28/02/2019

Bupati Thoriq Tandatangani Komitmen Anti Korupsi

Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML, menandatanganani Komitmen Bersama Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegritas di Provinsi Jawa Timur Bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam acara Rapat Koordinasi Dan Evaluasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kamis (28/2/2019) pagi.                 Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang mengikutsertakan Pj. Sekda Kab. Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., dan Inspektur Lumajang, Isnugroho, S. Sos.

Penandatanganan komitmen itu,  diikuti Bupati/ Walikota se- Jawa Timur dan  disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur,  DR. Emil Elestianto Dardak serta Pimpinan KPK RI.             

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa pihaknya bertekad melakukan pencegahan terhadap potensi korupsi di segala bidang, melalui pengawalan, monitoring dan supervisi kasubag KPK. "Kami ingin mendapatkan pengawalan dan monitoring, supervisi yang lebih detail untuk pencegahan kemungkinan terjadinya potensi korupsi di segala lini agar bisa dicegah," ungkapnya.

Gubernur yang baru menjabat itu juga menjelaskan, ada 9 catatan yang harus menjadi perhatiaan masing-masing kepala daerah, yaitu Penyusunan dan Perencanaan APBD,  Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manjemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi Penghasilan Daerah dan Manajemen Aset Daerah.

Gubernur sudah menyiapkan sistem audit di OPD dengan Audit CETAR (cepat, efesien, transparan, akuntabilitas dan responsif).

Sementara itu, Pimpinan KPK RI, Alexander Marwata menyampaikan, rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen itu merupakan salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dalam melakukan upaya pencegahan korupsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Bagaimana secara bersama-sama bisa mencegah korupsi dan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat," ungkapnya.

Pimpinan KPK itu juga menyampaikan mengenai penangkapan dan OTT bukan merupakan prestasi bagi KPK, melainkan merupakan sebuah tragedi yang menyedihkan. Ia mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa timur dan seluruh kepala daerah yang melakukan pencegahan korupsi di wiliyahnya. (Suatman)

Gara Gara Uang Rp 200 Ribu, Remaja Ini Dianiaya

Lumajang, KaJe
Polres Lumajang berhasil mengamankan seorang perempuan yang melakukan tindak pidana penganiayaan, Rabu (28/02/2019). Penganiayaan itu, mengakibatkan luka serius LAILATUL FITRIA alias ALI (20) warga Dusun Jambearum Desa Rumabang Pakem Kecamatan Pasru jambe Kabupaten Lumajang.

Kasus itu berawal dari uang sebesar Rp. 200.000 membuat pelaku berinisial  NPD (15), warga Dusun Curah lekong Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Saat itu bermaksud menagih uang yang dipinjam korban, tapi tiba tiba berubah menjadi tindak penganiayaan. Ini dikarenakan pelaku yang geram karena dirinya tidak dihiraukan oleh korban yang asik bermain telepon genggamnya. Sontak saja, pelaku menendang telepon gengam tersebut kemudian mencakar wajah korban yang membuatnya terjatuh dan kepala korban terbentur dinding anyaman bambu yang mengakibatkan mendapat luka jahit di bagian kepala.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu tanggal 27 Februari 2019, sekira pukul 11:300 dan tersangka tertangkap  Pada hari Rabu 27 Februari 2019 sekira pukul 21:00. Pelaku inisial NPD ditangkap saat berada di warung kopi dekat lampu merah mboreng yang tepatnya di Jalan lintas timur Kec. Lumajang Kab. Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menyesalkan kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi karena uang senilai Rp. 200.000 malah harus berurusan dengan pihak kepolisian." Memang benar jika emosi sudah mengendalikan pikiran kita akan gelap mata dan tidak dapat melihat apa imbas dari perbuatan yang telah kita lakukan. Namun setiap masalah dapat diselesaikan melalui jalur hukum. Karena itu kami akan menyelesaikan perkara ini melalui pemeriksaan lebih lanjut kepada korban dan pelaku," terangnya.

Pelaku dijerat pasal 351 tentang  Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 450.000. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (Suatman)

Warung Bakso Ludes Dilalap Si Jago Merah


Jember, KaJe
Warung bakso di Dusun Darungan Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, ludes terbakar , sekitar pukul 02.00 wib, Kamis (28/02/2019). Akibatnya, isi warung yang ada di dalam tak berhasil diselamatkan.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan,  sekitar pukul 02.00 wib, pak Feri pemilik warung bakso tersebut meninggalkan warung untuk melaksanakan sholat. Setelah beberapa menit kemudian, pak Feri kembali ke warung. Belum sampai di warung, warga sekitar sudah  ramai memadamkan api.

Diduga, api berasal kompor gas yang kondisi nyala ditinggal pak Feri sholat ngowos ( bocor, red). Karena percikan api tersebut api merembet ke barang barang mudah terbakar yang ada di warung tersebut. " Saya tinggal sholat, kemungkinan api berasal dari kompor gas yang ngowos. Ketika ngowos itu, percikan api merembet ke barang barang," ujar pak Feri lirih.

Akibat kebakaran di warung bakso tersebut  pak Feri penjual bakso mengaku  kerugian yang diderita sekitar Rp 10 jutaan. Sementara itu, menurut  tokoh masyarakat, Toriman, apabila  menghidupi kompor gas jangan sampai ditinggal, karena bisa berakibat fatal  seperti yang terjadi di warung pak Feri. (nik/Mia))

Wabup Indah Tekankan Minat Baca Dimulai Sejak Dini


Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M Si., mengatakan, bahwa minat baca harus diawali sedini mungkin. Hal itu, disampaikan ketika membuka Pameran Buku tahun 2019, di Gedung Kesenian dr. Sudjono, Kamis (28/2/2019) pagi.

Pameran Buku kali ini,  bertemakan, " Literasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Menjadikan Masyarakat Lumajang Hebat".

Lebih jauh Wakil Bupati, menyampaikan, bahwa buku merupakan cendela dunia, karena dengan membaca buku dapat mengetahui isi dunia. Untuk itu, anak-anak harus dilatih untuk suka membaca buku sejak usia dini. Ia berkeinginan agar tahun depan kegiatan seperti ini pemerintah dapat memfasilitasi lebih baik lagi.

"Saya menghimbau kepada orang tua dan guru, harus dapat meningkatkan minat membaca terhadap anak-anaknya," himbaunya.

Wabup berpesan kepada petugas perpustakaan harus dapat melayani masyarakat dengan baik. Ketika melayani jangan lupa 3S (Salam, Sapa, dan Senyum).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Kustiati, S.Sos., M.M., melaporkan, bahwa pameran buku tahun 2019 diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan Gramedia, Jember.

Pameran buku berlangsung dua pekan, mulai tanggal 28 Februari - 14 Maret 2019. Ia mengungkapkan, bahwa tujuan pameran buku tersebut untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan bacaan bermutu, serta untuk membangkitkan kegemaran minat baca masyarakat, yang dimulai sejak usia dini. Menurutnya, ini sebagai wadah komunikasi interaktif antara peminat buku (konsumen) dengan penggiat perbukuan (penulis, toko, distributor dan penerbit buku). Namun, yang kalah pentingnya, pameran buku itu, meningkatkan budaya membaca.(Suatman)

Bupati Faida Lepas Tim Sepakbola Pra Porprov Jatim 2019


Jember, KaJe
Bupati  Jember dr. Hj. Faida, MMR., memberangatkan tim sepakbola Persid Jember yang akan berlaga di Pamekasan dalam kejuaraan pra Porprov Jatim 2019.

Pemberangkatan dari Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu, 27 februari 2019, ini untuk menandai para atlet menjalankan tugas resmi Pemerintah Kabupaten Jember.

“Mereka ini diberangkatkan untuk suatu tugas resmi dari Kabupaten Jember, mengibarkan bendera Jember untuk meraih prestasi olahraga yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu para atlet juga mendengar kabar menggembirakan dari orang pertama di Jember ini. Para atlet sepak bola yang berhasil menjebol gawang lawan akan mendapatkan reward.

“Kita bikin komitmen dengan pemain, tiap gol kita kasih berapa rewardnya, supaya menjadi penyemangat untuk anak-anak kita,” ungkap bupati.

Reward yang diberikan merupakan hadiah resmi dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk atlet.

Bupati Jember Faida menyampaikan pemberangkatan ini bukan sekedar seremonial. Namun juga merupakan momentum meneguhkan komitmen bersama untuk para atlet.

“Kita semua yang dewasa yang hadir disini harus punya komitmen yang jelas kepada adik-adik kita,” ajak bupati.

“Kita disini hadir bersama-sama untuk mendukung prestasi anak-anak kita, termasuk mendukung prestasi pemain bola andalan Kabupaten Jember,” ujarnya.

Bupati berpesan agar para atlet menjaga kesehatan fisik dan mental. Tidak melakukan tindakan yang menghambat dan mengurangi kesempatan berprestasi.

“Anak muda banyak godaannya, tapi anak muda potensinya luar biasa,” ungkap perempuan pertama yang sukses menjadi Bupati Jember ini.

Pada level kejuaraan tertentu, bupati menyampaikan akan hadir menyaksikan bersama-sama.

Mentara terkait rencana Porprov 2021, bupati menyatakan sangat terbuka untuk pelaksanaan even olahraga tersebut.

Ketua Koni Jember Abdul Haris Alvianto, mengaku telah menanamkan kepada pesepakbola Jember yang akan mewakili pra Porprov agar saat datang harus mempunyai jiwa untuk menang, semangat untuk menang, juga spirit untuk menang.

“Ditanamkan juga oleh bupati, agar mempunyai jiwa yang menang dan spirit yang menang, itu yang penting,” katanya.

Ia menjelaskan, atlet yang diberangkatkan sekitar 18 – 20 atlet, dengan target masuk final dulu kemudian bisa masuk Porprov.

Pertandingan akan berlangsung di Pamekasan selama 5 hari, dimulai sejak tanggal 10 Maret 2019.

