Langsung ke konten utama

Pemkab Lumajang Gencar Sosialisasikan Ketentuan Cukai Guna Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Lumajang


Lumajang, Kabarejember.com 
----Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lumajang  gencar menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Lumajang, salah satunya melalui Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai.

"Kegiatan sosialisasi ini tujuannya adalah  dalam rangka untuk memberantas rokok Ilegal," ungkap Asisten Administrasi Setda Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko saat membuka acara tersebut di Aula Istana Kuliner, Kamis (20/02/20).

Nugroho menjelaskan, masalah cukai yang dikaitkan dengan rokok itu dilematis bagi pemerintah. Menurutnya cukai rokok menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar negara, namun disisi lain rokok dapat merusak kesehatan tubuh.

"Persoalan pita cukai rokok itu merupakan hal yang baik dan buruk, selain menjadi pendapatan negara terbesar tetapi juga rokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa ditahun 2020 ini, pemerintah pusat menaikkan cukai rokok rata-rata 23 persen guna mengendalikan peredaran rokok ilegal serta menaikkan tarif cukainya.

Nugroho berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, semua peserta yang ikut bisa memahami peran cukai rokok terhadap penerima anggaran negara serta bisa mengetahui perbedaan antara rokok yang memakai pita cukai asli dengan rokok ilegal atau menggunakan pita cukai palsu.

"Saya berharap kepada semua peserta yang hadir bisa menyerap ilmu dalam kegiatan ini tentang cukai rokok," harap Nugroho.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kominfo Lumajang, Iwan Hadi Purnomo dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini agar semua peserta yang mengikuti sosialisasi mengetahui antara pita cukai asli dengan pita cukai palsu.

"Barang-barang yang menggunakan pita cukai, fungsi adanya pita cukai, dampak peredaran pita cukai, dan rokok ilegal kita semua harus mengetahui hal itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan Hadi mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini mengangkat tema "Gempur Rokok Ilegal" dengan harapan kepada seluruh peserta bisa membantu menekan peredaran rokok ilegal yang ada di Kabupaten Lumajang khususnya di wilayah Kecamatan Kunir dan sekitarnya, serta ikut berpartisipasi untuk melaporkan ke kantor Bea Cukai atau pihak yang berwajib jika menemukan ada oknum dengan sengaja menjual produk rokok yang menggunakan pita cukai palsu atau ilegal.

"Toko dan warung yang ada di desa biasanya menjadi sasaran penjualan para sales rokok ilegal yakni yang tidak menggunakan pita cukai rokok atau tidak sesuai untuk peruntukan, jika menemukan hal itu perlu dilaporkan," tuturnya.

Ia menambahkan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai ini, diikuti 250 peserta, yang terdiri dari Ketua RW dan RT di Kecamatan Kunir, TP PKK di Desa dan Kecamatan Kunir, para pedagang rokok yang ada di Kecamatan Kunir dan Kecamatan Lumajang dan Distributor rokok yang ada di Kabupaten Lumajang.
Reporter : Suatman 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...