Langsung ke konten utama

Pembahasan Raperda Penataan Dan Pemberdayaan PKL Masuki Tahap Penting, Pansus II DPRD Kota Probolinggo Kebut Penyelesaian Dalam Waktu Dekat


Probolinggo,Merdekanews.id 
Upaya menghadirkan regulasi yang mampu menata sekaligus melindungi keberlangsungan usaha pedagang kaki lima (PKL) terus dimatangkan DPRD Kota Probolinggo. Melalui Panitia Khusus (Pansus) II, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL kini telah memasuki tahapan penting dengan target penyelesaian dalam waktu dekat. Rabu (20/06/2026).

Ketua Pansus II DPRD Kota Probolinggo Fraksi Partai Golkar, Muchlas Kurniawan menyampaikan bahwa proses pembahasan berjalan dinamis dengan sejumlah masukan dan pendalaman dari berbagai pihak.

Menurut Muchlas, dalam rapat pembahasan terdapat beberapa poin yang sempat mengalami tarik ulur karena menjadi perhatian bersama antara legislatif dan eksekutif. Namun seluruh pembahasan tetap berlangsung secara persuasif untuk mencari formulasi terbaik.

“Proses tadi sudah berjalan. Kita membahas tentang penataan dan pemberdayaan PKL. Ada beberapa hal yang memang sempat terjadi tarik ulur dan menjadi topik pembahasan, tetapi semuanya kita diskusikan secara persuasif antara eksekutif maupun legislatif,” ujar Muchlas.

Ia menjelaskan, hingga pertemuan tersebut pembahasan telah menuntaskan materi mulai Pasal 1 hingga Pasal 20. Meski demikian, masih terdapat beberapa substansi yang memerlukan pendalaman agar hasil akhir perda benar-benar matang.

“Pembahasan dari pasal 1 sampai pasal 20 sudah selesai semua, walaupun ada beberapa poin yang memang perlu kita diskusikan secara lebih matang lagi,” jelasnya.

Muchlas menambahkan, keseluruhan draf raperda memuat hingga Pasal 51 sehingga masih terdapat lebih dari separuh materi yang harus diselesaikan. Kendati demikian, pihaknya optimistis pembahasan dapat dituntaskan pada agenda pertemuan berikutnya.

“Karena memang draf di pasalnya sampai Pasal 51, jadi masih tinggal separuh lebih yang harus kita selesaikan. Waktu yang tersedia tinggal satu kali pertemuan lagi dan kami optimistis bisa menyelesaikan,” tambahnya.

Salah satu pembahasan yang cukup menyita perhatian adalah mengenai pengaturan lokasi dan domisili PKL. Menurutnya, poin tersebut menjadi bagian penting agar perda nantinya dapat diterapkan secara efektif tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha.

“Tadi juga ada kaitannya dengan masalah lokasi domisili yang menjadi catatan dan memang agak alot dalam proses pembahasan penataan dan pembinaan PKL,” ungkapnya.

Pansus II berharap Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL dapat segera rampung dan menjadi payung hukum yang mampu menciptakan keseimbangan antara penataan wilayah, pemberdayaan ekonomi rakyat serta perlindungan bagi para pedagang.

“Harapannya pembahasan ini bisa rampung dan diterima seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah bisa memberdayakan, di sisi lain PKL juga terlindungi, tetapi tetap dalam nuansa kebersamaan, tertib dan aman,” pungkas nya (ir)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...