Langsung ke konten utama

UNEJ Kirim Dosen Untuk Magang


Jember, Merdekanews.net ----- Keberadaan Program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh Kemedikbud RI mengubah proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Diantaranya jika semula magang umumnya hanya bagi mahasiswa, kini dosen pun bisa magang.  

Hal ini tampak saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Action, MoA) antara Fakultas Teknik, FMIPA dan Fakultas Ilmu Komputer yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (UNEJ)  dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) area Jember di lantai dua Gedung R. Soedjarwo hari Selasa (23/3). 

 Rencananya ada lima dosen dan 14 mahasiswa yang akan magang di BSI area Jember selama enam bulan atau satu semester.


Menurut Ketua LP3M Universitas Jember, Prof. Bambang Soedjanarko, kegiatan magang penting bagi dosen, pasalnya dengan mengikuti magang maka dosen dapat mengetahui problema yang dihadapi oleh industri dan turut menyelesaikan persoalan dunia industri. 

 Sekaligus membuka wawasan dosen agar mampu membuat kurikulum dan menjalankan proses pembelajaran di kampus yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. 

 “Oleh karena itu LP3M Universitas Jember giat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi dosen bersama mahasiswa melaksanakan magang. Tidak hanya dosen yang magang, tetapi praktisi industri semisal bankir dari BSI pun bisa mengajar di kampus,” jelas Prof. Bambang Soedjanarko.


Kerjasama dalam bentuk magang ini disambut hangat oleh Area Manager  Bank Syariah Indonesia Area Jember, Teguh Prasetya. Menurutnya, dunia industri saat ini tidak luput dari terpaan berbagai gejolak perubahan yang mesti disikapi dengan tepat. Dan salah satu cara menyikapi berbagai perubahan tersebut adalah dengan menjalin kolaborasi dengan banyak pihak, diantaranya dengan dunia perguruan tinggi. 

“Kami di BSI terkadang menggunakan tenaga konsultan asing untuk menyelesaikan suatu permasalahan, nah jika para dosen Universitas Jember mampu memberikan solusi maka mengapa tidak kami gandeng,” tutur Teguh Prasetya.

 

Teguh Prasetya kemudian menyebutkan beberapa permasalahan ekonomi makro Indonesia yang kini menunggu solusi, diantaranya masalah hutang luar negeri Indonesia, larinya dana investasi asing selama pandemi Covid-19, ancaman nyata pengangguran akibat pertumbuhan ekonomi yang melemah, serta tantangan mewujudkan tata kelola ekonomi yang lebih berkeadilan.  

“Sementara itu di sisi ekonomi mikro, bagaimana perbankan di Indonesia dituntut turut mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta membangun atmosfir usaha yang lebih baik lagi agar usaha rintisan baru yang digagas oleh anak muada makin bermunculan di nusantara,” kata bankir yang berlatar pendidikan Teknik Fisika ini.


Sementara itu Koordinator Pusat Pengembangan Karir LP3M, Rokhani menambahkan, bagi mahasiswa yang ikut program magang selama satu semester maka disetarakan dengan mengikuti kuliah sebesar 20 SKS, sementara khusus untuk mahasiswa Fakultas Teknik disetarakan dengan mengikuti kuliah 14 SKS. Untuk diketahui di hari yang sama, LP3M juga telah memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama serupa antara Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan PDAM Tirta Pandalungan Jember.  

Khusus untuk kerjasama ini, ada empat dosen dan tiga mahasiswa Universitas Jember yang akan magang. Dalam waktu dekat, LP3M juga akan memfasilitasi kegiatan magang dengan industri, diantaranya dengan BPJS Ketenagakerjaan. (to2/iim/hms) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...