Langsung ke konten utama

Timses Tuntut Panitia Pelaksanaan Pilkades Dihentikan dan Biaya Calkades Diganti



Jember, Kabarejember.com
---Tim sukses (Timses)  calon kepala desa (Calkades) Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Jember  mendesak pantia pemilihan kepala desa (Pilkades) menghentikan pelaksanaan pilkades. Penegasan timses disampaikan setelah menemukan sejumlah praktik ketidaknetralan dan kecuragan panitia.
“Praktik ini sudah keterlaluan yang dilakukan panitia dalam pesta demokrasi di Desa Jatiroto ini. Ulah oknum ini sudah tidak bisa dibiarkan dan ditolerer  lagi. Praktik kotor ini harus dilibas dan basmi sampai akar akarnya,” tegas Amir , salah satu anggota timses kubu nomor 2.
 Amir juga menegaskan bahwa temuan yang didapat dilapangan sebagai bukti telah terjadi pelanggaran. “Ini bukan soal oknum RT yang menjadi petugas pantarlih melakukan kecurangan, jstru ulah itu merusaka tatanan demokrasi. Dan juga bukan  jumlah surat undangan yang ditemukan, tapi ini sudah merusak nilai nilai demokrasi,” paparnya.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak panitia untuk menghentikan segala bentuk tahapan pilkades yang berlangung di Desa Jatiroto. Pilkades ini sudah cedera  dan terjadi pelanggaran tentu pemimpin yang terpilih juga tidak baik. “Saya minta tahapan pilkades ini dihentikan dan biaya yang dikeluarkan calon juga diganti.  Pokoknya tidk ada pilihan lagi kecuali pilkades ini dihentikan, kalau tidak dihentikan, saya tidak tanggungjawab ketika warga marah,” ungkap Ustad Solehudin, keluarga besar calon nomor 2.
Ketua Panitia Pilakdes Desa Jatiroto, Slamet ketika dikonfirmasi media ini mengakui   jika yang menarik surat undangan  petugas pantarlih. Penarikan itu dilakukan karena warga yang menerima surat undangan tidak terdafdtar di DPT (daftar pemilih tetap). “Penarikan itu karena warga tidak terdaftar di DPT,  dan sudah saya beritahu kalau ada seperti itu  jangan dibagikan.  Bisa jadi ini pihak lain yang menarik surat undangan itu, ya itu akan kita panggil,” katanya.
Ketua Panitia dan didampingi anggota lain juga mengakui  terjadinya kesalahan yang dilakukan petugas di lapangan. Bahkan, surat undangan yang telah diamankan sebanyak 20 lembar. Dia juga bernajanji jika diketemukan melebih dari 20 lembar , panitia siap bertanggungjawab dan siap mengganti biaya yang dikeluarkan masing masing  calon kades. “Saya siap mengembaikan biaya yang dikeluarkan calon, jika temuan itu lebih dari 20 lembar,” pungkasnya.
Setelah menemui Ketua Panitia dan anggota pilkades,  Ustad Solehudin langsung memerintahkan anggota timses 02 untuk terjunlangsung ke warga masing masing dusun untuk mencari bukti yang diminta panitia poilakdes. Tak lama kemudian, anggota timsesnya berhasil menemukan bukti 24 surat undangan yang ditarik petugas pantarlih. “Janji ketua panitia  akan saya tagih sampai dimana pun kita perjuangkan sampai tuntas. Karena berjanji siap mengganti dan siap diproses secara hukum.  (tim)  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...