Langsung ke konten utama

Di Lumajang, Perampok Dicaci Maki Emak-Emak


Lumajang, Kabarejember.com
(28/07/2019) ----Tim Cobra Polres Lumajang membawa (26/07) Nur Ain (50 th), pelaku perampokan rumah spesialis cukit jendela ke salah satu rumah warga yang pernah ia satroni di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono untuk dilakukan rekonstruksi. Dalam kegiatan tersebut banyak warga datang dan menyaksikan jalannya rekonstruksi.

  Sejak pertama kali dikeluarkan dari kendaraan Tim Cobra, Nur Ain langsung disoraki oleh warga yang geram dengan ulahnya. Warga juga semakin geram setelah mengetahui ternyata pelaku adalah warga Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono, yang tak lain adalah tetangga desa yang masih dalam satu kecamatan.

 Dalam kesempatan tersebut, Kapolres  mengarak pelaku ( Nur Ain) untuk diperihatkan kepada warga sekitar rumah korban. agar masyarakat bisa tahu pelaku perampokan di daerah mereka.

  Nur Ain pun langsung meminta maaf kepada keluarga korban dengan menjabat tangan Ibu Endang dan mengucapan maaf. “Saya minta maaf ya bu, udah merampok dirumah ibu. semoga motor ibu bisa ditemukan sama Tim Cobra,”ucap Nur Ain.

salah satu keluarga korban yang masih emosi langsung mempertanyakan perbuatan dari tersangka. “Nggak perlu sampai nangis begitu pak, sakit di kakimu karena di tembak Tim Cobra masih belum seberapa ketimbang sakit bapak ku sekarang. Kamu lihat sendiri, kami susah payah mencari uang buat beli motor baru malah kamu ambil seenaknya. Sembilan belas juta bukan uang sedikit pak, sekarang mana kembalikan motor saya” ucapnya dengan nada tinggi.

  Selain itu, Roni yang merupakan tetangga korban juga menasehati tersangka. “Kalau kamu mau kerja, ya.. yang halal pak jangan ngambil seperti ini. Malu pak sama keluarga, bagaimana kalau anakmu sedang asik bermain sama teman nya disekolah terus diejek sebagai anak maling. Keluargamu pasti dikucilkan pak sebagai keluarga maling. Kalau sekarang memang kamu pasang wajah memelas, coba kalau belum di tangkap Tim Cobra yaa pasti masih sok jagoan kamu,” ungkapnya.

  Kapolres Lumajang AKBP DR muhammad Arsal Sahban, SH SIK. MM, MH menyatakan, semoga nasehat-nasehat dari warga tadi bisa menyadarkan Nur Ain supaya kelak saat keluar penjara tidak mengulangi lagi perbuatannya. warga tadi ada yang mengingatkan kalau seharusnya dia malu seandainya anaknya di sekolah dipanggil anak maling. Hal ini mudah-mudah bisa menjadi efek jera buat dia. apalagi sudah 5 kali tertangkap dan sudah berulangkali keluar masuk penjara," ulas Arsal.

  Perlu diketahui, Nur Ain saat ini memiliki 2 orang anak laki-laki berumur 11 tahun dan 3 tahun. Mereka semua tinggal bersama istri pelaku di Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.( Suatman )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...