Langsung ke konten utama

Dorrrr, Hadiah untuk Pelaku Curanmor 14 TKP


Lumajang, Kabarejember.com
(29/08/2019) ---- Hari Minggu (26/08) Tim Cobra Polsek Ranuyoso Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang terjadi pada tanggal 13 Agustus 2019.

  Diketahui, sepeda motor merk Yamaha Vega R tahun 2007 warna biru-silver yang terparkir di depan rumah tersebut adalah milik Syamsudin (pria, 27 tahun) warga Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso.

   Setelah ditelusuri mendalam oleh Tim Cobra, ternyata motor tersebut dicuri oleh seseorang bernama Mat Kinik (31) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Tim Cobra pun langsung mendatangi rumah tersangka untuk mengamankan nya. Namun, upaya paksa tersebut tak berjalan mulus karena pelaku berusaha melarikan diri. Tim Cobra pun harus memberikan hadiah berupa timah panas ke kaki pelaku, setelah dua kali tembakan peringatan ke udara tak digubris oleh tersangka.

  Saat di introgasi, ia mengatakan bahwa dirinya tak hanya sendiri dalam melakukan aksinya tersebut. Tersangka mengatakan bahwa Kin (pria)  dan Suli (pria) yang keduanya adalah warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso turut membantu dalam aksi tersebut.

  Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan bahwa tak hanya spesialis pencurian, pelaku juga sempat beberapa kali melakukan begal di sejumlah tempat. “Setelah kami lakukan penyelidikan secara mendalam, ternyata pelaku ini sudah pernah melakukan tindakan kriminal di 14 TKP yang berbeda. Selain melakukan pencurian sepeda motor, dirinya juga dua kali melakukan begal yakni di Kecamatan Sukodono dan juga Kecamatan Padang” ungkap Arsal.

  Selain itu, Kapolsek Ranuyoso Iptu Ari Hartono SH yang memimpin dalam penggrebekan tersebut mengatakan bahwa timnya terpaksa memberikan hadiah timah panas lantaran pelaku berusaha melawan sekaligus melarikan diri setelah melihat ada Tim Cobra. “Sebenarnya kami datang dengan baik baik, namun ternyata pelaku malah mencoba melawan dan juga kabur setelah melihat kedatangan dari tim Cobra. Alhasil, kami harus memberi efek jera kepada pelaku berupa timah panas setelah dirinya tak menggubris tembakan peringatan” terang Kapolsek Ranuyoso. (Suatman )

  Sebagai catatan, ke-14 TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang pernah dilakukan oleh sang pelaku adalah sebagai berikut :
1. 3 TKP di Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso
2. 2 TKP di Desa Wates Kulon Kecamatan Ranuyoso
3. 1 TKP di Desa Penawungan Kecamatan Ranuyoso
4. 1 TKP di Desa Wates Wetan Kecamatan Ranuyoso
5. 3 TKP di Kecamatan Kedung Jajang
6. 1 TKP di Kecamatan Gucialit
7. 1 TKP di  Kecamatan Sukodono (begal)
8. 1 TKP di Kecamatan Padang (begal)
9. 1 TKP di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...