Langsung ke konten utama

Miris!!Bangunan Milyaran Rupiah Di T2P Tak Terawat Bahkan Kerap Di Buat Pesta Miras Dan Mesum

Banyuwangi, merdekanews.id

Terminal Terpadu Pariwisata yang di gagas Pemkab Banyuwangi di mana fungsinya untuk meningkatkan eksistensi sektor Usaha Kecil dan Mikro ( UKM ), Dormitory Pariwisata dan Terminal Terpadu hingga kini kegunaan nya di duga tak jelas, padahal bangunan yang berada di kawasan Jalan Letjen S. Parman , Banyuwangi itu sudah menelan anggaran Milyaran rupiah namun aktifitas peruntukan nya belum terlihat . bahkan miris nya di beberapa ruangan bangunan berlantai empat itu ruangan nya terlihat rusak dan atap nya ada yang jebol .
Berdasar pantauan Merdeka , Rabu (18/10/2023) bahwa sedianya bangunan berlantai empat ini, dulunya akan di sulap oleh Pemda Banyuwangi menjadi tempat usaha dormitory kuliner penjualan pernak pernik dan oleh oleh khas Banyuwangi .  hanya saja karena lama nya fasilitas tidak pergunakan , sebagian fasilitas gedung sebagian nya rusak seperti atap dan pintu kamar dormitory jebol, Selain itu toilet dan wastafel sangat kotor terlihat kumuh bahkan di temukan sejumlah sampah plastik berserakan di lantai seolah tak terawat dan tembok nya penuh coretan .  

salah satu masyarakat yang di temui awak media ini mengatakan bahwa gedung itu kerap di gunakan sebagai tempat pesta minuman keras (Miras) dan perbuatan mesum.

“ harusnya Pemda cepat mengambil tindakan dengan  menugaskan Trantib maupun Satpol PP, untuk melakukan patroli malam di kawasan terminal wisata supaya tertib aman dan nyaman “ tukas masyarakat yang wanti wanti nama nya tidak di tulis .

Memang di sisi lain imbas positif terasa bagi warga Banyuwangi , sejak adanya Terminal Terpadu Pariwisata berdiri pengunjung terminal wisata kerap memanfaatkan halaman bangunan sekedar bermain bersama keluarga di area terminal itu , sebut saja Gani menuturkan bahwa sekitar halaman tempat T2P enak di buat santai, terlebih tempat makanan dan minuman serta permainan anak-anak sudah tersedia seperti rumah balon, otoped, mobil batterai hingga melukis, dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Hanya saja ketika melongok ke dalam gedung, langsung terperangah melihat kondisi nya yang memperhatinkan tak terurus .

 “ Harapan kami selaku masyarakat semoga ada pembenahan dari luar seperti pencahayaan lampu jalan terminal terpadu pariwisata jika perlu ada penambahan lampu lagi agar lebih terang “pungkas nya . (anw)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...