuci tangan, menjaga kesehatan. “Karena virus ini sangat berbahaya," pungkasnya. (tim/red)

21/05/2020

Corona Tidak Menciutkan Nyali Seorang Penambang Batu Kapur



Jember, kabarejember.com
 - Akibat pandemi covid-19 yang tak jelas kapan berakhir, membuat perekonomian  masyarakat semakin sulit. Demikian juga yang dirasakan oleh Ali (50) warga kapuran desa Grenden kecamatan Puger, yang pekerjaan sehari-harinya sebagai penggali batu kapur.

Kepada kabarejember,com , M. Ali menuturkan kalo sebelum adanya virus Corona, penghasilan masyarakat yang pekerjaannya berhubungan dengan batu kapur dari gunung Sadeng di desa Grenden berjalan normal. Perdagangan dan pengiriman kapur/gamping ke daerah lain dengan menggunakan truk berjalan biasa saja. Tetapi sejak ada virus Corona, pengiriman menjadi tersendat, terutama pengiriman ke luar kota menjadi terhambat.

Ali menceritakan, dirinya sebagai buruh penambang kapur, bekerja manual dengan menggunakan peralatan berupa linggis dan amer (palu besar). Upah yang diterima sebesar Rp.300.000,- per-rit atau satu truk batu kapur yang berhasil digalinya. Pekerjaan ini dikerjakan bersama seorang temannya, dan biasanya untuk mendapatkan satu rit batu kapur membutuhkan waktu dua hari.  Upah yang diterima harus dibagi dua dengan rekannya, jadi masing-masing mendapat Rp.150.000,- untuk dua hari, jadi sehari upahnya Rp.75.000,- perhari," katanya.

Sekarang akibat adanya virus Corona, penghasilannya berkurang karena terkadang harus libur beberapa hari. Hal ini karena persediaan batu kapur di jobong (tempat pembakaran) masih menumpuk,  pemilik jobong tidak dapat mengirim pesanan kapur akibat tersendatnya jalur transportasi ke luar kota. "Sekarang penghasilan jadi tidak rutin mas, jadi istri saya harus pintar-pintar mengatur keuangan," ujarnya.

Ali menambahkan, meskipun ada virus Corona dan penghasilan berkurang, dirinya harus tetap sabar dan tetap bekerja demi menghidupi keluarga.

"Virus ini sudah menjadi kehendak Allah, yang penting kita tetap pasrah dan berhati-hati, istilahnya 'Tetep Eling lan Waspada'(jawa,red). Semoga virus Corona ini segera berakhir," ujarnya menutup pembicaraannya. (heri)

Untuk Tanggulangi Covid 19, PTPN X Sumbang 1 Ton Gula Ke Pemkab Jember



Jember,Kabarejember.com
 Di musim penanganan wabah covid 19 ini
Bantuan untuk penanganan Covid-19 datang dari berbagai arah, kali ini PTPN X yang membawahi Kebun Ajong Gayasan dan Kebun Kertosari memberikan bantuan kepada Gugus Tugas Penanangan Covid-19 di Kabupaten Jember.

Berupa  1 ton gula pasir diserahkan langsung oleh GM Kebun Ajong Gayasan, Dwi Aprilla Sandi dan diterima langsung oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR, di Pendopo Wahyawibawagraha kemarin (20/5/2020)

PTPN X yang membawahi dua kebun tersebut berharap , bisa membantu masyarakat terdampak Covid-19. “PTPN X memberikan bantuan penanganan Covid-19 dalam bentuk sembako berupa gula pasir” terang Dwi.

Penyaluran bantuan itu juga merupakan tugas yang diberikan Kementerian BUMN untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan Covid-19. Kebun Ajong Gayasan dan Kertosari ditunjuk sebagai koordinator BUMN di wilayah Jember.

“PTPN X menyerahkan bantuan gula pasir sebanyak 3 ton yang terbagi di tiga tempat, yaitu Gugus Tugas Pemerintah Kabupaten Jember, Polres Jember serta  Kodim 0824 Jember. Masing-masing menerima satu ton gula pasir. ungkapnya.

Lebih lanjut Dwi  menyatakan, BUMN berkomitmen berada digaris depan untuk turut terlibat dalam penanganan kepentingan masyarakat.

“Kami menjalankan apa yang sudah menjadi komitmen, bahwa BUMN untuk Indonesia. Artinya, apapun yang dihadapi masyarakat Indonesia, BUMN harus juga berada di garis depan,” tuturnya.

Di lain tempat, PTPN X juga berpartisipasi dalam bentuk pembukaan pusat informasi Covid-19 yang didukung oleh RS Jember Klinik.

“Pusat informasi Covid-19, selain memberikan informasi pada masyarakat bagaimana kita menangani covid-19 dan upaya pencegahannya, juga sebagai pusat logistik bantuan-bantuan dari BUMN seluruh Indonesia,” pungkasnya. ( Red / tim )Jh

Bupati ,Pemuka Agama Serta TNI Polri Himbau Masyarakat Jember Solat Idul Fitri Di Rumah.



Jember,Kabarejember.com
--Bupati Jember dr Hj, Faida , MMR  bersama MUI, NU, Muhammadiyah, Kemenag, TNI serta Polri mengeluarkan surat himbauan kepada warga Jember dalam rangka kegiatan hari raya Idul Fitri 1441 H, untuk tidak berkerumun serta menjalankan solat idul fitri berjamaah di rumah, Rabu 20 Mei 2020.


