Langsung ke konten utama

Ngobrol Bersama Walikota Dan Kader Ngobras Wader


Pemkot Mojokerto, Merdekanews.id Dialog santai dengan wali kota yang dikemas dalam Ngobrol Bersama Wali kota dan Kader (NGOBRAS WADER) pada hari kedua, mengusung tema “Meningkatkan Partisipasi Pria Dalam ber KB” telah berlangsung di halaman Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto Jawa Timur, pada Kamis (21/7) malam.


Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tema ini dipilih guna meningkatkan akseptor KB khususnya pria yang berusia produktif. “Kalau hari ini ngobrol bareng temanya adalah terkait KB pada pria bukan berarti Pemerintah Kota Mojokerto tidak berhasil dalam mengendalikan penduduk, tapi lebih untuk medorong program pemerintah dalam meningkatkan akseptor KB yang paling sedikit yaitu KB pada pria atau MOP atau vasektomi,” kata wali kota yang biasa disapa Ning Ita.


Ning Ita menyampaikan bahwa berdasarkan data peserta KB aktif, dari 7 jenis KB program pemerintah yang akseptornya terendah, hanya 86 orang adalah vasektomi atau MOP. Sedangkan untuk jenis KB lainnya jumlahnya sudah ribuan, suntik sudah mencapai lebih dari 4000 akseptor, pil 1300 akseptor, IUD 2400 akseptor, implan 445 akseptor, kondom hampir 700 akseptor.


“Maka tujuannya adalah bagaimana kita mendorong agar yang berkorban itu tidak hanya ibu-ibu saja. Jadi yang berkorban ini biar seimbang. Kalau di Pemkot Mojokerto ini dalam rangka mengganggarkan pembangunan di berbagai sektor itu sudah perspektif gender, jadi ada keseimbangan antara laki-laki perempuan, anak-anak, disabilitas, maka dalam hal KB harusnya seimbang juga,”imbuhnya.


Untuk meningkatkan jumlah akseptor KB MOP atau vasektomi di Kota Mojokerto Ngobras Wader yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) yang digelar tadi malam juga menghadirkan narasumber dr. Suryo Prasetyo Tribowo, Sp.U yang menjelaskan tentang manfaat dan proses KB pada pria. Tak hanya itu dalam Ngobras Wader juga hadir Kabid Pembinaan Masyarakat Kementerian Agama Kota Mojokerto Bisri Mustofa yang menjelaskan tentang manfaat dan landasan hukum KB pada pria dari sudut pandang agama islam.


Sebelumnya Wali kota Mojokerto telah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana. Dimana dalam penghargaan MKK ini terdapat 3 indikator yang diukur bagi seorang kepala daerah untuk bisa mendapatkannya. Pertama adalah terkait pembangunan kependudukan, artinya Kota Mojokerto sudah berhasil dalam melaksanakan program Bangga Kencana. Indikator kedua adalah terkait pelaksanaan KB, serta indikator ketiga adalah penurunan stunting, yang mana Kota Mojokerto merupakan daerah dengan angka prevalensi stunting terendah di Jawa Timur.yn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...