Langsung ke konten utama

Sidang Paripurna Penetapan 5 Raperda Diawali Senyum Sumringah Tapi Berujung Cemberut


Jember, Kabarejember.com 
-- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda penetapan 5 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jember, Jum'at (09/04/2020) dihadiri Bupati Jember dr. Hj Faida MMR dan seluruh Pimpinan  dan anggota DPRD Kabupaten Jember tidak berujung manis.

Bukan menjadi rahasia lagi, hubungan kurang baik antara bupati dan DPRD Kabupaten Jember sudah berlangsung lama, bahkan diera DPRD sebelumnya juga sudah terjadi hubungan tidak harmonis. Kondisi ini diduga pemicunya salah satu faktornya Kabupaten Jember hingga saat ini tidak memiliki
 APBD. 

Hadirnya Bupati Jember dr. Hj Faida di gedung dewan dalam agenda mengikuti sidang paripurna banyak mendapat apresiasi anggota dewan yang hadir.

Bahkan, saat pansus menyampaikan laporannya dan juru bicara Fraksi-Fraksi menyampaikan pendapatnya, tidak jarang para juru bicara ini menyampaikan apresiasinya atas kehadiran bupati, bahkan berharap bupati bisa hadir setiap sidang Paripurna.

Fraksi PKS melalui juru bicaranya sangat berharap hubungan antara bupati dan DPRD Kabupaten Jember segera membaik demi kemaslahatan masyarakat Jember.

Bahkan, sebelum menutup penyapaiannya, juru bicara Fraksi PKS ini melalui bait-bait pantun yang dilontarkan dalam bahasa Jawa, artinya lebih kurangnya berharap Eksekutif dan Legislatif harus rukun, Jum' at (10/04/2020).

Setelah Pansus menyetujui 5 Raperda dan seluruh fraksi turut menyetujui menjadi Perda Kabupaten Jember, acara dilanjutkan dengan permintaan persetujuan penetapan Raperda kepada segenap anggota DPRD dan dilanjutkan Penandatanganan persetujuan bersama 5 Raperda oleh DPRD bersama Bupati.

Usai penandatanganan, secara singkat bupati memberikan sambutan.  " Terima kasih kepada segenap Fraksi DPRD Kabupaten Jember baik yang tergabung di Pansus 1 maupun Pansus II atas kesediaannya membahas 5 Raperda yang diajukan Pemerintah Kabupaten Jember," katanya.

Masih menurut bupati, ada 5 Raperda masing masing  1. Penyertaan modal pada perusahaan daerah perkebunan kahyangan Jember.
2. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pendalugan Jember.
3. Perubahan atas peraturan daerah nomor 4 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Ke 4. Perubahan atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha dan yang ke 5. Perubahan atas peraturan daerah nomor 6 tahun 2011 tentang retribusi perijinan tertentu.

"Diharapkan dengan 5 Perda tersebut akan menjadi landasan hukum untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Jember," pungkasnya.

Selanjutnya Itqon Syauqi selaku pimpinan rapat menyampaikan kepada seluruh anggota dewan bahwa rapat akan ditutup, di waktu inilah 2 (dua) anggota dewan yang diawali Agusta Jaka Purwana politisi Partai Demokrat dan dilanjutkan oleh Nyoman Aribowo dari PAN menanyakan berkaitan sumber anggaran Rp. 400 miliar untuk penanganan Covid-19 dan nasib APBD Jember.

Belum selesai ke dua anggota dewan menyampaikan pertanyaannya, bupati Faida langsung bangun dari tempat duduknya dan meninggalkan sidang paripurna yang sudah sampai penghujungnya.

Bahkan saat wartawan berupaya mengkonfirmasi bupati yang di kawal Satpol PP bergerak cepat menuju mobil yang parkir di depan pintu masuk utama gedung DPRD Jember dan langsung meninggalkan gedung dewan.

Melihat kejadian tersebut Itqon Syauqi yang sempat ditemui dan diminta tanggapannya terkait kejadian tersebut menyampaikan mohon maaf dirinya tidak berkompeten untuk mengomentari kejadian itu biar masyarakat yang menilainya. "Mohon maaf saya tidak berkompeten mengomentari kejadian tadi biar masyarakat yang menilainya," ujarnya.  

Harapan besar disampaikan jurubicara Fraksi saat proses penetapan Perda Jember seperti mimpi di siang bolong , belum selesai sidang paripurna hubungan bupati dan dewan kembali memanas. Semoga demi rakyat Jember para pemangku kebijakan ini bisa rukun seperti harapan para juru bicara Fraksi. (Lilik)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...