Berikut point-point dalam surat himbauan tersebut.


1. Bahwa sampai saat ini wabah covid-19 masih menjadi pandemi nasional yang penyebarannya belum bisa di prediksi dan belum diangkat oleh allah swt.

2. Khusus Kabupaten Jember positif covid-19 saat ini sebanyak 24 orang di 17 kecamatan 19 desa, dengan 2 orang meninggal dunia, jumlah PDP 134 orang di 89 desa/kelurahan dan masih ada 240 orang ODP yang masih dipantau 1540 orang ODR yang masih dipantau di seluruh desa/kelurahan dan kecamatan

3. Tidak melaksanakan takbir keliling.

4. Kegiatan takbir keliling dapat dilaksanakan di masjid/musholla menggunakan pengeras suara dengan jumlah paling banyak 5 orang dan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

5. Menghidupkan malam hari raya dengan perbanyak dzikir, takbir, tasbih dan sebagainya sebagai ikhtiar meningkatkan ibadah /mujahadah, memohon pertolongan kepada allah swt agar covid-19 segera diangkat dari muka bumi.

6. Sebaiknya sholat idul fitri dilaksanakan di rumah secara berjamaah bersama anggota keluarga yang diyakini status kesehatannya bebas covid-19 atau secara sendiri (Munfarid).

7. Sesuai kaidah fiqhiyah "Dar ul mafaasid muqoddamun 'alan jalbil masyaalih" maka sebaiknya tidak menyelenggarakan sholat idul fitri 1 Syawal 1441 di masjid/lapangan.

8. Tidak melaksanakan Open House, silaturrohmi halal bihalal hari raya idul fitri 1441 H atau kegiatan lain sejenis yang mengumpulkan banyak orang.

Surat himbauan tersebut, ditanda tangani Bupati Jember dr.Hj Faida MMR, Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kemenag Jember H. Muhammad, MUI Jember Prof. Halim Subhar, PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin, PCNU Kencong Zainil Ghulam, Muhammadiyah Jember Kusno, PD PMI Jember Hawari Hamim dan Kapolres Jember AKBP. Aris Supriyono. ( Red / tim )

Idul Fitri, PMI Siaga 24 Jam


Jember, kabarejember.com
 --- PMI Kabupaten Jember, terutama Unit Donor Darah PMI tetap memberikan pelayanan full selama Perayaan Idul Fitri 1441 H yang diperkirakan jatuh 23 dan 24 Mei 2020 nanti.
UDD PMI mengadakan Kabupaten Jember tetap siaga 24 jam selama libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H. PMI juga menyiagakan 2 unit Ambulans Jenazah Covid 19 dan 12 personil disiagakan.

Ketua PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki S.H.' M.H. menegaskan pelayanan PMI  tetap 24 jam seperti masa liburan sebelumnya. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama Liburan Idul Fitri PMI tetap siaga 24 jam," kata EA Zaenal Marzuki.

Namun ada yang sedikit berbeda dalam Siaga Lebaran PMI Kabupaten Jember kali ini. Selama Pandemi Covid19 tidak ada posko siaga Lebaran di sejumlah titik black spot seperti di Gumitir atau di Tanggul. Sebab selama pandemi virus korona, mudik dilarang pemerintah. Sehingga arus lalu lintas di jalan raya relatif tidak seramai pada masa Lebaran sebelumnya.
"Musim Lebaran tahun ini memang berbeda karena terjadi pandemi korona,' ujarnya. Akibatnya, kegiatan masyarakat dibatasi oleh pemerintah.
Pembatasan pergerakan masyarakat sempat berpengaruh terhadap jumlah relawan pendonor yang sedekah darah. " Pada awal pandemi stok darah berkurang drastis tetapi berkat kerja keras petugas PMI kini jumlah pendonor kembali normal," terangnya.

Kegiatan donor darah yg digelar tim mobil unit UDD PMI  yang digelar waktu malam hari sering dibanjiri relawan pendonor. Termasuk banyak pendonor baru. "Tentu kegiatan donor darah selama Ramadan dan pandemi Covid 19 digelar sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak, pakai masker dan menggunakab hand sanitizer" terangnya.

Bahkan, PMI tambah satu tugas lagi relawan pengangkut jenazah terkait Covid 19." Sejak di lounchingnya Ambulans Jenazah Covid 19, tim ambulans  telah melaksanakan pengantaran Jenazah Covid 19 sebanyak 5 kali dan 1 kali evakuasi penemuan mayat di lumba-lumba sempusari Kaliwates Jember," imbuh Koordinator Unit Humas PMI Kabupaten Jember Ghufron Eviyan Efendi.

Untuk itu, PMI menghimbau kepada masyarakat untuk tetap stay at home dan tetap menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. Sebab,
Semakin hari Terus bertambah yg Positif, info terakhir 25 orang  yg positif. "Tim Ambulans Jenazah diminta tetap waspada dan menjalankan protokol Menejemen Jenazah,' imbuh Ketua PMI di hadapan 12 personil Ambulans Jenazah PMI, Selasa (20/5) siang. (her/gee)

Satgas Covid-19 Muspika Puger Lakukan Rapid Test Covid-19


Jember, kabarejember.com
--- Tindakan preventif  penyebaran covid-19 dilakukan Pemkab Jember dengan mengadakan rapid test covid-19  terhadap personil satgas covid-19 Muspika Puger yang terlibat aktif  penanganan dan pencegahan covid-19, Rabu (20/05)pagi.