“Semoga mereka diberi mental yang kuat dan stamina yang bagus. Dengan menanamkan mereka harus menang. Mereka juga akan mendapat bonus yang akan menjadi komitmen bupati dengan KONI,” katanya. (Mia/fra/hms)

Lippo Jember Akan Gelar Panggon Pandhalungan Awal Maret 2019


Jember,KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. kembali menerima jajaran manajemen Lippo Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu, 27 Februari 2019. Dalam pertemuan kedua ini, bupati didampingi oleh sejumlah pejabat. Seperti Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Anas Maruf.
Kepada wartawan, Anas menjelaskan pertemuan dengan Lippo Jember untuk persiapan even Panggon Pandhalungan yang akan digelar 1 - 30 Maret 2019. Dalam kegiatan ini akan diperlihatkan berbagai kesenian khas Jember. Seperti Tari Lahbako, Can Macanan Kadduk, serta jajanan tradisional hasil UMKM.
"Ini sebuah bentuk kepedulian dari pihak manajemen Lippo untuk ikut memajukan seni budaya dan perekonomian di Jember, khususnya untuk mengangkat produk lokal Jember," Anas memberikan apresiasi.
Pelaksanaan acara yang akan berlangsung di Lippo Mall Jember ini juga akan menyuguhkan mini museum yang menampilkan artefak-artefak di Jember.
Lippo dan Pemkab Jember akan saling mendukung untuk suksesnya acara ini, karena juga untuk mendukung cinta produk lokal
Lippo mewadahi, dengan memberikan tempat untuk para pelaku UKM dengan menampilkan dan menjualnya," terangnya.
Anas pun menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan itu telah mencapai final, dengan arahan dari Bupati Jember.
Marketing Communication Manager, Januard CH. Erasmus pada kesempatan bertemu bupati itu kembali memberikan pemaparan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Januard menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember atas sambutan yang baik dan respon yang positif terhadap program Lippo yang mengangkat budaya Jember.
"Tujuan kami,  Lippo Plaza Jember ikut serta berperan aktif dalam menyukseskan apa yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Jember sendiri dalam hal pelaksanaan budaya," terangnya.
Banyak bangunan-bangunan di Jember yang menawarkan makanan modern, Januard mengatakan, jajanan pasar ini ditujukan untuk bernostalgia pada jajan masa kecil.
"Kita ingin bernostalgiakan itu lagi. Jadi kita teringat lagi dan makin cinta lagi, bahwa jajanan pasar dulu menjadi jajanan keseharian kita," ucapnya.
Pelaku usaha yang diangkat memang pelaku usaha yang jualannya memang di pasar, dengan tujuan jajanan pasar sekaligus pelaku usaha itu.
"Kita bukan cuma memberdayakan dan cuma ingin meningkatkan atau mengenalkan jajanan pasarnya tetapi pelakunya juga," tutupnya. (Mia/ags/hms)

Polije Komitmen Susun Amdal




Jember, KaJe
Target Tuntas Akhir April 2019
Untuk menjamin keberlangsungan proses pembelajaran dan pengembangan sarana prasarana serta kegiatan usaha produktif, sebagai bukti ketaatan hukum guna interaksi dengan para pihak baik masyarakat sekitar kampus, pemerintah, swasta dan lembaga pemberdayaan masyarakat serta dalam rangka implementasi Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, sejak Jumat (15/2) Politeknik Negeri Jember (Polije) telah melakukan konsultasi publik dan sosialisasi penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Penyusunan dokumen Amdal ditargetkan tuntas di akhir April 2019.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sumbersari tersebut dihadiri Camat Sumbersari, Dinas Lingkungan Hidup, Danramil Sumbersari, Kapolsek Sumbersari, Lurah Tegalgede dan perwakilan warga disekitar kampus Polije.
Dalam sambutannya Direktur Polije yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Saiful Anwar, S.TP, MP menyampaikan, keberadaan Polije sudah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat berupa peningkatan ekonomi, sosial budaya serta manfaat bagi pengembangan kapasitas pengembangan kota Jember.
“Bagi Masyarakat secara langsung dapat berdampak pada peningkatan pendapatan, dengan penyewaan rumah atau kos, toko kebutuhan sehari-hari, warung makan, warnet, laundry dan lain sebagainya”, tandasnya.
Polije didirikan dan beroperasi secara penuh sejak awal tahun 1989. Sebagai kampus vokasi unggulan, Polije menjadi kawasan dengan aktivitas utama menyelenggarakan pembelajaran baik kuliah dan praktikum yang mahasiswanya berasal dari berbagai kota dari penjuru nusantara. Semua aktifitas pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi serta lalu lintas merupakan dampak baik bersifat positif dan negatif terhadap lingkungan atau masyarakat di daerah sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengembangan Polije menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, sebagaimana termaktup dalam visi dan misi Polije, maka Polije dituntut untuk berbenah dan berproses melaksanakan pengembangan berkelanjutan, mengikuti Master Plan Pengembangan kampus Polije  di kawasan 362.113 m2.
“Pembangunan dan lingkungan merupakan dua hal yang harus dikelola secara beriringan dan tidak dapat dipertentangkan. Setiap dampak yang timbul dari pembangunan harus dapat dikelola dengan baik demi tercapainya manfaat yang optimum”, papar Saiful Anwar.
Menurut dia, kebijaksanaan pembangunan yang saat ini dilaksanakan di Indonesia harus berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dengan tetap menjaga kelestarian fungsi lingkungan.
Penyusunan dokumen Amdal pengambangan dan operasional kampus Polije, dilakukan dengan melalui kajian detail mengenai dampak yang akan muncul dari aspek teknis, aspek sosekbud dan aspek lingkungan yang secara rinci.
Sedangkan cakupan penyusunan Amdal, meliputi : penggalian data primer dan sekunder terkait dengan wilayah studi dan hasil studi atau studi perencanaan yang ada sebelumnya, melakukan identifikasi kegiatan yang dilakukan sekarang, melakukan identifikasi lingkungan nyata di  sekitar kampus, melakukan evaluasi terhadap kegiatan penyebab dampak yang telah diprerkirakan, melakukan evaluasi kegiatan pengelolaan dan pemantauan yang telah dilakukan, melakukan analisis lokasi pengelolaan dan pemantauan yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan sampling maupun data primer lainnya yang akan digunakan sebagai data pengelolaan lingkungan yang ada.
“Target dokumen Amdal nanti berupa kerangka acuan Amdal, dokumen Amdal serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup-Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL)”, tandas Agus Riyanto, SE, M.Si Penanggung Jawab Tim. (Mia/fra/hms)

31Anak Disyahkan Kapolres Lumajang Jadi Pocil

Lumajang, KaJe
Kapolres.Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin langsung apel tradisi pembentukan Pocil di wana wisata pemandian alam Selokambang Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.

Dalam acara yang diselenggarakan sore hari tersebut, Arsal secara resmi mengesahkan sebanyak 31 anak yang akan dilatih menjadi seorang Pocil. Anak anak ini berhasil melalui berbagai  tahap seleksi yang begitu ketat serta telah menyingkirkan ratusan anak anak lain yang juga ikut mendaftar menjadi Pocil Polres Lumajang.

Kedepannya, baik dari Polres Lumajang dan Pemkab Lumajang akan menyuport anak anak pilihan dari berbagai sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dalam tradisi ini, Kapolres Lumajang secara simbolis menyiram seluruh calon pocil tersebut. Dalam acara ini, Arsal menambahkan bahwa anak anak ini adalah bibit unggul yang harus dijaga bersama. Tidak semua anak anak mendapat kesempatan emas ini. Para orang tua harus bangga dan terus menyuport buah hatinya." Kami akan menggembleng mental dari putra putri orang tua sekalian, agar memiliki jiwa yang kuat serta keuletan dalam menghadapi masalah dimasa depan. Namun demikian, ini bukan lah akhir dari segalanya. Ini bukan akhir pencapaian maksimal kalian, maka dari itu jangan sampai para adik adik terlena dalam euphoria sesaat,” ungkap Arsal.

Dalam kesempatan lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH mengungkapkan kegembiraan nya seusai terpilihnya para pocil ini. “Jangan menganggap remeh para Pocil yang terpilih ini. Didalam jiwa mereka terkandung jiwa jiwa pemimpin di masa depan." Saya yakin, dua puluh tahun yang akan datang mereka lah yang akan menggantikan pemimpin pemimpin negeri ini. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengkader bibit unggul sedini mungkin,"  tegas Giri. (Suatman)

479 Orang Asing Ada di Jember


Jember, KaJe
Rapat tim pengawasan orang asing (Timpora)  Kabupaten Jember dan tim pengawasan orang asing kecamatan se Kabupaten Jember tahun 2019, diadakan pada 17 Februari 2019 bertempat di hotel Luminor Jember yang dihadiri oleh Kepala  Bakesbangpol, Polres Jember, Kodim 0824  seluruh Kapolsek, Danramil dan camat serta beberapa tamu undangan lainnya.

Rapat yang diadakan kantor Imigrasi kelas II TPI Jember dipimpin langsung kepala kantor Imigrasi kelas II TPI Jember, Kartana.

Kartana menjelaskan, di Jember terdapat 479 orang asing. Dari 479 orang tersebut ada yang menjadi pengusaha, tenaga guru dan pelajar.

Rapat Timpora dibuka Kepala Bakesbangpol Bambang Haryono. Dalam sambutannya, bahwa orang asing yang ada di Kabupaten Jember ini bagaikan  sisi mata uang. Menurut Bambang,  alangkah baiknya kalau yang menjadi pengusaha dan tenaga pengajar itu asli orang Indonesia. Karena warga Indonesia tak kalah dari warga asing di bidang apapun.

Sedangkan, sebagai nara sumber dalam acara tersebut Kepala Divisi Keimigrasian Jawa Timur Zakaria yang sudah 15 kali pindah tugas ini, termasuk pernah bertugas di Aceh dan juga di Papua.

