Langsung ke konten utama

Nur Ain Jaga Hari- Hari Tertentu untuk Tak Beraksi


Lumajang, Kabarejember.com
(27/07/2019)----Nur Ain (50 th) warga Desa Selok Gondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang yang merupakan pelaku 24 TKP pencurian di wilayah hukum Polres Lumajang ternyata tak sembarangan dalam memilih kapan ia melancarkan aksinya. Hal itu  diketahui setelah Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin rekonstruksi cara pelaku memasuki salah satu rumah warga di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono beberapa hari yang lalu.

  Tersangka mengaku selalu melihat tanggalan setiap kali akan melancarkan aksinya. Nur Ain mengatakan tak pernah merampok di hari Senin Pon, Jumat Legi, serta pada malam Minggu. Ia pun juga memiliki alasan tersendiri mengapa tak pernah melancarkan aksinya pada hari hari tersebut.

  Pertama adalah pada hari Senin Pon. Ia mengatakan lantaran dulu lahir pada penanggalan Jawa tersebut, sehingga pelaku menganggap Senin Pon adalah hari sial jika tetap menjalankan aksinya tersebut.
Selanjutnya,  pada hari Jumat Legi. Ia mengaku tak pernah merampok pada hari tersebut karena Nur Ain menganggap hari tersebut adalah hari yang cukup sakral bagi kepercayaan penduduk di Pulau Jawa sehingga ia menghormati dan tak merampok pada malam tersebut.

  Yang terakhir adalah pada malam Minggu. Ia beralasan malam minggu adalah malam yang selalu ramai karena esoknya adalah hari libur. Tersangka pun menyadari jika malam tersebut pasti banyak warga yang begadang hingga larut malam.

  Seusai kegiatan tersebut, Kapolres Lumajang pun menghimbau agar warga lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharganya yang berada di dalam rumah. Dalam pengakuan tersangka tadi, rumah yang memiliki teralis di setiap jendela tak dapat ia masuki.

Selain itu, Nur Ain juga mengatakan jika pemilik rumah memasang grendel ukuran besar, sekitar ibu jari orang dewasa maka para pelaku pun tak bisa memasuki rumah tersebut. Dari pengakuan tersebut, hendaknya menjadi cerminan bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kemanan dari setiap kemanan rumah. Meskipun Satgas Kemanan Desa sudah berjalan, namun tanggung jawab dari rumah tetaplah menjadi milik setiap keluarga,” terang Arsal.

  Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan, timnya akan terus berkeliling setiap malam agar kejadian ini tak terulang lagi. “Tim Cobra siap dua puluh empat jam bersama SKD dan warga untuk berpatroli. Saya berharap kejadian ini adalah yang terakhir di Kabupaten Lumajang” terang pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra tersebut.

  Perlu diketahui, Nur Ain sendiri telah menjalankan aksi perampokan sebanyak 27 kali dimana 24 kali berhasil membawa motor dan barang perhiasan di rumah korbannya.(Suatman )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...