Pelaksanaan rapid test covid-19 bertempat di Puskesmas Puger, diikuti oleh personil dari Polsek Puger, Koramil 0824/21 Puger, Polisi PP, dan sopir ambulans, dengan menerapkan prosedur covid-19, menggunakan masker dan menjaga jarak. Mereka adalah personil satgas covid-19 yang selama ini aktif dalam penanganan pencegahan covid-19, seperti terlibat dalam posko covid-19 di perbatasan, menangani ODP atau PDP, mengantar pasien ke JSG, ataupun kegiatan lain yang berkaitan dengan covid-19.

Petugas medis yang bertugas melakukan test menggunakan APD lengkap sesuai prosedur penanganan covid-19,  mengambil sampel darah peserta test satu persatu. Sampel darah diambil  melalui ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya cairan untuk menandai antibodi diteteskan ke alat rapid test.

Camat Puger, Drs. Mohammad Winardi yang juga mengikuti rapid test, kepada kabarejember.com menyatakan, hasil dari rapid test covid-19 tersebut adalah nihil atau tidak ada satupun peserta yang dinyatakan positif reaktif covid-19. "Alhamdulillah semuanya dinyatakan sehat dan hasilnya negatif," ujarnya.

Winardi menambahkan,  langkah preventif yang dilakukan Pemkab. Jember dengan menyelenggarakan rapid test covid-19 sangatlah tepat. Dengan rapid test covid-19 bisa terdeteksi sejak dini apakah para peserta  reaktif covid-19 atau tidak.

Winardi berharap langkah preventif yang dilakukan oleh Pemkab Jember, tidak hanya berhenti sampai di sini. "Semoga nantinya dapat dilakukan rapid test kepada instansi lainnya," ujarnya.(heri)

20/05/2020

Laskar Sholawat Bagikan Sembako di Jember dan Lumajang



Jember, kabarejember.com 
– Laskar Sholawat dibawah komando Ketua OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPD Gerindra Jawa Timur, M Fawait, membagikan sembako dan masker ke desa di wilayah Jember dan Lumajang.

Sedikitnya, 12.000 paket sembako dan 20.000 masker didistribusikan oleh tidak kurang dari 2000 Laskar Sholawat dibantu Komunitas Off Road dan Trail serta Srikandi Laskar Sholawat.
“Dengan bantuan dari para off roader dan crosser trail itulah pendistribusian bantuan bisa menjangkau hingga ke pelosok, karena kita paham mereka yang ada di pelosok juga sangat membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, hampir semua masyarakat yang ada di daerah pelosok yang ada di Jember dan Lumajang bisa merasakan bantuan yang kita berikan,” kata anggota DPRD Jatim yang akrab dipanggil Gus Fawait ini.
Bantuan sembako dan masker yang dibagikan kepada masyarakat tersebut, tambah Fawait, bukan berasal dari APBN maupun APBD, melainkan hasil swadaya dari berbagai elemen, diantaranya swadaya dari pengurus Laskar Sholawat serta para donatur yang merasa tergerak untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak covid-19.
“Laskar Sholawat ini kan merupakan Ormas Sosial Keagamaan, sehingga apa yang kami lakukan ini sesuai dengan kemampuan kami. Pertama, pada hari ini kami melakukan aksi sosial dan itu tidak akan selesai sampai Idul Fitri sehingga insya Allah akan berkelanjutan. Kedua kami akan menggandeng para ulama, para kyai, ustadz-ustadz dan guru-guru ngaji untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masyarakat harus mengikuti anjuran para ulama, anjuran para kyai dan anjuran pemerintah. Karena kalau penanganan covid ini tidak dilakukan bersama-sama antara pemerintah dengan masyarakat, maka tidak akan cepat selesai,” terang Fawait dihadapan awak media di Rumah Makan Cak Sis, Selasa, 19/05/2020.



