Langsung ke konten utama

Oknum Kepala Kampung Tongas Wetan Diamankan Tim Cobra Polres Lumajang



Lumajang, kabarejember.com
(26/06/2019) ---Tim Cobra Polres Lumajang melakukan pengembangan kasus ke wilayah Probolinggo. Bahkan, beberapa pelaku telah teridentifikasi tim cobra yang semuanya warga Probolinggo. Penangkapan tim cobra hampir saja gagal karena ada oknum Kepala Kampung, Ahmadi dan istri salah satu pelaku bernama Weni Puspita yang mencoba menyelamatkan pelaku dari kejaran tim cobra.

Pelaku adalah abdullah (30) Yang sedang dirawat di RS Muhammad Saleh karena tangan kirinya terkena bondet yang sedang dirakitnya.

Kepala kampung yang bernama Ahmadi Dan istri abdullah yang telah mengetahui keberadaan Tim Cobra Polres Lumajang yang beberapa hari mengintai di wilayah Probolinggo. Mengetahui warganya yang bernama Abdullah menjadi incaran Tim Cobra yang saat ini sedang dirawat di RS Muhammad Saleh. mengetahui hal tersebut mereka berdua menggunakan mobil merk ayla milik kepala kampung menjemput Abdullah ke Rumah Sakit. Tsk Abdullah sendiri dengan tangan di infus telah menunggu diloby dan sesampai di Rumah Sakit, kepala kampung bersama Weni (istri pelaku) dan Tsk Abdullah langsung melarikan diri.

Penciuman Tim Cobra Polres Lumajang yang sangat tajam tetap bisa mengintai pelaku sehingga kendaraan mereka bisa dihentikan oleh Tim Cobra di jalan Poros Probolinggo-Lumajang tepatnya di daerah leces yang jarak 18 Km perjalanan dari RS Muhammad Saleh. Ketiganya akhirnya dibawa ke Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan penyidik.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH angkat bicara mengenai kasusnya “mengenai kasusnya apa?!, saya no coment dulu. karena kasus masih dikembangkan dan masih ada beberapa tersangka yang akan di tangkap dan saya tidak mau para pelaku mengetahui kalau sedang dikejar oleh tim cobra. Secepatnya saya akan rilis kasus ini,” ungkapnya.

“Benar, saya akui ada oknum kepala kampung Desa Tongas Probolinggo yang kami amankan karena menghalangi penyidik dengan membantu tersangka melarikan diri. Yang bersangkutan bisa kita kenai pasal 221 ayat 1 KUHP tentang memberikan pertolongan terhadap seseorang untuk menghindari penyidikan,” tegas Arsal.

“ Saat ini Katim Cobra masih mengintai di wilayah Probolinggo terhadap pelaku lainnya," ungkap Arsal.

Katim Cobra AKP Hasran Cobra yang juga merupakan Kasat Reskrim Polres Lumajang belum mau dikonfirmasi mengenai kasus yang ditangani. melalui sms hasran menjawab kepada media.  “Saya belum mau ungkap untuk kasus yang kami dalami. tapi yang pasti ada kepala Kampung yang kami amankan karena dia sudah membantu tersangka melarikan diri. saat ini saya masih melakukan pengejaran kepada tersangka lainnya” tulis  Hasran Cobra. (Suatman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...