Langsung ke konten utama

Bupati Kembali Merevitalisasi Pasar Tradisional


Jember, Kabarejember.com
----Bupati Jember, dr. Faida, MMR., kembali merevitaliasi pasar tradisional yang menjadi pusat ekonomi kerakyatan. Ini adalah revitalisasi untuk kesekian kalinya. Sebagai mana diketahui, revitalisasi pasar tradisional merupakan realisasi janji kedelapan dari 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati. Program ini masuk dalam kelompok Jember Mandiri.

Dalam sosialisasi revitalisasi pasar ini, Senin, 25 November 2019, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, bupati menyebut ada enam pasar yang kali ini mendapatkan giliran pembangunan.

Enam pasar tersebut yakni Pasar Kalisat, Gebang, Bungur, Tegal Besar, Petung, dan Mangli.

“Pembangunan pasar dirasa penting,karena pertukaran ekonomi masyarakat berlangsung di pasar dan tempat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari,” terang bupati. Terlebih adanya persaingan dengan toko modern.

Menurut bupati, saat ini kebanyakan orang sudah bisa belanja ke toko modern. Membeli sayur, buah, dan ikan juga bisa dilakukan secara daring atau online. Harganya pun bersaing.

Pembeli juga tidak kepanasan dan kehujanan. Mereka juga tidak harus melewati jalan becek.

Karena itu, apabila pasar di Jember tidak segera diperbaiki mulai sekarang, maka pasar yang menopang hidup orang banyak ini bakal kehilangan palanggan. Hingga akhirnya, pedaganganya bangkrut.

Dalam membangun pasar ini, pemerintah menggunakan standar nasional. Standar ini mensyaratkan kiosnya tidak menutupi arah angin, sehingga ada sirkulasi udaranya. Kamar mandinya pun bersih.

Kios pedagang tidak gelap, sertidaknya kebutuhan cahaya terpenuhi. Akses jalan bisa dilalui oleh lansia atau difabel.

Kios penjual dipisah sesuai produk yang dijual. “Penjual di pasar-pasar ini akan ditata sesuai produk yang dijualnya.

Biaya pembangunan pasar ini berasal dari APBD Kabupaten Jember. Karena itu bupati mengingatkan para pedagang pasar tidak perlu membayar ke seseorang yang menarik bayaran untuk kios maupun lainnya. “Jangan sampai diberi, itu adalah pungli,” tegasnya.

Kios-kios yang ada di pasar tidak diperjualbelikan atau disewakan. Untuk hal ini ada seleksi resmi bagi pedagang yang hendak menempatinya.

Nantinya, setiap pedagang akan mengisi kartu pemakaian tempat usaha. Jadi, kios yang dibangun bukan milik pedagang atau mantri pasar.

Kios itu tetapi milik Pemerintah Kabupaten Jember yang dipinjamkan untuk para pedagang dalam menjalankan usahanya.

Namun, bupati mengingatkan para pedagang agar rutin membayar retribusi. Sebab, apabila selama tiga kali berturut-turut tidak membayar, maka kios yang ditempatinya ditarik pemerintah. (mul/mia/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...