Langsung ke konten utama

Program PTSL di Desa Wringin Telu Berjalan Lancar


Jember, Kabarejember.com
---- Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Desa Wringin Telu Kecamatan Puger Jember layak diajungi jempol. Selain aman dan kondusif, masyarakat yang menjadi peserta program PTSL di desa ini hanya dikenakan biaya Rp 150.000,-per bidang.

Kebijakan yang diambil oleh Pokmas Desa Wringin Telu dengan hanya membebani biaya Rp 150.000,-per bidang  ini bukan tampa alasan, hal tersebut mengacu kepada SKB 3 Menteri dimana untuk wilayah Kabupaten Jember biaya yang ditanggung oleh peserta PTSL maksimal sebesar Rp. 150.000,- . Rabu 11/12/2019

Selain SKB 3 Menteri, Perbub Nomor 6 Tahun 2018 Tentang pembebanan pembiayaan persiapan pendaftaran tanah sistematis lengkap. Kabupaten Jember pasal 6 untuk anggaran dari APBD 2019 sebesar Rp. 150.000,- per bidang tanah. Dengan rincian pengadaan 4 patok, 4 materai dan transport panitia.

Sedangkan dana dari masyarakat sebesar-besarnya Rp.150.000,- yang diperuntukkan untuk ATK, pengadaan dokumen, patok batas tanah ke 5, 6 dan seterusnya dan biaya materai ke 5,6 dan seterusnya,seta pasal 7 (1) pasal 7 (2) dan pasal 11 sudah jelas mengatur semua mekanismenya.

Kepada wartawan Bidik H. Mudasir selaku Ketua Pokmas Desa Wringin Telu dengan senang hati menyampaikan kenapa Pokmas yang di ketuai olehnya mengambil kebijakan tersebut.

" Ya saya mengingat perbupnya berbunyi Rp. 150.000,- bantuan dari Pemkab dan 150.000,- Swadaya Masyarakat, tidak boleh lebih," tuturnya.

selain itu Kepala Desa sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau biaya PTSL Rp. 150.000,-. Jadi saya hanya melaksanakan keputusan SKB 3 Menteri, Perbup Bupati dan sesuai yang di sosialisasikan oleh Kepala Desa.

"Sementara dari BPN sendiri juga melakukan sosialisasi yang sama, kalau bisa jangan lebih Rp.150.000," ujarnya.

Kami pernah di undang oleh Kejaksaan Negeri Jember, dikumpulkan  saya lupa tanggalnya, ada persetujuan biaya swadaya masyarakat Rp 350.000, tapi untuk Desa Wringin Telu tetap Rp.150.000,- .

Desa Wringin Telu tahun 2019 ini mendapatkan sekitar 3150 bidang dan sampai hari ini sudah selesai sekitar 1200 bidang tanah yang sudah selesai dan diserahkan ke masyarakat.

Menyentuh soal patok, Mudasir menyampaikan " sebagian patok sudah terpasang dan sebagian akan menyusul," tuturnya.

Persoalan patok batas yang masih banyak belum terpasang ini tidak hanya terjadi di Desa Wringin Telu, dan ini banyak dipertanyakan oleh warga yang ikut dalam program PTSL tersebut. (Lililk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...