Langsung ke konten utama

PEMKOT MOJOKERTO ATUR PELAKSANAAN OUTING CLASS DI SATUAN PENDIDIKAN.

 
KOTA MOJOKERTO-Merdekanews.id-Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.3/614/417.501/2025 yang mengatur pelaksanaan kegiatan outing class di satuan pendidikan. SE ini ditujukan kepada seluruh sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Mojokerto.


Dalam SE tersebut, Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa outing class yang dilaksanakan di alam terbuka seperti pantai atau pegunungan ditangguhkan untuk sementara waktu. Namun, kegiatan yang bertujuan untuk menunjang pembelajaran dan edukasi tetap diperbolehkan, dengan ketentuan lokasi yang dipilih harus berkaitan dengan edukasi sejarah, seperti museum, cagar budaya, atau candi.


“Outing class tidak dilarang, namun yang bersifat alam terbuka kita tangguhkan sementara. hanya outing class yang bersifat edukasi, seperti ke museum, cagar budaya atau perpustakaan, yang diizinkan,” tegas Ali Kuncoro, Kamis (30/1/2025).


Selain itu, setiap satuan pendidikan yang melaksanakan outing class wajib membuat laporan kegiatan dan menyampaikannya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Laporan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat edukatif bagi siswa.


Pemkot Mojokerto juga menekankan pentingnya faktor keselamatan dalam pelaksanaan outing class, terutama dalam aspek transportasi. Sekolah diwajibkan memastikan kelayakan kendaraan yang digunakan, dengan memperhatikan hasil uji KIR, masa berlaku kendaraan, serta kepemilikan SIM pengemudi.


“Insiden Laka laut yang terjadi pada siswa SMPN 7 menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Pemkot Mojokerto mengambil langkah-langkah preventif agar hal serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.


Kebijakan mengatur pelaksanaan outing class di Satuan Pendidikan ini diambil untuk menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik dalam setiap kegiatan luar kelas, sekaligus memastikan kegiatan tersebut tetap memberikan nilai edukasi yang optimal.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menambahkan, Pemkot Mojokerto akan segera membuat SOP penyelenggaraan outing class pada satuan Pendidikan yang mengacu pada regulasi yang ada.


“Kami akan segera membuat SOP penyelenggaraan outing class sebagai panduan seluruh sekolah ketika melaksanakan outing class. Tentunya akan disusun berdasarkan regulasi yang ada,” tuturnya.


SOP yang dimaksud direncanakan akan mengatur tentang kapan pelaksanaan outing class berlangsung, kemana tujuannya, serta harus ada izin Kepala Dinas Pendidikan dan lain sebagainya.yn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...