Konflik Politik di Jember

Selain memberikan komando kepada Laskar Sholawat dalam hal pembagian sembako dan masker kepada masyarakat di daerah-daerah pelosok, tujuan dari kedatangan Fawait ke Jember  juga untuk melihat, membicarakan dan melaporkan segala sesuatu yang terjadi di Jember, termasuk APBD di Jember khususnya yang terkait penanganan covid-19.
“Karena saya dengar memang ada kewenangan gubernur yang diloncati. Entah, apakah gubernur tahu, apakah gubernur memang sudah diberitahu, ataukah gubernur memang tidak diberitahu. Kalau gubernur memang punya wewenang untuk memberikan sanksi, ya kita dorong,” tegas Fawait.
“Intinya, saya sebagai wakil rakyat di dapil sini merasa prihatin (melihat) stabilitas politik di Jember yang akut ini sampai bertahun-tahun tidak cepat selesai. Saya pikir gara-gara covid akan selesai, tapi kok malah tidak selesai-selesai sampai hari ini,” kata Fawait merasa prihatin.
“Ini bisa menjadi preseden buruk bagi daerah lain. Ini bisa memicu Jember dijadikan contoh konflik yang berkepanjanngan oleh kabupaten/kota yang lain. Itu sebabnya saya agak prihatin, agak sedikit malu sebagai wakil rakyat dari Dapil Jember Lumajang.”
Untuk menindaklanjuti kunjungan yang dilakukannya di Jember, Ketua Komisi C DPRD Propinsi Jatim ini berencana akan sesegera mungkin menemui Gubernur Jatim guna membicarakan konflik berkepanjangan yang terjadi di Jember.
“Dalam waktu dekat, setelah lebaran kita akan kembali ke Surabaya dan meminta waktu kepada Gubernur. Kami ingin sharing dan juga kalau nanti setuju, akan kami ajak kawan-kawan sedapil Jember- lumajang sebanyak 11 anggota DPRD propinsi Jatim yang kebetulan saya koordinaatornya untuk berdiskusi terkait masalah Jember. Apapun yang terjadi jangan sampai masyarakat yang jadi korbannya,” pungkas Fawait. ()

Berusaha Melawan Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang, Combet Pelaku Ranmor Ditembak


Lumajang, Kabarejember.com         -Suatu keberhasilan dalam kerja, nyata Tim Cobra Tangguh Polres Lumajang kembali berhasil melumpuhkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Kali ini berhasil mengamankan tersangka Abdul Holik alias Combet warga Dusun Tegalsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Pelaku ini mencuri satu unit sepeda motor honda Supra X milik Marcellinus Kevin Ferdinand saat itu sedang di parkir depan di rumah neneknya, raib digondol pelaku Combet,” teranganya.

“Tersangka Combet membawa sepeda motor korban pada saat berada di teras depan rumah nenek korban yang berlamat di jalan Kyai Ilyas No 95 Kelurahan Citrodiwangsan Kec/Kab. Lumajang,” tegas Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siiregar, kepada sejumlah awak media ketika menggelar konferensi pers, Selasa (19-05-2020).

Ternyata tersangka dalam aksinya menggunakan kunci jenis yang sama seperti kawanan pelaku lainnya menggunakan kunci leter T agar dapat merusak kunci sepeda motor milik korban yang sedang terparkir di halaman teras rumah neneknya.

"Pelaku merusak kunci kontak kendaraan memakai kunci T. Hingga akhirnya motor bisa menyala dan dibawa kabur sepeda motor milik korban,” papar Adewira.

Hasil penyelidikan Tim Cobra Tangguh Satreskrim Polres Lumajang berhasil meringkus tersangka Abdul Holik alias Combet.

Disaat keberadaannya tercium tim Cobra Tangguh di jalan raya dekat lampu merah Dawuhan Wetan.

Pada saat akan di amankan Ternyat Combet melakukan perlawanan, terhadap petugas akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur.

Dan tersangkadt dibawa ke RS. Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.  selanjutnya dibawak ke Mapolres Lumajang,” tutur Kapolres.

Akibat perbuatannya, saat ini tersangka Combet telah diamankan di Mapolres Lumajang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan pelaku melanggar Pasal 363 ayat 3 dan 4 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Reporter : Suatman

Kades Glagahwero SerahkanBLT-DD Periode April 2020


Jember, kabarejember.com
---Bencana alam non alamdalam penyebaran Covid-19 berdampak bagi kehidupan sosial,ekonomi,dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat desa.

   Dalam penanganan dan penyebaran Covid-19 khususnya di desa dilakukan dengan melalui  penggunaan dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD ) kepada penduduk masyarakat miskin si desa.
    Kepala Desa Glagahwero Kecamatan Panti - Jember, Suryo pada hari selasa,19 Mei 2020 melakukan penyerahan BLT-DD secara door tu door kepada 167 warga masyarakat Desa Glagahwero Kecamatan Panti Jember.
    Penyerahan dana Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa ( BLT-DD) untuk warga yang terdampak  pandemi Covid-19  kepada warga yang benar benar membutuhan dan dinilai layak menerima bantuan berdasarkan kriteria yang ada dalam petunjuk tekhnis ( juknis) di pemerintah.
     Sasaran penerima dana Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa ( BLT-DD), yaitu kekurga miskin Non Penerima bantuan PKH, BPNT, BST, dan bantuan sejenis lainnya yang besarnya bantuan Rp.600.000 tiap orang yang berhak selama tiga bulan April, Mei,dan Juni," papar Kades Suryo.
     Lebih rinci lagi, menurut pria yang dermawan ini, bahwa awalnya jumlah kuota penerima BLT-DD untuk warga masyarakat Desa Glagahwero Kecamatan Panti sebanyak 247 orang, hal ini dilakukan pendataan berdasarkan keriteria,petunjuk teknis ( juknis) serta petunjuk dari bupati, namun setelah ada data dari Bansos  penerima BLT-DD yang semula  247 orang akhir berkurang menjadi 167 orang, dan yang 80 orang akan mendapat Bantuan Pemerintah Non Tunai ( BPNT ),itu semua semua sudah sesuai keriteria dan Musyawarah Desa ( MUSDES ).Harapan kami agar penyaluran bantuan dana ini benar-benar tepat sasaran," pungkas  Suryo saat dikonfirmasi media ini di kantornya.
( Ahmad Mulyono )

19/05/2020

Pemdes Wringintelu Bagikan BLT-DD Periode April


Jember, Kabarejember.com
-- BLT-DD 2020 tahap I (April) dibagikan oleh Pemerintah Desa Wringin Telu Kecamatan Puger, Selasa(19/05). Sejumlah 165 keluarga terdampak pandemi covid-19 menerima bantuan secara door to door.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wringintelu, M.Sholihin dengan didampingi bhabinkamtibmas, babinsa, BPD, staf desa, pol PP dan relawan covid-19.

Keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BLT-DD merupakan hasil dari musyawarah desa (musdes) beberapa waktu yang lalu. "Insya Allah tepat sasaran, karena keluarga penerima BLT-DD sudah disaring terlebih dahulu melalui musdes."kata Sholihin.

Sejauh ini, pemdes Wringintelu akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi warga. Antara lain dengan mengantarkan BLT-DD ke rumah masing-masing KPM, selain memberikan pelayanan bagi masyarakat, juga untuk menghindari adanya kerumunan massa sesuai prosedur covid-19.

Masih menurut Sholihin, pembagian BLT-DD hari Selasa ini(19/05) adalah untuk bulan April. Sedangkan untuk tahap kedua atau Mei secepat mungkin akan dibagikan. "Semoga pembagian untuk yang bulan Mei dapat segera diterimakan warga sebelum hari raya Idul Fitri,"katanya. (heri)

Pemdes Kasiyan Timur Salurkan BLT-DD Secara Efisien


Jember, kabarejember.com
 -- Penyaluran BLT-DD bagi keluarga terdampak covid-19 di Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger dilakukan secara efisien dan efektif.

Kegiatan pembagian bantuan dipimpin langsung Kepala Desa Kasiyan, Hariyanto bersama bhabinkamtibmas, babinsa, BPD, staf desa dan relawan covid-19 desa Kasiyan. Petugas dibagi menjadi beberapa tim, yang setiap tim bertugas membagikan kepada 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (19/05) pagi.

"Pembagian petugas menjadi beberapa tim bertujuan untuk mempersingkat waktu dan menghindari kerumunan massa sesuai dengan protokol covid-19," ujar Kepala Desa Kasiyan, Hariyanto.

Hasil pantauan kabarejember.com, penyaluran BLT-DD kepada 170 KPM yang tersebar di wilayah Dusun Krajan I dan Krajan II berlangsung cepat. Jarak rumah antar penerima BLT-DD lokasinya relatif berdekatan, sehingga mempermudahkan tim bergerak dengan efektif dan efisien.

Setiap tim  memberikan BLT-DD Rp.600.000,- per-KK secara tunai dan menempelkan stiker bertulis keluarga miskin penerima BLT-DD 2020. Petugas pembagi bantuan bergerak mulai jam 08.00 wib dan selesai sekitar jam 10.00 wib.

Menurut Hariyanto, dengan cara penyaluran seperti ini terasa lebih efektif dan efisien. "Cara seperti ini dirasakan cocok bagi penerima BLT-DD yang tidak dapat bangun karena sakit atau berusia lanjut,  karena proses penyaluran hanya melibatkan 3-4 petugas dan berlangsung cepat," terangnya.

Hariyanto juga menghimbau kepada warganya supaya menggunakan bantuan tersebut sebijak dan sebaik mungkin untuk memenuhi keperluan sehari-hari. "Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak covid-19 di desa Kasiyan," ujarnya. (heri)

UNEJ Kembali Luncurkan Beasiswa Berkarya 2020



Jember,kabarejember.com
---Universitas Jember kembali meluncurkan Program Beasiswa Berkarya 2020 bagi mahasiswa, kali ini untuk bidang Tracer Study. Menurut Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, Program Beasiswa Berkarya adalah beasiswa yang bertujuan membantu para mahasiswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan sekaligus memberikan pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal saat mereka lulus nanti. Bagi mahasiswa yang lolos seleksi akan menjalani magang membantu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan SDM, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember dalam melaksanakan tracer study.

“Kami berharap adanya Program Beasiswa Berkarya di masa pandemi Covid-19 dapat meringankan beban finansial mahasiswa. Oleh karena itu dalam proses seleksinya, kami mengutamakan mahasiswa Universitas Jember yang kurang mampu yang mendapatkan Uang Kuliah Tunggal di kelompok pertama dan kedua, memiliki IPK minimal 3, dan saat ini sedang tidak menerima beasiswa. Selama magang dari bulan Juni hingga Desember nanti, mereka akan menerima beasiswa sebesar 400 ribu rupiah per bulannya,” jelas Iwan Taruna.

