Langsung ke konten utama

Rektor UNEJ Bertemu Mahasiswa, Bahas Perkuliahan di Masa Pandemi Covid-19


JEMBER,kabarejember.com
 - Jajaran pimpinan Universitas Jember bertemu mahasiswa yang diwakili oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Permusyawarahan Mahasiswa (BPM) tingkat universitas dan fakultas (22/6).

Kegiatan audiensi ini diadakan dalam rangka membahas kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bagi mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Ada empat hal yang dibahas, yakni Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di masa pandemi Covid-19, UKT bagi mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir, transparansi anggaran penanganan Covid-19 di Universitas Jember, dan kejelasan paket bantuan data bagi mahasiswa. 

Menurut Ahmad Fairuz Abadi, Ketua BEM Universitas Jember, pihaknya yang meminta pertemuan secara tatap muka untuk memilih membahas empat hal tersebut.

"Sebenarnya pengurus BEM sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak rektorat, membahas mengenai kondisi mahasiswa di saat pandemi Covid-19. Pertemuan kita lakukan secara langsung maupun secara daring, namun dengan adanya kebijakan baru dari Kemendikbud maka kami menginginkan pertemuan dengan tatap muka agar diskusi lebih terarah. Sementara empat hal tadi dibahas karena empat hal tadi yang paling banyak ditanyakan oleh kawan-kawan mahasiswa,” kata mahasiswa Fakultas Teknik ini.

Dalam penjelasannya, Iwan Taruna menegaskan bahwa bagi mahasiswa yang terkena dampak pandemi Covid-19, maka diberikan relaksasi pembayaran UKT. Relaksasi berupa pergeseran kelompok UKT, mengangsur UKT, dan menunda UKT. “Hari ini rencananya tata cara pergeseran kelompok UKT, cara mengangsur UKT dan penundaan UKT akan disebarluaskan kepada mahasiswa. Harapannya kebijakan relaksasi UKT ini dapat meringankan beban mahasiswa terdampak Covid-19. Namun perlu diingat, bahwa kebijakan ini bersifat situasional sebab jika suasana sudah membaik maka UKT akan kembali semula,” jelas Rektor.

Sedangkan bagi mahasiswa yang sudah melakukan seminar proposal tugas akhir dan tengah mengerjakan tugas akhir maka bebas dari kewajiban membayar UKT sesuai ketentuan yang ada.

Sementara terkait anggaran penanganan pandemi Covid 19 di Kampus Tegalboto, Iwan Taruna menyebutkan Universitas Jember menerima anggaran sebesar 500 juta rupiah dari Ditjen Dikti Kemendikbud RI. Anggaran ini dikelola oleh Pos Covid-19 Universitas Jember untuk kegiatan pencegahan dan sosialisasi penanganan Covid-19 di lingkungan kampus.

“Khusus bantuan paket data bagi mahasiswa, Universitas Jember berkomitmen tetap akan memberikan bantuan paket data selama masa perkuliahan daring. Temuan kami Jika ada mahasiswa yang belum menerima, biasanya disebabkan data yang disetor ternyata salah sehingga proses transfer terkendala. Oleh karena itu dalam proses pemberian paket data di tahapan selanjutnya maka Universitas Jember memilih bekerjasama dengan provider paket data sesuai anjuran Irjen Kemendikbud,” tutur Iwan Taruna. (mia/iim/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...