Langsung ke konten utama

Warga Jember 2019 Pemilik Akte Kelahiran Belum Capai 50 Persen


Jember, Kabarejember.com
---- Dokumen kependudukan sangat penting. Karena itu, Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief mengajak semua pihak untuk segera mengurus dokumen kependudukannya. Baik KTP, akte kelahiran, maupun Kartu Identitas Anak (KIA).

Ajakan itu disampaikan Wabup saat penyaluran Beras Sejahtera Daerah (Rastrada), Bantuan Sarana Prasarana, dan Pemenuhan Hak Sipil Anak, Kamis, 24 Oktober 2019. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, ini diikuti oleh warga dari lima kecamatan.

Wabup melontarkan ajakan itu karena data yang ada menjelaskan masih sedikit warga yang memiliki dokumen kependudukan, utamanya akte kelahiran. Dari jumlah penduduk Kabupaten Jember yang mencapai lebih dari 2,5 juta, warga yang memiliki akte kelahiran sekitar 650. 000 . orang.

“Padahal akte kelahiran ini sangat penting sebagai identitas seseorang,” terang Wabup ketika  sambutan dalam acara yang digelar di Ponpes Al-Falah Karangharjo, Silo.

Bagi anak, masih terang Wabup, selain akte kelahiran juga perlu memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Kartu ini merupakan salah satu wujud dari hak sipil anak. Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyerahkan secara simbolis KIA untuk lima kecamatan, yakni Kecamatan Mayang, Mumbulsari, Silo, Ledokombo, dan Pakusari.

Jumlah kartu yang diberikan untuk lima kecamatan tersebut sebanyak 333 keping kartu. Sedangkan penyaluran Rastrada kali ini sebanyak 1.286, terdiri dari 493 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Silo dan 793 KPM di Kecamatan Mumbulsari.

Sampai pada sesi ketujuh kegiatan penyaluran Rastrada ini, pemerintah telah menyalurkan Rastrada kepada 4.242 KPM. Namun, dari jumlah tersebut terdapat sekitar 618 Rastrada yang tidak bisa disalurkan karena di lapangan KPM tersebut telah menerima bantuan dari pusat.

Ada pula KPM Rastrada tersebut ternyata sudah meninggal. Hal ini termasuk adanya data ganda KPM sasaran Rastrada. Karena itu, jumlah Rastrada yang telah berhasil disalurkan sebanyak 3.624 KPM. Setiap KPM menerima satu kuintal beras.

Sedangkan bantuan sarana dan prasarana yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember berupa paving, MCK, dan penerangan jalan umum menuju pondok. Tidak hanya menjelaskan tentang berbagai bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Wabup juga mengingatkan bahwa saat ini telah disahkan undang-undang perkawinan baru.

Ada perubahan dalam undang-undang itu, yakni terkait umur perempuan yang boleh menikah menjadi 19 tahun. Sebelumnya, undang-undang membolehkan perempuan berusia 16 tahun untuk menikah. ( mul /mia/hms )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...