Langsung ke konten utama

Berantas Peredaran Cukai Rokok Ilegal, Satpol PP Kota Mojokerto Bersama Bea Cukai Gelar Operasi Gabungan



Kota Mojokerto, Merdekanews.id ,  Pemerintah Kota Mojokerto melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Tim Gabungan Bea Cukai Sidoarjo, Kejaksaan Kota Mojokerto dan TNI-Polri, kembali menggelar operasi pemberantasan peredaran cukai Ilegal pada Kamis, (29/8/ 2024).

Tim gabungan ini, melakukan operasi pasar guna menyisir peredaran barang kena cukai ilegal. Razia sidak kali ini para petugas gabungan melakukan sidak operasi Rokok Ilegal menyisir 7 titik lokasi yang ada di Kota Mojokerto. Antara lain di daerah Jalan raya Ijen, Wates, Kota Mojokerto ada 4 titik lokasi pertokoan atau toko Kelontong dan 3 lokasi menyasar area pertokoan di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto.

Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pedagang dan masyarakat terhadap penggunaan rokok legal serta meminimalkan peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut. Selain itu, bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan hukum sesuai dengan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.


Fani P, pemilik Toko Hasil yang ada di jalan Mojopahit 97, Kota Mojokerto mengatakan, malah saya dirugikan karena adanya rokok ilegal, omset menurun penghasilan juga menurun.

“Tolong agar dibersihkan peredaran rokok ilegal ini, karena omsetnya turun drastis dan harga rokok tambah mahal juga,” pintanya pada petugas gabungan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Fudi Harijanto S.H, M.Si mengatakan, Operasi hari ini tidak ditemukan rokok cukai Ilegal, kemungkinan sudah banyaknya pedagang yang bekerjasama dengan pemerintah dan sudah tidak mau menerima barang rokok ilegal,” ungkapnya.

Dikatakan Fudi, mereka juga berpesan untuk pemerintah, untuk memberantas rokok-rokok cukai ilegal, karena mereka merasa dirugikan bahwa omset dia juga banyak yang menurun.

“Masyarakat Kota Mojokerto diharapkan, dapat terus mendukung upaya pemerintah dalam memberantas rokok ilegal, demi kesejahteraan bersama. Dan Operasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah Kota Mojokerto, Bea Cukai, dan penegak hukum dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan hukum di masyarakat,” imbuhnya.

Rokok Pita Cukai Palsu

Pita cukai palsu paling sulit dikenali, tetapi biasanya gambar atau warna pita cukai palsu ini akan terlihat berbeda dengan yang asli.

Rokok Pita Cukai Berbeda

Kemasan prodok rokok ini menggunakan pita cukai yang tidak sesui nama perusahaannya atau juga beda jenis prodak, misal pita cukai untuk produk rokok kretek (SKT), tapi digunakan pada prodak rokok filter (SKM).

Rokok Pita Cukai

Kemasan prodak rokok ini menggunakan pita cukai bekas pakai, biasaenya terlihat bekas sobek, berkerut, atau kusut.

Rokok Polos atau Tanpa Pita Cukai

Tidak ada pita cukai yang ditempel kemasan prodak ini.

Laporkan Peredaran Rokok ilegal ke Kantor Bea Cukai Terdekat, atau Hubungi 1500-225.yn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...