Langsung ke konten utama

Wabup Minta Pimpinan OPD Agar Kelola Keuangan Secara Baik


Lumajang, Kabarejember.com
( 29 Juli 2019)  -- Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Bendahara Pengeluaran Pola Kemitraan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah Kab. Lumajang, di Aula BKD Kabupaten Lumajang, Senin (29/7/2019) pagi.

Wakil Bupati Lumajang, yang akrab disapa dengan panggilan, Bunda Indah itu,   menyampaikan, bahwa diklat bagi bendahara pengeluaran agar diikuti secara baik. Wabup berpesan, "agar peserta selama mengikuti siklat tidak  terlalu tegang," pesannya.

Ia menjelaskan, diklat tersebut, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengelolaan keuangan daerah, khususnya dalam hal penatausahaan keuangan sesuai peraturan yang berlaku.

"Saya harap pejabat mampu melaksanakan tugas dalam menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara/daerah dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD pada masing-masing OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang," harapnya.

Ia mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam mewujudkan "Good Governance" pada lingkup pemerintah dalam bidang pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah daerah.

Kabid. Pengembangan Kompetensi Teknis pada BPSDM Provinsi Jawa Timur, Nawang Ardiani, SH., M.Si.,
berterimakasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjalin kemitraan dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, setiap ASN mendapatkan hak pengelolaan kompotensi setiap tahun, karena peran strategis ASN sebagai pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia menuntut ASN untuk tidak hanya melibatkan perubahan perilaku, tetapi juga menyangkut pengambilan keputusan secara profesional, sehingga dapat mewujudkan pemerintahan yang baik dengan pengelolaan keuangan yang akuntanbel dan transparan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Murdiyanto, M.Si., melaporkan, bahwa diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman para bendahara dan pengelola keuangan di lingkungan satuan kerja terkait dengan seluk beluk keuangan negara dan meningkatkan keterampilan teknis, bagaiamana mengeluarkan uang dari kas negara, membelanjakan sesuai dengan peruntukannya, memungut kewajiban perpajakannya, sampai dengan melaporkan dan mempertanggungjawabkan, pengeluaran dan pengelolaan negara sesuai dengan pertauran yang berlaku.

Pelaksanaan Diklat dimulai tanggal 29 Juli - 17 Agustus 2019 yang terbagi menjadi 3 Gelombang, yaitu gelombang pertama dilaksanakan selama 6 hari pada tgl 29 Juli - 3 Agustus dengan jumlah 35 peserta, gelombang kedua dilaksanakan selama 6 hari pada tgl 5 - 10 Agustus dengan jumlah 30 peserta, dan gelombang ketiga dilaksanakan selama 6 hari pada tgl 12 - 17 Agustus dengan jumlah 30 peserta.

Hadir dalam seremonial pembukaan Diklat, para pimpinan OPD dan undangan lainnya.  ( Suatman )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...