Langsung ke konten utama

Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Begal Pembacok Polisi Lumajang Tewas Dilumpuhkan Petugas.



Lumajang ,Merdekanews.id Upaya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan yang melukai anggota Polri berujung tegas. 

Seorang pelaku begal yang sebelumnya membacok anggota Polres Lumajang dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat akan diamankan.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa tindakan tegas tersebut dilakukan oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur bersama Polres Lumajang dalam rangka penangkapan tersangka.

“Petugas melakukan penindakan tegas terukur karena yang bersangkutan membahayakan keselamatan anggota saat proses penangkapan,” ujar AKBP Alex.

Tersangka diketahui berinisial ASF (30), warga Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Ia berhasil dilacak keberadaannya di Jalan Raya Surabaya–Malang, tepatnya di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut Kapolres, penangkapan dilakukan setelah aparat melakukan rangkaian penyelidikan intensif terkait kasus pembacokan terhadap anggota Polri yang terjadi di wilayah Kota Lumajang.

“Setelah dilakukan pengejaran, tersangka berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam meskipun sudah diberikan tembakan peringatan,” jelasnya.

Saat proses penangkapan, tersangka sempat dikejar dan terjatuh. Namun, ia kembali bangkit dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam sehingga aparat terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan guna menghentikan ancaman.

“Tindakan tersebut dilakukan demi melindungi keselamatan anggota di lapangan,” tegas AKBP Alex.

Usai dilumpuhkan, tersangka segera dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa tersangka tidak dapat diselamatkan.

Kapolres Lumajang juga memaparkan bahwa peristiwa pembacokan terhadap anggota Polri terjadi pada Kamis (6/12/2025) siang di Jalan Kapten Suwandak, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang.

Saat itu, dua anggota Polres Lumajang yang sedang patroli mencurigai dua orang yang diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor. Ketika hendak dihentikan, kedua pelaku justru melarikan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran.

Pengejaran berakhir di Jalan Gajah Mada, tepat di depan SMK Negeri 2 Lumajang, setelah sepeda motor pelaku menabrak seorang pelajar. Ketika akan diamankan, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai anggota Polri.

“Akibat serangan tersebut, anggota kami, Aiptu Susanto Kurniawan, mengalami luka bacok dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang,” kata Kapolres.

Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial MH berhasil diamankan oleh petugas dengan bantuan masyarakat dan kini ditahan di Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan penyidikan, kedua pelaku diketahui telah beraksi di sedikitnya delapan lokasi berbeda di wilayah Lumajang dan sekitarnya, dengan berbagai korban dari kalangan masyarakat hingga aparat.

“Peran kedua pelaku berbeda. Satu bertugas memantau situasi, sementara tersangka yang meninggal dunia berperan sebagai pelaku utama,” ungkap AKBP Alex.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa senjata tajam, empat unit sepeda motor, helm, pakaian, serta alat komunikasi yang digunakan dalam menjalankan aksinya.

Atas perbuatannya, tersangka yang masih hidup dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 351 KUHP, Pasal 212 KUHP, serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1961 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

“Saat ini satu tersangka telah meninggal dunia, sementara satu tersangka lainnya kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Kapolres Lumajang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...