Langsung ke konten utama

Peserta UTBK SBMPTN 2020, Wajib Cetak Ulang Kartu Peserta


JEMBER,kabarejember.com
 - Universitas Jember (UNEJ) menghimbau kepada para peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 wajib melakukan cetak ulang kartu pesertanya. Proses ini harus dilakukan karena Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengubah jadwal UTBK atau relokasi jadwal yang semula empat sesi dalam sehari, hanya menjadi dua sesi saja dalam sehari.

Konsekuensinya ada peserta yang akan mendapatkan jadwal UTBK baru. Kebijakan ini dalam rangka meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 mengingat  berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi.

“Untuk di lokasi UTBK Universitas Jember saja kami melayani 12.801 peserta UTBK. Terdiri dari 9.035 peserta reguler dan 3.046 peserta dengan status calon penerima beasiswa KIP-Kuliah. Asal daerah pesertanya pun beragam, jika menilik dari alamat asalnya bahkan ada yang dari provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Riau bahkan Papua. Kondisi ini juga terjadi di pusat UTBK lainnya.

Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, maka LTMPT memutuskan relokasi jadwal UTBK,” jelas Rokhmad Hidayanto, Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember (30/6/2020).Relokasi jadwal UTBK dibagi dalam dua tahapan, tahapan pertama UTBK dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 14 Juli 2020. Sementara tahap kedua digelar pada 20 hingga 29 Juli 2020.

Caranya, peserta UTBK diminta masuk kembali ke laman portal.ltmpt.ac.id dan memilih menu Pendaftaran UTBK-SBMPTN, mulai tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2020 pukul 12.00 WIB. Kemudian cetak kembali kartu peserta UTBK SBMPTN. “Nantinya pada setiap hari pelaksanaan UTBK, sesi pertama UTBK dimulai jam 09.00 WIB hingga 11.15 WIB, sementara sesi kedua pada 14.00 WIB sampai 16.15 WIB. Jadi pada saat jeda sesi pertama dan kedua ada cukup waktu bagi panitia untuk melakukan proses pembersihan masing-masing lokasi UTBK dengan penyemprotan disinfektan di ruangan maupun komputer yang dipakai, sedangkan bagi peserta untuk mempersiapkan diri,” tutur Rokhmad Hidayanto.
 
Khusus bagi peserta yang kebetulan mendapatkan jadwal UTBK di tahap pertama namun berhalangan hadir karena kondisi Covid-19 atau mengikuti rekomendasi Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 setempat atau karena kondisi lain yang memaksa, pihak LTMPT dan pusat UTBK memberikan kelonggaran dengan memberikan kesempatan mengikuti UTBK di tahapan kedua.  Caranya melaporkan diri ke Pusat UTBK dimana peserta melakukan tes seperti yang tertera di Kartu Peserta paling lambat tanggal 2 Juli 2020 pukul 16.00 WIB.  Jika disetujui maka peserta bisa mengikuti  UTBK di tahapan kedua.

Bahkan bagi peserta UTBK tahap kedua yang berhalangan hadir karena kondisi daerahnya tidak memungkinkan masih memiliki kesempatan mengikuti UTBK yang pelaksanaannya akan diberitahukan lebih lanjut. Caranya sama yaitu harus  melaporkan diri ke Pusat UTBK dimana peserta melakukan tes seperti yang tertera di Kartu Peserta pada  tanggal 6-10  Juli 2020 di jam kerja.

“Sekali lagi kami mohon bagi peserta UTBK SBMPTN 2020 agar segera cetak kartu lagi. Jika ada kesulitan segera menghubungi pusat UTBK terdekat. Satu hal lagi, bagi peserta yang melakukan UTBK SBMPTN di Universitas Jember wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh LTMPT dan Kemendikbud, serta Pemkab Jember,  antara lain membawa hasil Rapid Test, memakai masker dan dianjurkan membawa face Shields serta sarung tangan. Jaga kesehatan sebab bagi peserta yang sakit tidak diperkenankan mengikuti UTBK,” ujar Rokhmad Hidayanto serius. (mia/iim/is/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...