Sementara itu Rokhmad Hidayanto, Kepala Sub Bagian Humas, menambahkan, semua mahasiswa yang memenuhi persyaratan, hari ini (19/5) telah menerima notifikasi melalui akun Sistem Informasi Terpadu (Sister) masing-masing. “Silahkan mahasiswa yang menerima notifikasi melakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada. Jangan lupa menyertakan surat pernyataan sedang tidak menerima beasiswa dan surat pernyataan sanggup mematuhi aturan yang ada. Kedua surat pernyataan tadi cukup diketik dan ditandatangani oleh pendaftar, tidak perlu meminta tandatangan dari fakultas mengingat kondisi saat ini dimana mahasiswa tengah study from home,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Program Beasiswa Berkarya tahun ini memasuki pelaksanaan tahun ketiga semenjak dimulai tahun 2018 lalu. Selain bidang tracer study, bidang lain yang pernah membuka  kesempatan magang mahasiswa diantaranya kehumasan, layanan perpustakaan, layanan laboratorium dan lainnya.  Menurut rencana Universitas Jember akan merekrut 83 mahasiswa yang akan membantu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan SDM, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember dalam melaksanakan tracer study. Sebelum melakukan magang, nantinya mahasiswa akan mendapatkan pelatihan dari LP3M. “Program Beasiswa Berkarya Bidang tahun ini memang baru di bidang tracer study, namun tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk bidang layanan lainnya,” pungkas Rokhmad Hidayanto. (mia/iza/iim/hms)

PMI Beri Reward Kepada TNI, Polri dan Lembaga Lain


Jember, kabarejember.com
 –  PMI Kabupaten Jember memberikan reward secara khusus kepada TNI dan Polri dalam mengerahkan pendonor darah dalam pandemi Covid-19. Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH kepada Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin dan Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH didampingi sejumlah pengurus PMI berkunjung ke penerima penghargaan. Pertama ke Mapolres Jember dan diterima langsung oleh Kapolres AKBP Aris Supriyono. Kemudian ke Kodim 0824 Jember yang diterima Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin.

Selanjutnya PMI memberikan penghargaan kepada RS Baladhika Husada Jember, dan diterima langsung oleh kepalanya Letkol Ckm dr Maksum Pandelima SpOT. Terakhir ke Komandan Yon Armed 8/105 Trk Jember Letkol Arm Ferdian Primadona.

Selain itu, PMI juga memberikan penghargaan ke lembaga lainnya. Yaitu ke Brigif IX Jember, Secaba Rindam V Brawijaya dan ke Bank Indonesia.
 “Penghargaan ini kami berikan atas dedikasi, komitmen dan kontribusi TNI, Polri dan lembaga lain yang aktif mengerahkan pendonor selama pandemi Covid-19,” kata ketua PMI kabupaten Jember EA Zaenal MarzukI SH MH.

Sambung Zaenal,  selama pandemi Covid-19 jumlah pendonor turun drastis. Sedangkan kebutuhan darah dari rumah sakit-rumah sakit tidak banyak perubahan. Respon aktif dari sejumlah kesatuan TNI dan Polri serta Bank Indonesia membuat jumlah pendonor ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember terjaga. “Kita tidak sampai mengalami kekurangan stok darah selama pandemi Covid-19,” terangnya.

Zaenal menjelaskan, sejumlah kesatuan TNI dan Polri sangat membantu menambah stok darah selama pandemi Covid-19. Banyak anggota TNI dan Polri yang dikerahkan untuk ikit donor darah dengan protokol pencegahan Covid-19. “Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih sekali kepada para komandannya dan anggotanya yang perduli untuk ikut donor darah,’ terangnya.

Dalam kondisi normal, dalam satu bulan dibutuhkan 3500 kantong darah. Di mana 3000 untuk kebutuhan Jember sendiri dan 500 untuk jejaring. Kini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, PMI Kabupaten Jember menargetkan menyediakan 4500 - 5000 kantong darah. Namun demikian diupayakan bisa tembus 6000 kantong darah. Untuk memenuhi target tersebut PMI Jember saat ini keliling kecamatan setelah salat taraweh untuk melakukan donor darah. (her/gee)

Tiga Pelaku Pembunuhan Ditangkap Resmob Polres Jember



Jember,Kabarejember.com
 ---Resmob Polres Jember berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Yohanes Satriyo Leonardo Garry, seorang pekerja fashion Jember yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Kertanegara, Kaliwates pada Jumat 15 - 5 -2020 lalu.

Mobil korban sebuah Datsun Go+ plat nomer P 1268 GX menjadi awal terungkapnya kasus tersebut. Pelaku yang diketahui berjumlah 3 orang MM (27), AC (21), dan DC (19) warga Kelurahan Kebonsari, Sumbersari itu berupaya untuk menjual mobil Datsun Go tersebut. Penjualan mobil tersebut akhirnya terendus pihak kepolisian.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengatakan, berawal dari informasi tersebut polisi kemudian bergerak dan menyamar sebagai pembeli mobil.

"Dua orang ini berusaha menjual mobil hasil kejahatan kemudian ditangkap oleh tim Resmob Polres dan Polsek Kaliwates," katanya di Mapolres Jember, Senin 18 - 5 - 2029..
Setelah menangkap kedua orang pertama, polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap 1 orang komplotan lainnya.

Kapolres menjelaskan, korban dan pelaku MM sebelumnya sudah mengenal satu sama lain.  MM berencana untuk menguasai harta korban  dan mengajak 2 orang lainnya.

Pembunuhan diketahui terjadi 2 hari sebelum ditemukan, pada Rabu  13 - 5 2020 sekira jam 11 malam. "Ketiganya sepakat dari awal merencanakan pembunuhan. Dari rumah sudah menyiapkan pisau dan akan menghabisi korban karena 2 orang ini mengaku terlilit utang jadi niatnya sudah berusaha menguasai harta yang dimiliki korban," terangnya.