Menurut Zakaria, "TIMPORA yang diadakan kantor Imigrasi kelas II TPI Jember merupakan yang pertama,karena sesuai ketentuan SK TIMPORA harus diterbitkan setiap tahun. "Dan yang kedua implementasi TIMPORA tersebut sesuai dengan UU NO 6 2011 dan PP NO 31 2013,"  pungkasnya. (Mul)

Muspika Ranuyoso Beri Pengarahan Satgas Keamanan Tiga Desa


Lumajang, KaJe
Muspika Ranuyoso Lumajang Jawa Timur, beri pengarahan pada Satgas Keamanan Desa diantaranya Desa Ranuyoso, Tegalbangsri dan Wonoayu, bertempat di Balai Desa Ranuyoso, Selasa (26/2/2019).

Hadir pada saat itu, Kapolsek Ranuyoso AKP. Setyo beserta anggotanya, Plh Danramil 0821/06 Ranuyoso Letda Inf. Poniran beserta anggotanya dan perwakilan Camat setempat, serta sekira 90 orang tergolong tiga kelompok Satgas Keamanan Desa.

Letda Inf. Poniran berkata, pihaknya akan terus mengoptimalkan sinergitas bersama kepolisian dan seluruh elemen masyarakat setempat, guna menjamin keamanan diwilayahnya.

"Hari ini selain kami bersama Kapolsek, beri arahan pada Satgas Keamanan Desa, juga memberikan rompi yang akan digunakan oleh anggota Satgas yang bertugas," kata Poniran.

Selain itu, kata dia, pengarahan yang diberikan mengarah pada pembekalan mental dan sistem dalam menjalankan tugas sebagai mana baiknya, dalam turut menjaga kamtibmas di desanya.

"Pembinaan karakter juga, sebagai mana yang sudah digagas sebelumnya, Satgas Keamanan Desa ini akan menjadi tokoh masyarakat. Selain mengemban amanah menjaga keamanan desa, juga akan turut serta dalam penyelesaian problem-problem secara dini," himbuh dia.

Selebihnya, perwira TNI berkulit putih itu menambahkan, jika koordinasi dari Satgas dengan pihak kepolisian dan anggota Koramil, tetap terbina.

"Harapannya nanti akan jadi respon cepat jika di wilayah kewenangan Satgas masing-masing terjadi suatu persoalan. Namun, itu juga nanti tidak merungangi kesigapan baik dari pihak polsek juga dari kami untuk terus memantau secara langsung situasi terkini diwilayah," tukas Poniran. ( Suatman )

Berantas Buta Huruf Pakai Dana Desa


Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., berharap ada percepatan terhadap lndek pendidikan yang ada di Kabupaten Lumajang.  Hal itu, disampaikan saat memberi arahan pada acara Pembinaan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, di Aula Dinas Pendidikan, Kawasan Wonorejo Terpadu ( KWT), Rabu (27/02/19).

Bunda Indah mengungkapkan, bahwa masyarakat di pedesaan masih banyak yang berijasahkan SD.   Melalui pembangunan di sektor pendidikan, dapat  menyababkan bertambahnya angka melek huruf di Kabupaten Lumajang.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang berkomitmen mendorong meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) yang ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan,  alokasi anggaran diambilkan dari Dana Desa untuk pelaksanaan PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Proses pendidikan melalui PKBM tersebut,  untuk mendongkrak Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Kabupaten Lumajang.

"Adanya PKBM,  masyarakat dapat mengikuti Kejar paket A maupun paket B.  Pelaksanaannya tetap Dinas pendidikan, dan yang membiayai dari Dana Desa. Itu semua Desa. Untuk itu saya ingin ada percepatan Pendidikan di Kab. Lumajang," ujar Wabup.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lumajang, Drs. H. Winadi, M. Pd., menyampaikan, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Kab. Lumajang cenderung menurun,  karena naiknya angka harapan hidup masyarakat, angka pengeluaran riel masyarakat, serta angka melek huruf.

"Indikator yang sedang dihadapi oleh Dinas Pendidikan, salah satunya adalah angka melek huruf. Untuk itu, perlu kita manfaatkan moment ini untuk mendongkrak IPM yang ada di Kab. Lumajang dengan pendidikan PKBM," ujarnya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Lumajang masih ada beberapa Kecamatan yang belum ada PKBM, diantaranya, Kecamatan Jatiroto, Kunir, Tekung, Pronojiwo dan Kec. Tempursari. Ia berharap100 desa yang ada di Kab. Lumajang didirikan PKBM.

Jumlah peserta yang hadir dalam pembinaan itu sekitar 150 orang, terdiri dari  para Kabid,  Kasubag, Kasi, dan staf yang ada di lingkup Dinas Pendidikan, KPP se- Kabupaten Lumajang. Pengawas SMP, pengawas SD,  Pengawas TK, Penilik, MKKS SMP negeri/swasta, KKKS SD Negeri, IGTKI serta Himpaudi. (woko)

27/02/2019

TMMD ke 104 Dilaksanakan di Sumberjambe


Jember, KaJe
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 berlangsung di Kecamatan Sumberjambe. Upacara pembukaan berlangsung di Desa Gunung Malang, Selasa, 26 Februari 2019.  Dalam upacara itu, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjadi inspektur upcara dan membacakan pidato Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam pidato tertulisnya, gubernur menjelaskan TMMD merupakan sinergi yang kuat antara TNI dengan Rakyat dalam memperluas dan mempercepat perwujudan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karenanya , diharapkan program TMMD dapat membantu meningkatkan percepatan pencapaian target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta menempatkan desa sebagai subyek pembangunan.
Beberapa kegiatan TMMD diharapkan mampu menjadi pemicu adanya kesadaran masyarakat tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan upaya-upaya pencegahan paham radikalisme di desa.
"TMMD dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun perisai diri bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemajuan jaman, lanjut gubernur.
TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan, dimulai tanggal 26 Februari hingga 27 Maret 2019  dan dilaksanakan di lima daerah lokasi sasaran.
Gubernur berharap pelaksanaan TMMD akan mencapai hasil yang optimal dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Bupati Jember Faida dalam kesempatan wawancara dengan awak media mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember menyambut baik TMMD 2019 ini.
TMMD ini sinergi Pemerintah Kabupaten Jember bersama TNI dan masyarakat dengan sasaran daerah atau wilayah yang aksesnya sangat sulit.

"Karena dengan adanya TMMD ada percepatan. Koordinasi yang lebih meringankan Pemerintah Kabupaten Jember, dan gotong royong yang bisa diakses masyarakat,"terangnya.
Menurut bupati, salah satu sasaran di kegiatan TMMD ini adalah meningkatkan ruang terbuka hijau untuk fasilitas umum.
Pembangunan ruang terbuka hijau ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kegiatan budaya, seni, dan kegiatan kepemudaan berbasis taman taman publik.
Bupati berharap TMMD di Desa Gunung Malang ini juga bisa menuntaskan kepemilikan adminduk bagi masyarakat, utamanya KTP dan KIA. "Kita ingin setelah TMMD ini tuntas adminduk di satu desa sasaran, harapnya.
Karena masyarakat menginginkan perbaikan jalan di akses-akses terpencil ini, lanjut bupati, TMMD ini menjadi momentum untuk menyambung jalan antar-dusun dan antar-wilayah yang selama ini belum pernah dibangun di tahun-tahun sebelumnya.
Kini, pertama kalinya masyarakat dapat menikmati hasil gotong royong, ucapnya.
Pemerintah Kabupaten  Jember juga sangat terbantu oleh koordinasi dengan TNI, terutama dengan babinsa yang sangat menguasai wilayah.
Sehingga masalah masalah sosial bisa disinergikan dengan TMMD ini, karena survei data dari TNI bisa lebih detail lagi dan bantuan masyarakat bisa lebih terakses, seperti bantuan kursi roda, alat bantu dengar dan lain sebagainya, jelasnya.
Kedepannya masih ada sinergisitas lanjutan di luar TMMD, dengan kegiatan yang dinamakan Karya Bakhti bersama TNI dalam skala besar yang anggarannya dari APBD Kabupaten Jember. Kegiatan ini bisa membantu percepatan pembangunan, terutama di wilayah terpencil.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo menjelaskan  pengerjaan beberapa sasaran fisik diselesaikan dalam waktu 30 hari.
Sementara untuk sasaran sasaran seperti jembatan, perlu ada pra-TMMD. Pengerjaannya akan dituntaskan dalam waktu penutupan TMMD.
"Jadi sekitar 20 persen kita sudah menyelesaikan sasaran fisik, khusus untuk sasaran fisik yang memerlukan waktu cukup panjang,"  jelasnya.
Selain pembangunan fisik, sasarannya juga terkait dengan perningkatan ketahanan sosial. Hal ini dengan membangun suasana keterkaitan diantara masyarakat, keguyuban, persatuan, dan kesatuan yang nantinya akan diwujudkan dalam program non fisik.
Kegiatan peningkatan ketahanan sosial ini dilaksanakan bersama dinas-dinas terkait di Kabupaten Jember.
Terkait pelaksanaan TMMD yang kembali dilaksanakan di Jember, Danem menyebut karena ada aspirasi dari masyarakat.
Karena melalui satu proses yang bersifat bottom up, dan ada permintaan dari wilayah wilayah. Dilakukan survei dan dari situ diajukan tempatnya kepada panitia pusat untuk diputuskan, jlentrehnya.
Sementara itu, Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Arif Munawar mengatakan, efek TMMD yang dirasakan masyarakat Jember begitu luar biasa. Masyarakat sangat dekat dengan TNI.
"TNI dan rakyat ibarat air dengan ikan. Disitulah kebersamaan masyarakat dengan TNI benar benar nampak," tuturnya.
Di Desa Gunung Malang, jelasnya, ada 150 anggota TNI yang tidur bersama masyarakat, makan bersama masyarakat, dan membantu bersih bersih.
"Nanti ada juga bentuk fisik maupun non fisik yang akan disinergikan dan akan memberikan dampak ketahanan sosial, saling menghargai, menghormati, ada rasa persaudaraan dan persatuan, sehingga ketahanan wilayah akan mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, ungkapnya.
Desa yang sudah melaksanakan TMMD sebelumnya, lanjutnya, tetap akan mendapatkan pemeliharaan dengan baik, yang akan dikoordinasikan dengan Pemda. (Mia/ags/hms)

Gelar Rakor Tingkatkan Kerjasama Pemeliharaan Stabilitas Keamanan


Lumajang, KaJe
Dalam rangka peningkatan kerjasama pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban umum TNI/POLRI/Kejaksaan mengadakan rapat koordinasi di pendopo Kabupaten Lumajang.

