Langsung ke konten utama

Tiga Kelompok Curanmor Hingga Penadah 'Diringkus' Satreskrim Polres Lumajang


Lumajang, merdekanews.id Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K, M.H, didampingi Kasat Reskrim AKP Hari Siswanto, menggelar konferensi pers ungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHP , di lobby Mapolres Lumajang, Selasa (21/6/2022).

Cukup fantastis, tiga kelompok pelaku berhasil diamankan, hingga penadah bahkan barang bukti tak sedikit turut disita. Pengungkapan kali ini, merupakan sepak terjang pelaku terhitung dari bulan Februari hingga bulan Mei kemarin.

"Ada tiga kelompok pelaku yang kami ungkap. Yang pertama, kelompok daripada inisial 'A' dengan seorang temannya inisial 'D' ( dalam pencarian ), warga Jatiroto. Keduanya melakukan di satu TKP, adapun barang yang dicuri yakni sepeda motor," terang Kapolres

Diteruskan oleh Kapolres, kelompok yang ke dua, yakni kelompok inisial 'T' dan 'I', keduanya warga Kecamatan Randuagung. Dalam beraksi, meraka juga berbarengan dengan inisial 'D'.

Selanjutnya kelompok yang ke tiga, yakni inisial 'AR' sebagai penadah dari pelaku inisial 'T'. 
Dan satu lagi pelaku 'A', adalah pelaku aksi curanmor dengan insial 'TI'. Lalu yang terakhir, tertangkap juga pelaku inisial 'RH' warga Randuagung.

"Mereka bekerja secara terpisah, ada yang perannya sebagai pemetik langsung dengan cara merusak kunci motor korban dengan kunci T, ada juga dengan menjadi penadah / pemufakatan jahat. Dari hasil pengembangan, semua TKP yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang," jelas Kapolres.

Sementara barang bukti yang diamankan, ada sebanyak 20 unit sepeda motor. Terbagi 14 unit dari pelaku inisial 'TI' dan 6 unit dari penadah. Semua pelaku sudah berstatus tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam beraksi, kelompok tersebut bersifat hunting. Berpencar mencari mangsa, khususnya dikawasan parkiran, mengawasi dan mencari yang kategori lengah.

Dari semua tersangka tersebut di atas, Seorang tersangka merupakan residivis. Sementara yang lain, merupakan pelaku baru. Akan tetapi meskipun baru beraksi, satu diantaranya tergolong muda dan sudah melanglang buana di belasan TKP.

"Mereka beralasan, melakukan itu semua untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tadi sudah saya sampaikan, apapun ceritanya itu tetap saja salah," tegas Kapolres.

Atas perbuatannya, semua tersangka terancam hukuman sampai dengan 9 tahun. Selebihnya Kapolres mengimbau masyarakat, agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraannya. Pasang kunci ganda terlebih kunci garpu untuk mempersulit pelaku kejahatan.

Untuk Langkah selanjutnya Polres Lumajang akan mengumumkan hasil Labfor sepeda motor melalui press rilis, lantaran sebagian indentitas kendaraan baik nomer rangka dan mesin sudah dirusak oleh tersangka menggunakan mesin gerinda.

"Kemudian akan kami umumkan hasil labfor tersebut, dan masyarakat yang merasa kehilangan, nanti bisa mengambil dengan syarat membawa surat-surat bukti kepemilikan," pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...