Langsung ke konten utama

Bupati Ajak Akhiri Persulit Ngurus Pensiun

Jember, kabarejember.com
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak untuk mengakhiri masa-masa sulit yang dialami Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memasuki masa pensiun.  Ajakan ini disampaikan dalam penyerahan 106 SK Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Pensiun di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa, 25 Juni 2019.

"Kita harus akhiri masa mempersulit orang yang akan mengurusi pensiunan. Jaman sudah berubah. Mereka yang mengabdi puluhan tahun berhak mendapatkan hak-haknya dan layanan administrasi kepegawaian secara mudah," kata bupati.

Bupati juga mengimbau para pemohon pensiun agar mengurus langsung ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Tidak perlu mencari channel.

BKPSDM pun diminta untuk proaktif atau jemput bola. Sebelum masa pensiun berakhir harus didata terlebih dahulu siapa saja yang mulai diproses SK pensiunnya, mengajukan atau tidak, tinggal ditagih kelengkapan administrasinya," jelasnya.

Bupati faida menegaskan, pendapatan pensiun itu harus bisa otomatis diterima setelah masa pensiun tercapai.106 SK pensiun yang dibagikan terdiri dari tenaga pendidikan 76 orang, tenaga kesehatan 2 orang, tenaga teknis 28 orang.

Menurut orang nomor satu di Jember ini, pengurusan SK pensiun kali ini sudah lebih baik dari sebelumnya. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan urusan pensiun ini lebih banyak satu sampai dua bulan.

Penyerahan SK pensiun ini, masih terang bupati, bertujuan untuk memastikan bahwa SK tersebut sampai di tangan masing-masing penerima. Proses pengurusan SK pensiun ini pun akan dievaluasi terus agar tidak ada ASN yang putus gaji setelah pensiun.

"Juga untuk mengapresiasi para ASN di Pemkab Jember yang bekerja puluhan tahun, diundang langsung di Pendopo Wahyawibawagraha Jember," bupati.

Diantara ASN yang menerima pensiun ada sepasang suami istri yang telah bekerja selama 40 tahun. Sang suami bernama Muaddin. Pria ini adalah Kepala sekolah di SD Lembengan 03, Ledokombo. Sedang istrinya bernama Khoiriyah yang mengajar di SD Tegal Rejo 01, Mayang.

Keduanya mengaku dulu menempuh SPG (Sekolah Pendidikan Guru) bersama, hingga ada pengangkatan sebagai pegawai negeri. Kini keduanya tinggal bersama di Kecamatan Mayang.

Mereka mengaku tidak ada kendala dalam mengajukan berkas pensiun. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengurus pensiun hanya enam bulan.
Muaddin dan Khoiriyah berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bupati Jember, karena penyerahan SK pensiun ini dapat diserahkan secara langsung. (Mul/Mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...