Langsung ke konten utama

Amankan Pemilu 2019, Polres Lumajang Kerahkan 5.940 Personil Satgas Keamanan Desa




Lumajang, KaJe
 Ada yang berbeda dalam apel gelar pasukan pagi hari ini Selasa (16/04/2019). Yang melaksanakan apel gelar pasukan adalah masyarakat yang terpilih menjadi anggota Satgas Kemanan Desa (SKD).  SKD saat ini telah terbentuk di 198 desa dengan jumlah  5.940 anggota SKD se-Kabupaten Lumajang, dimana setiap desa merekrut 30 sampai 50 orang yang dipilih dari setiap RW.

Menurut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH kalau SKD ini bisa menjadi role model dalam pencegahan kejahatan “Satgas Keamanan Desa di Lumajang saat ini dapat menjadi Role model dalam pencegahan kejahatan. Model ini bisa diadopsi untuk diterapkan di kabupaten lainnya di Indonesia. Konsepnya dengan memberdayakan masyarakat untuk membantu menciptakan keamanan di desanya. Caranya dengan Masyarakat kita polisikan supaya dapat membantu tugas tugas polri dibidang keamanan,” ujar Arsal

Menurut Arsal, jumlah polri yang terbatas tidak menjadi  kendala atau hambatan bagi pihaknya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kekurangan personil harus disikapi dengan membuat terobosan kreatif dalam mengelola keamanan. SKD adalah terobosan kreatif untuk membantu tugas-tugas  dalam menciptakan keamanan. Karena keterbatasan personil
Polri, membuat banyak wilayah-wilayah yang tidak pernah kami jangkau dengan patroli, tapi dengan adanya SKD kami dapat menjangkau seluruh wilayah di seluruh kabupaten Lumajang sampai ke tingkat RT setiap hari. karena anggota SKD ada disetiap RW,” ungkap Arsal.

“SKD dalam pelaksanaan tugasnya memiliki rompi untuk identitas pengenal masing masing desa, Seperti Satgas Keamanan Desa jatirejo, Satgas Keamanan Desa sukosari dan lain-lain.  Selain itu mereka juga dilengkapi dengan HT yang sudah terhubung ke RPU atau repiter pemancar ulang. daya jangkau RPU ini hanya selingkup desa mereka. Biaya pengadaan HT dan Rompi ini menggunakan Dana Desa. Bupati Lumajang yang juga serius mengatasi masalah keamanan di Lumajang sangat membantu kami. Beliau mengatur penganggaran pembentukan SKD dan juga memobilisasi para camat dalam pembentukan SKD. tanpa beliau, SKD tidak akan terbentuk seperti saat ini” ujarnya kembali

“Tugas Satgas Keamanan Desa ada 4 yaitu menjaga dan memastikan keamanan didesanya dari segala bentuk gangguan kamtibmas, mendisain sistem keamanan didesanya masing-masing sesuai dengan karakteristik desanya,sebagai problem solver bagi masyarakatnya terkait masalah-masalah kamtibmas, membantu menangani masalah-masalah kamtibmas dalam masyarakat, seperti memobilisasi masyarakat dalam penanganan bencana, menangani masalah-masalah sosial dan juga mengatasi permasalahan yang dapat timbul dari pelaksanaan pemilu kali ini,” kata Arsal di depan Satgas Keamanan Desa. (Suatman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...