Langsung ke konten utama

Pencarian Bocah Tenggelam di Dam Tekung Lumajang Dihentikan, Korban Belum Ditemukan

Lumajang– Operasi pencarian Muhammad Aris (17), bocah yang tenggelam di Dam Tekung, Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, resmi ditutup pada Sabtu (24/5/2025). Setelah tujuh hari pencarian intensif, korban belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Tekung, IPTU Sujianto, S.H., dalam laporannya menjelaskan bahwa upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan. 

"Pada hari ketujuh ini, kami telah melakukan upaya pencarian dan pertolongan secara menyeluruh. Namun, korban atas nama Muhammad Aris belum dapat kami temukan," ujar IPTU Sujianto.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Muhammad Aris, warga Dusun Magersari RT 11 RW 03 Desa Tekung, dilaporkan tenggelam di Dam Tekung saat mencari yuyu/kempet
sekitar pukul 16.00 WIB. 

Dam Tekung ini merupakan bagian dari Sungai Bondoyudo yang bermuara di Pantai Meleman, Desa Wotgalih.

Pada hari terakhir operasi pencarian, tim gabungan memulai kegiatan sejak pukul 08.15 WIB dengan apel pengecekan personel di Balai Desa Tekung. 

Dua unit perahu dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Lumajang dikerahkan untuk menyisir aliran sungai dari Pasiran Desa Kedungrejo hingga Muara Meleman.

Selain itu, penyisiran darat juga dilakukan oleh SKD dan potensi relawan seperti Bankom Rowokangkung, Bankom Yosowilangun, dan Bintang Timur di sepanjang bantaran sungai Bondoyudo, meliputi Desa Kedungrejo, Desa Yosowilangun Lor, Desa Yosowilangun Kidul, dan Wotgalih.

Pukul 10.40 WIB, perahu tiba di area Kedung dan pertemuan Sungai Bondoyudo di Dusun Kebonan Desa Yosowilangun Kidul, di mana tim menggunakan sonar Basarnas untuk mencari objek. Setelah istirahat salat Duhur, pencarian dilanjutkan hingga sore hari, dengan perahu kembali menyisir dari Muara Pantai Meleman ke Pasiran Yosowilangun Kidul.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, dua unit perahu mesin kembali tiba di Muara Pantai Meleman dan dinaikkan. Operasi kemudian ditutup dengan apel penutupan di Balai Desa Tekung pada pukul 16.30 WIB," tambah IPTU Sujianto.

IPTU Sujianto menjelaskan bahwa salah satu kendala utama di lapangan adalah banyaknya rumpun bambu yang tumbang dan menutupi aliran Sungai Bondoyudo, menyulitkan proses pencarian.

Meskipun operasi pencarian secara resmi ditutup, koordinasi akan tetap dilakukan melalui Pemerintah Desa Tekung dan jaringan komunikasi relawan yang berada di sepanjang bantaran Sungai Bondoyudo.

 "Apabila sewaktu-waktu ada tanda-tanda survivor muncul, kami akan segera merespons," tegas IPTU Sujianto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...