Aksi para pelaku terbilang sadis. MM sebagai eksekutor pertama menusuk korban dari belakang, sementara 2 lainnya mencoba memegangi korban dan memukulkan sebuah tabung gas.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat pasal 339 dan 340 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan seumur hidup. ( red / tim)

18/05/2020

Suasana Jelang Idul Fitri, Jalanan Tampak Sepi


Probolinggo,kabareprobolinggo.com
--Sudah menjadi kebiasaan tiap tahunnya, mudik pulang kampung  khususnya orang Islam , untuk berhari raya idul Fitri di kampung halaman.

Tiap tahunnya, kendaraan bermotor dan roda empat memadati jalan raya atau jalan alternatif  jalan tol.

Namun berbeda dengan tahun 2020, aktifitas kendaraan  tidak sepadat tahun kemarin.

Senin (18 Mei 2020) terpantau di jalan raya Leces menuju arah ke Kabupaten Lumajang sangat landai atau sepi.

"Padahal biasanya di tahun kemaren H-6 di hari raya idul Fitri kendaraan bermotor dan mobil pribadi hulu lalang memadati di antara jalan penghubung ke dua kabupaten Probolinggo dan Lumajang,"  turtur Alvin Z.F  pengemudi mobil yang hendak ke Lumajang pada media Kabare Probolinggo.

Menurut Arif Nordarsono  Kanit Dikyaksa Lantas Probolinggo bahwa di Pos Check Poin Leces OPS Ketupat Semeru 2020 Polres Probolinggo   menurutnya di H-6 terpantau aman dan terkendali karna warga juga banyak yang sadar dalam himbauan Pemerintah di Pademi virus Corona ini.

"Kami beserta anggota tiap hari selalu mengadakan operasi untuk mendukung memutuskan mata rantai Covid-19 pada setiap penguna jalan,
dalam target  operasi kami tiap harinya pada pengguna jalan roda dua maupun roda empat diantaranya surat dan perlengkapan kendaraan, serta pemakaian masker juga di wajibkan dalam operasi kami ,
 bila ada yang keluar kota kami tanyakan surat keterangan  ijin sehat dari desa atau kelurahan setempat," ujarnya.

Dan apabila penguna jalan melanggar kami tindak sesuai dengan UU bagi pengguna kendaraan yang menuju ke luar kota tidak di lengkapi surat dari desa atau kelurahan maka kami langsung suruh balik arah atau pulang.

Namun selama ini tidak ada pelanggaran dalam pantauannya , karena kendaraan bermotor atau mobil pribadi sangat sepi bahkan pantauan pihaknya pengguna kendaraan roda empat di pintu keluar masuk tol Paspro sangat lenggang.

Yang memadati lalu lintas tiap harinya mobil boks pengangkut barang dan truk pengangkut pasir .

Untuk laka  lantas selama ini masih aman dan terkendali atau tidak ada sama sekali baik yang arah ke Lumajang atau ke Probolinggo," tuturnya  pada Media Kabare Probolinggo

Di tempat yang sama petugas Dinkes Kabupaten Probolinggo ketika di konfermasi terkait dengan pemutusan mata rantai Covid-19 tidak menemukan penguna lalu lintas yang positif dengan virus Corona.

"Setiap pengguna jalan tidak lepas dari pengecekan kesehatan kami dengan termo gun baik yang mau masuk atau yang keluar kabupaten Probolinggo," tutur Bambang yang saat di pos kesehatan pada awak media. (MH)

Cerita Anggota Kauje Jalani Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia di Masa Pandemi Covid-19


