Langsung ke konten utama

Bupati Faida Gagas Hiburan untuk Ditonton Rakyat



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan rencananya untuk menyajikan tontonan untuk menghibur masyarakat Jember.
Tontonan itu saat ini sedang dirancang.

Tontonan ini akan digelar di alun-alun kecamatan setiap Sabtu dan Minggu. Sebagaimana diketahui, beberapa alu-alun kecamatan telah selesai dibangun taman publik dan ruang terbuka.

"Karena sekarang kita membangun alun-alun kecamatan, supaya semua kegiatan tidak tersentral di alun- alun kabupaten, tuturnya.
Mereka yang akan memberikan tontonan menghibur berasal dari komunitas-komunitas seni yang tumbuh di Jember.

Rencana ini diungkap bupati dalam acara Gita Svara Nuswantara, Sabtu malam, 17 Februari 2019, di Warung Apresiasi di Jalan Tidar Kecamatan Sumbersari.

Gita Svara Nuswantara digelar oleh Panitia Kerja Zona Apresiasi Teamwork untuk memberikan apresiasi kepada pada seniman dan musisi di Jember.

Tontonan di alun-alun kecamatan itu akan memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus sebagai apresiasi kepada para seniman dan budayawan.

Saya yakin dan percaya, zona apresiasi akan diminati masyarakat luas dan menjadi zona hiburan alternatif masyarakat, dan menjadi panggung untuk para seniman juga budayawan, " tutur bupati.
Tontonan untuk menghibur masyarakat tersebut sesuai dengan 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati, yakni meningkatkan kegiatan di taman hiburan dan ruang publik.

Tentang Gita Svara Nuswantara, bupati memberikan apresiasinya. Gita Svara NUswantara mengkombinasikan seni budaya dan bisnis kuliner.

Ekonomi jalan dan indeks kebahagiaan masyarakat Jember juga meningkat, bupati. "Yang seperti ini sangat cocok untuk anak muda juga orang tua, lanjutnya.

Dalam Gita Svara Nuswantara ditampilkan seni modern dan tradisional. Menurut bupati, gabungan ini menunjukkan tidak ada alasan perbedaan menjadi penghambat untuk bersatu bersama.
Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Arif Munawar yang juga hadir dalam kesempatan tersebu juga memberikan apresiasi untuk Gita Svara Nuswantara.
Campuran seni lokal yang dikombinasikan dan disenergikan dengan budaya milenial seperti ini akan menjadi suatu seni yang indah, karena kita lahir dari seni. Tanpa seni hidup akan hampa, ujarnya.
Di era milineal dan digital seperti saat ini, yang membuat rasa egois semakin tinggi, Gita Svara Nuswantara diharapkan menumbuhkan silaturahmi, rasa kebersamaan. Juga rasa persaudaraan, Dandim. (mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...