Langsung ke konten utama

Notaris Harus Siap Hadapi Perkembangan Hukum Kontrak di Era Revolusi Industri 4.0




Jember, Kabarejember.com
(25 Agustus 2019) ---- Perkembangan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era Revolusi Industri 4.0. memberikan banyak kemudahan bagi kita. Misalnya saja masyarakat sudah akrab dengan jual beli online, mulai dari makanan hingga rumah pun bisa ditransaksikan secara online. Lantas bagaimana dengan hukum kontrak saat transaksinya dilakukan ? Bagaimana dengan hukum kontrak elektronik ? Tentunya berbagai perubahan ini harus diantisipasi oleh seorang notaris. Dan guna mempersiapkan notaris yang siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0., Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember menggelar kuliah umum bertema  Perkembangan Hukum Kontrak di Era Revolusi Industri 4.0.

Tampil sebagai pembicara utama dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna FH Universitas Jember (25/8), adalah Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, SH., M.H, guru besar FH Universitas Airlangga, Surabaya. Dalam kuliahnya, Prof. Agus Yudha Hernoko mengingatkan para mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan FH Universitas Jember, bahwa dalam mengantisipasi perkembangan kontrak di era Revolusi Industri 4.0. maka perlu memegang prinsip hukum kontrak. Jika prinsip ini dipegang maka perubahan yang terjadi bisa diantisipasi oleh notaris.

“Harus selalu diingat  prinsip kontrak yang utama adalah sebagai bingkai aturan main, memberikan jalan keluar apabila terjadi sengketa dengan tujuan menjaga harmonisasi hubungan para pelaku bisnis serta mewujudkan iklim bisnis yang kondusif. Oleh karena itu, sebagai seorang penyusun kontrak, notaris dituntut jeli melihat semua aspek yang ada,” tuturnya.

Dalam kesempatan kuliah umum kali ini, Prof. Agus Yudha Hernoko memberikan tiga materi yakni Urgensi Kontrak Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0, Aspek Hukum yang perlu diperhatikan dalam kontrak bisnis di era revolusi industry 4.0., dan Kedudukan Notaris Sebagai ‘Contract Drafter’ di Era RevolusiIndustri 4.0.

Sementara itu, menurut Moh. Ali Firmansyah, Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember, kegiatan kuliah umum digelar bertujuan agar mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan FH Universitas Jember mengetahui perkembangan terkini di bidang kenotariatan. Pasalnya perkembangan yang pesat ini menjadi tantangan bagi mahasiswa kenotariatan, menyisakan pertanyaan bagaimana dengan profesi notaris ke depan, sebab akan banyak nilai-nilai yang berubah.

“Misalnya saja dalam undang-undang disebutkan pihak-pihak yang melaksanakan kontrak wajib hadir menghadap ke notaris, lantas bagaimana dengan jula beli secara online? Padahal kontrak secara elektronik akhir-akhir ini berkembang dengan pesat, jika tidak diantisipasi maka berpeluang menimbukan chaos sehingga menimbulkan banyak korban. Kami berharap dengan kuliah umum kali ini dapat membekali mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan FH Universitas Jember sebagai cyber notaris,” pungkas Moh. Ali Firmansyah. (Mia/ulu/iis/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...