Jember,kabarejember.com
---Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan istimewa bagi setiap muslim, dimana pun dia berada. Termasuk bagi dosen dan alumnus Universitas Jember yang kebetulan menjalani puasa di negeri seberang. Tentu saja kerinduan akan tanah air beserta pernak pernik Ramadhan di tanah air makin menjadi di kala pandemi Covid-19 tengah melanda dunia. Sebab ada banyak hal yang kini tidak bisa leluasa dilakukan, semisal buka puasa bersama, tarawih dan kegiatan sosial lainnya. Untuk mengetahui pengalaman dosen dan anggota Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) yang tengah berpuasa di tanah seberang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) universitas Jember bekerja sama dengan Kauje menggelar webinar bertema Ramadhan di Negeri Seberang yang digelar Sabtu malam lalu (16/1).
“Di Jerman secara umum penanganan pandemi Covid-19 berjalan sukses sehingga warga sudah diperbolehkan melakukan aktivitas sosial dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Jerman. Kami pun di kota Gottingen sudah bisa ke masjid, tapi syaratnya harus inden dulu, jadi setiap muslim yang ingin beribadah di masjid At Taqwa Gottingen mendaftarkan diri ke takmir masjid. Sebab jumlah jamaah dibatasi hanya 60 orang saja, akibatnya untuk sholat Jumat terpaksa dibagi menjadi empat shift. Tentu saja perkembangan ini kami syukuri,” jelas Fuad Bahrul Ulum, dosen Program Studi Biologi FMIPA yang tengah menjalani studi doktoral di Universitas Gottingen Jerman.
Namun Fuad, begitu panggilan akrabnya, belum tahu apakah acara seperti buka puasa bersama, sholat id dan halal bi halal masih bisa terlaksana di masjid At Taqwa. “Biasanya ada acara buka puasa bersama dimana setiap komunitas muslim di Gottingen berkumpul sambil membawa masakan khas negaranya masing-masing, begitu pula saat Idul Fitri yang menjadi saat muslim Gottingen berkumpul bersama. Acara-acara ini yang kami rindukan sebab bisa menjadi obat kangen Ramadhan di tanah air,” ujar Fuad yang tahun depan bakal balik ke Jember.
Perasaan kehilangan suasana khas Ramadhan juga disampaikan oleh Muhammad Khusnu, atase perhubungan KJRI di Den Haag, Belanda. Alumnus Program Studi Hubungan Internasional FISIP ini menuturkan jika KJRI di Den Haag sudah menetapkan kegiatan halal bi halal yang rutin diadakan dengan sangat terpaksa tahun ini ditiadakan, walaupun sebenarnya jumlah penderita Covid-19 di negeri kincir angin ini sudah menurun drastis. “Padahal kegiatan halal bi halal menjadi salah satu momen silaturahmi warga Indonesia di Belanda mengingat jumlahnya cukup besar, untuk diaspora Indonesia di Belanda saja sejumlah 1,7 juta jiwa,” tuturnya.
Menurut Khusnu, KJRI Den Haag saat ini fokus memberikan bantuan kepada WNI yang ada di Belanda yang terdampak Covid-19, termasuk mengirimkan bantuan penanganan Covid-19 ke tanah air. “Yah jelas kangen suasana Ramadhan, terutama Ramadhan di tanah air. Setiap kali jam sudah menunjukkan jam enam petang maka otomatis yang terbayang di benak saya yah kolak dan masakan takjil lainnya, padahal waktu buka puasa di Belanda masih nanti jam sembilan malam, hahahaha,” celetuk Khusnu yang harus berpuasa selama 17 jam ini. Jalannya kegiatan webinar dipandu oleh Akhmad Munir, Direktur Pemberitaan LKBN Antara yang juga alumnus FISIP Universitas Jember.
Setelah peserta webinar mendengar pengalaman dosen dan anggota Kauje menjalani Ramadhan di benua Eropa, giliran pengalaman mereka yang menjalani Ramadhan di benua Asia ditampilkan. Bagi Dian Ediyono, General Manager Garuda Indonesia Airways untuk Thailand, Kamboja, dan Myanmar, Ramadhan di Bangkok tidak terlalu berbeda dengan di tanah air mengingat komunitas muslim di Thailand cukup besar. “Cuman karena pandemi Covid-19, maka masjid-masjid tidak melaksanakan tarawih seperti tahun-tahun sebelumnya. Adzan tetap berkumandang tapi tidak ada sholat berjamaah. Namun alhamdulillah penderita Covid-19 di Thailand suah menurun drastis, salah satu penyebabnya karena warga Thailand sangat patuh pada titah rajanya yang meminta rakyat mematuhi protokol kesehatan,” ungkap alumnus FEB ini.
Pengalaman senada disampaikan juga oleh dosen FKIP yang tengah studi doktoral di Taipei, Taiwan, Bevo Wahono. Menurutnya puasa di Taiwan tak terlalu susah, mengingat negara ini sudah ramah bagi muslim. “Sudah banyak masjid dan musholla di fasilitas umum, mall dan lokasi wisata sehingga tidak ada kesulitan bagi kami menjalani puasa. Apalagi jumlah muslim di Taiwan cukup besar termasuk banyak tenaga kerja dari Indonesia. Makanan khas Indonesia pun bisa mudah didapat,” katanya. Tak lupa Bevo memuji kesiapan pemerintah Taiwan dalam menangani pandemi Covid-19 dan warganya yang berdisiplin dalam mentaati protokol kesehatan sehingga Taiwan sukses meredam pandemi Covid-19.
Turut memberikan testimoni adalah Khoirul Anam, Sekertaris III LP2M Universitas Jember. Dosen Fakultas Teknik ini juga pernah mengenyam pengalaman menjalani Ramadhan di luar negeri. “Menjalani puasa di negeri seberang memang istimewa dan tak terlupakan, cuman bentuk kegiatannya saja yang kini berbeda mengingat ada pandemi Covid-19. Contohnya saja saya masih aktif kontak dengan kawan-kawan di Australia selama puasa ini untuk melakukan kajian dan pengajian, walau dengan fasilitas webinar dan semacamnya,” kata Khoirul Anam yang doktoralnya ditempuh di kota Sidney. 
Kegiatan webinar diapresiasi oleh Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember. Menurutnya selain mendapatkan pengalaman dan kisah menarik, webinar ini membuktikan bahwa alumnus Kampus Tegalboto sudah banyak berkiprah, bahkan hingga di luar negeri. Sementara itu menurut Sarmuji, Ketua Umum Kauje, webinar yang diadakan ingin mengetahui bagaimana pengalaman anggota Kauje yang menjalani Ramadhan di luar negeri, khususnya saat pandemi Covid-19 melanda. “Tentu ada pelajaran yang bisa dipetik yang siapa tahu bisa kita rumuskan sebagai sumbangan dari Universitas Jember dan Kauje dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkas anggota DPR RI ini. (Mia/iza/iim/hms)