Tindak kriminalitas memang sangat kompleks dan banyak macamnya oleh karena itu untuk menghindari kecolongan Kapolres Lumajang telah membentuk tim dengan spesifikasi khusus untuk mengatasi masalah kriminalitas. Namun jika dapat bersinergi dengan elemen pemerintah yang lainnya dapat meningkatkan prosentase kondusifitas Kabupaten Lumajang dan menekan angka kriminalitas secara drastis.

Kapolres Lumajang juga membuat  beberapa terobosan untuk menutup celah kriminalitas kasus  pencurain hewan (Curwan) sapi. Seperti dibentuk Satgas Keamanan Desa, pembentukan Gaster serta pembuatan rantai sapi.  Namun demikian,  masih ada kemungkinan yang membuat Kapolres Lumajang masih menyiapkan kartu berikutnya jika usaha usaha tersebut masih kecolongan dengan disiapkannya anjing pelacak guna melacak keberadaan sapi yang dicuri.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan, dengan adanya anjing pelacak ini guna dapat menunjang dan membantu mengungkap kasus kriminalitas. "Namun kami meminta bantuan dari pihak pemda dalam penyediaan makanan anjing anjing tersebut. Karena anjing tersebut pengadaan secara swadaya bantuan dari masyarakat yang peduli akan ketertiban masyarakat diwilayah Lumajang," jelasnya.

Anjing pelacak adalah anjing yang telah dilatih untuk menggunakan indranya (hampir selalu menggunakan indra penciuman) untuk mendeteksi substansi seperti bahan peledak, obat-obatan terlarang, selundupan hewan atau tumbuhan, uang, atau darah. Anjing berburu yang mencari buruan dan anjing pencari yang mencari orang yang hilang biasanya dianggap berbeda dengan anjing pelacak. Namun, terdapat beberapa kemiripan antara anjing pelacak dengan anjing pencari mayat.

"Beberapa anjing polisi yang digunakan dalam razia narkoba dilatih tidak hanya untuk mencari narkoba, tetapi juga orang yang bersembunyi dari polisi dan mata uang yang disembunyikan. Beberapa anjing pelacak dapat melacak alat elektronik yang diselundupkan, seperti telepon genggam di penjara," bebernya. (Suatman)

Kabupaten Lumajang Angka Pencurian Ternak Turun


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., mengungkapkan, bahwa angka pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Lumajang menurun dalam beberapa bulan terakhir.  Kondisi ini, sebagai wujud kinerja Forum Komunikasi Kecamatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dimasing-masing wilayah.

Hal itu, disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kerjasama Pemeliharaan Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban Umum Antara Pemerintah Daerah Bersama TNI/ Polri/ Kejaksaan di Panti PKK Kab. Lumajang, Rabu (27/2/2019) pagi.

"Saya mengapresiasi kinerja forum komunikasi kecamatan, Kita rasakan betul hasil kerja keras teman-teman di tingkat kecamatan, sehingga masyarakat juga turut merasakan hasilnya," ujar Bupati.

Menurutnya, tingkat pencurian hewan ternak sapi di Kabupaten Lumajang, sudah relatif menurun berkat sinergitas Pemerintah  termasuk Kepolisian, Jajaran TNI dan  peran aktif warga masyarakat, teeurama dalam memberikan informasi upaya pencegahan tindak pencurian sapi.

Di sisi lain, tindak kejahatan begal motor,  Pemerintah Daerah bersama Polres Lumajang dan Kodim 0821 akan tetap berupaya melakukan patroli di daerah rawan begal. Tak hanya itu, beberapa kali Bupati bersama Kapolres dan Komandan Kodim 0821 turun langsung melakukan patroli.  "Kita ini kerja sudah di luar pakem, kita harus kerja keras, kita harus selesaikan permasalahan satu persatu,"  ujar Bupati.

Sehubungan dengan itu, Bupati meminta agar para camat segera membentuk Satgas Keamanan Desa (SKD) untuk meningkatkan rasa kemanan.

Di pihak lain, Kapolres Lumajang, AKBP. Dr. M. Arshal Sahban, S.IK, SH. M.H., menjelaskan, saat ini Polres Lumajang tengah fokus menangani permasalahan terkait begal, pencurian sapi, dan konflik horisontal akibat tambang pasir. Oleh karena itu, Kapolres Lumajang sudah membentuk tim khusus untuk penyelesaian masalah tersebut, diantaranya Tim Cobra Polres Lumajang, Tim Pemburu Begal, Satgas Keamanan Desa (SKD) serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan koordinasi lintas sektoral.

Sejauh ini, Kapolres Lumajang sudah memerintahkan para Kapolsek untuk rutin melakuka patroli bekerja sama dengan Camat dan Danramil setempat serta megikutsertakan masyarakat untuk menjalin komunikasi langsung.                                            "Para kapolsek,setiap hari saya memerintahkan agar melakukan operasi, bekerjasama dengan camat dan koramil setempat," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kab. Lumajang, Drs. Basuni melaporkan, rapat koordinasi itu bertujuan untuk meningkatkan intensentifitas menjaga kemananan dan ketertiban secara terpadu. Satu hal yang perlu terus dipupuk, adalah meningkatkan sinergitas 3 pilar, sehingga target program pemerintah mewujudkan situasi kemanan dan ketertiban umum dapat tercapai. Situasi yang aman dan tertib, dapat menjamin keberlangsungan pembangunan, sesuai dengan program pemerintah. Bahkan,  dengan begitu    diharapkan masyarakat dapat beraktfitas dengan nyaman.(Suatman)

Pemkab Jember Jalin Kerjasama Dengan INKINDO Jatim

Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember menjalin kerjasama dengan Dewan Perwakilan Pusat (DPP ) Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Timur tentang pembangunan Kabupaten Jember.  Dalam kerjasama itu dilakukan penandatanganan nota kesepakatan dalam ajang Forum Anggota (Fora) Inkindo Wilayah Timur Raya di Hotel Royal Jember, Selasa,  26 Februari 2019.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mewakili Pemerintah Kabupaten Jember. Sementara Inkindo diwakili oleh DPP Inkindo Jatim Ir. Adi Prawito, MM., MT.
Usai pendatanganan, bupati mengatakan, menginginkan sinergisitas dengan Inkindo dapat terbangun dengan baik, utamanya untuk pembangunan.

"Karena sejatinya konsultan perencana itu mempunyai kesempatan sangat besar untuk mempercepat pembangunan dan mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan keilmuan dan kompetensinya," kata bupati.

Hal itu yang menjadi latar belakang untuk membuat kesepakatan dengan Inkindo Jatim dan seluruh anggotanya untuk membantu Pemerintah Kabupaten  Jember.
"Komitmen ini dilakukan agar bersama-sama saling memberi masukan dan menyatukan kekuatan, supaya Kabupaten Jember ini bisa mewujudkan visi misinya dengan perubahan-perubahan yang lebih baik," ungkapnya.

Kesepakatan itu juga diikuti dengan komitmen saling menjaga kedua belah pihak untuk tidak menggunakan cara-cara yang kurang berkah dan suap menyuap.
"Kompetensi yang dimiliki anggota Inkindo seharusnya sangat diperlukan pemerintah daerah tanpa perlu suap menyuap untuk membantu pembangunan di Pemerintah Kabupaten Jember," tutur bupati.

Bupati juga mengatakan, kesempatan bersinergi ini untuk hal-hal yang lebih luas daripada sekedar berebut proyek. Inkindo seharusnya dapat memberi masukan kepada pemerintah, karena pemda perlu didukung konsultan perencana yang hebat.

Ketua DPP Inkindo Jatim Ir. Adi Prawito, MM. MT. menyampaikan, pernyataan bupati itu sebagai masukan dan tantangan. Adi sangat mengapresiasi masukan bupati yang sangat luar biasa, dan siap menerima tantangan yang diberikan. "Karena kami adalah organisasi olah pikir dan kami mempunyai sumber daya itu," ujarnya.

Inkindo tidak hanya membidangi masalah konstruksi, tetapi juga membidangi masalah non kontruksi. Penandatanganan nota kesepakatan tanpa fee ini, menurut Adi Prawito, menjadikan energi baru untuk Inkindo menjadi profesional dan lebih baik. Inkindo juga tidak hanya menginginkan tataran proyek, tetapi lebih besar dari itu. "Kita ingin adu ide, adu argumentasi, adu gagasan, dan menjadi partner pemerintah kabupaten atau kota," katanya.

Kedepannya,
sinergi ini akan ditingkatkan dengan dasar saling mengerti, no fee dan hasilnya akan lebih optimal. Anggota Inkindo akan lebih sejahtera dengan pemikiran yang lebih jernih. (Mia/fra/hms)

Bupati Jember Pimpin Upacara Pembukaan TMMD KE 104.

