Langsung ke konten utama

Temu Anak bersama Kepala Daerah dan Kepala OPD



Kota Mojokerto-Merdeka news.id-Dorong peran anak sebagai pelopor dan pelapor Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial, Pemberdaayan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) menggelar kegiatan Temu Anak dengan Kepala Daerah dan Kepala OPD Kota Mojokerto “Suara Anak Kota Mojokerto” di halaman Rumah Rakyat, Jl. Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto, Jawa Timur. Senin (20/6) malam.

“Kami ingin mendengar suara anak-anak, menyampaikan aspirasi, apasih yang menjadi kebutuhan anak-anak, sehingga ini bisa menjadi sebuah usulan bagi pemerintah untuk mengakomodasi apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak Kota Mojokerto,” kata Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Dihadapan anggota Forum Anak, Ning Ita sapaan akrab wali kota juga menegaskan bahwa selama ini pemerintah telah menerima berbagai usulan dari masyarakat secara umum, namun tidak ada usulan dari anak-anak.

“Kami ingin di dalam program pembangunan Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya mengakomodir melaksanakan program yang menjadi kebutuhan atau hak nya orang-orang dewasa, karena kebutuhan anak dengan orang dewasa itu berbeda. Oleh karena itu ibu harap, anak-anak bisa menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan kalian,”imbuhnya.

Terkait kegiatan “Suara Anak Kota Mojokerto” Kepala Dinsos P3A, Choirul Anwar menjelaskan bahwa forum ini terselenggara untuk memperkuat salah satu peran forum anak sebagai pelopor dan pelapor di dalam akselerasi Kota Layak Anak.

“Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor khususnya dalam perlindungan anak, pemerintah wajib melibatkan anak tidak hanya sebagai objek pembangunan tetapi juga sebagai subjek pembangunan. Artinya anak-anak ini harus dilibatkan didorong untuk berpartisipasi dalam rangka menyampaikan usulan perencanaan pembangunan,” kata Anwar.

Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa sejak Forum Anak terbentuk di tahun 2017 partisipasi anak-anak melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) baru sebatas hadir, belum memberikan kontribusi berupa usulan yang sifatnya menyampaikan kebutuhan anak-anak.

Forum temu anak dengan Kepala Daerah dan Kepala OPD Kota Mojokerto tadi malam diikuti oleh 51 anggota Forum Anak tingkat kota, kecamatan dan kelurahan serta dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto Moh. Zaini.yn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...