Langsung ke konten utama

Bupati : Urusan Agraria Tugas Bersama


Jember, Kabarejember.com
---- Sikap kehati-hatian dan berpihak kepada kebenaran dan keadilan diperlukan dalam menjalankan reforma agraria. Keseriusan untuk menyelesaikannya pun penting dikedepankan guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Urusan agraria adalah tugas bersama. Kami sedang berhati-hati untuk masalah reforma agraria, karena kita berpihak pada kebenaran dan keadilan,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR pada upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke-59 di halaman kantor ATR/BPN Kabupaten Jember.

Banyaknya konflik agraria memerlukan komitmen semua pihak untuk menuntaskan penyelesaiannya. Disini, Forkompinda bersama ATR/BPN telah berkomitmen menuntaskan konflik-konflik pertanahan di Kabupaten Jember secara serius.

Penuntasan konflik-konflik agraria ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi hadiah untuk masyarakat, karena pada saatnya nanti akan disampaikan ke masyarakat,” lanjut Bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan, untuk proses-proses SOP yang bisa diperbaiki sesuai ketentuan terbaru, yang lebih mudah dan cepat ke arah pelayanan yang modern, dapat dipenuhi.

Bidang-bidang yang belum terselesaikan, lanjutnya, diharapkan dapat selesai dengan baik pada tahun depan. “Sudah saatnya lebih banyak lagi melayani langsung di tengah masyarakat,” ungkap Bupati, Selasa, 24 September 2019.

Pada kesempatan itu, Bupati mengungkapkan program nasional PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dari 51 ribu bidang telah tercapai 98 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jember menyubsidi untuk setiap bidang sebesar Rp. 150 ribu dalam program PTSL tersebut. Subsidi ini adalah bentuk dukungan agar program ini berjalan sukses untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Ke depan, sinergi forkompinda dan ATR/BPN dapat ditingkatkan menyelesaikan masalah yang masih ada di tengah masyarakat. Salah satunya pungli di bidang proses PTSL. “Masyarakat ingin kontrol dan penindakan yang serius bagi hal-hal yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Upaya untuk menghilangkan pungli itu juga akan dilakukan bersama 161 kepala desa terpilih dalam pilkades serentak. Mereka yang terpilih bakal membuat komitmen secara tertulis tidak ada pungli untuk urusan PTSL.

Tarif akan disepakati bersama. Forkompinda pun akan terlibat untuk mengawal dan mengevaluasi program apabila ada yang melanggar komitmen bersama. “Tentu ada tindakan serius,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati mengatakan bahwa tugas pemerintah ke depan adalah menuntaskan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah).

“Menjadi keinginan masyarakat untuk memastikan lokasi-lokasi pertanian, sehingga lahan-lahan pertanian bisa terkawal dengan baik,” katanya.

“Juga untuk kepastian bagi masyarakat petani yang tidak menginginkan adanya wilayah tambang emas. Hal ini dikawal melalui perda RTRW,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPN Sugeng Muljo Santoso, SH,. Menyampaikan, salah satu program BPN adalah PTSL dengan komitmen tahun depan jumlah PTSL lebih banyak dari tahun ini. Target tahun 2025 harus sudah terdata semua tanah di Kabupaten Jember.

“Ke depannya, BPN bersama forkompinda, juga akan mengajak media, untuk ikut mengkontrol pelaksanaan pelayanan PTSL,” katanya. (mul/mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...