Jember, KaJe
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 Tahun 2019 di Kabupaten Jember, resmi dibuka dengan ditandai upacara yang dipimpin  Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, Senin (26/2) pagi di lapangan Desa Gunung Malang Kecamatan Sumberjambe

Mengangkat tema " Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat dan Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam mewujudkan Ketahanan Nasional ", TMMD tahun ini berlangsung mulai 26 Februari sampai 27 maret mendatang.Ada  12 daerah lokasi sasaran dibeberapa dusun di Desa Gunung Malang , Kecamatan Sumber Jambe  yang ditetapkan sebagai lokasi TMMD.

Bupati, membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Tegistha Indar Parawansa, M.Si.  mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberi bantuan untuk mendukung kelancaran TMMD. Namun program ini tak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan berbagai stakeholders.



"TMMD adalah satu sejarah program pembangunan yang dilaksanakan secara lintas sektoral, baik dari kementerian, lembaga, pemprov, pemkab, dan masyarakat. Kegiatan membantu percepatan pembangunan ini, tidak bisa berjalan oleh TNI AD saja. Namun juga kerjasama dan koordinasi antarstakeholder terkait," tutur dr. Hj. Faida.

Tak lupa, Gubernur menitipkan pesan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerjasamanya sehingga kegiatan pembukaan TMMD ke 104 dapat berjalan  dengan baik, jatim harus kerja, jatim harus berkarya, jatim harus sejahtera untuk kemakmuran kita bersama.

Ada yang menarik, pada saat peninjauan UMKM di Stan KB Kes, dr. Hj. Faida menanyakan kepada aseptor implan an. ibu Widiyawati, " Ibu mendengar metode  implan dari mana?" , dijawab oleh aseptor dari Pak tentara (red. Babinsa), spontan Bupati yang ramah itu tertawa dan mengucapkan terima kasih kepada Danrem 083/Bdj Kol. Inf Bagus Suryadi Tayo, dan disambut tepuk tangan oleh Seluruh masyarakat.

Hadir dalam upacara ini antara lain Danrem 083/Bdj, unsur Forkopimda,   Staf Ahli Pangdam V/Brw, Pabandya Sterdam, Danyonif 509, , Kajari, organisasi perangkat (OPD), serta camat se-Kabupaten Jember..( Mul/Mia) 

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Kebakaran Pabrik PT TRI TUNGGAL LAKSANA


Lumajang, KaJe
Tim Labfor Polda Jatim diterjunkan untuk mengungkap kejadian terbakarnya pabrik triplek milik PT Tri Tunggal Laksana yang berada di Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Tim yang langsung datang dari Surabaya ini beranggotakan 6 orang dan langsung mengidentifikasi seluruh area kebakaran, terutama titik pertama diketahui adanya percikan api.

Sebelumnya memang pabrik yang memproduksi triplek dari kayu sengon ini sempat terbakar (22/2) dan mengakibatkan beberapa karyawan harus mengalami luka di tubuhnya. Bahkan 4 dari 14 korban luka harus dirawat di RSU DR Haryoto karena mengalami luka serius hingga 32% di tubuhnya.

  Meskipun dugaan awal percikan api berasal dari kebocoran tabung oli yang ada pada mesin boiler serta selanjutnya menetes ke peredam panas, namun petugas dari Labfor tetap akan memeriksa dengan teliti agar diketahui secara akurat penyebab kebakaran tersebut.

Kapolres Lumajang  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan hasil dari Labfor ini baru dapat diketahui setelah 7 hari. Hasilnya tak bisa hari ini diketahui. Harus dicek oleh pihak mereka di laboraturium dan baru bisa dipublikasikan ke umum setelah seminggu. "Selain harus teliti dalam menangani ini, pihak Kepolisian juga tak mau gegabah dalam menentukan hasil dari kasus ini," terang Arsal.

Seusai mendapatkan data data yang memang dibutuhkan oleh Tim Labfor, mereka memnag langsung kembali ke Surabaya untuk membawa hasil yang mereka dapatkan untuk selanjutnya diteliti di laboratorium di Surabaya. (Suatman)

26/02/2019

Kakak Beradik Kompak Sebagai Pelaku Kejahatan

Lumajang, KaJe
Setelah beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 warga Lumajang digegerkan dengan beredarnya kabar hampir dibakarnya dua orang pelaku pencurian motor warga di wilayah Desa curah petung Kec. Kedungjajang Kab. Lumajang, ternyata terdapat beberapa fakta yang cukup mencengangkan dibalik kedua pelaku tersebut

  Pasalnya kedua pelaku yang masing masing bernama Rusan (31 th) beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah dan Rusen (33 th) yang juga beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah ini adalah kakak beradik. Dalam catatan Kepolisian, keduanya juga telah tersangkut beberapa kasus kriminal

  Rusan sendiri telah melakukan aksi kriminal, diantaranya adalah kasus pencurian ayam di tangani polsek Randuagung (th 2009) dan dihukum penjara 7 bulan, selanjutnya adalah kasus pencurian Sapi di tangani Polres Lumajang (th 2011) dan dihukum penjara selama 8 bulan, serta yang terakhir adalah kasus membawa Senjata Tajam (Clurit) yg mana ditangani Polsek Klakah (th 2014) dan dihukum penjara 7 bulan. Seluruh kasus tersebut dipenjara di Lapas Lumajang.

Sedangkan,  sang kakak, Rusen baru melakukan aksi kriminal sebanyak satu kali yakni kasus pencurian ayam dan di tangani Polsek Klakah tahun 2014, serta harus merasakan pengapnya bui selama 6 bulan di Lapas Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengapresiasi ketanggapan dari warga sekitar yang langsung bergerak berusaha menangkap pelaku pencurian motor tersebut. 

“Saya sangat mengapresiasi dari warga, dimana setelah mendengar minta tolong dari korban langsung merapat dan berusaha mengejar para pelaku. Ini adalah wujud nyata dari warga Indonesia yang tak melupakan nilai gotong royong dalam butir butir pancasila, untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” ucap Arsal.

Namun demikian, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini juga menyayangkan kebrutalan dari warga dengan menghajar pelaku hingga babak belur hingga akan membakarnya hidup hidup.

 “Tetapi, sayangnya rasa gotong royong tersebut berujung anarkisme dimana hak asasi manusia dilanggar dengan cara kedua tersangka tersebut dipukuli bahkan hampir dibakar hidup hidup oleh massa yang telah sangat marah tersebut. Seharusnya setelah tertangkap, kedua pelaku diserahkan kepada petugas yang berwenang. Untung saja pihak kami datang dengan cepat ke TKP dan mengamankan keduanya berikut beberapa barang bukti lain nya," pungkas  Kapolres.

 Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menyatakan,  kedua pelaku memang seorang residivis. Mereka  adalah kakak beradik sebagai residivis. Namun dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, baru pertama kali mereka lancarkan.

" Mereka berdua terbukti telah melanggar Pasal 363 ke 4 KUHP, yakni tindak pidana pencurian (curanmor) dilakukan 2 orang bersama-sama serta diancam pidana penjara paling lama 7 tahun, Pasal 363 ke 4 KUHP," tegas Hasran Cobra sekaligus Katim Cobra. (Suatman)

25/02/2019

Crosser Jember Tewas di Marinir Trail Adventure Situbondo


Situbondo , KaJe
Marinir Trail Adventur Situbondo , satu crosser asal Jember meninggal, Minggu (24/02//2019) sekitar pukul -21;08 Wib. Crosser itu adalah Rangga (32) warga asal Dusun Srino, Desa Sukosari ,Kecamatan Sukowono ,Kabupaten Jember. Korban meninggal saat mengikuti event Matras 2 ( Marinir Trail Andventur).

Menurut keterangan saksi,  dirinya melihat korban jatuh ke dalam sungai sedalam 30 meter. Dan karena jalan menanjak mesin motor macet dan akhirnya sampai tanjakan  korban terperosok  ke jurang sedalam 30 meter.

Kapolsek Asembagus AKP Hariyono membenarkan kejadian kecelakaan yg mengakibatkan satu orang meninggal dunia di TKP. guna penyelidikan pihaknya minta hasil visum dari pihak rumah sakit. Setelah proses tersebut baru korban bisa di berangkatkan kerumah duka. (ggk)

Ombudsman Nilai Pemkab Jember di Bawah Rata Rata


Ombudsman memberikan nilai di bawah rata rata untuk pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten Jember. Menurut perwakilan ombudsman, Agus Budiarta bahwa  pelayanan yang di terapkan di Jember kurang maksimal dan cenderung mengulur ulur waktu. Sehingga, seharusnya cepet ditindak lanjuti oleh bupati dr Faida untuk  bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap masyarakat Jember. (ggk)

Awas! Hati Hati Melintas di Lampu Merah Argopuro

Hati hati bagi warga yang sedang  melintasi di perempatan lampu merah Argopuro.  Di lokasi jalan tersebut terdapat  jalan  berlubang. Bahkan, telah terjadi musibah menimpa pengendara sepeda motor terjebak dalam lubang jalan itu. Akibatnya, veleg ban sepeda motornya  bengkok. Tapi  pengendara masih selamat karena tak sampai
jatuh.
Padahal, selama ini banyak keluhan yang diungkapkan warga, namun hingga jatuh korban  tetap saja tidak ada perhatian untuk diperbaiki oleh pemerintah. Apakah jalan berubang ini harus menunggu korban lagi baru diperbaiki? (ggk)

Bupati Thoriq Berharap IGRA Rangkul Warga


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML. (Cak Thoriq), berharap Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) bisa merangkul semua elemen masyarakat. Demikian isi sambutan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., saat Pelantikan Pimpinan Daerah IGRA Kab. Lumajang periode 2019---2023 di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (25/02/2019) pagi.

Bupati yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin M.Pd., menamvahkan, bahwa Pengurus IGRA yang baru dilantik itu, dapat menjaga silaturrahim antar sesama kepala RA, guru, Kenenterian Agama RI, dan dengan Pemkab Lumajang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lumajang, yang akrab dipanggil dengan sapaan Cak Thoriq, berharap dengan adanya pengurus yang baru IGRA dapat terus menjadi sarana menjaga Silaturahmi antar sesama Kepala  Raudlatul Afhal, Guru, Kementrian Agama dan Pemkab Lumajang.

Bupati menyampaikan, bahwa sebagai Organisasi Profesi yang diakui oleh pemerintah, IGRA di harapkan mampu merangkul kelompok - kelompok masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan IGRA.  "Saya harap IGRA mampu menjadi teladan yang baik sebagai organisasi yang mengedepankan kepentingan bersama dengan menumbuhkan semangat kebersamaan," ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Jawa Timur, Hj. Nurul Hasanah M.Pd., menjelaskan bahwa IGRA adalah suatu organisasi Independen yang menyalurkan visi-misi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini. IGRA juga bersifat horizontal, artinya bisa bekerja sama dengan siapa saja dan tidak selalu terikat serta tidak di bawah naungan organisasi lain. Untuk itu, Tugas dan fungsi IGRA adalah memberikan motifasi agar para guru selalu berkarya, yang nantinya akan di terapkan kepada anak - anak didik utamanya anak di usia dini.

"Mudah-mudahan dengan dilantiknya pimpinan IGRA, kedepan dapat membawa Lumajang semakin hebat dan bermartabat. Tingkatkan terus prestasi Kabupaten Lumajang," ujarnya.

Dipihak lain, Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Lumajang, M. Syafii S.Pd.I., mengungkapkan bahwa IGRA bertujuan untuk penggalian pendidik yang profesional, menjadikan lembaga yang unggul dan islami dalam berbudaya saing. IGRA juga termasuk organisasi gerakan yang mampu membuat pendidikan lebih sejahtera di wilayah Kabupaten Lumajang. "Diharapkan kepada pengurus yang baru dilantik agar bahu membahu bekerja sama dan jangan mementingan diri sendiri di dalam bekerja," imbuhnya. (Suatman )

Kebijakan Bupati Lumajang Jadi Referensi Pusat


Lumajang, KaJe
Kebijakan Bupati Lumajang berkenaan diversifikasi pangan menjadi referensi pemerintah pusat. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Ir. Paiman, saat bertindak sebagai inspektur Upacara Bendera Rutin, di halaman Kantor Bupati, Senin (25/02/2019) pagi.

Dijelaskan, bahwa kebijakan itu, melalui pengembangan Rumah Tangga Lestari, sehingga muncul program Obor Pangan Lestari (OPAL).

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, kebijakan Bupati Lumajang tentang konsumsi pangan lokal telah menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Kebijakan itu telah menginspirasi Pemerintah Pusat untuk berinovasi memunculkan program di bidang pangan lokal.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang telah menghimbau agar para kepala OPD ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kebijakan Bupati dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar kantor untuk ditanami komoditas pangan lokal. 

Oleh karena itu, di sekitar tempat kerja, baik dinas, badan, rumah sakit selayaknya memanfaatkan sejengkal tanah kosong, agar produktif. (Suatman)

Wabup Indah: KSP Gema Swadaya Bisa Jadi Contoh


Lumajang, KaJe
Pemerintah Kab. Lumajang memberikan penghargaan setinggi tingginya atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh Ketua pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Gema Swadaya.  Hal itu dikatakan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M. Si., saat meresmikan Kantor Koperasi simpan pinjam CU Gema Swadaya Jawa Timur di jln. Serma Dohir no 191, Dusun Sumberagung, Kecamatan Senduro, Ahad (24/02/19) pagi.

Wakil Bupat, yang akrab di panggil dengan subutan Bunda Indah itu,  merasa terharu dan bangga terhadap perjuangan pembangunan Kantor Koperasi oleh pengurus Koperasi CU Gema Swadaya.  "Ini adalah sebuah perjuangan. Itu tidak mudah bagi rakyat kecil,  dimotori seorang perempuan, yang telah mampu mengajak rakyat kecil mengeluarkan aura semangatnya.  Saya selaku wakil Pemerintah sangat bangga terhadap perjuangan dan langkah - langkah ketua Pengurus Kopersi terhadap pembangunan Kantor Koperasi simpan pinjam CU Gema Swadaya," ujarnya.
       Keuggulan Koperasi tersebut, salah satunya adalah ketika anggota ingin menggunakan uang koperasi dengan pola simpan pinjam, anggota ditanya serta dibina, bahwa uang itu tidak untuk konsumtif, tetapi untuk usaha produktif. "Itu diyakinkan, bahwa uang itu harus meningkatkan pendapatan anggota. Ini merupakan salah satu cara membantu Pemerintah dalam menanggulangi angka kemiskinan yang ada di Lumajang," tambahnya.

Wabup mengatakan, Koperasi CU Gema Swadaya harus dijadikan contoh bagi Koperasi - koperasi lain yang ada di Kabupsten Lumajang. Menurut Bunda Indah, Koperasi Gema Swadaya adalah koperasi yang benar, sesuai Icon Koperasi ini, yaitu,  membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

Sementara itu, Ketua Puskopdit Prov Jatim  Drs Sutikno, M. Pd., mengungkapkan, bahwa Kantor yang senilai 1 m lebih tersebut murni dibangun oleh anggota, bahkan, tidak ada hibah dari Pemerintah. Koperasi KSP Swadaya tersebut merupakan binaan Puskopdit Prov. Jatim.

"Tahun ini, KSP Swadaya resmi ijin usaha level provinsi,  juga termasuk NIK dan sertifikatnya. Artinya, KSP Swadaya bukan titip lagi dan tidak dipertanyakan lagi, siapapun sudah bisa mengakses," ungkapnya.

Ketua pengurus KSP CU Gema Swadaya, Misbah Isnaiwah mengatakan, bahwa pembangunan Kantor KSP Swadaya tersebut merupakan  wujud dari perjuangan panjang yang sudah dilakukan.                                        Ia mengucapkan terimakasih kepada Puskopdit Prov. Jatim,  ketika aset di bawah Rp 1 miliar, Puskopdit sudah memberikan pinjaman sebesar Rp 1 miliar untuk melakukan pengadaan Kantor Koperasi tersebut.

Ia berharap, semua anggota yang berjumlah sekitar 1500 anggota itu, supaya terus saling bergotong royong menuju kesejahteraan. (Suatman)

Tiga Pilar Kecamatan Ranuyoso Selenggarakan Pembinaan SKD


Lumajang, KaJe
Pemerintah Kecamatan Ranuyoso kabupaten Lumajang melalui Tiga Pilar menggelar Sosialisasi Satgas keamanan Desa (SKD), acara yang dilaksanakan di balai desa Ranubedali diikuti oleh 3 Satgas keamanan Desa yang terdiri Satgas desa Ranubedali, Tegalbangsri dan Sumberpetung dilanjutkan pembagian rompi kepada masing-masing anggota Satgas, Minggu (24/02/2019)

Sebanyak 50 personel anggota Satgas Keamanan Desa 3 desa mengikuti pembinaan yang diberikan oleh Danramil 0821/06 dan Staf Kecamatan Ranuyoso.

Plh. Danramil 0821/06 Ranuyoso Letda Inf Poniran usai kegiatan mengatakan, pelaksanaan pembinaan terhadap anggota satgas keamanan desa merupakan upaya untuk mempersiapkan setiap anggota satgas, agar selalu siap menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban desa.

“Bersama Koramil, kita berikan pembinaan dan bekal pengetahuan kepada personel satgas, agar lebih memahami tentang fungsi dan tugas satgas keamanan dalam membantu pemerintah desa menjaga keamanan dan ketertiban desa,” jelasnya.

“Diharapkan setiap personel satgas keamanan desa dapat menjadi contoh bagi masyarakat, sehingga mereka dapat turut serta untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah,” tutur Pelda Poniran.

“Personel Koramil 0821/06 Ranuyoso akan selalu siap membantu satgas keamanan desa dalam menjaga kondusifitas wilayah, dan dihimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dengan menggalakkan siskamling di lingkungan masing-masing, sehingga ruang gerak pelaku tindak kriminal dapat dipersempit,” pungkas Plh. Danramil Ranuyiso.

Sementara itu, Camat Ranuyoso , Totok Suharto,S.H. menambahkan, bahwa pemerintah berkewajiban melaksanakan pembinaan dan memelihara stabilitas keamanan serta ketertiban wilayah selalu dalam keadaan kondusif.

“Tindak kriminalitas dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, untuk itu kita harus selalu siap untuk mengantisipasinya, agar tidak sampai terjadi di wilayah Kecamatan Ranuyoso, sehingga dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” harapnya.(Suatman)

Babinsa Condro Bersama Perangkat Desa dan Warga Bersihkan Areal Wisata


Lumajang,KaJe
Guna menjaga kebersihan dan keindahan areal wisata Tamboh Raya yang bertempat di Dusun Gentengan Desa Condro Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Babinsa bersama dengan perangkat desa dan masyarakat melaksanakan pembersihan areal wisata, Minggu (23/02/2019).

Serda M. Naim, Babinsa Condro mengatakan, bahwa turut aktif dirinya selaku anggota TNI yang bertugas melaksanakan pembinaan wilayah dalam pelaksanaan kegiatan pembersihan areal wisata merupakan suatu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat.

"Dengan terpeliharanya kebersihan dan kelestarian areal wisata, diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi pengunjung baik lokal maupun luar daerah, sehingga menjadikan wisata Tamboh Raya sebagai salah satu tujuan untuk berlibur bersama keluarga," katanya.

"Dihimbau kepada masyarakat sekitar, bersama dengen pengelola agar selalu bekerja sama menjaga dan memelihara areal wisata agar dapat diminati pengunjung, sehingga dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakat sekitar," harap Serda M. Naim.

Hal serupa juga disampaikan oleh Supirno, selaku kepala desa setempat, bahwa pelaksanaan kegiatan pembersihan ini merupakan upaya untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam areal wisata Tamboh Raya.

"Pemeliharaan areal wisata sangat penting untuk dilakukan, hal ini merupakan upaya dalam peningkatan pendapatan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar tempat wisata," tambahnya.

"Terima kasih atas peran peran aktif babinsa yang selalu mendukung dan membantu setiap program yang telah dirancang oleh pemerintah desa, semoga upaya yang dilakukan selama ini dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakat Desa Condro," pungkas Supirno. (Suatman)

Bupati Thoriq : KTP Selesai di Kantor Camat


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., menegaskan, bahwa pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang semula diurus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Lumajang, akan diselesaikan di Kantor Camat.            Hal itu, disampaikan Bupati Lumajang, H. Thariqul Haq, M. ML., ketika menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Al Hilal, Dusun Krajan, Desa Wotgalih, Kec. Yosowilangun, Ahad (24/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Lumajang, yang sudah mulai bisa dinikmati,  seperti misalnya  SPP Gratis, biaya persalinan gratis, dan santunan kematian, yang dapat diurus oleh siapapun.

Bupati menyampaikan, bahwa saat ini mobil pelayanan KTP sudah berkeliling ke penjuru wilayah Kab. Lumajang. "Pengurusan KTP ini sudah keliling untuk melayani masyarakat di desa-desa nanti saya akan perintahkan ke Wotgalih," ujarnya.

Pelayanan tersebut, untuk memudahkan warga masyarakat dalam memperoleh KTP lebih cepat. (Suatman)

Kapolres Lumajang Beserta Bupati Hadir di Tengah Latihan Pocil



Lumajang, KaJe
Beberapa waktu yang lalu kita mendengar seleksi ketat dari Kapolres Lumajang dalam pembentukan Polisi cilik Polres Lumajang. Kini telah terbentuk Pocil Polres Lumajang sejumlah 31 orang dari berbagai berbagai usia antara kelas 2 sampai kelas 4 Sd.
Pocil tersebut dilatih secara rutin yang nantinya dilombakan di tingkat Regional Jawa Timur.

Kapolres Lumajang dan Bupati Lumajang pada hari ini, minggu 24 Februari 2019 hadir ditengah tengah latihan adik-adik pocil guna memberikan semangat serta dukungan kepada pocil Polres Lumajang dan juga melihat bagaimana perkembangan adik adik pocil selama latihan.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH ditengah tengah kegiatan ini, sempat memberikan motifasi dan juga semangat kepada para ‘pocil’ ini. “Kalian harus semangat, kalian adalah penerus generasi bangsa. disini kalian dilatih Karakter kepemimpinan, Karakter etika dan moral. Kelak kalau kalian menjadi pengusaha, pengusaha yg berkarakter. kalau menjadi Politisi maka akan menjadi politisi yang berkarakter. Pocil hanya sebagai pengantar, tapi apapun profesi kalian kelak, melalui latihan Pocil kalian akan menjadi anak-anak yang unggul,” ujar Arsal

Bupati Lumajang mengapresiasi pelatihan Pocil, karena akan membangun generasi emas Lumajang “sebagai Bupati, saya ingin munculnya generasi emas dari Lumajang. kegiatan Pocil ini sangat bagus dalam melatih karakter anak-anak. saya yakin pelatihan Pocil ini salah satu bentuk membangun generasi emas di Lumajang. akan saya dukung penuh,” ujar Cak Thoriq.( Suatman)

Mayat Bocah Ditemukan di Sungai


Jember, KaJe
Sosok mayat anak laki- laki bernama MUHAMAD ZIDANE SYAFI'I (10 ) warga  Dusun Krajan, Ds.Wringin agung, Kec.Jombang, Kabupaten Jember di sungai Bondoyudo tepatnya di Dusun Legong, Desa Paseban Kecamatan Kencong.
  Awalnya, Kasiani ( 55 ) sedang berada di pinggir sungai, tiba tiba pandangannya melihat sesosok tubuh manusia terseret arus sungai. Saat itu juga, oleh  Kasiani mayat itu di pinggirkan pakai bambu. Lalu,  mayat itu dievakusai ke pinggir sungai di bantu warga.
     Selanjutnya,  warga menghubungi pihak polsek setempat lalu tidak berselang lama datang pihak kepolisian dan keluarga korban yang alamatnya di Dusun Krajan Desa Wringin agung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
 
   Menurut  keluarga korban memang hanyut dan tenggelam sewaktu mandi di sungai sebelah timur rumahnya bersama teman temannya kemarin sekitar pukul 14.00 wib dan semalam kita sudah mencari di sekitar sungai bersama Warga

  Kapolsek Kencong AKP Saidi ,Membenarkan tadi anggota saya mendapatkan telepon dari warga bahwa ada penemuan mayat di Sungai di daerah desa kepanjen,setelah datang ke TKP memang benar yang di temukan adalah korban hanyut kemarin,sekarang korban langsung di bawa ke rumah duka di Dusun Krajan, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang karena pihak keluarga  tidak mau di lakukan otopsi atau tindakan medis. (Sbr)

Wabup Indah Resmikan KSP

Lumajang, KaJe

Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan penghargaan setinggi tingginya atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Gema Swadaya.  Hal itu dikatakan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M. Si., saat meresmikan Kantor Koperasi Simpan pinjam CU Gema Swadaya Jawa Timur di jln. Serma Dohir no 191, Dusun Sumberagung, Kecamatan Senduro, Ahad (24/02/19) pagi.

Wakil Bupat, yang akrab di panggil dengan subutan Bunda Indah itu,  merasa terharu dan bangga terhadap perjuangan pembangunan Kantor Koperasi oleh pengurus Koperasi CU Gema Swadaya.

 "Ini adalah sebuah perjuangan. Itu tidak mudah bagi rakyat kecil,  dimotori seorang perempuan, yang telah mampu mengajak rakyat kecil mengeluarkan aura semangatnya.  Saya selaku wakil Pemerintah sangat bangga terhadap perjuangan dan langkah - langkah ketua pengurus kopersi terhadap pembangunan Kantor Koperasi simpan pinjam CU Gema Swadaya," ujarnya.

 Keuggulan Koperasi tersebut, salah satunya adalah ketika anggota ingin menggunakan uang koperasi dengan pola simpan pinjam, anggota ditanya serta dibina, bahwa uang itu tidak untuk konsumtif, tetapi untuk usaha produktif.  Itu diyakinkan, bahwa uang itu harus meningkatkan pendapatan anggota. "Ini merupakan salah satu cara membantu pemerintah dalam menanggulangi angka kemiskinan yang ada di Lumajang," tambahnya.

Wabup mengatakan, Koperasi CU Gema Swadaya harus dijadikan contoh bagi Koperasi - koperasi lain yang ada di Kabupsten Lumajang. Menurut Bunda Indah, Koperasi Gema Swadaya adalah koperasi yang benar, sesuai Icon Koperasi ini, yaitu,  membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

Sementara itu, Ketua Puskopdit Prov. Jatim  Drs Sutikno, M. Pd., mengungkapkan, bahwa Kantor yang senilai 1 m lebih tersebut murni dibangun oleh anggota, bahkan, tidak ada hibah dari pemerintah. Koperasi KSP Swadaya tersebut merupakan binaan Puskopdit Prov. Jatim.   "Tahun ini, KSP Swadaya resmi ijin usaha level Provinsi,  juga termasuk NIK dan sertifikatnya. Artinya KSP Swadaya bukan titip lagi dan tidak dipertanyakan lagi, siapapun sudah bisa mengakses," ungkapnya.

Ketua pengurus KSP CU Gema Swadaya, Misbah Isnaiwah mengatakan, bahwa pembangunan Kantor KSP Swadaya tersebut merupakan  wujud dari perjuangan panjang yang sudah dilakukan.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Puskopdit Prov. Jatim,  ketika aset di bawah 1 M, Puskopdit sudah memberikan pinjaman sebesar  Rp 1 miliar untuk melakukan pengadaan kantor koperasi tersebut.

Ia berharap, semua anggota yang berjumlah sekitar 1500 anggota itu, supaya terus saling bergotong royong menuju kesejahteraan. (woko)

24/02/2019

Dua Residivis Asal Desa Sumberweringin Diamankan Polisi


Lumajang, KaJe
Dua warga asal Desa Sumber wringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang diamankan pihak kepolisian, Sabtu ( 24/02/2019) kemarin sore.  Dua pelaku, tertangkap melakukan pencurian kendaraan di Lahan sengon  Dusun Darungan kidul Desa curah petung  Kec. Kedungjajang Kab. Lumajang.

Sepeda motor yang diparkir di tepi lahan sengon nekat dicuri oleh Rusan (31th), swasta alamat Desa sumber wringin kec. Klakah
Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang dan Rusen (33 ) swasta alamat Desa Sumber wringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang sedangkan korban atas nama Mafkasan (45th), petani warga  Dusun Darungan kidul Desa Kedungjajang  Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang.

Pada kala itu korban yang akan memotong sengon sekira pukul 07.00 wib, sepeda motor supra milik korban ditinggalkan di pinggir lahan sengon tersebut, setelah selesai memotong pohon sengon dan saat kembali pada pukul 16.30 sepeda motor korban sudah tidal ada ditempat dimana ditinggalkan, beruntung ada saksi yang mengetahui sepeda motor korban dibawa oleh seseorang dan selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungjajang.
Bersama dengan warga pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan,
Alhamdulillah pihaknya berhasil mengagalkan aksi curanmor di Dusun Darungam Kidul Desa Curah Petung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. "Saya menghimbau untuk warga agar tidak sembrono menaruh kendaraan dan agar di kunci ganda agar tidak mudah dicuri oleh tangan tangan jahil yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan seperti ini," terang Arsal.

Dan setelah dikembangkan, kata dia, ternyata kedua seorang residivis bernama Rusan dijerat pasal 363 pada tahun 2016. Sedangkan, Rusen juga sama pernah dijerat pasal 363 pada tahun 2012.

Dalam kasus ini, pelaku melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. (Suatman )

23/02/2019

Bupati Thoriq Berbahasa Arab dan Inggris di HUT Spenfourlu


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M. ML., mengapresiasi prosesi HUT SMP Negeri 4 Lumajang. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara hari jadi UPT.  SMP Negeri 4 Lumajang (Spenfourlu) ke - 28, di Jalan Kolonel Suwignyo no 45, Kecamtan Lumajang, Sabtu (23/02/19). Acara itu mengusung tema, "Kita Tingkatkan Program Tuntas Baca Al-qur'an (TBQ) untuk Menuju Santri Milenial".

Acara HUT SMP Negeri 4 kali ini, patut diapresiasi, pasalnya, prosesi acaranya memakai bahasa Arab serta bahasa Inggris.           "Saya melihat anak - anak memiliki jiwa sosial dan karakter yang patut dibanggakan. Begitu saya masuk prosesi acaranya ada bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ini merupakan salah satu terobosan atau inovasi bagi SMP Negeri 4 Lumajang," ujar Bupati.

Ia berharap, SMP Negeri 4 Lumajang, khususnya bagi guru pendidik, harus memiliki inovasi khusus yang dapat mendidik anak - anak berkarakter sosial maupun berjiwa sosial yang bisa di banggakan.

Bupati sempat berdialog dengan siswa - siswi menggunakan  bahasa Inggris dan Bahasa Arab.  Bupati dalam kesempatan itu, memberikan semangat kepada siswa - siswi SMP 4 agar terus mengasah kemampuan dalam berbicara bahasa Inggris maupun Bahasa Arab. "Kalau cara bicara bahasa Arab maupun bahasa Inggris kita lancar, ini sangat luar biasa. Ini nantinya bisa dikirim ke luar Negeri," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lumajang, Isdayanti, mengucapkan terimakasih kepada Bupati, karena hadir pada acara HUT SMP 4 Lumajang. Ia meyampaikan, bahwa Spenfourlu mempunyai program unggulan, yaitu, program Tuntas Baca Alqur'an (TBQ) dengan harapan, lulus SMP Negeri 4 Lumajang tuntas membaca alqur'an.  "Program ini sudah mendapatkan dukungan oleh wali murid beserta berbagai pihak, yang salah satu tujuannya untuk mewujudkan anak anak yang memiliki akhlak yang mulia,"  ujarnya.

Acara itu menghadirkan penceramah Ustad Lutfi Bahrul Ulum dari UMMI Foundation Provinsi Jawa Timur. (Suatman)

Bupati Thoriq Tertarik Program Satu Guru - Satu Buku


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Throiqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), membuka Pertemuan kepala TK Pembina/Negeri Pembina se-Jawa Timur dan Workshop Gerakan Guru Menulis, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Sabtu (23/2/2019) siang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan program Satu Guru - Satu Buku. Acara itu, menghadirkan narasumber  Direktur Program Pasca Sarjana UNIRA Malang, Dr. HM. Taufiqi, SP., M.Pd., dan Ketua Paguyuban TK Negeri Pembina se-Jawa Timur, Ida Kusdaryati, S.Pd., M.Pd.
Bupati Lumajang, yang akrab disapa dengan panggilan Cak Thoriq itu,  menyampaikan, bahwa dunia pendidikan harus terus mengamati tumbuh berkembangnya anak-anak, karena pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa anak.

Bupati sangat tertarik dengan program "Satu Guru Satu Buku".    Harapannya, melalui kegiatan itu,  anak-anak tidak memiliki sifat individual dan dapat memberikan pendidikan terhadap anak-anak, sehingga menciptakan generasi muda yang berkarakter.

"Permainan tradisional sangat mendidik anak-anak untuk tumbuh berkembang, karena terdapat interaksi dan komunikasi yang baik antar anak," ujarnya. (Suatman)

Program Satu Guru Satu Buku Untuk Ciptakan Negeri Muda Berkarakter


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Throiqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), membuka Pertemuan kepala TK Pembina/Negeri Pembina se-Jawa Timur dan Workshop Gerakan Guru Menulis, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Sabtu (23/2/2019) siang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan program Satu Guru - Satu Buku. Acara itu, menghadirkan narasumber  Direktur Program Pasca Sarjana UNIRA Malang, Dr. HM. Taufiqi, SP., M.Pd., dan Ketua Paguyuban TK Negeri Pembina se-Jawa Timur, Ida Kusdaryati, S.Pd., M.Pd.
Bupati Lumajang, yang akrab disapa dengan panggilan Cak Thoriq itu,  menyampaikan, bahwa dunia pendidikan harus terus mengamati tumbuh berkembangnya anak-anak, karena pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa anak.

Bupati sangat tertarik dengan program "Satu Guru Satu Buku".  Harapannya, melalui kegiatan itu,  anak-anak tidak memiliki sifat individual dan dapat memberikan pendidikan terhadap anak-anak, sehingga menciptakan generasi muda yang berkarakter.

"Permainan tradisional sangat mendidik anak-anak untuk tumbuh berkembang, karena terdapat interaksi dan komunikasi yang baik antar anak," ujarnya (woko)

Tim Cobra Polres Lumajang Kejar Pelaku Begal Hingga Pulau Dewata



Lumajang, KaJe
Tim Cobra Polres Lumajang berhasil menangkap salah seorang pelaku begal di wilayah Lumajang. Tak tanggung tanggung, Tim Cobra mengejar pelaku hingga ke Pulau Bali. Keberhasilan ini pun didapatkan dengan dibantu oleh Tim Macan Nusantara Bersatu yang berada di wilayah hukum Polda Bali.

Adalah Muhamad Imron alias Dewo (24 th) yang berhasil ditangkap oleh petugas. Lelaki yang beralamat di Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang ini ditangkap di rumah kosnya yang beralamat di Jl. Bung Tomo 6 Denpasar Barat Provinsi Bali. Penangkapan ini sendiri dipimpin oleh Ipda Ahmad Fahri S.Tr.K selaku Kanit Pidum Polres Lumajang.

Dalam penangkapan ini, petugas harus memuntahkan peluru ke kaki tersangka karena berusaha melawan saat akan dibekuk. Diketahui, Imron adalah otak atas kejadian pembegalan yang berada di Selatan Gor Wira Bhakti Lumajang  pada tanggal 14 April 2018 dengan barang bukti 1 unit sepeda motor jenis mio.

Selain itu, petugas juga mengamankan dari pelaku 1 unit sepeda motor jenis Beat yang ditengarai barang bukti aksi begal tkp Jl. Karang Bendo Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang pada tanggal 16 April 2018 serta satu unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja  2 tak, yang mana digunakan sebagai sarana untuk melancarkan aksi kejahatan nya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menuturkan bahwa penangkapan ini adalah hasil kerja nyata dari Tim Cobra Polres Lumajang. “Kejadian begal ini sudah terjadi hampir satu tahun yang lalu. Ini menandakan bahwa kami tak akan melupakan setiap kejadian yang terjadi di wilayah hukum kami. Jangan main main dengan tim Cobra Polres Lumajang jika tak mau dipatuk oleh Cobra kami," ungkap Kapolres.

  “Selain pelaku Imron alias Dewo, masih ada dua orang DPO dengan inisial DC dan DF. Saya himbau kepada kedua orang ini agar sesegera mungkin menyerahkan diri ke Polres Lumajang ataupun Polsek terdekat. Karena jika tidak, maka Tim Cobra tak sungkan untuk menciduk kalian kemanapun anda berlari," terang Kapolres.

  Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra yang juga menjabat sebagai Katim Cobra menyatakan akan terus mengobarkan perang terhadap pelaku kriminal. "Data yang masuk ke kami menyatakan bahwa kejadian menonjol saat ini cukup turun drastis dibandingkan beberapa bulan yang lalu. Meskipun demikian, kami tak akan menurunkan intensitas tindakan represif yang memang diperlukan untuk terus memberantas kriminal di wilayah hukum Polres Lumajang," tegas Hasran Cobra.

  Untuk diketahui, pelaku sendiri diancam kurungan penjara selama 9 th karena terbukti telah melanggar pasal 365 KUHP atas tindakan begalnya tersebut.(Suatman)

TK /RA Muslimat Dapat Jadi Teladan Bagi Anak Didik



Lumajang, KaJe
Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., membuka dan memberangkatkan peserta manasik haji TK/ RA Muslimat Kabupaten Lumajang di Alun-alun Utara Lumajang, Sabtu (23/2/2019) pagi.

Pada kesempatan itu, Pj. Sekda mengucapkan terima kasih atas peran PC Muslimat NU Kabupaten Lumajang, yang memprogramkan pendidikan karakter untuk anak didik usia dini.

Pj. Sekda membacakan sambutan tertulis Bupati Lumajang  Thoriqul Haq, M.ML., yang diantaranya berpesan agar pendidik menjadi  teladan bagi para anak didik. "Pak Bupati berpesan agar kita semua memberikan keteladanan kepada anak didik kita yang masih usia 4-6 tahun ini, yang merupakan generasi emas," ujar Pj. Sekda.

Sementara, Ketua PC. Muslimat NU Kabupaten Lumajang, Tutuk Mustofiyah, SH., melaporkan, kegiatan manasik haji untuk TK/ RA Muslimat NU merupakan program rutin 2 tahun yang dilaksanakan menjelang tahun ajaran baru. Manasik kali ini diikuti oleh 167 lembaga yang terbagi atas 229 kloter dengan jumlah peserta kurang lebih 5000 anak didik.

Ia menyampakan manasik haji itu merupakan wujud implemantasi dari pendidikan rukun islam yang ke 5.

Ia berharap para peserta nantinya dapat memotivasi orang tuanya, untuk segera menunaikan ibadah haji bagi yang sudah "mampu" . ( Suatman)